Vous êtes sur la page 1sur 1

Reaksi Obat yang tidak di inginkan ROTD

ROTD adalah respon terhadap suatu obat yang berbahaya dan tidak diharapkan, serta terjadi
pada dosis lajim yang dipakai oleh manusia untuk tujuan profilaksis (prosedur kesehatan
masyarakat untuk mencegah daripada mengobati penyakit.). Diagnosis maupun terapi.
Penggolongan
ROTD pada umumnya dibagi menjadi 2 kelompok
1. Rx tipe A (Augmented) merupakan reaksi yang muncul secara berlebihan dimana rx dg dosis
obat yg diminum
2. Rx tipe B (Bizzare) merupakan rx yg aneh dan tidak terkait samasekali dg Dosis
Cirri ROTD
TIPE A
1. Dapat diramalkan dari pengetahuan farmakologisnya
2.Tergantung dosis
3.Mortalitas rendah
4.Dapat di tangani dengan pengurangan dosis
5.Angka kejadian tinggi
TIPE B
1.Tidak dapat diramalkan dari pengetahuan farmakologisnya
2.Mordibitas rendah
3.Mortalitas tinggi
4.Dapat di tangani hanya dengan penghentian pengobatan
5.Angka kejadian rendah
Factor yg mempengaruhi ROTD
1. POlifarmasi
Peresapan (prescribing) ini sering terjadi pada penderita lanjut usia atau pada penderita yang
mengalami beberapa penyakit sekaligus.
2. Jenis kelamin
Lebh sering terjadi pada wanita.
3. Kondisi penyakit yang diderita
Adanya penyakit lainygmenyertai dapat mempengaruhi respon obat danmunculnya ROTD secara
Bermakna melalui perubahan proses farmakokinetik atau kepekaan jaringan
4. Usia
Kaserna pasientua lebih seringmendapat terapi Obat. Perubahan farmakokinetika yang factor
tersebut sangat tergantung pada pada kondisi organ-organ tubuh penderita.
5. Ras dan polifarmasi genetika
Perbedaan secara genetika tampak dalam laju metabolism pada banyak obat sehingga meskipun
obat diberikan dg dosis yg sama dlm mg/kg akanmenghasilkan variasi kadar yng sangat besar di
dalam plasma pd pasien yg berbeda.