Vous êtes sur la page 1sur 18

LAMPIRAN

TERIKAT

ANALISA MORFOMETRI

Perhitungan Besar Slope ( Van Zuidam)

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
:1
No. Lp
: LP 34A
Nama Batuan : Breksi volkanik

Pemerian petrografis :
Sayatan tipis batuan piroklastik, breksi volkanik, berwarna abu-abu kecoklatan,
memperlihatkan tekstur fragmental, berbentuk menyudut tanggung hingga membundar
tanggung, dengan beberapa individu membulat, terpilah buruk-sedang dengan kemas
terbuka. Piroklas fragmen (95%) berukuran sedang-kasar mencapai 4,0 mm, tersusun
oleh dominan fragmen litik volkanik, dan beberapa fragmen mineral plagioklas, kwarsa
dan mineral opak yang yang tertanam dalam masadasar material volkanik halus.
Fragmen dan matrik terdiri dari mineral yang sama yang tersemenkan oleh oksida besi.
Komposisi mineral :
Fragmen litik volkanik (90%), diwakili oleh batuan beku volkanik yang terdiri dari
fragmen litik volkanik lathwork, microlitic dan vitric, hadir sebagai komponen
utama dengan bentuk yang menyudut tanggung-hingga membundar, berukuran

hingga 4,0 mm. Fragmen litik volkanik lathwork (B7-9, H6-10, J4), dicirikan dengan
dengan bilah (laths) plagioklas dengan ruang diantara bilah plagioklas ditempati oleh
gelas berwarna coklat atau abu-abu gelap kehiajuan dan/atau intraganular piroksen.
Beberapa butiran lathwork merupakan phyric-plagioklas-piroksen dan mineral opak.
Fragmen batuan volkanik mikrolitik, mengandung sejumlah mikrolit-mikrolit felspar
dan tekstur masa dasarnya hyalopilitic (gelasan) atau atau pilotaxitic (holokristalin)
dan mengandung mikrofenokris plagioklas dan/atau piroksen dan mineral opak.
Fragmen litik volkanik vitric (C1-5) tampak berwarna coklat-hitam dengan struktur
vesikuler yang bervariasi, beberapa mengandung mikrofenokris plagioklas yang
telah terubah menjadi mineral lempung, piroksen dan mineral opak.

Fragmen mineral (5%), berupa pecahan plagioklas, piroksen, dan mineral opak.
Plagioklas (E10) hadir dengan bentuk membundar tanggung-menyudut tanggung,
tidak berwarna hingga keruh, dicirikan oleh adanya kembaran polisintetik, berukuran
hingga 1.0 mm panjangnya. Sebagian telah mengalami peretakan, dan terubah
menjadi mineral lempung dan hadir inklusi mineral opak. Piroksen berwarna
kehijauan, berukuran hingga 0,8 mm panjangnya, dicirikan dengan pleokroisme
yang lemah dari tidak berwarna hingga hijau pucat, diduga berjenis diopsid.
Umumnya telah mengalami peretakan dan adanya inklusi mineral opak. Mineral
opak, berwarna hitam, dengan bentuk membulat tanggung, kubik, berukuran hingga
0,3 mm, kedap cahaya.

Masadasar (5%) dibentuk oleh material volkanik berukuran halus, berwarna coklat,
bersifat isotrof, yang telah mengalami devitrifkasi menghasilkan masa lempungan,
agregat mineral opak, berasosisasi dengan oksida besi yang berwarna kuningkecoklatan.

Nama Batuan : Volcanic Breccia or Lithic Tuff (Gilbert, 1954)

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
No. Lp
Nama Batuan
Klasifikasi

:2
: LP 34B
: Andesit
: Guilbert, 1954

Deskripsi Mikroskopis :
Sayatan batuan andesit, tekstur porfiro-afanitik, disusun oleh fenokris Plagioklas (total
40%), piroksen (5%), k-feldspar (5%) yang tertanam dalam massa dasar mikrolit
plagioklas (5%) dan massa gelas (42%), mineral opak (3%).
Fenokris
Plagioklas (40%), colorless, relief rendah, biasrangkap rendah, prismatik panjang,
euhedral-subhedral, warna terang, kadang dijumpai retakan pada kristal palgioklas dan
atau piroksin serta K-feldspar. Piroksen (5%), warna kehijauan, relief sedang, bias
rangkap tinggi, euhedral-subhedral, sama dengan plagioklas kadang dijumpai retakan
pada kristal, serta terdapat salign tumbuh dengan plagiokals dan atau K-feldspar. Kfeldspar (5%) ukuran memiliki pemadaman bergelombang, memperlihatkan zoning
bentuk subhedral-membundar tanggung, tersebar didalam sayatan. Mineral apok,
isotrop, menyebar dalam batuan (3%). Kadang menjadi inklusi atau mengisi rongga pada
plagioklas dan piroksin.
Massa dasar

mikrolit Plagioklas (5%), anhedral, colorless, hadir bersama gelas sebagai massa dasar,
ukuran
Massa gelas (42%) kecoklatan, agregat halus.
Mineral sekunder
Mineral opak (4%) isotrop, warna gelap baik dalam posisi x-nikol maupun // nikol, hadir
sebagai iklusi dan kadang mengisi rongga pada piroksin.

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
:3
No. Lp
: LP 54
Nama Batuan : Batupasir Litik

100 m

100 m

Pemerian petrografis :
Sayatan tipis batuan sedimen klastik batupasir, berwarna abu-abu kecoklatan dengan
tekstur klastik, membulat tanggung-menyudut tanggung. Fragmen (65%) berukuran
hingga pasir kasar, terdiri dari fragmen lithik (batuan beku volkanik), felspar (palgioklas
dan k-felspar), piroksen dan mineral opak serta fragmen fosil yang tertanam dalam
masadasar material mineral lempung. Batuan ini terpilah buruk dan berkemas terbuka.
Komposisi mineral :
Fragmen litik (50%), berupa fragmen batuan beku volkanik yang menunjukkan
tekstur porfiritik atau vitrofirik tersusun oleh mikrolit plagioklas, plagioklas, mineral
opak, dan gelas volkanik, beberapa mineral penyusunya terubah menjadi mineral

lempung (A2-5,B9-10,C6-8,BG1,I5,6-7,J1-2,4). Hadir hadir sebagai komponen


utama tersebar merta dalam sayatan sebagai butiran.
Feldspar (15%), tidak berwarna-keruh, membulat tanggung-menyudut tanggung,
berukuran hingga pasir sedang, terdiri dari plagioklas dan K-felspar. Plagioklas (G7),
berupa butiran tunggal, memperlihatkan kembar polisintetik, dan zoning, sedangkan
K-felspar nampak tidak memperlihatkan kembaran, sebagian terubah menjadi
mineral lempung. Hadir tersebar dalam sayatan sebagai butiran.
Piroksen (10%), berwarna hijau hingga kuning keruh agak kecoklatan terang,
membulat-membulat tanggung, relief tinggi, hadir setempat dalam sayatan sebagai
butiran. (D3, H3, I8-9)
Mineral opak (3%), berwarna hitam, dengan bentuk membulat tanggung, kubik,
berukuran hingga pasir sedang, kedap cahaya. (A1)
Fragmen fosil (2%), terdiri dari fragmen fosil foraminifera kecil, berwarna coklat,
berukuran pasir halus, membundar tanggung-membundar, hadir setempat dalam
sayatan sebagai butiran. (F5)
Matrik (20%), dibentuk oleh detrital berukuran lempung, berupa material lempung,
berwarna keruh kecoklatan, bersifat isotrof, relief rendah kadang berasosisasi dengan
oksida besi yang berwarna coklat-kemerahan.

Nama Batuan : Lithic Sandstone (Gilbert, 1954)

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
:4
No. Conto
: LP 84
Nama Batuan : Batugamping Wackstone-Packstone

100 m

100 m

Pemerian petrografis :
Sayatan tipis batuan sedimen-karbonat (wackstone-packstone), berwarna abu-abu terang
kecoklatan keruh, bertekstur bioklastik, dengan jumlah butiran karbonat (allochem) 85%
dan lumpur karbonat 15% (grain-supported). Butiran karbonat berupa partikel skeletal
disusun oleh mikrofosil foraminifera dan makrofosil, serta komponen terigen berupa
kwarsa dan mineral opak tertanam dalam masadasar mikrokristalin kalsit (mikrit).
Partike skeletal terdiri dari mikrofosil foraminifera kecil (A1) dan besar (D6), masih
dalam keadaan utuh, pada umumnya dilingkupi oleh mikrokristalin kalsit, kamar dalam
terisi oleh semen kalsit; serta makrofosil Alga (GH1), berbentuk pecahan memanjang,
sebagian besar tergantikan oleh kalsit dengan ukuran kristal seragam. Koral, berbentuk
pecah-pecah, rongga terisi oleh semen mikrospar-spar. Komponen terigen berupa kwarsa

dan mineral opak, semuanya hadir berjumlah tidak lebih dari 2%, sebagai butiran
penyerta dan tersebar setempat dalam sayatan. Kwarsa dicirikan dengan warna putihtidak berwarna, membulat, berukuran lanau. Mineral opak berwarna hitam, membundar
tanggung, berukuran lanau, sebagai telah mengalami oksidasi menjadi oksida besi
berwarna kuning-kecoklatan terdapat di antara matriks dan partikel skeletal. Mikrit
berupa lumpur karbonat mengisi diantara butiran partikel skeletal dan komponen terigen,
berukuran 0.001 - 0.005 mm, berwarna abu-abu hingga coklat (A5-6,HI3); yang
sebagian besar telah terkristalisasi membentuk spar kalsit, berukuran 0,015-0,1 mm dan
relatif jernih. (BC9,IJ8-10)
Nama Batuan : Wackstone-Packstone (Dunham, 1962)

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
:5
No. Conto
: LP 38
Nama Batuan : Batugamping Packstone

100 m

100 m

Pemerian petrografis :
Sayatan tipis batuan sedimen-karbonat (packstone), berwarna abu-abu gelap-coklat
kemerahan, bertekstur bioklastik, dengan jumlah butiran karbonat (allochem) 85% dan
lumpur karbonat 12% (grain-supported). Butiran karbonat berupa partikel skeletal
disusun oleh mikrofosil foraminifera dan makrofosil, serta komponen terigen berupa
kwarsa, mineral opak dan oksida besi tertanam dalam masadasar mikrokristalin kalsit
(mikrit). Partike skeletal terdiri dari mikrofosil foraminifera kecil (BC7,F10,G10) dan
besar (E2-3,I2), masih dalam keadaan utuh, pada umumnya dilingkupi oleh
mikrokristalin kalsit dan oksida besi, kamar dalam terisi oleh semen kalsit; serta
makrofosil Alga (C4,G8), berbentuk pecahan memanjang, sebagian besar tergantikan
oleh kalsit dengan ukuran kristal seragam dan sedikit oksida besi. Komponen terigen
berupa kwarsa, mineral opak dan oksida besi, semuanya hadir berjumlah tidak lebih dari

3%, sebagai butiran penyerta dan tersebar setempat dalam sayatan. Kwarsa dicirikan
dengan warna putih-tidak berwarna, membulat, berukuran lanau. Mineral opak berwarna
hitam, membundar tanggung, berukuran lanau, sebagai telah mengalami oksidasi
menjadi oksida besi berwarna coklat kemerahan terdapat di antara matriks dan partikel
skeletal. Mikrit berupa lumpur karbonat mengisi diantara butiran partikel skeletal dan
komponen terigen, berukuran 0.001 - 0.005 mm, berwarna abu-abu hingga coklat; yang
sebagian telah terkristalisasi membentuk spar kalsit, berukuran 0,015-0,1 mm dan relatif
jernih.
Nama Batuan : Packstone (Dunham, 1962)

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
:6
No. Conto
: LP 24
Nama Batuan : Batugamping Packstone

100 m

100 m

Pemerian petrografis :
Sayatan tipis batuan sedimen-karbonat (packstone), berwarna abu-abu kecoklatan keruh,
bertekstur bioklastik, dengan jumlah butiran karbonat (allochem) 75% dan lumpur
karbonat 15% (grain-supported). Butiran karbonat berupa partikel skeletal disusun oleh
mikrofosil foraminifera dan makrofosil, serta komponen terigen berupa pagioklas,
kwarsa dan mineral opak tertanam dalam masadasar mikrokristalin kalsit (mikrit).
Partike skeletal terdiri dari mikrofosil foraminifera kecil (C4,8,DE1-2,F3,G2,I4) dan
besar (A10), masih dalam keadaan utuh, pada umumnya dilingkupi oleh mikrokristalin
kalsit, kamar dalam terisi oleh semen kalsit; serta makrofosil Alga, berbentuk pecahan
memanjang, sebagian besar tergantikan oleh kalsit dengan ukuran kristal seragam.
Koral, berbentuk pecah-pecah, rongga terisi oleh semen mikrospar-spar. Komponen

terigen berupa plagioklas, kwarsa, piroksen dan mineral opak, semuanya hadir
berjumlah 10%, sebagai butiran penyerta dan tersebar dalam sayatan. Plagioklas
berwarna putih-tidak berwarna, membulat tanggung-menyudut tanggung, berukuran
lanau-pasir sedang, dan kembar polisintetik dan zoning (A8-9, B3, C5-7,10, G8-9, HI67, I1). Kwarsa dicirikan dengan warna putih-tidak berwarna, membulat, berukuran lanau
(J1). Piroksen berwarna hijau, menyudut tanggung, relief tinggi, hadir setempat dalam
sayatan sebagai butiran (B7). Mineral opak berwarna hitam, membundar tanggung,
berukuran lanau (G4), sebagai telah mengalami oksidasi menjadi oksida besi berwarna
kuning-kecoklatan terdapat di antara matriks dan partikel skeletal. Mikrit berupa lumpur
karbonat mengisi diantara butiran partikel skeletal dan komponen terigen, berukuran
0.001-0.005 mm, berwarna abu-abu hingga coklat; yang sebagian besar telah
terkristalisasi membentuk spar kalsit, berukuran 0,015-0,1 mm dan relatif jernih.
Nama Batuan : Packstone (Dunham, 1962)

ANALISIS PETROGRAFI
No. Urut
:7
No. Conto
: LP 64
Nama Batuan : Batugamping Wackstone

100 m

100 m

Pemerian petrografis :
Sayatan tipis batuan sedimen-karbonat (wackstone), berwarna abu-abu kecoklatan keruh,
bertekstur bioklastik, dengan jumlah butiran karbonat (allochem) 70% dan lumpur
karbonat 30% (grain-supported). Butiran karbonat berupa partikel skeletal disusun oleh
mikrofosil foraminifera dan komponen terigen berupa kwarsa dan mineral opak tertanam
dalam masadasar mikrokristalin kalsit (mikrit). Partike skeletal terdiri dari mikrofosil
foraminifera kecil (B5,D1-2,F3,H7,I9-10) dan besar, masih dalam keadaan utuh, pada
umumnya dilingkupi oleh mikrokristalin kalsit, kamar dalam terisi oleh semen kalsit.
Komponen terigen berupa kwarsa dan mineral opak, semuanya hadir berjumlah tidak
lebih dari 1%, sebagai butiran penyerta dan tersebar setempat dalam sayatan. Kwarsa
dicirikan dengan warna putih-tidak berwarna, membulat, berukuran lanau. Mineral opak

berwarna hitam, membundar tanggung, berukuran lanau, sebagai telah mengalami


oksidasi menjadi oksida besi berwarna kuning-kecoklatan terdapat di antara matriks dan
partikel skeletal. Mikrit berupa lumpur karbonat mengisi diantara butiran partikel
skeletal dan komponen terigen, berukuran 0.001 - 0.005 mm, berwarna abu-abu hingga
coklat; yang sebagian besar telah terkristalisasi membentuk spar kalsit, berukuran 0,0150,1 mm dan relatif jernih.
Nama Batuan : Wackstone (Dunham, 1962)