Vous êtes sur la page 1sur 7

1.

Algoritma Perulangan Segitiga Siku-siku

Penjelasan :
-

Input variabel I dan J sebagai iterasi dan hasil proses


Input bilangan dan nyatakan dalam bilangan
Konfirmasi apakah i<=5, Jika YA maka menghasilkan i=1 , 1<=i+1, dan
jika TIDAK program selesai (end)
Jika pada proses sebelumya YA, maka lanjut kelangkah berikutnya
Konfirmasi apakah i<1+I, Jika YA maka cetak hasil i++ dan output hasil
proses, Jika TIDAK maka program selesai.

2. Algoritma Perulangan untuk Menentukan Bilangan Prima

3. Algoritma untuk Mencetak Pernyataan Sebanyak 100 kali

Mungkin kita pernah ketika masih di sekolah dasar melakukan perbuatan nakal yang
membuat kita disuruh menuliskan pernyataan tertentu sebanyak 100 kali sebagai hukuman atas
kenakalan tersebut. Misalkan pernyataan yang harus ditulis adalah "Saya tidak akan mengulangi
perbuatan itu lagi".
Bagaimanakah caranya algoritma untuk kasus ini?
Penyelesaian:
Pada contoh ini, kita memerlukan variabel counter, misalkan kita beri nama I. Nilai awalnya
adalah 1 dan nilai akhirnya adalah 100. Sedangkan increment atau kenaikan tiap kali
pengulangan dari I adalah satu. Perintah untuk mencetak pernyataan akan diulang satu per satu
sampai nilai akhir dari counter terpenuhi (100).
Flowchart penyelesaian untuk contoh ini dapat dilihat pada gambar 5.15.

Perhatikanbagaimana mudahnya kita melakukan pengulangan. Pada gambar 5.15 tersebut


increment tidak dicantumkan. Karena sesuai langkah-langkah yang dijelaskan sebelumnya, jika
tidak dicantumkan maka otomatis nilai increment adalah satu.
Keterangan gambar :

Masukkanvariabel I sebagai kenakalan


Nyatakan I dalam bilangan dari 1 s/d 100
Kemudian cetak hasil pernyataan Saya tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi
Nilai setiap kenaikan pernyataan adalah 1
Pernyataan akan diulang dari satu per satu sampai pernyataan tersebut terpenuhi
( 100)
Program selesai

4. Algoritma untuk Mencetak Anggota Suatu Himpunan

Algoritma ini digunakan untuk mengetahui berapa perulangan atau kenaikan


setiap bilangan yang telah ditentukan dari pola himpunan yang dinyatakan
,sehingga dapat dinyatakan dalam bentuk grafik atau data secara tepat.

ContohSoal :
*) Diketahui sebuah himpunan A yang beranggotakan bilangan 1, 3, 5, .., 19.
Buatlah flowchart untuk mencetak anggota himpunan tersebut.

Penyelesaian:
Pada contoh ini, kita memerlukan variabel counter, misalkan kita beri nama A
(sesuai dengan nama himpunan). Nilai awalnya adalah 1 dan nilai akhirnya adalah
19. Dari pola himpunan, kita tahu bahwa kenaikan bilangan adalah 2 (1 ke 3, 3 ke 5,
dan seterusnya). Sehingga bisa kita nyatakan increment atau kenaikan tiap kali
pengulangan dari A adalah 2.
Keterangan Gambar :
-

Masukkan variabel sebagai A


Nyatakan bilangan dalam bilangan dari A=1 s/d 19
Menghasilkan print nilai variabel A

5. Algoritma untuk Mencetak Bilangan Tertentu

Digunakan untuk menentukan variabel atau bilangan tertentu dari yang


semula belum diketahui nilainya. Langkah yang digunakan adalah dengan
pernyataan dari kasus tersebut. Gabungkan nilai bilangan yang tercantum dengan
pernyataan yang ditentukan. Cara ini akan menghasilkan suatu bilangan tertentu
sesuai dengan pernyataan jika dilakukan dengan benar.

Keterangan Gambar :
- Input variabel A=1
- Masukkan variabel counter sebagai X dengan nilai awal 1 sampai 10
- Kemudian akan menghasilkan print dari variabel A
- Langkah selanjutnya akan muncul pernyataan A=A+2
- Hasil output adalah 1,3,5,7,.19 , dimana A+(A+2)=3 ,dst.
- Program selesai

Contoh Soal :

Perhatikan flowchart pada Gambar 5.17. Tentukan hasil dari flowchart tersebut.

Penyelesaian:
Uraikan sesuai jalannya flowchart.
Pada flowchart, setelah Start, kita meletakkan satu proses yang berisi
pernyataan A = 1. Bagianinilah yang disebut inisialisasi. Kita memberi nilai awal
untuk A = 1. Variabel counter-nya adalah X dengan nilai awal 1 dan nilai akhir 10,
tanpa increment (atau secara default increment-nya adalah 1). Ketika masuk ke
badan loop untuk pertama kali, maka akan dicetak langsung nilai variabel A. Nilai
variabel A masih sama dengan 1. Kemudian proses berikutnya adalah pernyataan A
= A + 2. Pernyataan ini mungkin agak aneh, tapi ini adalah sesuatu yang
pemrograman. Arti dari pernyataan ini adalah gantilah nilai A yang lama dengan
hasil penjumlah nilai A lama ditambah 2. Sehingga A akan bernilai 3. Kemudian
dilakukan pengulangan yang ke-dua. Pada kondisi ini nilai A adalah 3, sehingga
yang tercetak oleh perintah print adalah 3. Baru kemudian nilai A kita ganti dengan
penjumlahan A + 2. Nilai A baru adalah 5. Demikian seterusnya. Sehingga output
dari flowchart ini adalah 1, 3, 5, 7, .., 19.
Kita dapat melihat sekarang, bahwa gambar 5.16 dan 5.17 memberikan output
yang sama. Dari kedua flowchart tersebut, gambar 5.17 merupakan flowchart yang
disarankan. Meskipun lebih panjang, tetapi lebih terstruktur. Selain itu tidak semua
bahasa pemrograman memberi fasilitas pengaturan increment.
Perhatikan flowchart pada Gambar 5.17. Tentukan hasil dari flowchart tersebut.

Penyelesaian:
Pada conto hini, kita mencoba menentukan hasil dari sebuah flowchart. Bagaimana
jawabannya ?
Marilah kita uraikan jalannya fowchart tersebut.
Pada flowchart, setelah Start, kita meletakkan satu proses yang berisi pernyataan A
= 1. Bagian inilah yang disebut inisialisasi. Kita memberi nilai awal untuk A = 1.
Variabel counter-nya adalah X dengan nilai awal 1 dan nilai akhir 10, tanpa
increment (atau secara default increment-nya adalah 1). Ketika masuk kebadan
loop untuk pertama kali, maka akan dicetak langsung nilai variabel A. Nilai variabel
A masih sama dengan 1. Kemudian proses berikutnya adalah pernyataan A = A + 2.
Pernyataan ini mungkin agak aneh, tapi ini adalah sesuatu yang pemrograman. Arti
dari pernyataan ini adalah gantilah nilai A yang lama dengan hasil penjumlah nilai A
lama ditambah 2. Sehingga A akan bernilai 3. Kemudian dilakukan pengulangan
yang ke-dua. Pada kondisi ini nilai A adalah 3, sehingga yang tercetak oleh perintah
print adalah 3. Baru kemudian nilai A kita ganti dengan penjumlahan A + 2. Nilai A
baru adalah 5. Demikian seterusnya. Sehingga output dari flowchart ini adalah 1, 3,
5, 7, .., 19.

Kita dapat melihat sekarang, bahwa gambar 5.16 dan 5.17 memberikan output
yang sama. Dari kedua flowchart tersebut, gambar 5.17 merupakan flowchart yang
disarankan. Meskipun lebih panjang, tetapi lebih terstruktur. Selain itu tidak semua
bahasa pemrograman memberi fasilitas pengaturan increment.
Bagaimanakah hasilnya?
Seperti halnya struktur percabangan, kita juga akan menjumpai bentuk struktur
pengulangan bersarang (nested). Artinya, ada suatu pengulangan yang berada di
dalam pengulangan yang lain. Perhatikan Contoh 5.22 berikut ini.

Pengulangan-pengulangan tersebut tidak boleh tumpang tindih.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.varia.web.id/2013/05/struktur-pengulangan-dengan-for.html
Diakses 10 Oktober 2014 jam 19.30 WIB
http://malik1217.blogspot.com/2013/01/flowchart-loopingperulangan.html
Diakses 10 Oktober2014 jam 21.00 WIB
Copyright 2013. Artikelteknologi
Diposkan oleh Anisa Indra pada HariKamis, 30 Mei 2013 jam 01.19 WIB
http://malik1217.blogspot.com/2013/01/flowchart-loopingperulangan.html
Diakses 10 Oktober 2014 jam 20.49 WIB
http://wahyupriyono.blogspot.com. Algoritma Diagram Alir(Flowchart),Pseudocode