Vous êtes sur la page 1sur 3

ILMU PETERNAKAN

Dari saat manusia untuk pertama kalinya berusaha menjinakan hewan liar hingga
jaman sekarang, tatkala ledakan jumlah penduduk berarti meningkatnya tuntutan akan
kebutuhan daging serat dan rekreasi. 1Ketika masih hidup, hewan dimanfaatkan air
susunya, woolnya, tenaga kerjanya, untuk transportasi, perlindungan, olahraga serta
kesenangan. Apabila sudah dipotong ternak menghasilkan daging serta produk lain
mulai dari lem sampai obat, baju sampai pupuk dan lain-lainnya. 2
LIMBAH
Limbah adalah hasil buangan pada suatu kegiatan yang tidak diperlukan lagi. Limbah
ini pada umumnya menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Limbah tersebut dapat
berupa limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Ketiga macam limbah ini dapat
dihasilkan sekaligus dari sau kegiatan atau dapat pula secara kombinasi (padat0cair,
padat gas, cair-gas) atau secara sendiri-sendiri.3
Pencemaran lingkungan adalah masuknya mahluk hidup, benda mati, energi dan.atau
kompoinen lain ke dalam lingkungan dan atau perubahan di dalam sistem lingkungan
akibat aktivitas manusia atau alam yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan
sampai tingkat tertentu sehingga lingkungan tersebit tidak lagi dapat melakukan
fungsinya dengan baik.4
Bahan pencemar adalah setiap substansi yang bila ditambahkan diatas takaran tertentu
akan merusak atau menurunkan kualitas lingkungan itu. 5

1 Blakely, James, The Science of Animal Husbandry, Prentice-Hall, Inc., New Jersey,
1985, hlm. 1
2 Ibid.
3 Dr. H. Udju. D. Rusdi dan Tb. Benito A. Kurnani, Manajemen Limbah Ternak,
Program Studi Ilmu Ternak, Universitas Padjadjaran, 1994, hlm, In
4 Ibid
5 Ibid,

Peningkatan permintaan hasil ternak akan menyebabkan jumlah ternak meningkat.


Sehingga dibutuhkan sistem pengelolaan limbah yang efektif agar tidak terjadi hal yang
tidak diinginkan, oleh karena itu terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan
dalam produksi ternak yaitu:6
a. Pola Pertumbuhan penduduk
Bila ia tinggal di tengah-tengah komnutas pedesaan yang dikitari oleh lahan
pertanian, maka kmungkinan untuk mendapat tekanan yang diakibatkan dari
pertumbuhan populasi dan pergerakannya akan sangat sedikit bahkan mungkin
tidak ada. Bila produksi ternak itu berada di sekitar kota kecil atau 20-30km dari
kota metropolitan, maka perlu adanya perhitungan yang cermat dalam hal
pengoperasian ternak tersebut. Urbanisasi dan pengembangan kota
pmetropolitan kaan mempersempit lahan pertanian dan menyebabkan produksui
ternak tidak ekonomis lagi. Tekanan akibat pembangunan dan pengembangan
kota menyebabkan harga lahan meningkat dan mengurangi kemungkinan
pengembangan usaha ternak.
b. Peraturan pemerintah
Dari waktu ke waktu usaha ternak makin dituntut untuk memenuhi peraturan
pemerintah dalam kaitannya dengan lingkungan. Sebagai contoh saat ini di
indonesia terdapat PP No 14 tahun 1999 tentang pengendlaian pencemaran
udara, lalu KepMen KLH NO. 02/MENKLH/I/1988 mengenai pedoman baku mutu
lingkungan. Selain itu masih terdapat SK Gubernur untuk setiap propinsi,
misalhnya SK Gubernur KD Tingkat I Jawa Barat No. 660.31/SK/69BKPMD/1982 mengenai tata cara pendendalian dan kriteria pencemaran
lingkungan akibat limbah industri dan No. 38/1991 tentang baku mutu pada
sumber air di Jawa Barat.
c. Pertumbuhan ekonomi
Produksi ternak sampai saat ini umumnya masih sangat tidak stabil karena
dipengaruhi oleh musim, hama dan faktor lainnya. Sehingga menimbulkan
ketidka pastian harga produk dan pendapatan ternak
d. Perubahan pemasokan sumberdaya dan teknologi
Ketergantungna pada impor sangat mempengaruhi produksi ternak misalnya
mengenai sumber protein hewani. Keterbatasan atau kenaikan harga bahan
tersebut mengakibatkan turunnya pendapatan peternak dan mempnegaruhi
biaya operasi pengelolaan limbah.
e. Sikat masyarakat
Sampai beberapa tahun yang lalu masyarakat tidak menghiraukan masalahmasalah yang berkaitan dengan lingkungan. Namun pada saat ini dengan
adanya berbagai peraturan pemerintah mengenai pencemaran lingkungan
6 Ibid, hlm 13

memunculkan berbagai perhimpunan non pemerintah yang memperhatikan


masalah penurunan kualitas lingkungan dan konservasi lingkungan.
Limbah merupakan sumber bahan pencemar utama di sektor pertanian. Di negara
majum urutan pertama diduduki oleh usaha sapi potong, lalu ayam dan terakhir babi
dan sapi perah. Untuk mengetahui potensi pencemaran dari usaha ternak, biasanya
limbah yang dihasilkan dikonversikan ke dalam limbah manusia. Tabel 1 menyajikan
limbah yang dihasilkan beberapa jenis ternak. (ada di foto)
Sapi mempunyai bobot badan 450 kg menghasilkan limbah berupa kotoran dan urine
kurang lebih 25 kg per ekor per hari. Limbah ternak sapi perah terdiri atas limbah padat,
limbah cair dan limbah gas.7
Potensi produksi gas dari berbagai tipe kotoran hewan: 8
Sapi: 0,023-0,040 m3 // Babi, 0,040-0,059 m3 // peternakan ayam 0,065, 0,116 m3
KARAKTERISTIK LIMBAH GAS9
a. Nitrogen dalam limbah terdapat dalam bentuk nitrogen organik. Bahan organik
yang mengandung nitrogen bila dioksidasi akan menghasilkan ammoniak
b. Ammoniak dihasilkan dari dekomposisi bahan organik
c. Nitrit diasilkan dari oksidasi ammonium oleh bakteri.
d. Nitrat merupakan hasil oksidasi nitrit dan merupakan bentuk nitrogen yang paling
stabil sehingga nitrat merupakan suatu indikator kestabilan limbah dan
menunjukan bahwa proses dekompossisi oleh bakteri telah selesai.
e. Fosfor memegang peranan penting dalam kehidupan dan oleh karena itu penting
pula dalam proses pengolahan limbah. Fosfor sangat diperlukan dalam
memperkirakan potensi aktivitas biologis dalam proses pengolahan limbah
secara aerob.

7 Sri Wahyuni MP, Biogas, Penebar Swadaya, Jakarta, 2008, hlm. 29


8 Ibid, hlm 30
9 Ibid hlm 40