Vous êtes sur la page 1sur 5

Nama

NPM
Mata Kuliah
Bab

:
:
:
:

Mochammad Arief Wicaksono


F1315114
Audit Keuangan Daerah
Prosedur Penelitian

A. Gambaran Umum
Secara umum, pelaksanaan prosedur analitis dilakukan dengan tahapan- tahapan sebagai
berikut:
1. Pemeriksa terlebih dahulu melakukan pemahaman hubungan keuangan yang dapat
diperoleh dengan pemahaman tentang auditee dan proses bisnis utama dari auditee.
2. Mengembangkan ekspektasi (develop expectation) atas pola hubungan yang seharusnya
terjadi antar data terkait.
Dikembangkan berdasarkan hasil pemahaman hubungan keuangan yang masuk akal.
Pemeriksa harus secara hati-hati mempertimbangkan faktor-faktor yang secara
signifikan mempengaruhi data maupun pola hubungan yang akan dianalisis/diukur.
3. Membandingkan hasil analisis data sesungguhnya dengan ekspektasi atas pola
hubungan yang seharusnya terjadi, serta menelusuri penyebab penyimpangan signifikan
yang terjadi.

B. Tujuan Prosedur Analitis


Tujuan prosedur analitis terkait erat dengan waktu pelaksanaannya. Prosedur analitis bisa
digunakan pada saat perencanaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan lapangan, dan
pada saat pelaporan. Berikut tujuan dan proses yang dilaksanakan di masing-masing tahapan
tersebut:
1. Tahap perencanaan pemeriksaan

Membantu pemeriksa dalam memahami entitas termasuk transaksi dan kejadian pada
tahun berjalan

Membantu perencanaan sifat, saat, dan lingkup prosedur pemeriksaan dalam


menentukan rencana, desain, dan pengujian materialitas

Analisis data secara vertikal dan horizontal, segera setelah laporan keuangan
unaudited diserahkan oleh pemerintah daerah. Hal ini dapat mengindikasikan risiko
terjadinya salah saji.

Evaluasi atas penyimpangan tersebut untuk melihat apakah dibutuhkan perluasan


prosedur pemeriksaan terkait siklus atau akun tertentu.

2. Tahap pelaksanaan pemeriksaan lapangan

Memperoleh bukti tentang asersi tertentu yang berhubungan dengan saldo akun atau
jenis transaksi.

Menilai kecukupan pengungkapan atas setiap perubahan pada akun laporan keuangan
yang diperiksa

Melakukan analisis data pendukung laporan keuangan baik data keuangan maupun
data nonkeuangan.

3. Pada tahap pelaporan

Reviu menyeluruh informasi keuangan

Memastikan bahwa akun-akun dalam Laporan Keuangan yang berkaitan baik secara
vertikal maupun horizontal sudah sinkron dan tidak diperlukan lagi bukti tambahan
untuk memastikan kewajaran laporan keuangan.

C. Pelaksanaan Prosedur Analitis


Prosedur analitis dapat dilaksanakan sebelum Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
diterima oleh BPK. Pemeriksa dapat memanfaatkan data keuangan dari portale-audit di BPK
yang telah terkoneksi dengan server Pemerintah Daerah.
Tiga cara untuk melakukan prosedur analitis dalam pemeriksaan LKPD adalah analisis
data, teknik prediktif, dan analisis rasio dan tren.
1. Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan menguji ketepatan penjumlahan antarakun
dankecukupan pengungkapannya.Pengujian ketepatan penjumlahan antarakun dan
kecukupan pengungkapannya bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dan menilai
kebenaran angka-angka dalamlaporan keuangan. Melalui analisis, dapat diketahui
apakah terdapat kesalahan jurnal ataupun kesalahan klasifikasi akun sehingga dapat
dilakukan koreksi atas laporan keuangan dimaksud.
a. Analisis Vertikal
Analisis vertikal merupakan analisis yang dilakukan dengan melihat
hubungan akun dalam satu jenis laporankeuangan saja, misalnya analisis antarakun

Neraca saja, atau antarakun LRA saja,atau antarakun LAK saja, atau antarakun LO
saja.
Tujuan analisis vertikal adalah untuk menentukankeseimbangan dan
kebenaran saldo tiap akun dalam LRA, Neraca, LAK, dan LO.Analisis ini
dilakukan dengan menjaga keseimbangan antar jurnal dalam satulaporan, sehingga
dapat dipastikan bahwa tiap akun dalam laporan keuangan telahdisajikan dengan
angka yang benar dan seimbang.

b. Analisis Horizontal
Analisis horizontal dilakukan dengan melihat hubungan antarakun dalam
unsurlaporan keuangan yang berbeda, misalnya akun LRA dengan akun neraca,
akun LRAdengan akun LAK, akun Laporan Operasional dengan Laporan
Perubahan Ekuitasdan Neraca, ataupun kesesuaian dengan nilai yang disajikan
dalam LAK dan apakahsudah cukup diungkapkan dalam CaLK.
Tujuan

dilakukan

analisis

horizontal

adalahuntuk

menentukan

keseimbangan dan kebenaran saldo tiap akun dalam Neraca,LRA, LAK, LO,
Laporan

Perubahan

SAL,

Laporan

Perubahan

Ekuitas,

serta

kecukupanpengungkapan dalam CaLK.

2. Teknik Prediktif
Teknik prediktif dilakukan dengan membandingkan realisasi dan anggaran akunakun di laporan realisasi anggaran. Perbedaan yang signifikan terjadi dapat menjadi
indikasi adanya permasalahan yang seharusnya diungkapkan dalam CaLK. Teknik
prediktif juga dapat dilakukan dengan menghitung jumlah tertentu dan membandingkan
dengan catatan-catatan atau rumusan lain untuk mengetahui adanya indikasi permasalah
yang akan diuji dalam pengujiian substantif. Contoh teknik prediktif ini adalah
memprediksi besaran belanja pemeliharaan kendaraan dinas tahun berjalan dengan
membandingkan data jumlah kendaraan tahun-tahun sebelumnya.\

3. Analisis Rasio Dan Tren


Analisis rasio dan tren merupakan kegiatan untuk menganalisis data keuangan
dan/atau nonkeuangan dalam periode tertentu untuk mengetahui perubahan signifikan
dalam realisasi anggaran dan posisi keuangan.
a. Analisis Rasio
Analisis rasio dilakukan dengan menguji hubungan antarakun di dalam
laporan keuangan.
1) Rasio Kemandirian Keuangan
Rasio ini menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai
sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada
masyarakat.

2) Rasio Efisiensi
Rasio ini menggambarkan perbandingan antara besarnya biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan asli daerah dengan realisasi
pendapatan asli daerah yang diterima

b. Analisis Tren
Analisis tren adalah analisis yang dilakukan dengan membandingkan akun
yang sama untuk periode lebih dari dua tahun, sehingga diperoleh gambaran
mengenai kecenderungan dari suatu akun dalam laporan keuangan pemerintah
daerah. Analisis tren (kecenderungan) ini biasanya digunakan dalam membuat
prediksi keuangan. Contoh dari analisis ini adalah memprediksi pencapaian pajak
daerah pada tahun yang diperiksa berdasarkan data pencapaian pajak daerah
beberapa periode yang lalu.
Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan tabel, perhitungan
matematis dalam presentase atau diagram. Analisis tren mengidentifikasikan pola-

pola dari kecenderungan sebagai dasar dari evaluasi dan prediksi keadaan atau
perubahan di masa sekarang.