Vous êtes sur la page 1sur 5

RMK

AKUNTANSI
MANAJEMEN
PENGANGGARAN
MODAL
DANAR SUTOPO SIDIG (14)

UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015

Penganggaran Modal

PENGANGGARAN MODAL
A. Pendahuluan
Istilah penganggaran modal digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana manajer
merencanakan investasi-investasi yang bernilai signifikan dalam bentuk proyek-proyek
yang memiliki implikasi jangka panjang seperti pembelian peralatan baru atau pengenalan
produk baru. Secara spesifik, penganggaran modal berkaitan dengan keputusan-keputusan:
1.
2.
3.
4.
5.

pengurangan biaya,
keputusan ekspansi,
keputusan pemilihan peralatan dari beberapa alternatif yang ada,
keputusan untuk membeli atau meleasing, dan
keputusan penggantian peralatan.

Di saimping itu, Penganggaran modal juga berkaitan dengan Screening Decisions dan
Preference Decisions. Screening decisions berhubungan dengan keputusan untuk menerima
atau menolak suatu proposal investasi tertentu. Sedangkan Preference decisions
berhubungan dengan pengambilan keputusan yang didahuli dengan memeringkat beberapa
alternatif investasi yang dapat diterima dari tingkat yang paling menguntungkan.
B. Metode Net Present Value (NPV)
Dalam metode ini, nilai kini dari aliran kas masuk proyek di masa depan dibandingkan
dengan nilai kini aliran kas keluar. Selisih di antara nilai kini kedua aliran kas tersebut
dinamakan NPV. Kriteria pengambilan keputusan berdasarkan NPV adalah sebagai berikut.
Jika NPV ...
Positif
Nol
Negatif

Maka proyek ...


Dapat diterima karena memberikan hasil yang lebih besar
daripada tingkat hasil yang diharapkan*
Dapat diterima karena memberikan hasil yang sama besar
daripada tingkat hasil yang diharapkan
Tidak dapat diterima karena memberikan hasil yang lebih
kecil daripada tingkat hasil yang diharapkan

Tingkat hasil yang diharapkan oleh suatu perusahaan biasanya berupa biaya modal (cost of
capital). Biaya modal adalah rata-rata tingkat pengembalian yang harus dibayar perusahaan
kepada kreditur pinjaman jangka panjang dan pemegang saham atas dana yang telah
dipergunakan.
Perhitungan NPV didasarkan pada aliran kas masuk dan aliran kas keluar di masa sekarang
dan di masa yang akan datang. Beberapa contoh kas masuk dan kas keluar adalah sebagai
berikut.
Aliran Kas Keluar
Investasi awal (termasuk biaya instalasi)
Peningkatan kebutuan modal kerja
Biaya perbaikan dan pemeliharaan
Biaya operasional tambahan

Aliran Kas Masuk


Pendapatan tambahan
Pengurangan biaya
Nilai sisa
Pelepasan modal kerja

Penganggaran Modal

C. Metode Internal Rate of Return (IRR)


IRR adalah tingkat pengembalian dari sebuah investasi dalam proyek tertentu selama masa
manfaat proyek tersebut. Formula yang digunakan dalam metode IRR adalah

Nilai IRR Faktor yang diperoleh dari formula di atas selanjutnya dicocokan dengan tabel
nilai kini anuitas untuk menentukan tingkat bungan yang relevan dengan nilai faktor
tersebut. Tingkat bunga tersebut merupakan tingkat pengembalian untuk memperoleh NPV
nol.
Dalam hal arus kas yang ada bervariasi jumlahnya maka penghitungan IRR dapat dilakukan
dengan trial and error. Uji coba ini dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan
software aplikasi.
Pengambilan keputusan yang didasarkan pada metode IRR ini adalah sebagai berikut.
Jika IRR ...
Maka proyek ...
Sama atau lebih besar dari tingkat pengembalian minimum Dapat diterima
yang diharapkan
Lebih kecil dari tingkat pengembalian minimum yang Ditolak
diharapkan
D. Metode NPV yang Diperluas
Kosep metode NPV yang diperluas mencakup dua hal yaitu pendekatan dalam perhitungan
NPV dan pengembangan kasus pengambilan keputusan yang disebut sebagai least cost
decisions. Dua pendekatan yang dapat digunakan dalam mengitung NPV adalah (1)
Pendekatan biaya total dan (2) Pendekatan biaya tambahan. Kedua pendekatan tersebut
diilustrasikan dalam contoh kasus least cost decisions sebagai berikut.

Penganggaran Modal

E. Pemeringkatan Proyek Investasi


1. Metode IRR
Dengan menggunakan metode IRR, pemeringkatan proyek investasi dapat dengan
mudah dilakukan berdasarkan nilai IRR proyek investasi tersebut. Semakin tinggi IRR
sebuah proyek, semakin bagus proyek tersebut.
2. Metode NPV
Dengan menggunakan metode NPV, kita tidak bisa secara langsung membandingkan
kemudian memeringkat proyek-proyek yang ada hanya berdasarkan nilai NPV proyekproyek tersebut, kecuali proyek-proyek tersebut memiliki nilai investasi yang sama.
Untuk itu dibutuhkan Project Profitability Index dengan formula sebagai berikut.

Selanjutnya pemeringkatan dapat dilakukan dengan membandingkan Indeks


Profitabilitas Proyek tersebut. Semakin tinggi Indeks Profitabilitas sebuah proyek,
semakin bagus proyek tersebut.
F. Pendekatan Lain Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal
1. The Payback Method
Penggunaan metode ini berhuungan dengan istilah Payback Period. Payback Period
adalah rentang waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan aliran kas masuk bersih
yang sama besarnya dengan aliran kas keluar bersih yang dibutuhkan investasi proyek
tersebut. Dalam hal aliran kas masuk tersebut besarnya sama tiap tahun, formula
perhitungan Payback Period adalah

Namun, jika aliran kas masuk neto tahunannya tidak seragam, perhitungan payback
period tersebut harus dilakukan secara manual.
2. The Simple Rate of Return Method

Penganggaran Modal

Metode ini berbeda dengan metode-metode lainnya yang telah dibahas sebelumnya
karena tidak berfokus pada aliran kas. Metode ini berfokus pada laba bersih operasi.
Formula yang digunakan untuk menghitung Simple Rate of Return adalah sebagai
berikut.