Vous êtes sur la page 1sur 48

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA Nn.

LS DENGAN
GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI VISUAL DAN AUDITORI DI
RUANG DRUPADI RSJ PROVINSI BALI TANGGAL 19-22 OKTOBER 2015

A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2015 pukul 15.00 WITA di ruang Drupadi
RSJ Provinsi Bali.
I.

IDENTITAS KLIEN
Nama
Umur
Alamat

: Nn. LS
: 14 tahun
: BD. Kebon Tumbu,

Tumbu, Karangasem
Pendidikan
: SMP
Agama
II.

: Hindu

Status
: Belum menikah
Pekerjaan : Jenis Kel. : Perempuan
No.RM : 028790
Tanggal MRS : 14 Oktober 2015
Tanggal Pengkajian : 19 Oktober
2015
Ruang Rawat : Drupadi

ALASAN MASUK
1. Autoanamnesa : tanggal 19 Oktober 2015
Pasien datang ke IGD RSJ Bangli diantar oleh keluarganya berpakaian rapi,
rambut tidak disisir dan diikat, kuku menggunakan kutek berwarna peach. Saat
ditanya nama siapa, pasien menjawab Sugiarti. Mengaku masih kelas 3 SMP. Saat
ditanya SMP dimana, pasien menjawab tidak tahu. Pasien mengatakan
mempunyai teman disekolah bernama Widya, Panji, Santi, Ngurah, pasien
mengatakan ke RS ditemani oleh banyak orang (bibi, tetangga, cowok yang tidak
jelas). Pasien ingin dibawa langsung ke picu dan mengatakan ingin diikat bila
ngamuk-ngamuk. Pasien mengatakan senang disini (ruang picu) karena ada
dokter, perawat, dan banyak orang. Disini apa-apa dituruti tidak seperti dirumah.
Awalnya pasien meminta motor pada ibunya, tetapi ibunya tidak mempunyai
uang. Pasien mengatakan setelah bapaknya meninggal, tinggal di Denpasar
bersama bibi, paman, sedangkan ibunya kerja berdagang di Karangasem. Pasien
mengaku mempunyai indra keenam sejak pertama datang ke RS. Pasien
mengatakan melihat pocong, kuntilanak, Dewa Siwa. Pasien mengatakan sering
diajak melali, dikasi jajan, diajak kepantai. Saat ditanya diajak sama siapa, pasien
mengatakan bersama teman-temannya. Saat ditanya siapa saja teman-temannya
itu, pasien menjawab leak, kuntilanak, pocong, pasien juga mengatakan pernah

diperkosa di Bingin. Saat ditanya diperkosa sama siapa, pasien menjawab


diperkosa sama satu banjar, pasien bercerita awalnya diajak melali sama temantemannya kuntilanak, kemudian diajakin ngekost, selanjutnya diperkosa di bingin
depan RSJ. Pasien mengatakan Dewa Siwa menyuruhnya tinggal di RSJ sampai
mati. Pasien mengatakan sering diejekin oleh teman-temannya yang bilang
buduh, buduh, buduh, tetapi saat ditanya disekolah ada masalah, pasien
mengatakan tidak ada. Dirumah, pasien mengatakan sering ngamuk-ngamuk,
setelah merobek foto Dewa Siwa dikamar. Pasien mengatakan melihat pocong, 2
setan dan bayangan memakai kerudung dipojokan, kemudian diledeki. Pasien
mengatakan sering mendengar suara-suara yang member perintah, misalnya Aku
perintu itu oleh suara laki-laki, sampai takut ketika mendengar suara-suara itu.
Suara itu menyuruh pasien melukai diri sendiri oleh orang yang dia lihat, pernah
disuruh terbang sampai jatuh, terjun ke jurang, menusuk diri-sendiri, tetapi hanya
mengikuti untuk etrbang, karena pasien mengaku sebagai burung garuda yang bisa
terbang pasien mengatakan tidak bisa tidur malam-malam karena diganggu oleh
kuntilanak, drupadi, pocong, dewa Siwa, leak, bayangan berkerudung dan
mengatakan ini rumah saya, kamu pergi!. Pasien mengatakan sudah lama tidak
masuk sekolah sejak masuk RSJ, gurunya mengatakan agar pasien cepat
sembuhdan masuk sekolah.
2. Heteroanamnesa : kakak ipar pasien
Pasien diantar kakak iparnya ke RSJ Bangli karena mengamuk dirumah, awalnya
ada tetangga yang datang bertemu kerumah kemudian pasien tiba-tiba kaget dan
mengamuk saat melihat tetangganya itu dan kemudian langsung dibawa kerumah
sakit. Awalnya pasien meminta dibelikan motor sekitar 2 bulan yang lalu pada
ibunya tetapi karena masih kelas 3 SMP, pasien menurut tetapi setelah sore hari
tiba-tiba mengamuk dan dibawa ke Balian-RSJ dan hanya diberikan obat
kemudian pulang setelah itu pasien mengamuk lagi, kemudian balik lagi dibawa
ke RSJ untuk dirawat inap selama 8 hari di Picu. Setelah 2 minggu sesudah
dirawat di RSJ, pasien mengamuk lagi, kemudian dirawat lagi di ruangan Drupadi
selama 4 hari, pasien dipulangkan, kemudian tadi sekitar jam 15.00 (tanggal 14
Oktober 2015) pasien ngamuk-ngamuk lagi. Keluarga pasien mengatakan ada
keluarga yang mengalami hal yang sama yaitu ibu kandungnya saat masih seusia
pasien, kakak kandung ibunya, adik kandung ibunya juga. Terapi sebelumnya
yaitu Ability 2x10 mg, Ieroquel er 1x200 mg, merlopam 2x2 mg.
3. Saat Pengkajian

Pada saat pengkajian tanggal 19 Oktober 2015 pukul 18.00 WITA, pasien tampak
tidak bisa diam, tertawa sendiri, dan hiperaktif. Ketika ditanya nama, alamat,
umur pasien bisa menjawab dengan baik namun terkadang kurang fokus. Saat
ditanya penyebab ia masuk RSJ, ia dapat menceritakan dengan baik dengan bicara
pelan dan sesekali sambil berjalan-jalan meninggalkan perawat dan duduk
kembali. Pasien sudah menyadari ia memiliki halusinasi pengelihatan dan
pendengaran. Pasien mengatakan pernah melihat burung Garuda, Dewa Siwa, dan
leak di sekelilingnya serta mendengar suara bisikan kakek-kakek yang
menyuruhnya untuk melompat. Pasien saat ini terlihat mengalami halusianasi
yang tidak terkontrol terlihat halusinasi pasien dirasakan setiap saat dan pasien
terlihat sangat hiperaktif meskipun sudah mendapat terapi obat. Pasien
mengatakan ia diantar ke RSJ oleh keluarganya.
III.

FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu?
Ya
Tidak
Jika Ya, jelaskan :
LS mengatakan sebelumnya ia pernah masuk rumah sakit jiwa, ini adalah
kesekian kalinya ia dirawat.
2. Pengobatan sebelumnya
Berhasil
Kurang berhasil
Tidak berhasil
Jelaskan :
LS sebelumnya pernah masuk rumah sakit jiwa dan mendapat pengobatan.

3. Riwayat Trauma
Pelaku/usia
Aniaya
fisik
Aniaya
seksual
Penolakan
Kekerasa
n

dalam

Korban/usia

Saksi/usia

keluarga
Tindakan
kriminal
Jelaskan :
Sebelum MRS, LS mengatakan tidak pernah mengalami ataupun melihat
penganiayaan maupun perilaku kekerasan.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : 1

Perubahan pertumbuhan dan perkembangan

.
2

Berduka antisipasi

.
3

Berduka disfungsional

.
4

Respon paksa trauma

.
5

Sindrom trauma perkosaan

.
6

Resiko tinggi kekerasan

.
7

Ketidakefektifan penatalaksanaan regiment terapeutik

.
8

Lain-lain, jelaskan :

.
Jelaskan :
LS mengatakan sebelumnya pernah dirawat di RSJ provinsi Bali di Ruang
Drupadi selama 5 hari lalu pulang, kemudian setelah 14 hari balik lagi dirawat di
RSJ karena putus obat dan keluarga lebih memilih untuk pengobatan Bali.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Regiment terapeutik tidak efektif
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
Ya

Tidak

Hubungan :
Keluarga

Gejala

Riwayat

Pengobata
n / Perawatan
Pasien

mengatakan

di

keluarganya ada yang mengalami gangguan jiwa, yaitu ibu kandungnya sendiri.
Masalah keperawatan :

factor genetik.
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

Pasien

mengatakan

dirinya memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan yaitu diputusi oleh


pacarnya.

Masalah Keperawatan : -

IV.

PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda-tanda vital

Telanan Darah : 120/60

mmHg

2. Ukuran

Turun

Nadi : 72 x/menit
Suhu : 36,0 C
Respirasi : 20 x/menit
Berat badan : 44 kg
Naik
Tinggi badan : 158 cm
Jelaskan :
Pasien
mengatakan

sebelum masuk rumah sakit jiwa, berat badannya 44 kg. pasien tidak mengalami
perubahan berat badan.
3. Keluhan fisik
Ya

Tidak

Jelaskan :
Pasien mengatakan

ia

memiliki keluhan susah BAB dan tidak teratur. Sebelum masuk RSJ pasien biasa
BAB setiap hari pada pagi hari, namun setelah masuk RSJ pola BAB pasien
menjadi tidak teratur yaitu tiap 3 hari sekali.

Masalah / Diagnosa

Keperawatan :

Perubahan eliminasi feses

V.

PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal

: Pasien
: Serumah
: Hubungan Terdekat

Penjelasan :

Pasien merupakan anak

satu-satunya. Pasien mengatakan di keluarganya ada yang mengalami gangguan


jiwa yaitu ibu kandungnya, kakak kandung ibunya, dan adik kandung ibunya.

2. Konsep Diri
a. Citra tubuh

Saat pengkajian mengenai persepsi pasien terhadap anggota tubuhnya,


pasien mengatakan dirinya biasa saja tidak cantik, tidak kaya, ia orang yang
sederhana, pasien mengatakan merasa malu dengan dirinya karena ia merasa
dirinya tidak cantik.
b. Identitas

Pasien

menyebutkan nama, umur serta pekerjaannya.


c. Peran

Pasien

mampu

mengatakan

ia

menjalani peran sebagai anak yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan


hidupnya.
d. Ideal diri

Pasien

mengatakan

ia

suka bekerja keras dan tekun dalam bekerja. Saat ditanya tentang cita-cita, ia
mengatakan tidak memiliki cita-cita. Ia mengatakan hanya ingin belajar giat
ketika sudah sembuh dan membahagiakan orang tuanya.
e. Harga diri

Pasien mengatakan tidak


pernah mengalami penghinaan terhadap dirinya, ia memiliki hubungan yang

baik dengan temannya. Temannya menghargai dirinya.


Masalah keperawatan :

Harga Diri Rendah

Situasional
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti / terdekat

Pasien mengatakan dekat

dengan semua anggota keluarganya, namun orang yang paling berharga


baginya adalah ibunya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat

Pasien mengatakan tidak


penah terlibat dalam kegiatan kelompok di masyarakat.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Pasien mengatakan tidak


ada masalah dalam berhubungan dengan orang lain, baik itu di rumah maupun
di RSJ Bangli. Namun jika ada masalah, ia lebih suka memendam sendiri dan
lebih memilih diam.
Masalah

Diagnosa

Keperawatan :

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan

dirinya beragama Hindu.


b. Kegiatan ibadah

Pasien

mengatakan

Pasien

mengatakan

ia

sembahyang menurut Hindu. Pasien tidak mengalami masalah dalam


beribadah ataupun keyakinan.
Masalah

Diagnosa

Keperawatan :

VI.

STATUS MENTAL
1. Penampilan
Tidak rapi
Penggunaan pakaian tidak sesuai
Cara berpakaian tidak seperti biasanya

Jelaskan

LS

menggunakan baju kaos berwarna dan celana selutut berwarna hitam. Penampilan
rapi, rambut yang digerai tertata. Pasien tidak mengalami masalah dalam
memenuhi kebutuhan ADL. Pasien mandi 2 kali sehari.

Masalah

Diagnosa

Keperawatan :

2. Pembicaraan
Cepat
Keras
Gagap
Apatis
Lambat
Membisu
Tidak mampu memulai pembicaraan
Lain-lain

Jelaskan : LS berbicara

dengan lambat, yang dibicarakan cukup jelas namun terkadang kurang nyambung
dengan yang ditanyakan perawat

Masalah

Diagnosa

Keperawatan :

3. Aktivitas Motorik / Psikomotor

Hipokinesia, hipoaktifitas
Katalepsi
Sub stupor katatonik
Flesksibilitas serea

Kelambatan :

Jelaskan

LS

tidak

megalami gangguan kelambatan dalam aktivitas motorik.

Masalah Keperawatan : -

Peningkatan :

Hiperkinesia, hiperaktifitas
Gagap
Stereotipi
Gaduh gelisah
Katatonik
Mannerism
Katapleksi
Tik
Ekhopraxia

Command automatism
Grimace
Otomatisma
Negativisme
Reaksi konversi
Tremor
Verbigerasi
Berjalan kaku / rigid
Kompulsif
Jelaskan

LS

tidak

mengalami gangguan peningkatan aktivitas motorik.


Masalah / Diagnosa

Keperawatan :

4. Alam Perasaan
Sedih
Gembira berlebihan
Putus asa
Khawatir
Ketakutan

Jelaskan :
Saat pengkajian, pasien

mengatakan perasaannya takut. Raut wajah pasien ketakutan, apalagi saat


menceritakan halusinasinya.

Masalah Keperawatan : -

5. Afek
Datar
Tumpul
Labil
Tidak sesuai

Jelaskan :
Afek pasien yaitu labil,

dari awal pengkajian sampai akhir pasien kadang-kadang focus kadang tidak,
sesekali pasien meninggalkan perawat ketika sedang diajak mengobrol namun

pasien balik lagi melanjutkan obrolan dengan perawat. Saat ditanya hal yang
kurang ia sukai, ia tidak mau menjawab, ekspresi wajahnya cemberut dan
memalingkan wajah dari perawat.
Masalah Keperawatan :

6. Interaksi Selama Wawancara


Bermusuhan
Kontak mata kurang
Tidak kooperatif
Defensive
Mudah tersinggung
Curiga

Jelaskan :
Saat pengkajian,

klien

mau menjawab semua pertanyaan perawat, klien kooperatif dan kontak mata ada
namun sesekali pasien berpaling dan berjalan meninggalkan perawat ketika diajak
mengobrol oleh perawat namun balik lagi duduk dengan perawat untuk
mengobrol.

Masalah Keperawatan : -

7. Persepsi

Pendengaran
Penglihatan
Perabaan
Pengecapan
Penghidu

Halusinasi :

Jelaskan :
LS mengatakan melihat

bayangan burung Garuda, Dewa Siwa, Drupadi dan leak disekelilingnya setiap
hari dan setiap saat. LS mengatakan juga mendengar bisikan seorang laki-laki
yang menyuruhnya untuk melompat. Bayangan itu dilihat setiap saat dan setiap
hari (tidak terkontrol). LS mengatakan takut setiap kali bayangan dan suara itu
datang. Ketika LS mendengar bisikan laki-laki yang menyuruhnya untuk
melompat tersebut, LS seketika langsung berjalan sambil melompat-lompat, lalu
ketika LS melihat Dewa Siwa, LS langsung berbicara sendiri. LS mengalami
halusinasi karena dia masih teringat dengan keinginannya yang tidak tercapai
yaitu ingin dibelikan motor namun orang tuanya tidak mampu membelikannya
karena factor ekonomi.

Masalah Keperawatan :
Gangguan
Persepsi

Sensori Auditori dan Visual.

8. Proses Pikir
Sirkumstansial
Tangensial
Kehilangan asosiasi
Flight of ideas
Blocking
Pengulangan pembicaraan / perseverasi

Jelaskan :
Klien tidak mengalami

gangguan dalam proses pikir, klien hanya menjawab seperlunya apa saja yang
ditanyakan oleh perawat.

Masalah Keperawatan : -

9. Isi Pikir
Obsesi
Depersonalisasi
Fobia
Idea yang terkait
Hikondria
Pikiran magic

Waham
Agama
Nihilistik
Somatic
Sisip pikiran
Kebesaran
Siar pikir
Curiga
Kontral piker
Jelaskan :
Pasien

mengatakan

dirinya adalah seorang siswa SMP. Pasien menyadari dirinya berada di RSJ
Bangli.

Masalah Keperawatan : -

10. Tingkat Kesadaran


Bingung
Sedasi
Stupor

Disorientasi

Waktu
Tempat
Orang

Jelaskan :
Klien tampak

bingung

kesadaran klien baik. Klien tidak memiliki gangguan motorik. Saat ditanya waktu
dan juga tempat, pasien dapat menjawab dengan tepat.

Masalah Keperawatan :

11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang
Gangguan daya ingat saat ini
Gangguan daya ingat jangka pendek

Jelaskan :
Pasien tidak mengalami

gangguan daya ingat, karena pasien masih ingat dengan nama perawat, pasien
juga dapat mengingat kapan masuk RSJ dan mengingat masalah yang terjadi pada
dirinya di masa lalu.

Masalah Keperawatan : -

12. Tidak Konsentrasi dan Berhitung


Mudah beralih
Tidak mampu berkonsentrasi
Jelaskan :
Pasien mudah beralih pandangannya, namun sesekali pasien dapat fokus
menjawab pertanyaan perawat dengan baik. Pasien dapat menghitung sederhana
seperti menghitung jumlah kursi di depan nurse station, menghitung jumalh orang
yang duduk.
Masalah Keperawatan :

13. Kemampuan Penilaian


Gangguan ringan
Gangguan bermakna
Jelaskan :
Pasien dapat mengikuti perintah perawat.
Masalah Keperawatan :

14. Daya Titik Diri


Mengingkari penyakit yang diderita
Menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Jelaskan :
Pasien mengatakan sadar akan kondisinya saat ini, saat wawancara pasien
tidak menyalahkan siapapun atas kondisinya saat ini.
Masalah Keperawatan :

VII.

KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Bantuan minimal
Bantuan total
2. Defekasi / Berkemih
Bantuan minimal
Bantuan total
3. Mandi
Bantuan minimal
Bantuan total
4. Berpakaian / Berhias
Bantuan minimal
Bantuan total
5. Istirahat dan Tidur
Tidur siang lama
: 14.00 s/d 15.00
Tidur malam lama
: 21.00 s/d 05.00
Aktivitas sebelum / setelah tidur : 6. Penggunaan Obat
Bantuan minimal
Bantuan total
7. Pemeliharaan Kesehatan
Perawatan lanjutan
Ya

Tidak

Sistem pendukung
Ya

Tidak

8. Aktivitas di Dalam Rumah


Mempersiapkan makanan
Ya

Tidak

Menjaga kerapian rumah


Ya
Mencuci pakaian

Tidak

Ya

Tidak

Mengatur keuangan
Ya

Tidak

9. Aktivitas di Luar Rumah


Belanja
Ya

Tidak

Transportasi
Ya

Tidak

Lain-lain
Ya

Tidak

Masalah Keperawatan :

VIII. MEKANISME KOPING


ADAPTIF

Bicara dengan orang lain


Mampu menyelesaikan masalah
Teknik relokasi
Aktivitas konstruktif
Olahraga
Lainnya
MALADAPTIF
Minum alcohol
Reaksi lambat
Reaksi berlebihan
Bekerja berlebihan
Menghindar
Mencederai diri
Lainnya
Jelaskan :
Pasien berbicara seperlunya dengan perawat namun terkadang aktif berbicara
sendiri dan memiliki reaksi yang cepat, pasien sangat hiperaktif. Jika sedang
berhalusinasi pasien bisa saja mencelakai dirinya sendiri, karena pasien

mengatakan mendengar bisikan seorang laki-laki yang menyuruhnya untuk


lompat dari atas ke bawah.
Masalah Keperawatan : Risiko mencederai diri sendiri, orang lain dan
lingkungannya.

IX.

MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


1. Masalah dengan dukungan kelompok
Uraikan : pasien mengatakan keluarga dan juga temannya-temannya selalu
mendukungnya.
2. Masalah berhubungan dengan lingkungan
Uraikan : pasien mengatakan senang dengan lingkungan RSJ.
3. Masalah dengan pekerjaan
Uraikan : pasien mengatakan masih sekolah dan kelas 3 SMP.
4. Masalah dengan perumahan
Uraikan : pasien mengatakan tidak ada masalah di rumahnya.
5. Masalah dengan ekonomi
Uraikan : pasien mengatakan belum bekerja, pasien mengatakan masih
bersekolah dan kelas 3 SMP.
6. Masalah lainnya
Uraikan : Masalah Keperawatan :

X.

KURANG PENGETAHUAN TENTANG


Penyakit jiwa
Faktor presipitasi
Koping
Sistem pendukung
Penyakit fisik
Obat-obatan
Lainnya

Jelaskan :
Pasien mengatakan ia tidak mengetahui cara penggunaan dan fungsi obat yang

ia konsumsi.

Masalah Keperawatan : Kurang pengetahuan

XI.

ASPEK MEDIK
1. Diagnosa Medik
Aksis I : Skizofrenia Paranoid
Aksis II : ciri kepribadian Paranoid
Aksis III : tidak ada
Aksis IV : masalah primary support group

Aksis V : GAF saat ini 40-31


2. Terapi Medik
- Seroquel 1 x 400 mg
- Abilify 2 x 10 mg
- Hexymer 2 x 2 mg

XII.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Gangguan Persepsi Sensori Visual dan Auditori
2. Regiment Terapeutik Tidak Efektif
3. HDR
POHON MASALAH

Risikomencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya.

------- Akibat

Halusinasi Pengelihatan
dan Pendengaran

-------------- Core Problem

Regiment terapeutik
tidak efektif

HDR

---------------- Penyebab

XIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Gangguan persepsi sensori visual dan auditori
Bangli,

24 Oktober 2015

Mahasiswa

Afsari D

Ni Wayan Intan

NIM.

P07120213016

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

Har
i/

Rencana Tindakan Keperawatan

x.

tang

Tuj

gal/

uan

jam
Seni

p
G

TUM

n,

Klien

19

persepsi

Okt

yang akurat.

SP 1

ober

Kriteria
Evaluasi
Setelah

memiliki diberikan
menit,

diharapkan :
1.1
dapat

membina

wajah

Puk

hubungan

saling menunjukkan

percaya

senang,

Bina

Hubungan saling

bersahabat,
ada

mengungkapkan untuk

pasien prinsip
Ekspresi

Klien

1.1.1

15.3

tan

sensori keperawatan selama 1 x dengan


15

Rasional

Keperawa

tindakan hubungan saling percaya percaya merupakan dasar

201

ul.

Tindakan

rasa
kontak

er

mata,

mau

se

menyebutkan

mau menjawab salam,

nama,

komunikasi hubungan

terapeutik:
a. Sapa klien
ramah

selanjutnya.
dengan

baik

verbal

maupun nonverbal
b. Perkenalkan
diri
dengan sopan
c. Tanyakan
lengkap

klien

nama
dan

nama panggilan yang

kelancaran
interaksi

WIT

si

klien

mau

duduk

se

berdampingan

dengan

perawat,

mengutarakan masalah

or

yang dihadapi

mau

disukai klien
d. Jelaskan

tujuan

pertemuan
e. Jujur dan menepati
janji
f. Tunjukkan

sikap

empati dan menerima

klien apa adanya


g. Beri perhatian pada

al

klien dan perhatikan

kebutuhan

si

dasar

klien

SP 2 :
Setelah

2.1.1
Adakah
Kontak sering tapi
as
mengenal diberikan
tindakan kontak sering dan singkat singkat selain membina
i Klien
keperawatan selama 1 x secara bertahap

hubungan saling percaya,

15

juga dapat memutuskan

diharapkan :

2.1 Klien dapat

gl
ih
at
a

halusinasinya

menit,

pasien

halusinasi

menyebutkan waktu, isi,


frekuensi

timbulnya

halusinasi

2.2 Klien dapat

2.1.2

Observasi

Mengenal perilaku

mengungkapkan peran tingkah laku klien terkait pada


terhadap halusinasi.

dengan

saat

halusinasinya; timbul

bicara

dan

terhadap

halusinasi
memudahkan

tertawa perawat dalam melakukan


stimulus, intervensi

memandang ke kiri atau


ke kanan atau ke dean
seolah-olah

ada

teman

bicara
2.1.3

Bantu

klien

mengenal

Mengenal

halusinasi memungkinkan

halusinasinya.
klien
untuk
a. Jika menemukan yang
menghindarkan
factor
sedang
halusinasi,
pencetus
timbulnya
tanyakan apakah ada
halusinasi.
suara yang didengar
b. Jika klien menjawab
ada,

lanjutkan:

apa

yang dikatakan.
c. Katakan
bahwa
perawat percaya klien
mendengar suara itu,

namun perawat sendiri


tidak mendengarnya.
d. Katakan bahwa klien
ada juga yang seperti
klien.
2.1.4 Diskusikan dengan
klien
a. Situasi

yang

menimbulkan
tidak

atau

menimbulkan

Dengan

mengetahui waktu, isi,


dan frekuensi munculnya
halusinasi mempermudah

tindakan
keperawatan
halusinasi
b. Waktu dan frekuensi klien yang akan dilakukan
perawat.
terjadinya halusinasi
2.1.5

Diskusikan dengan
klien

apa

dirasakan

Untuk

yang mengidentifikasi
jika pengaruh halusinasi klien

terjadi halusinasi,
beri

kesempatan

mengungkapkan

Klien

SP

Setelah

dapat diberikan

perasaannya.
3.1.1 Identifikasi

tindakan bersama

klien

Upaya

cara memutuskan

untuk
siklus

mengontrol

keperawatan selama 1 x tindakan yang dilakukan halusinasi

halusinasinya

15

menit,

pasien jika terjadi halusinasi

sehingga

halusinasi tidak berlanjut

diharapkan :
3.1 Klien
dapat
menyebu
tkan
tindakan
yang
biasa
dilakuka
n

untuk

megenda
likan
halusinas

inya.
3.2 Klien dapat

menyebutkan cara baru

3.1.2

Diskusikan

manfaat

cara

dilakukan

klien,

yang positif

Reinforcement
akan

jika meningkatkan harga diri

bermanfaat beri pujian.

klien

3.3 Klien dapat

3.1.3

Diskusikan

Memberikan

memilih cara mengatasi cara baru untuk memutus alternative pilihan bagi
halusinasi seperti yang atau

mengontrol klien

telah

didiskusikan halusinasi:
halusinasi
a. Katakan Pergi
dengan klien.
kamu, saya tidak mau
dengar, kamu bohong,
kamu

palsu.

(pada

saat halusinasi terjadi)


b. Menemui orang lain
untuk bercakap-cakap
atau

mengatakan

halusinasi

yang

terdengar
c. Membuat
kegiatan

jadwal

sehari-hari

agar halusinasi tidak


muncul
d.

Minta

keluarga/teman/peraw
at jika nampak bicara

mengontrol

sendiri

3.1.4 Bantu klien

Memotivasi dapat

memilih dan melatih cara meningkatan

kegiatan

memutus halusinasi secara klien

mencoba

bertahap.

untuk

memilih salah saatu cara


mengendalikan halusinasi
dan dapat meningkatkan
harga diri klien.

SP

Setelah

4 : diberikan

4.1.1 Bantu klien

tindakan menggunakan

Dengan

obat mengetahui

prinsip

Kli

keperawatan selama 1 x dengan prinsip 6 benar

penggunaan obat, maka

en

15

kemandirian klien untuk

dap
at

menit,

diharapkan :
4.1
Klien

n penggunaan obat

ma

secara

nfa
n

dapat

mendemonstrasika

me

atka

pasien

benar,

meliputi:
Benar Obat
Benar Dosis

pengobatan

dapat

ditingkatkan

secara

bertahap.

oba

t
den
gan
prin4.2
sip

Benar Waktu
Benar
Cara
Pemberian
- Benar Pasien
- Benar
Dokumentasi
Klien
dapat
menyebutkan

4.1.2

dengan

Diskusikan
klien

dan menyebutkan

manfaat, dosis, dan keluaraga tentang dosis, frekuensi

ben

efek samping obat

ar

4.3

Klien

frekuensi, manfaat obat

dapat

memahami akibat akibat


berhenti

4.1.3

berhenti

minum obat tanpa konsultasi

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

Evaluasi Proses :

manfaat

Program

minum pengobatan dapat berjalan

dan

dosis,

obat.

Diskusikan

obat

Dengan

sesuai rencana

H
a
r
i
/
T
g
l
/
J
a
m
S

Implementasi

e
n

Respon Pasien

SP 1

S:

TUK 1 : Membina hubungan

saling percaya :

Selamat siang, iya boleh. Boleh.


Nama lengkap saya Luh Sugiani,

Selamat siang LS, boleh kita

pangil saja LS. Perasaan saya baik,

sudah. Iya boleh. Ya di sini saja.

berbincang-bincang sebentar?
Perkenalkan nama saya Intan. Saya

perawat yang bertugas hari ini dari

Asal saya dari Karangasem Tumbu.

jam 14.00-20.00 WITA. Boleh saya

Saya dibawa ke sini beberapa hari


yang lalu. Saya dibawa ke sini oleh

duduk di sini?
Nama LC siapa? Nama lengkapnya?
LC suka dipanggil siapa?
Bagaimana perasaan LC hari ini?

terima sampai mengamuk. Karena

k
t

Umur saya 14 tahun. Sudah 2 hari .

keluarga saya. Saya kesal dan tidak

o
b
e
r

Apakah LC tadi sudah makan?


LC, hari ini kita akan berbincang-

melihat hal yang aneh-aneh. Saya

bincang untuk saling mengenal


Lamanya 15 menit, bagaimana LC?

Dewa Siwa, dan leak disekeliling saya.

saya juga mendengar suara kakek-

Jadi, kita akan berbincang-bincang

2
0

melihat burung Garuda terbang diatas,

kakek yang membisikkan supaya saya

dari jam 17.30 sampai jam 17.45


nanti ya?
IC,
nanti

melompat. Saya berjalan-jalan dan

berbincang-

menari-nari di sekitar ruangan .

bincangnya di mana? Bagaimana

Akrab dengan semua teman. Hobi

kalau di sini saja?


LS tadi sudah menyebutkan nama,

saya

kita

menyanyi.

Saya

masih

lalu berapa umur LS sekarang?


LS sudah berapa lama dirawat di

tahun. Senang kenal dengan Intan

sini?
Boleh saya tahu LS berasal dari

saja

u
l
.
1
7
.
3
0

mana?
Kakak masih ingat tidak kapan LS
dibawa kesini?
Siapa yang membawa LS ke sini?
Bagaimana perasaan LS saat dibawa
ke sini?
Menurut LS, LS ke sini karena apa?
Selama dirawat di sini hal apa saja

bersekolah di SMP dan berumur 14


dan bisa ngobrol. Iya boleh, di sini

O:
Pasien

tampak

tersenyum.

Pasien

menjawab sapaan perawat. Kontak


mata kurang karena pasien tidak bisa
focus, sesekali pasien meninggalkan
perawat ketika mengobrol namun balik

W
I
T
A

yang sudah LS lakukan?


Selama di rawat, LS paling akrab

lagi untuk duduk melanjutkan obrolan

dengan siapa di ruangan / kamar?


Boleh saya tahu apa hobi LS?
Sebelum LS di rawat, apa kegiatan

dapat menjawab setiap pertanyaan

dengan perawat. Pasien kooperatif dan


perawat dengan bicara lambat.

LS di rumah?
Bagaimana perasaan LS setelah kita

berbincang-bincang?

LS bagaimana jika besok kita


berbincang-bincang lagi? Besok kita
akan membahas tentang seberapa
sering LS mengalami halusinasi dan
bagaimana perasaan LS saat halusinasi
itu terjadi.
Mau di mana

kita

berbincang-

bincang LS? Bagaimana kalau tetap di


sini?
Kita akan bertemu lagi besok jam
berapa? Bagaimana kalau jam 17.00
WITA setelah selesai makan snack?

SP 2

S:

TUK 2 : Pasien mengenal

l
a

halusinasinya.

Selamat Pagi, iya saya ingat.


Perasaan saya baik, ya saya melihat

Selamat pagi LS, masih ingat

bayangan dan mendengar bisikan itu


selalu. Ya di sini saja. Bayangan

dengan saya?
Bagaimana perasaan LS hari ini?

Apakah LS melihat bayangan anak

disekeliling saya. Saya mendengar

kecil berlari itu?


Seperti janji saya kemarin, hari ini

seorang laki-laki terkadang kakek-

s
a

kita

akan

berdiskusi

bagaimana

berlari itu. LS mau berapa menit?

Bagaimana kalau 15 menit? Mau di

mana kita berdiskusi? Bagaimana

kalau di sini saja?

Sekarang, coba ceritakan tentang

e
r
2
0
1
5

bayangan

anak

tentang
kecil

bayangan anak kecil berlari itu?


Apakah LS mengenali bayangan

itu mengelilingi saya, terlihat jelas

kakek yang membisikkan ditelinga


saya bahwa saya harus melompat..
Saya melihat bayangan itu burung
Garuda,
Terlihat

Dewa
setiap

Siwa,
saat

dan
di

leak.
halaman

ruangan. Bisikan itu terdengar setiap


hari. Bayangannya tidak berbicara,
namun selalu muncul. Saya merasa
takut saat melihat bayangan itu dan

tersebut?
Kapan bayangan dan suara bisikan

mendengar suara bisikan itu, saya

itu biasanya muncul?


Apakah bayangan dan suara bisikan

atau menutup telinga saya. setiap

langsung berteriak dan menutup mata


saat. Ya, ada. Berbentuk burung

P
u

itu sering muncul?


Kira-kira dalam sehari berapa kali
bayangan

k
u
l
.

dan

suara

bisikan

Garuda,

Siwa,

dan

saya

lebih

lega.

Perasaan

itu

leak.
Iya

terimakasih, baiklah sampai jumpa

muncul?
Apa yang disampaikan oleh suara
bisikan tersebut, kira-kira tentang

Dewa

suster

apa?
Bagaimana

bayangan

pandangan dari perawat saat bercerita

muncul?
Pada saat apa halusinasi itu sering

muncul?
Apakah ada sosok yang LS lihat?
Bagaimana bentuknya?

Baiklah, saya percaya dengan LS

karena pasien tidak bisa focus, sesekali

W
I
T
A

perasaan

dan

suara

LS

O:

ketika

bisikan

Pasien

itu

sesekali

mengalihkan

halusinasinya. Kontak mata kurang


pasien meninggalkan perawat ketika
mengobrol namun balik lagi untuk

melihat

duduk melanjutkan obrolan dengan

bayangan itu
Teman LS yang di sini memang ada

perawat. Pasien sesekali mengangguk

yang seperti LS
Bagaimana perasaan LS setelah kita

kooperatif dan dapat menjawab setiap

tapi

saya

sendiri

tidak

saat perawat memberi nasehat. Pasien


pertanyaan

berbincang-bincang?
LS kalau misalnya nanti ada yang
LS mau ceritakan atau tanyakan

lambat.

perawat

dengan

bicara

kepada saya, LS bisa sampaikan saat


kita bertemu lagi
Nanti jam 18.30, kita akan bercakapcakap

lagi

ya,

kita

akan

mendiskusikan cara alternatif untuk


mengontrol halusinasi yang LS alami,
nanti kita bercakap-cakap di sini lagi
ya LS

SP 3

TUK

l
a

S:
3

Klien

dapat

mengontrol halusinasinya.

Selamat siang suster. Saya masih


melihat Dewa Siwa, Dewi Drupadi,

Selamat siang LS....


Bagaimana perasaan LS saat ini?

dan leak, saya juga masih mendengar

Apakah LS melihat bayangan seperti

saya untuk melompat. Iya 15 menit,

yang kita bicarakan tadi?


Seperti janji saya, hari ini kita akan

di sini saja. Saya tidak tahu teman

bisikan orang laki-laki yang menyuruh

berdiskusi tentang halusinasi yang LS

lain melihat atau tidak, tapi saya

lihat serta cara mengontrol halusinasi

melihat bayangan Dewa Siwa, Dewi

tersebut, LS mau berapa menit?

Drupadi, dan leak di sekeliling saya.

Bagaimana kalau 15 menit? Mau di

Kalau saya melihat, saya berteriak

mana kita berdiskusi LS? Bagaimana

sambil menutup mata. Saya takut.

Saya juga tidak tahu teman lain

kalau di sini saja?


LS pernah melihat dan mendengar

sesuatu yang tidak didengar teman-

mendengar bisikan orang laki-laki yang

teman LS? Coba LS jelaskan, apa

menyuruh saya untuk melompat Kalau

yang LSlihat dan LS dengar? Berapa

saya mendengar, saya berteriak sambil

kali dalam sehari LS melihat dan

menutup telinga.Iya suster. Saat

mendengar itu? Apa yang LS lakukan

melihat

bila melihat dan mendengar itu?

bisikan, LS harus menutup mata atau

Nah bayangan burung Garuda,

menutup

Dewa Siwa, dan leak yang LS lihat itu

pergipergijangan

adalah halusinasi penglihatan dan

kamu tidak nyata. Biasanya saya

suara laki-laki yang membisikkan

makan, mandi lalu berjalan di sekitar

telinga LS yang menyuruh LS untuk

ruangan. Perasaan saya belum lebih

melompat

halusinasi

tenang. Iya akan saya coba mulai

pendengaran, di mana bayangan dan

besok pagi. Iya, di sini saja mengobrol

itu

adalah

suara itu hanya LS yang melihatn dan

mendengar

atau

tidak,

bayangan
telinga,

dan
lalu

tapi

saya

mendengar
mengatakan

datang

lagi

mendengarnya. Jadi pada saat LS

melihatn dan medengar halusinasi itu,

O:

LS harus segera mengusirnya karena

Pasien

akan

nantinya.

mengganggu

sambil

sesekali

mengangguk. Pasien mau mengikuti

akan

instruksi perawat. Kontak mata kurang

mengontrol

karena pasien tidak bisa focus, sesekali

halusinasi dengan cara menghardik

pasien meninggalkan perawat ketika

dan

mengobrol namun balik lagi untuk

mengajarkan

T
A

kooperatif

LS

Di

kehidupan

lagi

sini
cara

melakukan

terjadwal
Untuk
cara

saya

aktivitas
menghardik,

yang
LS

perhatikan saya... LS menutup mata


ketika melihat bayangan dan menutup
telinga

ketika

mendengar

suara

bisikan, kemudian berteriak. Pergi!


Pergi! Jangan datang lagi... kamu
tidak nyata! Dengan suara yang keras
sampai bayangan dan suara itu hilang.
Meminta

pasien

memperagakan

ulang.
Ayo... LS ulangi, apa yang tadi saya
ceritakan? Wah Hebat... LS bisa

duduk melanjutkan obrolan dengan


perawat.

cepat mengerti
Kemudian

untuk

melakukan

aktivitas yang terjadwal, nanti LS


harus

menyusun

jadwal

aktivitas

sehari-hari sesuai dengan aktivitas


yang telah dilatih. Di sini LS harus
mempunyai aktivitas dari bangun pagi
sampai tidur malam. Biasanya apa
saja kegiatan LS?

Baiklah mari kita mulai dengan


merapikan tempat tidur dan menyapu
Tujuannya di sini agar LS dapat
mengalihkan/melenyapkan apa yang
LS lihat. LS mau nyapu di mana?
Nah, kalau LS mau menyapu di kamar
LS, mulailah dari ujung tempat atau
ruangan agar menyapu jadi lebih
mudah dan gampang, tujuannya agar
pada saat nyapu sudah searah, kita
ambil dari pojokan sana, kemudian
lanjutkan hingga sampah terkumpul

dan bersihkan dengan serok. Bagus


sekali LS dapat melakukannya dengan
baik
Bagaimana perasaan LS setelah kita
berlatih menghardik dan menyapu
tadi?

Apakah

selama

kegiatan

berlangsung bayangan dan bisikan itu


datang?
Bagus sekali jadi selama kegiatan
tersebut bayangan dan bisikan itu

tidak pernah datang


Bagus sekali LS, sekarang masukkan
ke dalam jadwal kegiatan harian. Kirakira LS jam berapa akan melakukan
kegiatan ini? Baiklah LS jam 06.00
setelah bangun tidur dan 17.00 setelah
makan. Untuk cara menghardik LS
bisa lakukan ketika LS mulai melihat

bayangan itu
LS, besok jam 10.00

kita akan

bercakap-cakap lagi ya, kita akan

mendiskusikan cara alternatif selain


menghardik dan melakukan aktivitas
terjadwal untuk mengontrol halusinasi
yang LS alami, nanti kita bercakapcakap di sini lagi ya LS

SP 3

TUK

b
u
,

Klien

dapat

mengontrol halusinasinya.

2
1

S:

Selamat siang suster. Saya masih


melihat Dewa Siwa, Dewi Drupadi,

Selamat siang LS....


Bagaimana perasaan LS saat ini?

dan leak, saya juga masih mendengar

Apakah LS melihat bayangan seperti

saya untuk melompat. Iya 15 menit,

yang kita bicarakan tadi?


Seperti janji saya, hari ini kita akan

di sini saja. Saya tidak tahu teman

berdiskusi tentang halusinasi yang LS

lihat serta cara mengontrol halusinasi

tersebut, LS mau berapa menit?

Bagaimana kalau 15 menit? Mau di

mana kita berdiskusi LS? Bagaimana

bisikan orang laki-laki yang menyuruh

lain melihat atau tidak, tapi saya


melihat bayangan Dewa Siwa, Dewi
Drupadi, dan leak di sekeliling saya.
Kalau saya melihat, saya berteriak
sambil menutup mata. Saya takut.
Saya juga tidak tahu teman lain

e
r

kalau di sini saja?


LS pernah melihat dan mendengar

sesuatu yang tidak didengar teman-

menyuruh saya untuk melompat Kalau

teman LS? Coba LS jelaskan, apa

saya mendengar, saya berteriak sambil

yang LSlihat dan LS dengar? Berapa

menutup telinga.Iya suster. Saat

kali dalam sehari LS melihat dan

melihat

mendengar itu? Apa yang LS lakukan

bisikan, LS harus menutup mata atau

bila melihat dan mendengar itu?

menutup

Nah bayangan burung Garuda,

pergipergijangan

Dewa Siwa, dan leak yang LS lihat itu

kamu tidak nyata. Biasanya saya

adalah halusinasi penglihatan dan

makan, mandi lalu berjalan di sekitar

suara laki-laki yang membisikkan

ruangan. Sekarang saya sudah bisa

telinga LS yang menyuruh LS untuk

menyapu lantai supaya saya tidak ingat

melompat

halusinasi

dengan halusinasi saya. Perasaan

pendengaran, di mana bayangan dan

saya belum lebih tenang. Iya akan

suara itu hanya LS yang melihatn dan

saya coba mulai besok pagi. Iya, di

mendengarnya. Jadi pada saat LS

sini saja mengobrol lagi

u
k
u
l
.
1
0
.
0
0

itu

adalah

melihat dan mendengar halusinasi itu,


W

LS harus segera mengusirnya karena

akan

mengganggu

nantinya.

Di

sini

kehidupan
saya

LS
akan

mendengar

atau

tidak,

tapi

saya

mendengar bisikan orang laki-laki yang

bayangan
telinga,

dan
lalu

mendengar
mengatakan

datang

lagi

O:
Pasien

kooperatif

sambil

sesekali

mengajarkan

cara

mengontrol

mengangguk. Pasien mau mengikuti

halusinasi dengan cara menghardik

instruksi perawat. Kontak mata kurang

dan

karena pasien tidak bisa focus, sesekali

melakukan

terjadwal
Untuk
cara

aktivitas

yang

pasien meninggalkan perawat ketika


LS

mengobrol namun balik lagi untuk

perhatikan saya... LS menutup mata

duduk melanjutkan obrolan dengan

ketika melihat bayangan dan menutup

perawat.

telinga

ketika

menghardik,

mendengar

suara

bisikan, kemudian berteriak. Pergi!


Pergi! Jangan datang lagi... kamu
tidak nyata! Dengan suara yang keras
sampai bayangan dan suara itu hilang.
Meminta

pasien

memperagakan

ulang.
Ayo... LS ulangi, apa yang tadi saya
ceritakan? Wah Hebat... LS bisa
cepat mengerti

Kemudian

melakukan

aktivitas yang terjadwal, nanti LS

harus

aktivitas

sehari-hari sesuai dengan aktivitas

menyusun

untuk
jadwal

yang telah dilatih. Di sini LS harus

mempunyai aktivitas dari bangun pagi

sampai tidur malam. Biasanya apa

saja kegiatan LS?

Baiklah mari kita mulai dengan

merapikan tempat tidur dan menyapu


Tujuannya di sini agar LS dapat
mengalihkan/melenyapkan apa yang
LS lihat. LS mau nyapu di mana?
Nah, kalau LS mau menyapu di kamar
LS, mulailah dari ujung tempat atau

ruangan agar menyapu jadi lebih

mudah dan gampang, tujuannya agar

pada saat nyapu sudah searah, kita

ambil dari pojokan sana, kemudian

lanjutkan hingga sampah terkumpul

dan bersihkan dengan serok. Bagus

sekali LS dapat melakukannya dengan

baik
Bagaimana perasaan LS setelah kita

berlatih menghardik dan menyapu

tadi?

Apakah

selama

kegiatan

berlangsung bayangan dan bisikan itu

datang?
Bagus sekali jadi selama kegiatan

tersebut bayangan dan bisikan itu

tidak pernah datang


Bagus sekali LS, sekarang masukkan

ke dalam jadwal kegiatan harian. Kira-

kira LS jam berapa akan melakukan

kegiatan ini? Baiklah LS jam 06.00

setelah bangun tidur dan 17.00 setelah

makan. Untuk cara menghardik LS

bisa lakukan ketika LS mulai melihat

bayangan itu
LS, besok jam 10.00

kita akan

bercakap-cakap lagi ya, kita akan


mendiskusikan cara alternatif selain
menghardik dan melakukan aktivitas
terjadwal untuk mengontrol halusinasi
yang LS alami, nanti kita bercakapcakap di sini lagi ya LS

Evaluasi :
Hari/
tangg
al/ja
m
Kami

Diagnosa

Evaluasi

Keperawatan
Halusinasi

s, 22

penglihatan dan

Okto

pendengaran.

S:
Selamat siang, iya boleh. Boleh, silakan. Nama lengkap
saya Luh Sugiani, pangil saja LS. Perasaan saya baik, sudah.

ber

Iya boleh. Ya di sini saja. Umur saya 14 tahun. Sudah 2

2015

hari. Asal saya dari Karangasem Tumbu. Saya dibawa ke

Pukul

sini bulan Oktober. Saya dibawa ke sini oleh keluarganya.

Saya kesal dan tidak terima sampai mengamuk. Karena

10.00

melihat hal yang aneh-aneh. saya melihat burung Garuda

WIT

terbang diatas, Dewa Siwa, dan leak disekeliling saya. saya juga

mendengar suara kakek-kakek yang membisikkan supaya saya


melompat. Saya berjalan-jalan dan menari-nari di sekitar

ruangan. Akrab dengan semua teman. Hobi saya menyanyi.


Saya bersekolah di SMP. Senang kenal dengan Intan dan bisa
ngobrol. Iya boleh, di sini saja

O:
Pasien tampak tersenyum. Pasien menjawab sapaan perawat.
Ada kontak mata namun tidak focus, sesekali pasien
meninggalkan perawat ketika mengobrol namun balik lagi untuk
duduk melanjutkan obrolan dengan perawat. Pasien kooperatif
dan dapat menjawab setiap pertanyaan perawat dengan bicara
lambat..
A:
TUK 1 tercapai.
P:
Lanjutkan tindakan keperawatan untuk mencapai TUK 2.

Kami

Halusinasi

s, 22

penglihatan dan

Okto

pendengaran.

ber

S:
Selamat Pagi, iya saya ingat. Perasaan saya baik, ya saya
melihat bayangan dan mendengar bisikan itu selalu. Ya di sini
saja. Bayangan itu mengelilingi saya, terlihat jelas disekeliling

2015

saya. Saya mendengar seorang laki-laki terkadang kakek-kakek

Pukul

yang membisikkan ditelinga saya bahwa saya harus melompat..

Saya melihat bayangan itu burung Garuda, Dewa Siwa, dan

10.00

leak. Terlihat setiap saat di halaman ruangan. Bisikan itu

WIT

terdengar setiap hari. Bayangannya tidak berbicara, namun

selalu muncul. Saya merasa takut saat melihat bayangan itu


dan mendengar suara bisikan itu, saya langsung berteriak dan
menutup mata atau menutup telinga saya. setiap saat. Ya,
ada. Berbentuk burung Garuda, Dewa Siwa, dan leak.
Perasaan saya lebih lega. Iya terimakasih, baiklah sampai
jumpa suster

O:
Pasien sesekali mengalihkan pandangan dari perawat saat
bercerita halusinasinya. Kontak mata kurang karena pasien tidak
bisa focus, sesekali pasien meninggalkan perawat ketika
mengobrol namun balik lagi untuk duduk melanjutkan obrolan
dengan perawat. Pasien sesekali mengangguk saat perawat
memberi nasehat. Pasien kooperatif dan dapat menjawab setiap

pertanyaan perawat dengan bicara lambat.


A:
TUK 2 tercapai.
P:
Kami

Halusinasi

s, 22

penglihatan dan

Okto

pendengaran.

Lanjutkan tindakan keperawatan untuk mencapai TUK 3.


S:
Selamat siang suster. Saya masih melihat Dewa Siwa, Dewi
Drupadi, dan leak, saya juga masih mendengar bisikan orang

ber

laki-laki yang menyuruh saya untuk melompat. Iya 15 menit,

2015

di sini saja. Saya tidak tahu teman lain melihat atau tidak, tapi

Pukul

saya melihat bayangan Dewa Siwa, Dewi Drupadi, dan leak di

sekeliling saya. Kalau saya melihat, saya berteriak sambil

10.00

menutup mata. Saya takut. Saya juga tidak tahu teman lain

WIT

mendengar atau tidak, tapi saya mendengar bisikan orang laki-

laki yang menyuruh saya untuk melompat Kalau saya


mendengar, saya berteriak sambil menutup telinga. Iya suster.
Saat melihat bayangan dan mendengar bisikan, LS harus
menutup mata atau menutup telinga, lalu mengatakan pergi
pergijangan datang lagikamu tidak nyata. Biasanya saya
makan, mandi lalu berjalan di sekitar ruangan. Perasaan saya

belum lebih tenang. Iya akan saya coba mulai besok pagi.
Iya, di sini saja mengobrol lagi

O:
Pasien kooperatif sambil sesekali mengangguk. Pasien mau
mengikuti instruksi perawat
A:
TUK 3 belum tercapai.
P :
Kami

Halusinasi

s, 22

penglihatan dan

Okto

pendengaran.

.Ulangi tindakan keperawatan untuk mencapai TUK 3.


S:
Selamat siang suster. Saya masih melihat Dewa Siwa, Dewi
Drupadi, dan leak, saya juga masih mendengar bisikan orang

ber

laki-laki yang menyuruh saya untuk melompat. Iya 15 menit,

2015

di sini saja. Saya tidak tahu teman lain melihat atau tidak, tapi

Pukul

saya melihat bayangan Dewa Siwa, Dewi Drupadi, dan leak di

sekeliling saya. Kalau saya melihat, saya berteriak sambil

10.00

menutup mata. Saya takut. Saya juga tidak tahu teman lain

WIT

mendengar atau tidak, tapi saya mendengar bisikan orang laki-

laki yang menyuruh saya untuk melompat Kalau saya

mendengar, saya berteriak sambil menutup telinga.Iya suster.


Saat melihat bayangan dan mendengar bisikan, LS harus
menutup mata atau menutup telinga, lalu mengatakan pergi
pergijangan datang lagikamu tidak nyata. Biasanya saya
makan, mandi lalu berjalan di sekitar ruangan. Sekarang saya
sudah bisa menyapu lantai supaya saya tidak ingat dengan
halusinasi saya. Perasaan saya belum lebih tenang. Iya akan
saya coba mulai besok pagi. Iya, di sini saja mengobrol lagi

O:
Pasien kooperatif sambil sesekali mengangguk. Pasien mau
mengikuti instruksi perawat. Kontak mata kurang karena pasien
tidak bisa focus, sesekali pasien meninggalkan perawat ketika
mengobrol namun balik lagi untuk duduk melanjutkan obrolan
dengan perawat.
A:
TUK 3 belum tercapai.
P:
Ulangi dan modifikasi tindakan keperawatan untuk mencapai TUK 3.

Bangli, 24 Oktober

2015
Pembimbing Praktik/CI

Mahasiswa

Ns. Putu Novi Andari, S. Kep.

Ni Wy Intan Afsari D

NIP. 198408262009022005

NIM.

P07120213016

Pembimbing Akademik/CT

Ns. I Wayan Candra, S.Pd., S. Kep., M. Si.

NIP. 196510081986031001