Vous êtes sur la page 1sur 2

Asal Usul Kedelai

11 Mar 2016
Pada dasarnya, kacang kedelai dibedakan berdasarkan warna, dari kedelai kuning, kedelai hitam,
dan kedelai hijau. Dua terakhir adalah jenis yang umum dikenal masyarakat Indonesia sebagai
bahan baku pengolahan tahu dan tempe. Nyatanya, walau kedelai menjadi sumber protein nabati
utama rakyat, Indonesia mendapatkan sebagian besar pasokannya dari Amerika Serikat, negara
yang sejak tahun 1950-an sudah memegang prestasi sebagai pemasok kedelai dunia.
Kedelai mulai dikenal di daerah Manchuria, Tiongkok, sekitar tahun 2838 sebelum Masehi, yang
tercatat dalam jurnal Chinese Materia Medica yang ditulis oleh Kaisar Sheng Nung. Kedelai
menjadi bagian dari 5 tanaman utama di daratan ini, bersama padi, gandum, barley (jali),
dan millet (jawawut). Kedelai disantap segar atau diolah menjadi produk fermentasi atau produk
kering.
Kedelai lalu meneruskan perjalanannya ke Jepang, sekitar abad ke-6. Sebelum mendominasi diet
masyarakat Jepang, kedelai merupakan produk impor dalam bentuk minyak di tahun 1894-1895.
Di Eropa, kedelai adalah tanaman yang mereka kenali melalui karya tulis seorang ahli botani
Jerman di tahun 1712. Kedelai diduga masuk ke Eropa melalui penanamannya di Prancis, sekitar
tahun 1740. Dari sini, kedelai lalu lekas menarik perhatian dunia.
Amerika baru mengenal kedelai pada tahun 1765, yang ditanam di tanah Pennsylvania. Bibit-bibit
kedelai ini kiriman dari Tiongkok, Jepang, India, Manchuria, Korea, dan Jepang. Versi lain menyebut,
kedatangan ini terjadi di tahun 1851, melalui bibit yang disimpan oleh orang Amerika yang
terselamatkan di Laut Pasifik di tahun 1850.
Sisi kebaikan kedelai yang tinggi protein dan bisa menjadi bahan baku minyak baru ditemukan lewat
penelitianGeorge Washington Carver di tahun 1904. Penemuannya ini membantu menekan keran
impor minyak ke Amerika yang saat itu menyentuh sekitar 40% kebutuhan domestik. Pemerintah
lalu mendorong petani untuk menanamnya secara besar-besaran sebagai andalan pakan ternak.
Kebutuhan kedelai makin meningkat saat memasuki Perang Dunia II, di mana perekonomian
membaik dan pakan kedelai makin dibutuhkan untuk memenuhi berkembangnya industri ternak
untuk rakyat yang mulai bisa memanjakan diri dengan hidangan daging-dagingan. Penanaman
masif lainnya adalah canola, tanaman yang diperkenalkan oleh Kanada.
Pada tahun 1919, William Morse dan rekan mendirikan American Soybean Association. Di tahun
1929, ia berada di Cina selama dua tahun untuk mengumpulkan bibit kedelai, dan membawa pulang

10.000 varietas untuk diteliti demi memperbaiki kondisi kedelai yang sudah ada. Khusus di industri
pangan, kedelai umumnya diolah menjadishortening, margarin, dan minyak sayur. Tiongkok,
sebagai negeri kelahiran kedelai, justru kini penikmat terbesar kedelai Amerika, diikuti Jepang.
Sulit menilai jenis kedelai mana yang lebih unggul dari sisi gizinya. Nilai kandungan karbohidrat,
protein, lemak, dan asam amino kedelai akan bergantung pada bibit, tanah penanaman, hingga cara
pengolahannya, ujar Prof. Dr. Ir.Mary Astuti, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas
Gajah Mada, sekaligus figur akademis yang mempelajari kedelai secara khusus.
Yang pasti, kedelai sangat digemari kalangan vegetarian. Kacang-kacangan, termasuk kedelai,
diketahui sebagai sumber protein alternatif selain protein hewani. Selain itu, kedelai juga
mengandung lemak, vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk tubuh. Sebanyak 25% lemak pada
kedelai merupakan asam lemak tak jenuh yang tidak mengakibatkan penyakit kolesterol. Bahkan,
konsumsi kedelai secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah dan membantu
mencegah penyakit jantung.
Kandungan isoflavon kedelai yang tinggi baik untuk mereka yang menghadapi menopause.
Isoflavon dapat berperan sebagai pengganti hormon estrogen, sehingga gejala menopause
seperti hot flashes bisa dihindari.
Antosianin dalam kedelai hitam juga dipercaya melindungi kerusakan sel pembuluh darah. Zat ini
pun berfungsi menghambat perkembangan sel tumor dan sebagai senyawa anti-inflamasi yang
mencegah kerusakan otak. Kandungan antosianin dalam kedelai hitam ternyata lebih banyak
dibanding blueberry yang lebih populer sebagai sumber antosianin.(f)

http://www.femina.co.id/food-trend/kedelai-permata-negeri-tirai-bambu