Vous êtes sur la page 1sur 14

AKUNTANSI PERBANKAN

A. Pengertian Bank
BANK adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya
didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang,
meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai
banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat
penukaran uang , Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank
adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam
bentuk kredit dan
atau
bentuk-bentuk
lainnya
dalam
rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
B. Tugas Bank
Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
1. Menetapkan sasaran monter dengan memperhatikan laju inflasi yang
ditetapkannya.
2. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara
termasuk tetapi tidak terbatas pada :
- Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing
- Penetapan tingkat diskonto
- Penetapan cadangan wajib minimum
- Pengaturan kredit dan pembiayaan
Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
1. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas jasa sisa
pembayaran
2. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk
menyampaikan laporan tentang kegiatannya
3. Menetapkan penggunaan alat pembayaran
Mengatur dan mengawasi bank
C. Fungsi Bank
Fungsi bank secara umum adalah menghimpun dana dari masyrakat
luas(funding)
dan
menyalurkan dalam bentuk
pinjaman atau
kredit(lending) untuk berbagai tujuan. Tetapi sebenarnya fungsi bank
dapat dijelaskan dengan lebih spesifik seperti yang diungkapkan oleh Y.
Sri Susilo, Sigit Triandaru, dan A. Totok Budi Santoso (2006), yaitu sebagai
berikut :
- Agent of Trust
Dasar utama kegiatan perbankan adalah trust atau kepercayaan, baik
dalam hal menghimpun dana maupun penyaluran dana.
- Agent of Development

Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, konsumsi ini tidak lain adalah


kegiatan pembangunan perekonomian masyarakat.
- Agent of Service
Selain menghimpun dan menyalurkan dana, bank juga memberikan
penawaran jasa-jasa perbankan yang lain kepada masyarakat seperti jasa
pengiriman uang , jasa penitipa n barang berharga, dll.
D. Sasaran Sistem Akuntansi Perbankan :
sebagai sistem akuntansi manajemen
sebaga sistem costing
sebagai sistem pengawasan
sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter
E. Dasar-dasar Akuntansi Perbankan :
1) accrual basis di dalam pencatatan biaya.
Pencatatan dilakukan pada saat terjadi transaksi walaupun yang
belum diterima
2) cash basis di dalam pencatatan pendapatan
Transaksi dilakukan setelah ada pembayaran atas uang tunai yang
diterima
3) dasar rancang bangun akuntansi perbankan
1.haris ada princian dari asetnya sehingga dapat menggambarkan
jumlah dana yang
diinfestasikan pada masing-masing asset
tersebut
2. harus adanya perincian dari utang-utangnya yang disusun
menurut jatuh waktunya dan tingkat kekalannya
3.dapat menggambarkan laba rugi yang diperoleh dari hasil
kegiatannya dengan jelas
4.harus dapat menyediakan informasi secara priodik mengenai
efesiensi dari hasil kegiatan usahanya
5.harus ada system internal control yang ketat
6.harus dapat menyediakan data untuk penguasa moneter.
PERSAMAAN AKUNTANSI
Sistem pencatatan transaksi keuangan bank menganut system
pembukuan perpasangan (double entry system)
a. akuntansi secara umum
HARTA
b. akuntansi
BANK

HARTA

HUTANG

HUTANG
+

+
CADANGAN

MODAL &

+
BIAYA

PENDAPATAN

PROSES AKUNTANSI
a. Gambar Proses akuntansi secara umum :

b. Gambar Proses akuntansi BANK :

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan
pada suatu priode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut
Laporan keuangan biasanya secara lengkap meliputi :

NERACA
LAPORAN LABA RUGI
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
LAPORAN ARUS KAS

NERACA
Neraca adalah laporan dalam bentuk daftar yang disusun secara
sistematis yang mengikhtisarkan nilai dan susunan aktiva ,hutang, dan
modal sebuah perusahaan pada suatu saat atau tanggal tertentu. Neraca
terbagi menjadi 2 bentuk yaitu:
1.Neraca bentuk skontro( account from )
2.Neraca bentuk stafel( report form )
Komponen neraca secara umum yaitu:
Aktiva
- Aktiva lancer
- Investasi(penyertaan)

- Aktiva tetap
- Aktiva tidak berwujud
- Aktiva lain-lain
Kewajiban
- Kewajiban lancar(jangka pendek)
- Kewajiban jangka panjang
- Kewajiban lain -lain
Modal
- Modal saham
- Agio saham
- Laba yang ditahan
Sisi aktiva dalam neraca bank menggambarkan pola pengalokasian
dana bank yang mencerminkan posisi kekayaan yang merupakan hasil
pengguna dana Bank dalam berbagai bentuk ,penggunaan dana bank
dilakukan berdasarkan prinsip prioritas .disamping itu kegiatan
pengalokasian dana tersebut harus memperhatikan ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan oleh bank sentral sebagai otoritas moneter yang
mengatur dan mengawasi bank.
Sisi passiva dalam neraca bank menggambarkan kewajiban bank
yang berupa klaim pihak ketiga atau pihak lainnya atas kekayaan bank
yang dinyatakan dalam bentuk rekening giro ,tabungan,deposito
berjangka dan instrument-instrument utang atau kewajiban bank
lainnya.selain itu modal menggambarkan nilai buku pemilik saham
bank.sisi passiva mencerminkan kegiatan penghimpunan dana yang
berasal dari berbagai sumber .dana bank pada dasarnya berasal dari
masyarakat atau pihak ketiga dan modal bank itu sendiri(ekuitas).berikut
ini adalah pos-pos yang ada pada sisi aktiva dan passive dalam neraca
bank.
AKTIVA
Kas
Giro BI
Tagihan pd bank lain
Giro
Call money
Kredit yg diberikan
Surat berharga dan tagihan
Penyertaan
Cadangan aktiva yg diklasifikasikan
Aktiva tetap
Macam-macam aktiva

PASSIVA
Giro
Call money
Tabungan
Deposito berjangka
Kewajiban lainnya
Surat berharga
Pinjaman diterima
Bank Indonesia
Subordinasi
Macam-macam pasiva
Modal
Modal disetor
Agio saham
Cadangan

Laba ditahan
Laba/rugi tahun berjalan

CONTOH NERACA UMUM

Contoh Neraca BANK

LAPORAN LABA RUGI BANK


Bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan
berdasarkan pada suatu periode akuntansi dari penjabaran unsur
pendapatan dan biaya biaya dalam perusahaan sehingga menghasilkan
suatu laba ataupun rugi.
ISI ATAU ELEMEN LAPORAN RUGI/LABA BANK
I. Pendapatan Jumlah dari :
1.Pendapatan Operasional

Hasil Bunga
Provisi dan Komisi
2. Pendapatan Non Operasional
II. Biaya Jumlah dari:
1. Biaya Operasional
Biaya Bunga
Biaya Lanilla
2. Biaya Non Operasional

III. Laba/Rugi sebelum pajak


IV. Sisa/ Laba / Rugi tahun lalu

Unsur-unsur dan Isi laporan laba rugi biasanya terdiri dari:


Pendapatan dari penjualan

Dikurangi Beban pokok penjualan

Laba/rugi kotor

Dikurangi Beban usaha

Laba/rugi usaha

Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain

Laba/rugi sebelum pajak

Dikurangi Beban pajak

Laba/rugi bersih

Contoh Laporan Laba/rugi bank

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS(Statement of Shareholders


Equity)
adalah ikhtisar tentang perubahan modal suatuperusahaan yang terjadi
selama jangka waktu tertentu. (Soemarso, 2004 : 54).Menurut Ikatan Akuntan
Indonesia (2009 : 1.13),Perubahan ekuitas perusahaan menggambarkan
peningkatan atau penurunanaset bersih atau kekayaan selama periode
bersangkutan berdasarkan prinsippengukuran tertentu yang dianut dan harus
diungkapkan dalam laporan keuangan.Perusahaan harus menyajikan laporan
perubahan ekuitas sebagai komponenutama laporan keuangan, yang menunjukan :
a. Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan
b. Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian
beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langs
ung dalamekuitas
c. Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikanterhadap kesalahan
mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait;
d. Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik;
e. Saldo akumulasi laba atau rugi pada pada awal dan akhir periode sertaperubahannya;

f. .Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agiodan cadangan
pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secaraterpisah setiap perubahan.
Contoh laporan perubahan ekuitas/perubahan modal bank :

Laporan Arus Kas (Cashflow Statement )


Agar seperangkat statemen keuangan menjadi lengkap, diperlukanlah informasimengenai aliran kas
suatu perusahaan yang menggambarkan aliran kas masuk dankeluar perusahaan selama satu perioda.
Informasi ini dituangkan dalam statemenaliran kas (statement of cashflow). (Suwadjono, 2003 : 84).
Menurut IkatanAkuntan Indonesia (2009 : 2.2), laporan arus kas harus melaporkan arus kas

Contoh laporan arus kas

TABUNGAN
1.Pengertian tabungan
Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang
Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat

dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat


ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan
dengan itu.
Pengertian tabungan menurut Thomas Suyatno (2001:71) Tabungan
adalah Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya
hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.
Jenis-Jenis Tabungan
Dalam dunia perbankan di Indonesia terdapat beberapa jenis- jenis
tabungan. Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak dari fasilitas yang
diberikan kepada nasabah. Dengan demikian maka nasabah mempunyai
banyak pilihan. Jenis-jenis tabungan yang diselenggarakan bank pada
umumnya sebagai berikut :
a.Tabungan Pembangunan Nasional ( Tabanas ), merupakan bentuk
tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran
dan pengambilan, tabanas pertama kali diatur pada tahun 1971. Tabanas
tersebut terdiri dari :
Tabanas Umum Yaitu tabanas yang berlaku bagi perorangan yang
dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh penabung yang
bersangkutan.
Tabanas Pemuda, Pelajar dan Pramuka ( Tappelpram ) Yaitu tabanas
khusus yang dilaksanakan secara kolektif melalui organisasi
pemuda, sekolah dan satuan pramuka yang pertama kalinya diatur
dalam piagam-piagam kerja sama antara Bank Indonesia dan
departemen PDK serta Depdagri dan antara Bank Indonesia dan
Kwarnas Pramuka, pada tanggal 22 Februari 1974.
Tabungan Pegawai Yaitu tabanas khusus para pegawai dari semua
golongan kepangkatan di lingkungan Departemen/Lembaga/Instansi
Pemerintah dan Perusahaan Pemerintah maupun Swasta yang
pelaksanaan penyetorannya dilakukan secara kolektif.
b.Taska, merupakan bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi
jiwa, yang pertama kali diatur tahun 1971.
c. Tabungan ONH, merupakan setoran ongkos naik haji atas nama calon
jemaah haji untuk setiap musim haji yang bersangkutan. Besarnya
setoran dimuka berdasarkan prinsip diskonto untuk setiap musim haji,
ditetapkan pertama kali oleh Keppres pada tahun 1969.

d. Tabungan lainnya, merupakan tabungan selain Tabanas dan Taska,


misalnya tabungan dari pegawai bank sendiri yang bukan Tabanas dan
Taska atau tabungan masyarakat pada bank-bank lain yang bukan
penyelenggara Tabanas ataupun Taska.
KESIMPULAN
Tabungan penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang
disepakati tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat yang
diupersamakan dengan itu
Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak dari fasilitas yang diberikan
kepada nasabah. Nasabah diberikan banyak pilihan untuk memilih jenis
tabungan yang tentunya dapat diseuaikan dengan tujuan nasabah dalam
menabung.
Contoh slip penarikan