Vous êtes sur la page 1sur 19

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keluarga Berencana (KB) menurut World Health Organitation (WHO) merupakan
tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan
objektiv-objektiv tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur
interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan
dengan umur suami istri, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk mencapai
kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan
kemandulan dan penjarangan kehamilan.
Pada saat ini keluarga berencana telah dikenal hampir di seluruh dunia. Di negaranegara maju, keluarga berencana bukan lagi merupakan suatu program atau
gagasan, tetapi telah merupakan falsafah hidup masarakatnya. Sedangkan di
negara-negara berkembang keluarga berencana masih merupakan program yang
pelaksanaannya harus ditingkatkan.
Dalam program KB Nasional saat ini baru dilakukan salah satu saja dari usaha
keluarga berencana, yakni penjarangan kehamilan dengan pemberian alat
kontrasepsi. Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk menghindari/ mencegah
terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang
dengan sel sperma tersebut. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga
bersifat permanen. Yang bersifat permanen dinamakan pada wanita tubektomi dan
pada pria vasektomi.
Kontrasepsi itu harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Dapat dipercaya.
2. Tidak menimbulkan efek yang dapat mengganggu kesehatan.
3. Daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan.
4. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan.
5. Tidak memerlukan kontrol medik yang ketat selama pemakaiannnya.
6. Cara penggunaannya sederhana.
7. Harganya murah.
8. Dapat diterima oleh pasangan suami istri.

Sesungguhanya belum ada kontrasepsi yang betul-betul ideal dan dapat


memnuhi syarat-syarat tersebut di atas. Yang ada ialah kontrasepsi yang
memenuhi sebagian syarat atau hampir memenuhui syarat. Yang penting

sebenarnya adalah memakai salah satu cara kontrasepsi jauh lebih baik
dari pada tidak memakai kontrasepsi sama sekali.
Berhasil tidaknya sesuatu cara bergantung kepada apakah sel mani
(sperma) dapat dicegah, dilumpuhkan, dimatikan supaya tidak memasuki
arena fertilisasi atau sel telur tidak dikeluarkan atau tidak dapat bertemu
dengan sel mani.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. PENGERTIAN KONTRASEPSI


Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan,
sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma
yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah
menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel
telur yang matang dengan sel sperma.
2.2. PRINSIP KERJA KONTRASEPSI
Prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan sel telur dan sel sperma.
Ada tiga cara untuk mencapai tujuan ini, baik yang bekerja sendiri maupun
bersamaan. Pertama adalah menekan keluarnya sel telur (ovulasi), kedua menahan
masuknya sperma kedalam saluran kelamin wanita sampai mencapai ovum dan
ketiga adalah menghalangi nidasi.
Cara/metode kontrasepsi dapat dibagi menjadi :
a. Metode Sederhana
1. Tanpa alat/obat, antara lain: senggama terputus, pantang berkala.
2. Dengan alat/obat, antara lain: kondom. Diafragma, kream, jelli, cairan busa,
tablet berbusa (vaginal tablet), tissu KB.
b. Metode Modern
Kontrasepsi hormonal, antara lain pil, suntik, implan, AKDR, metode mantap
yaitu sterilisasi antara lain vasektomi dan tubektomi.
2.4 TUJUAN PROGRAM KB
Tujuan program keluarga berencana adalah untuk meningkatkan kesehatan
reproduksi yang berkualitas, menurunkan tingkat atau angka kematian ibu dan
bayi, mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera yang merupakan
sumber daya manusia dengan mengendalikan kelahiran dalam rangka menjamin
terkendalinya pertumbuhan penduduk Indonesia.

2.5 METODE SEDERHANA TANPA ALAT


2.5.1 Senggama Terputus (Coitus Interruptus)

Cara Kerja
Cara kerjanya adalah dengan penarikan penis dari vagina sebelum terjadi
ejakulasi, dengan demikian sperma sengaja ditumpahkan di luar liang senggama
untuk mencegah sperma memasuki tempat fertilisasi.
Efektivitas
Angka kegagalan (kehamilan) tinggi. Sebab kegagalan antara lain adalah:

Adanya pengeluaran cairan sebelum ejakulasi (pre-ejaculatory fluid) yang


mengandung sperma sebelum penis ditarik keluar, apalagi pada koitus yang

berulang.
Terlambat mengeluarkan penis dari liang senggama.
Bila semen tumpah di vulva dan terdapat penumpukan semen, sel mani dapat

masuk ke dalam dan menyebabkan kehamilan.


Efek Samping
Dikatakan dapat menyebabkan penyakit ginekologik, neurologis, kejiwaan
seperti neurasteni, keluhan prostat dan sebagainya.
2.5.2 Pembilasan Pasca Senggama (Postcoitasl Douche)
Cara Kerja
Dengan menyemprotkan atau melakukan irigasi vagina menggunakan air biasa
atau laritan berisi disenfektan dan obat yang dapat melumpuhkan sel mani
(spermasida) segera setelah koitus, dengan tujuan supaya seluruh semen keluar
dari vagina.
Efektivitas
Mempunyai efektivitas paling rendah dari semua cara yang ada. Sebab kegagalan
antara lain karena untuk melakukan pembilasan memerlukan waktu, apalagi bila
kamar mandi letaknya agak jauh, sedangkan gerakan sperma cukup cepat, karena
90 detik setelah semen ditumpahkan sebagian besar sperma telah berada di dalam
lendir serviks, dan 2-3 menit setelah ejakulasi, sejumlah besar sperma telah
menembus lendir serviks dan sampai dalam rongga rahim, bahkan ada yang telah
mencapai saluran telur.
Efek Samping
Terlalu sering membilas dengan larutan yang merangsang dapat:
Menimbulkan iritasi dan perlukaan pada dinding vagina.
Merusak keseimbangan bakteri dan flora vagina, menyebabkan peradangan
dengan gejala keputihan.

2.5.3 Pantang Berkala


Kontrasepsi pantang berkala adalah berpantang (tidak koitus) beberapa hari
sebelum, ditambah beberapa hari sesudah ovulasi.
Ada 2 cara sistem pantang berkala:
a. Sistem kalender
b. Sistem suhu basal badan memakai termometer
Sistem Kalender
Masa berpantang dihitung dengan memakai rumus sebagai berikut:
Hari pertama mulai subur = siklus haid terpendekk 18
Hari subur terakhir = siklus haid terpanjang 11
Sebenarnya cara ini hanya cocok bagi wanita yang siklus haid nya teratur.
Sebelum memulai cara ini hendaknya mencatat pola siklus haidnya paling sedikit
selama 6 bulan dan sebaiknya selama 12 bulan.
Efektivitas
Bagi wanita dengan siklus haid teratur efektivitasnya lebih tinggi
dibandingkan wanita yang siklus haidnya tidak teratur.
Efek Samping
Terlalu lama berpantang kadang kala tidak tertahankan, terutama bila
berpantang terlalu lama.

Sistem Pengukuran Suhu Basal Badan


Suhu badan diukur memamkai termometer, sewaktu bangun pagi hari(dalam

keadaan istirahat penuh), setiap hari. Hasil pengukuran ini dicatat pada Kartu
Pencatatan Suhu Badan.
Cara Kerja
Menjelang ovulasi suhu badan akan turun (pada hari ke 12 dan 13 siklus haid).
Pada hari ke 14 terjadi ovulasi, lalu suhu akan naiklagi sampai lebih tinggi dari
suhu sebelum ovulasi pada hari ke 15 dan 16 haid. Dengan cara ini masa
berpantang akan lebih pendek, namun lebih meninggikan efektivitas metode
pantang berkala.
Kekurangan

Merepotkan untuk mengukur suhu badan setiap hari.


Pencatatna tidak lagi akurat, bila terjadi infeksi, ketegangan, atau tidur

tidak teratur.
Hanya dapat digunakan bila siklus haid teratur sekitar 28-30 hari.

2.6 METODE SEDERHANA DENGAN ALAT


2.6.1 Kondom
Cara Kerja
Kondom menyarungi penis sewaktu koitus sehingga dapat mencegah
masuknya sel mani ke dalam liang senggama karena seluruh sperma tertampung
did alam kondom.
Efektivitas
Secara teoritis kegagalan kondom hanya bisa terjadi bila:
a. Kondom bocor atau robek.
b. Pemakai kurang disiplin dan kurang teliti mematuhi petunjuk cara
pemakaiannya.
Efek Samping
Walaupun jarang, tetapi pernah dilaporkan kondom tertinggal dalam vagina
selama beberapa waktu, menyebabkan wanita mengeluh keputihan yang banyak
dan amat berbau, terjadi infeksi ringan. Pada sejemulah kecil pemakai mengeluh
alergi terhadap karet.

2.6.2 Dafragma
Cara Kerja
Prinsip kerja dari diafragma adalah menghalangi sel mani masuk ke dalam
kanalis servikalis. Untuk meniggikan efektivitasnya, maka ke dalam diafragma
dioleskan spermasida untuk mematikan sel mani.
Efektivitas
Kurang disukai karena faktor-faktor psikis dan higienis, serta untuk
pemakaiannya memerlukan motivasi dan pengajaran yang memerlukan
pendidikan.
Efek Samping

Jarang ditemui, walaupun kadang-kadang akan menimbulkan keputihan


bertambah dan banyaknya cairan yang keluar dari vagina dan keputihan.
2.6.3 Spermasida
Pada waktu sekarang ini obat-obat spermasida dikenal berupa:
Foam tablet
Pasta dan krim berbusa
Supositoria
Jelly dan C film yang beredar dipasaran.
Cara Kerja

Melumpuhkan atau mematikan sperma.


Menutup mulut serviks.
Merubah keadaan lendir/cairan vagina, sehingga menjadi tidak baik untuk
mobilitas dan aktivitas sperma.

Obat-obat spermasida ini umumnya dimasukkan ke dalam vagina sedalam


mungkin, diletakkan pada forniks posterior, selama kira-kira lima menit barulah
dibolehkan koitus.
Efef Samping
Efek samping yang terjadi biasanya adalah timbulnya perasaan kurang enak
pada kedua pihak yang karena becek dan kadang kala tombul reaksi alergi.
2.7 METODE MODERN
Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil atau tablet
di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesterone atau
yang hanya terdiri dari hormon progesterone saja. Kebijaksanaan penggunaan pil
diarahkan terhadap pemakaian pil dosis rendah, tetapi meskipun demikian pil
dosis tinggi masih disediakan terutama untuk membina peserta KB lama yang
menggunakan dosis tinggi.
2.7.1 Pil Kombinasi
Pil kombinasi dibuat dari dua hormon sintetis, yaitu semua pil mengandung
hormon estrogen dan progesteron. Kandungan estrogen di dalam pil biasanya
menghambat ovulasi dan menekan perkembangan telur yang dibuahi. Mungkin
juga dapat menghambat implantasi. Progesteron dalam pil akan mengentalkan

lendir serviks untuk mencegah masuknya sperma. Hormon ini juga mencegah
konsepsi dengan cara memperlambat transportasi telur dan menghambat ovulasi.
Pil Kombinasi terdiri dari 3 jenis, yaitu:

Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon


aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa
hormon aktif.
Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin (E/P) dengan 2 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa
hormon aktif.
Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet
tanpa hormon aktif.

Keuntungan Pil Kombinasi

Memiliki efektivitas yang tinggi (hampir menyerupai efektifitas tubektomi),


bila digunakan setiap hari.
Risiko terhadap kesehatan sangat kecil.
Tidak mengganggu hubungan seksual.
Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah
anemia), tidak terjadi nyeri haid.
Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin
menggunakannya untuk mencegah kehamilan.
Dapat digunakan sejak usia remaja hingga monopause.
Mudah dihentikan setiap saat.
Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.
Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
Membantu mencegah : kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium,
penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, kelainan jinak pada
payudara, dimenore, akne.

Kerugian Pil Kombinasi

Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.


Mual, terutama pada 3 bulan pertama
Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama.
Pusing
Nyeri Payudara

Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan
justru memiliki dampak positif.
Berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi
Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI)
Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan
suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang.
Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga resiko struk,
dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada
perempuan usia > 35 tahun dan merokok perlu hati-hati.
Tidak mencegah IMS (Infeksi Menular Seksual), HBV, HIV/AIDS.

Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Pil Kombinasi


Hamil atau dicurigai hamil; menyusui eksklusif; perdarahan pervaginaan yang
belum diketahui penyebabnya; penyakit hati akut (hepatitis); perokok dengan usia
>35 tahun; riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110
mmhg; riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20
tahun; kanker payudara atau dicurigai kanker payudara; migrain dan gejala
neurologik fokal (epilepsi/riwayat epilepsi); tidak dapat menggunakan pil secara
teratur setiap hari.

Waktu Mulai Menggunakan Kontrasepsi Pil Kombinasi

Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak
hamil
Hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
Boleh menggunakan pada hari ke 8, tetapi perlu menggunakan metode
kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari ke 8 sampai hari ke 14 atau tidak
melakukan hubungan seksual sampai anda telah menghabiskan paket pil
tersebut
Setelah melahirkan : Setelah 6 bulan pemberian ASI ekslusif; setelah 3 bulan
dan tidak menyusui; pasca keguguran (setelah atau dalam waktu 7 hari).
Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi, dan ingin menggantikan
dengan pil kombinasi, pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid.

2.7.2 Kontrasepsi Suntikan


Kontrasepsi suntik KB 3 bulan adalah Depo Medroksiprogesteron Asetat
(Depoprovera), mengandung 150 mg DMPA. Diberikan setiap 3 bulan dengan
cara disuntikkan intramuskuler (IM) di daerah bokong. Depo provera ialah 6-alfamedroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi perenteral,
mempunyai efek progestagen yang kuat dan sangat efektif. Noresterat juga
termasuk dalam golongan ini.
Jenis Kontrasepsi Suntikan
Jenis-jenis KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:
a. Suntikan / 1 bulan, contoh : cyclofem.
b. Suntikan / 3 bulan, contoh : - Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA) Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat).
Cara Kerja
a. Mencegah ovulasi
b. Mengentalkan lendir servik dan menjadi sedikit sehingga menurunkan
kemampuan penetrasi sperma
c. Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi
e. Mengubah endometrium menjadi tidak sempurna untuk implantasi hasil
konsepsi
Keuntungan dan Kelebihan
a. Sangat efektif
b. Pencegahan kehamilan jangka panjang
c. Tidak memiliki pengaruh pada ASI
d. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
e. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause
f. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
g. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
h. Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell)

i. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.


Efek Samping
a.

Gangguan haid seperti siklus haid memendek atau memanjang,


perdarahanyang banyak atau sedikit, spotting, tidak haid sama sekali

b. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu


c. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
d. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
e. Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
f. Pada penggunaan jangka panjang dapat menurunkan kepadatan tulang
(densitas)
g. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina,
menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala dan jerawat.

Cara Pemberian
a. Waktu Pemberian
1) Setelah melahirkan : hari ke 3 - 5 pasca salin dan setelah ASI berproduksi
2) Setelah keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari
setelahkeguguran (asal ibu belum hamil lagi).
3) Dalam masa haid : hari 1-7 siklus haid, asal ibu tidak hamil.
b. Lokasi Penyuntikan
Daerah bokong/pantat, DMPA diberikan setiap 3 bulan / IM.

2.7.3 Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)


AKBK yaitu kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit. Dengan disusupkannya
implan dibawah kulit, setiap hari dilepaskan secara tetap suatu hormon ke dalam
darah melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik
tersebut, sehingga dapat menghambat terjadinya ovulasi. Keuntungan
menggunakan AKBK adalah :
a) Tidak menekan produksi ASI.
b) Tidak terdapat faktor lupa.
c) Masa pakai jangka panjang (3-5 th).
d) Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormone.
Kerugian menggunakan AKBK adalah :
a) Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang
terlatih.
b) Petugas kesehatan perlu dilatih khusus dan praktek untuk pemasangan
dan pengangkatan implant
c) Implant sering mengubah pola haid.

2.7.4 Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD)


AKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan kedalam rahim yang sangat
efektif, reversibel dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua perempuan
usia reproduktif.

Menurut bentuknya AKDR di bagi menjadi 2 :


(1) Bentuk terbuka (oven device)
Misalnya : Lippes Loop, CUT, Cu-7. Marguiles, Spring Coil,
Multiload, Nova-T.
(2) Bentuk tertutup (closed device)

Misalnya : Ota-Ring, Atigon, dan Graten Berg Ring.

Menurut Tambahan atau Metal


(1) Medicatet IUD
Misalnya : Cu T 200 (daya kerja 3 tahun), Cu T 220 (daya
kerja 3 tahun), Cu T 300 (daya kerja 3 tahun), Cu T 380 A
(daya kerja 8 tahun), Cu- 7, Nova T (daya kerja 5 tahun),
ML-Cu 375 (daya kerja 3 tahun).
(2) Un Medicated IUD
Misalnya : Lippes Loop,Marguiles, Saf-T Coil, Antigon.
Cara insersi lippes loop :Push Out

IUD yang paling banyak dipakai di Indonesia sekarang ini dari jenis Un
Medicated adalah Lippes Loopdan yang dari jenis medicated Cu-T, Ci-7, dan
Nova-T. pada jenis medicated IUD, angka yang tertera dibelakang macam IUD
menunjukkan luas kawat halus tempbaga yang ditambahkan. Misalnya Cu-T-200
berarti tembaga dalah 200 mm2.

Keuntungan

AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.


Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380 A dan tidak perlu
diganti).
Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
Tidak memprngaruhi hubungan seksual.
Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
Tidak ada efeksamping hormonal dengan Cu AKDR (CuT-380 A)
Tidak mempengaruhi kualitas ASI.
Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (Apabila tidak
terjadi infeksi).
Dapat digunakan sampai menoupose (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
Tidak ada interaksi dengan obat-obatan.

Membantu mencegah terjadinya kehamilan ektopik.

Kerugian

Perubahan siklus haid (umumnya pada 8 bulan pertama dan akan berkurang
setelah 3 bulan).
Haid lebih lama dan banyak.
Perdarahan atau (spooting) antar menstruasi
Saat haid lebih sakit
Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS.
Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang
sering ganti-ganti pasangan.
Penyakit radang panggul terjadi. Seorang perempuan dengan IMS memakai
AKDR, PRP dapat memicu infertilitas.
Prosedur medis,termasuk pemeriksaan pelvic diperlukan dalam pemasangan
AKDR. Seringkali perempuan takut selama pemasangan.
Sedikit nyeri perdarahan (spooting) terjadi segera setelah pemasangan
AKDR.Biasanya menghilang dalam 1-2 hari.
Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri. Petugaskesehatan
terlatih yang harus melakukanya.
Mungkin AKDR keluar lagi dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila
AKDR di pasang setelah melahirkan).
Perempuan harus memeriksakan posisi benang dari waktu kewaktu,untuk
melakukan ini perempuan harus bisa memasukkan jarinya kedalam vagina.
Sebagian perempuan ini tidak mau melakukanya

Indikasi

Usia reproduktif.
Keadaan nulipara.
Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi.
Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya.
Setelah mengalami abortus dantidak terlihat adanya adanya infeksi.
Resiko rendah IMS.
Tidak menghendaki metode hormonal.
Tidak menyukai untuk mengingat-ingat minum pil setiap hari.

Kontraindikasi

Sedang hamil (diketahui hamil atau kemungkinan hamil).


Perdarahan vagina yang tidak diketahui.

Sedang menderita infeksi alat genital.


Tiga bulan terakhir sedang mengalami abortus.
Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
Penyakit trofoblas yang ganas.
Diketahui menderiata TBC pelvic.
Kanker alat genital.
Ukuran rahim yang kurang 5 cm.

2.7.5 Kontrasepsi Sterilisasi


1. Tubektomi
Kontrasepsi mantap pada wanita adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur
yang mengakibatkan orang atau pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat
keturunan lagi. Kontrasepsi ini untuk jangka panjang dan sering disebut tubektomi
atau sterilisasi
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas
(kesuburan) seorang perempuan yang dilakukan dengan cara eksisi atau
menghambat tuba fallopi yang membawa ovum dari ovarium ke uterus. Tindakan
ini mencegah ovum dibuahi oleh sperma di tuba falopi.

Cara Melakukan Sterilisasi


1.
2.
3.
4.

Memotong saluran telur.


Membakar saluran telur menggunakan aliran listrik.
Menjepit saluran telur.
Menyumat dan menutup saluran telur.

Indikasi
1. Indikasi Medis Umum
Adanya gangguan fisik atau psikis yang akan menjadi lebih berat bila
wanita ini hamil lagi.
2. Indikasi Medis Obstetrik
Yaitu toksemia gravidarum yang berulang, seksio sesarea berulang,
histerektomi obstetric, dsb.
3. Indikasi Medis Ginekologik
Pada waktu melakukan operasi ginekologi dapat pula dipertimbangkan
untuk sekaligus melakukan sterilisasi.

4. Indikasi Sosial-Ekonomi
Umur ibu, jumlah anak dan factor social ekonomi lainnya.
Yang Dapat Menjalankan Tubektomi

Usia Ibu > 26 sampai 46 tahun, memiliki paritas >2.


Yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan kehendaknya
sehingga klien tidak menyesal dikemudian hari.
Pada kehamilanya akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius.
Pada saat pascapersalinan dan pascakeguguran.
Paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini.

Yang Tidak Dapat Menjalankan Tubektomi

Hamil atau dicurigai hamil.


Perdarahan melalui vagina yang belum terjelaskan penyebabnya.
Infeksi sistematik atau pelvic akut yang belum sembuh atau masih
dikontrol.
Tidak boleh menjalani proses pembedahan.
Belum mantap/kurang pasti dengan keinginanya untuk fertilitas dimasa
mendatang.
Belum memberikan persetujuan tertulis.

2. Vasektomi
Vasektomi adalah cara KB permanen bagi pria yang sudah memutuskan tidak
ingin mempunyai anak lagi.
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria
dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga jalur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi penyatuan dengan ovum tidak terjadi.
Vasektomi adalah pemotongan vas deferens, yang merupakan saluran yang
mengangkut sperma dari epididimis di dalam testis ke vesikula seminalis. Dengan
memotong vas deferens, sperma tidak mampu diejakulasikan dan pria akan
menjadi tidak subur setelah vas deferens bersih dari sperma.
Pada pelaksanaan vasektomi ini saluran sel mani yang berfungsi menyalurkan
sperma (sel mani) keluar, diikat atau di potong sehingga sperma tidak dikeluarkan
dan tidak bisa bertemu dengan sel telur. Dengan demikian bila suami istri
melakukan hubungan seksual tidak akan terjadi kehamilan, yang disebabkan
karena tidak terjadinya pertemuan antara sperma suami dan sel telur istri.
Macam-macam Vasektomi

a. Vasektomi dengan pisau operasi


b. Vasektomi Tanpa Pisau (VTP)
Kelebihan
Tidak mengganggu ereksi, potensi seksual, dan produksi hormon.
Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi, dapat
digunakan seumur hidup.
Tidak mengganggu kehidupan seksual suami istri.
Lebih aman (keluhan lebih sedikit).
Lebih praktis (hanya memerlukan satu kali tindakan).
Lebih efektif (tingkat kegagalannya sangat kecil).
Lebih ekonomis (hanya memerlukan biaya untuk satu kali tindakan).
Kekurangan
Harus dengan tindakan pembedahan
Walaupun merupakan operasi kecil, masih dimungkinkan terjadi
komplikasi seperti pendarahan dan infeksi.
Tidak melindungi klien dari penyakit menular seksual.
Masih harus menggunakan kondom selama 20 kali ejakulasi.
Jika istri masih menggunakan alat kontrasepsi disarankan tetap
mempertahankan selama 2 bulan sampai 3 bulan sesudah suami
menjalankan vasektomi.
Kontraindikasi
Penderita hernia.
Penderita kencing manis.
Penderita kelainan pembukuan darah.
Penderita penyakit kulit atau jamur di daerah kemaluan.
Tidak tetap pendiriannya.
Memiliki peradangan pada buah zakar.
Infeksi di daerah testis (buah zakar) dan penis.
Verikokel ( varises pada pembuluh darah balik buah zakar).
Buah zakar membesar karena tumor.
Hidrokel (penumpukan cairan pada kantong zakar).
Buah zakar tidak turun (kriptokismus).
Penyakit kelainan pembuluh darah.
Efek Samping
Infeksi.
Hematoma.
Granuloma Sperma.

Rekanalisasi spontan.
Pendarahan.

BAB III
KESIMPULAN& SARAN
3.1 KESIMPULAN
Kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan
serta menghentikan kehamilan. Ada dua pembagian kontrasepsi yaitu :
1. Metode Kontrasepsi Sederhana
Metode kontrasepsi sederhana tanpa alat atau obat
- Senggama Terputus
- Pantang Berkala
Metode kontrasepsi sederhana dengan alat atau obat
- Kondom
- Diafragma
2. Metode Kontrasepsi Modern
Kontrasepsi Hormonal
- Pil KB
- Suntikan

Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK/Implant/Susuk KB)


Intra Uterine Devices (IUD,AKDR)
Kontrasepsi mantap
- Vasektomi
- Tubektomi
3.2 SARAN
Tidak satupun metode kontrasepsi yang aman dan efektif bagi semua , karena
masing-masing mempunyai kesesuaian dan kecocokan individual. Untuk itu
disarankan lebih cerdas memilih alat kontrasepsi yang sesuai dan cocok.

DAFTAR PUSTAKA
1. Mochtar, Rustam (1998). Sinopsis Obstetri: Obstetri Operatif, Obstetri
Sosial. Ed 2. Jakarta: EGC.
2. Prawiharjo, Sarwono (2006). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta: YBP-SP.
3. Cunningham, Gary F (2005). Obstetri Williams. Ed 21. Jakarta: EGC.
4. Kurniawati, Titik (2013). Kependudukan & Pelayanan KB. Jakarta: EGC.