Vous êtes sur la page 1sur 4

KEP

Ada beberapa istilah yang digunakan menurut penyebabnya. Istilah-istilah tersebut adalah
Protein Calori Malnutrition (PCM) = Protein Energy Malnutrition (PEM) = Energy Nutrient
Mallnutrition (ENM)
Kwashiorkor ( Kekurangan Protein )
Pola menyusu menyangkut budaya. kwashiorkor adalah istilah pertama dari Afrika, artinya
sindroma perkembangan anak dimana anak tersebut disapih tidak mendapatkan ASI sesudah
satu tahun karena menanti kelahiran bayi berikutnya. Makanan pengganti ASI sebagian besar
terdiri dari pati atau air gula, tetapi kurang protein baik kualitan dan kuantitasnya.
Gejala Kwashiorkor
Gejala umum kwashiorkor adalah sebagai berikut

Pertumbuhan dan mental mundur, perkembangan mental apatis


Edema
Otot menyusut ( kurus )
Depigmentasi rambut dan kulit
Karakteristik di kulit: timbul sisik, gejala kulit itu disebut dengan flaky paint
dermatosis
Hipoalbuminemia, infiltrasi lemak dalam hati yang reversible
Atropi dari kelenjar acini dari pankreas sehingga produksi enzim untuk merangsang
aktivitas enzim untuk mengeluarkan juice duodenum terhambat, diare
Anemia moderat ( selalu bentuk normokromik, tetapi sering kali bentuk makrositik )
Masalah diare dan infeksi menjadi komponen gejala klinis
Mendereita kekurangan vitamin A,dihasilkan karena ketidakcukupanj sintesis plasma
protein pengikat retinol sehingga sering kali timbul gejala kebutaaan yang tetap atau
permaanen

Metabolisme abnormal
Perubahan metabolisme karena kekurangan protein adalah kekurangan pengaruh cairan dan
elektrolit, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Cairan dan elektrolit
Karakteristik kwashiorkor adalah gangguan spesifik terhadap metabolisme cairan dan
elektrolit. Total cairan tubuh meningkat, ditandai dengan reduksi total kalium tubuh dan
retensi natrium. Gangguan cairan dan elektrolit ini ditandai dengan terjadinya
hipoalbuminemia, gangguan fungsi hormon, depresi fungsi sel enzim, dan sirkulasi gagal.
Metabolisme Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral

Tingkat pengosongan protein dari ekstremitas mempunyai tingkat yang berbeda antara organ
dan jaringan.
Umumnya pengambilan protein jaringan seperti mukosa dan sekresi kelenjar sistem
gastrointestinal banyak dipengaruhi. Gangguan fungsi metabolik yang terkonsentrasi pada
protein seperti enzim dan plasma darah, juga terjadi penurunan asam amino bebas dari
ekstremitas.
Fungsi abnormal aeda transpot lipid darah dari konstribusi ekstremitas rendah vitamin A,
terutam vitamin larut lemak. Perubahan juga terjadi pada katabolisme lemak dan sintesis
lemak serta kekurangan lemak esensial. Konsentrasi vitamin A darah rendah. Kebutuhan
vitamin A dan mineral untuk metabolisme juga menurun. Keadaan yang sering terjadi adlah
kasus kekurangan besi dan cuprum.
Etiologi
Indikasi yang jelas pada kwashiorkor yaitu kekurangan protein ( protein malnutrisi ), baik
kualitas maupun kuantitas protein ataupun kedua-duanya yang diperlukan untuk
pertumbuhan, petrbaikan sel yang rusak, tetapi umunya cukup kebutuhan kilokalori.
Kilokalori dipenuhi oleh pati dari foodstuff.
Penderita protein malnutrisi biasanya terjadi pada:
1. Anak lepas susu ( disapih ), umur 1 sampai 4 tahun
2. Tempat didaerah tropikal, subtropiukal dimana ekonomi, sosial, budaya merupakan
kombinasi faktor ini yang kerap menimbulkan protein malnutrisi pada anak-anak.
3. Anak-anak yang sedang dirawat inap karena pembedahan atau hipermetabolik.
MARASMUS
Marasmus adalah suatu keadaan kurang protein dan kilokalori yang kronis. Karakteristik dari
marasmus adalah berat badan sangat rendah.
Gejala Marasmus
Gejala umum marasmus dalah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kurus kering
Tampak hanya tulang dan kulit
Otot dan lemak bawah kulit atropi (mengecil )
Wajah seperti orang tua )
Layu dan kering
Diare umum terjadi

Masalah penyebab terjadinya marasmus


Marasmus terjadi karena adanya faktor-faktor sebagai berikut:
a. Masalah sosial yang kurang menguntungkan
b. Kemiskinan

c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Infeksi
Mikroorganisme patogen penyebab diare
Kecepatan pertumbuhan melambat
Tidak ada dermatitis atau depigmentasi
Tidak ada edema
Tumbuh kerdil, mental dan emosi terganggu
Tidur gelisah, apatis dan merengus
Menarik diri dari lingkungannya
Suhu tubuh subnormal karena tak mempunyai lemak subkutan yang menjaga tetap
hangat
l. Aktifitas metabolisme minimal
m. Jantung melemah
Metabolisme abnormal
Metabolisme dalam stadium terhambat, terjadi perubahan metabolisme caira, elektrolit,
protein lemak, vitamin dan mineral.
Cairan Tubuh dan Elektrolit
Serupa pada kwashiorkor, terjadi pengosongan natrium, terutama bila terjadi diare persisten,
tidak terdapat penahan air sewhingga keadaan ini sangat kontras dengan keadaan
kwashiorkor.
Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral Metabolisme
Meskipun kadar protein serum terganggu, tetapi kejadiannya lebih tinggi daripada
kwashiorkor. Umunya kekurusan terjadi karena tidak ada otot dan asam amino eksogenous
( dari diet ) dan endogenous ( otot ) yang digunakan sebagai sumber protein sehingga dalam
tubuh terjadi pengosongan protein dengan penderitaan tingkat akut.
Metabolisme lemak pada marasmus, absorbsi lemak diperlihatkan dewngan absorbsi vitamin
A dan umumnya tidak sejalan seebagaimana terjadi pada kwashiorkor. Sistem enzim khusus
untuk pencernaan, mekanisme untuk transpor lemak yang melalui dinding usus dan protein
pengangkut lemak kemungkinan sepanjang ini masih terpelihara.
Simpanan vitamin dan mineral dalam tubuh penurunan perlahan-lahan.meskipun demikian,
absorbsi vitamin a yang tersisa kadang-kadang berjalan normal, kontras dengan keadaan
kwashiorkor yang justru malah terjadi depresi.
Etiologi
Penyebab marasmus adalah diet yang kurang kilokalori dan protein dalam jangka waktu yang
lama ( kronis ). Deteriosasi fungsi tubuh terjadi perlahan dan menghasilkan penyusutan otot.
Penghambatan menjadi lebih sempurna, semua makanan dan fisik serta emosional mengalami
mundur pada orang lansia yang miskin karena seringkali tidak ada makanan yang bermutu
atau mempunyai masalah emosional dan mental. Pemnyakit lain yaitu tbc, gastroenteritis,
disentri, diare infeksiosa, atau terjangkit parasit, bersamaan dengan tidak ada pemeliharaan
kesehatan.

Kejadian marasmus
Marasmus biasanya terjadi pada bayi umur 6-18 bulan. Kejadianya di daerah slum dengan
masalah sosio ekonomi, daerah tropik, dan subtropik dengan pola negara baru berkembang
seperti pada kwasiorkor. Selain itu, marasmus juga terjadi pada kelompok usila yang dirawat
di rs yang terpisah
Perlakuan dan control
Pencegahan tergantung pada pemberantasan penyebab sakit, pencarian jalan keluar terhadap
maslah sosial ekonomi, koreksi keseimbangan elektrolit, program pemberian makanan dan
pengasuhan yang penuh kasih.
Assesment
Ada hal hgal tambahan spesifik karena gangguan zat gizi yang melibatkan banyak faktor.
Faktor faktor yang ikut ( berkompetensi) berperan terhadap terjadinya kurang gizi yaitu
1.
2.
3.
4.
5.

Faktor kekebalan / ketahanan tubuh atau imun.


Faktor reproduksi
Faktor keluaran hasil kerja
Mental
Perlakuan sosial dan perilaku

Kecukupan gizi berbanding linear dengan intake ndan kesehatan. Pengukuran antropometri
terutama tentang kecepatan pertumbuhan pada anak msangat baik karena dapat memprediksi
keadaan status gizi anak secara individu atau dalam populasi. Pengukuran antropometri
dalam ratio : weight for age ( berat per umur ) atau height / age ( tinggi per umur ), hasilnya
dapat sebagai ukuran seperti pada tabel 1 berikut