Vous êtes sur la page 1sur 16

AKHLAQ KEPADA ALLAH

BAB I
PENDAHULUAN
Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang
penting, sebagai individu maupun masyarakat dan bangsa, sebab jatuh
bangunnya suatu masyarakat tergantung kepada bagaimana akhlaknya. Apabila
akhlaknya baik, maka sejahteralah lahir batinnya, apabila rusak, maka rusaklah
lahir batinnya.
Kewajiban seseorang terletak pada akhlaknya yang baik, akhlak yang baik
selalu membuat orang menjadi aman, tenang, dan tidak adanya perbuatan yang
tercela. Seseorang yang berakhlak mulia selalu melaksanakan kewajibankewajibannya. Dia melakukan kewajiban terhadap dirinya sendiri yang menjadi
hak dirinya, terhadap Tuhan yang menjadi hak Tuhannya, terhadap makhluk
lain, dan terhadap sesama manusia.
Berangkat dari pembuatan makalah ini, kita akan mengajak teman- teman
sekalian untuk sedikit banyak mengulas apa saja yang perlu kita ketahui dan
pahami tentang bagaimana berakhlak kepada Allah dengan semestinya, yang
mana setelahnya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam
berakhlak kepada Allah. Amiin.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

AKHLAK MANUSIA SEBAGAI HAMBA ALLAH


Manusia sebagai hamba Allah sepantasnya mempunyai akhlak yang baik
kepada Allah. Hanya Allahlah yang patut disembah. Selama hidup, apa saja
yang diterima dari Allah sungguh tidak dapat dihitung. Sebagaimana telah Allah
firmankan dalam Quran surat An-nahl : 18, yang artinya Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan
jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar- benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang
seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk Tuhan sebagai khalik.
Berkenaan dengan akhlak kepada Allah dilakukan dengan cara memuji-Nya,
yakni menjadikan Tuhan sebagai satu- satunya yang menguasai dirinya. Oleh

sebab itu, manusia sebagai hamba Allah mempunyai cara-cara yang tepat untuk
mendekatkan diri. Caranya adalah sebagai berikut :
1.
Mentauhidkan Allah
Yaitu dengan tidak menyekutukan-Nya kepada sesuatu apapun. Seperti yang
digambarkan dalam Quran Surat Al-Ikhlas : 1-4.[1]
2.
Bertaqwa kepada Allah
Maksudya adalah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk dapat
melaksanakan apa-apa yang telah Allah perintahkan dan meninggalkan apa-apa
yang dilarang-Nya.
a.
Hakekat taqwa dan kriteria orang bertaqwa
Bila ajaran Islam dibagi menjadi Iman, Islam, dan Ihsan, maka pada hakikatnya
taqwa adalah integralisasi ketiga dimensi tersebut. Lihat ayat dalam Surah AlBaqoroh: 2-4, Ali Imron: 133-135.
Dalam surah Al- Baqoroh ayat 2-4 disebutkan empat kriteria orang- orang yang
bertaqwa, yaitu: 1). Beriman kepada yang ghoib, 2). Mendirikan sholat, 3).
Menafkahkan sebagian rizki yang diterima dari Allah, 4). Beriman dengan
kitab suci Al- Quran dan kitab- kitab sebelumnya dan 5). Beriman dengan hari
akhir. Dalam dua ayat ini taqwa dicirikan dengan iman ( no. 1,4 dan 5 ), Islam
(no. 2 ), dan ihsan ( no. 3 ).
Sementara itu dalam surah Ali Imron 134-135 disebutkan empat diantara ciriciri orang yang bertaqwa, yakni: 1). Dermawan ( menafkahkan hartanya baik
waktu lapang maupun sempit), 2). Mampu menahan marah, 3). Pemaaf dan 4).
Istighfar dan taubat dari kesalahan- kesalahannya. Dalam dua ayat ini taqwa
dicirikan dengan aspek ihsan.
b.
Buah dari taqwa
1. Mendapatkan sikap furqan yaitu tegas membedakan antara hak dan batil
(Al- anfal : 29)
2. Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan (At-thalaq : 2)
3. Mendapat rezeki yang tidak diduga- duga (At-thalaq : 3)
4. Mendapat limpahan berkah dari langit dan bumi (Al- Araf : 96)
5. Mendapatkan kemudahan dalam urusannya (At-thalaq : 4)
6. Menerima penghapusan dosa dan pengampunan dosa serta mendapat pahala
besar (Al- anfal : 29 & Al- anfal : 5).[2]
3.
Beribadah kepada Allah
Allah berfirman dalam Surah Al- Anam : 162 yang artinya :Sesungguhnya
sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta
alam.
Dapat juga dilihat dalam Surah Al- Mumin : 11 & 65 dan Al- Bayyinah : 7-8.[3]

4.

1.
2.

3.

8.

Taubat
Sebagai seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat
lalai dan lupa. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. Oleh karena
itu, ketika kita sedang terjerumus dalam kelupaan sehingga berbuat
kemaksiatan, hendaklah segera bertaubat kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam
Surah Ali-Imron : 135.
5.
Membaca Al-Quran
Seseorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia akan banyak dan sering
menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin yang mencintai Allah, tentulah ia
akan selalu menyebut asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firmanfirman-Nya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW berkata yang artinya :
Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya Al-Quran itu dapat memberikan
syafaat dihari kiamat kepada para pembacanya.
6.
Ikhlas
Secara terminologis yang dimaksud dengan ikhlas adalah beramal sematamata mengharapkan ridha Allah SWT. Dalam bahasa populernya ikhlas adalah
berbuat tanpa pamrih, hanya semata-mata karena Allah SWT.
a. Tiga unsur keikhlasan:
Niat yang ikhlas ( semata-semata hanya mencari ridho Allah )
Beramal dengan tulus dan sebaik-baiknya
- Setelah memiliki niat yang ikhlas, seorang muslim yang mengaku ikhlas
melakukan sesuatu harus membuktikannya dengan melakukan perbuatan itu
dengan sebaik-baiknya.
Pemanfaatan hasil usaha dengan tepat.
b. Keutamaan Ikhlas[4]
Hanya dengan ikhlas, semua amal ibadah kita akan diterima oleh Allah
SWT. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :Selamatlah para mukhlisin.
Yaitu orang- orang yang bila hadir tidak dikenal, bila tidak hadir tidak dicaricari. Mereka pelita hidayah, mereka selalu selamat dari fitnah
kegelapan( HR. Baihaqi ).
7.
Khauf dan Raja
Khauf dan Raja atau takut dan harap adalah sepasang sikap batin yang
harus dimiliki secara seimbang oleh setiap muslim. Khauf didahulukan dari
raja karena khauf dari bab takhalliyyah (mengosongkan hati dari segala sifat
jelek), sedangkan raja dari bab tahalliyah (menghias hati dengan sifat-sifat yang
baik). Takhalliyyah menuntut tarku al-mukhalafah (meninggalkan segala
pelanggaran), dan tahalliyyah mendorong seseorang untuk beramal.4
Tawakal

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Adalah membebaskan diri dari segala kebergantungan kepada selain Allah


dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepadanya. Allah berfirman
dalam surah Hud: 123, yang arinya :Dan kepunyaan Allah lah apa yang ghaib
di langit dan di bumi dan kepada-Nya lah dikembalikan urusan- urusan
semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekalikali Tuhanmu tidah lalai dari apa yang kamu kerjakan.
Tawakal harus diawali dengan kerja keras dan usaha maksimal ( ikhtiar ).
Tidaklah dinamai tawakal kalau hanya pasrah menunggu nasib sambil
berpangku tangan tanpa melakukan apa- apa.
BAB III
KESIMPULAN
Dalam berakhlak kepada Allah, adalah suatu hal yang menjadi prioritas
ketika kita telah berikrar menjadi seorang muslim yaitu tidak lain beragama
Islam dan bertuhankan Allah SWT.
Ada beberapa cara untuk kita berakhlak kepada Allah SWT yang dari sini
kita diharapkan bisa dan mampu menjadi seorang muslim sejati, antara lain :
Mentauhidkan Allah
Bertaqwa kepada Allah
Beribadah kepada Allah
Taubat
Membaca Al- Quran
Ikhlas
Khauf dan Raja
Tawakal.
DAFTAR PUSTAKA
Djatmika rachmat, 1996, Sistem etika Islam ( Akhlak Mulia ). Jakarta : Pustaka
Panjimas.
Abdullah Yatimin, 2007, Study Akhlak dalam Perspektif Al-Quran. Jakarta :
Amzah.
Ilyas Yunahar, 2005, Kuliah Akhlak. Yogyakarta : LPPI.
http:\\akhlakterhadapAllah.com
[1]

Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran, hal.201


Yunahar Ilyas, Kuliah Akhlak, hal. 18-24.
[3]
Ibid.1
[4]
Ibid 2.
[2]

1. AKHLAK TERHADAP SESAMA DAN LINGKUNGAN


2. Akhlak Terhadap Sesama Manusia Akhlak kepada Orang Tua
Akhlak kepada Dhuafa Akhlak kepada Tetangga Akhlak
Bermasyarakat Akhlak Terhadap Lingkungan Hidup
3. Akhlak kepada Orang Tua 23. dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau
Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia[850]. Al-Israa
: 23 24
4. Akhlak kepada Orang Tua 24. dan rendahkanlah dirimu
terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan
ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Al-Israa : 23 24
5. Uraian : Orang tua adalah salah satu anugerah terindah
dari Allah swt. Maka Allah memerintahkan kita untuk berbuat
baik kepada orang tua sebagai ungkapan rasa syukur kepada
Allah dan terima kasih kita kepada orang tua yang rela
memberikan pengorbanan agar anaknya menjadi insan terbaik,
bahagia di dunia dan akhirat. Ketika orang tua kita sudah tua,
sudah sepantasnya kita merawatnya dengan baik.
6. Patuhlah kepada mereka selama mereka masih di jalan
Allah. Janganlah kita membangkang, meski hanya keluar
perkataan ah. Bayangkan, berkata ah saja tidak boleh,
apalagi menghardik, memukul, menyiksa, apalagi durhaka.
Bertuturkatalah dengan santun. Berperilaku terhadap orang tua
dengan penuh tata krama. Ingatlah, ridha Allah adalah ridha
orang tua, murka Allah adalah murka orang tua. Doakan selalu

orang tua yang telah mendidik kita sejak kecil. Semoga Allah
memberikan kasih sayang kepada orang tua kita.
7. Akhlak kepada Dhuafa 9. sebab itu, terhadap anak yatim
janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang. 10. dan terhadap
orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. 11.
dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu
siarkan. .(Ad-dhuha : 9-11)
8. Uraian Ayat ini menerangkan bahwa Allah melarang kita
berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. Larangan
menghardik peminta-minta. Ingatlah, karena di setiap harta
kita terdapat hak orang-orang yang membutuhkan seperti
mereka. Barangsiapa memakan hak orang lain, niscaya azab
Allah amat pedih. Oleh karena itu, bersyukurlah dengan
menyebut nama Tuhanmu dan berikanlah hak-hak fakir miskin
dan anak yatim.
9. 12. tahukah kamu Apakah jalan yang mendaki lagi sukar
itu? 13. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, 14.
atau memberi Makan pada hari kelaparan, 15. (kepada) anak
yatim yang ada hubungan kerabat, 16. atau kepada orang
miskin yang sangat fakir. Al balad : 12-16
10. Uraian Dalam ayat tersebut disampaikan bahwa
memerdekakan budak, memberi makan orang-orang yang
kelaparan, kerabat kita yang yatim, dan orang yang sangat
membutuhkan adalah jalan yang sangat sulit. Tentu saja,
karena terkadang kita egois dan lupa. Menganggap tidak adil
jika memberikan sebagian harta kepada mereka, sedang
mereka tidak bekerja keras seperti kita. Padahal, sadarilah,
dalam setiap harta yang dititipkan Allah pada kita terdapat hak
mereka yang membutuhkan. Kita boleh menguasai dunia,
namun jangan sampai dunia menguasai kita sehingga tidak
peduli terhadap mereka.
11. 8. dan mereka memberikan makanan yang disukainya
kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. 9.
Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah

untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki


Balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. 10.
Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan Kami pada suatu
hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh
kesulitan. 11. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan
hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)
dan kegembiraan hati. Al-insaan : 8-11
12. Uraian: Memberikan makanan atau harta benda yang
paling disukai adalah sebaik-baik pemberian. Dalam berbagi
dengan sesama sebaiknya tidak mengharap pujian dan
balasan. Jika pemberian tersebut ikhlas karena mengharap
ridha Allah, maka kelak di akhirat kita termasuk golongan orang
orang dengan wajah bercahaya, dan bukan golongan
bermuka masam.
13. Akhlak kepada Tetangga 36. Sembahlah Allah dan
janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karibkerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang
dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, Ibnu
sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong dan membanggabanggakan diri, An-Nisa : 36-37
14. Akhlak kepada Tetangga 37. (yaitu) orang-orang yang
kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan
Menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya
kepada mereka. dan Kami telah menyediakan untuk orangorang kafir siksa yang menghinakan. An-Nisa : 36-37
15. Uraian: Ayat ini memerintahkan agar menyembah Allah
dan tidak mempersekutukannya. Serta berbuat baiklah kepada
orang tua, saudara, anak yatim, orang miskin, dan termasuk
tetangga, baik yang jaraknya dekat maupun jauh, sanak famili
ataupun bukan, dan seiman ataupun tidak. Karena tetangga
pada hakikatnya adalah saudara terdekat kita. Kemudian
berbuat baiklah terhadap teman, ibnu sabil, bahkan pembantu.
Intinya, tidak ada perbedaan kasta dalam Islam. Maka,

janganlah kita kikir, karena termasuk perbuatan kufur nikmat.


Siksa yang menghinakan di dunia dan akhirat bagi orang-orang
kikir.
16. Akhlak Bermasyarakat 103. dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika
kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat
Allah, orang-orang yang bersaudara; Alu Imran : 103
17. Uraian: Ayat ini memerintahkan agar menyembah Allah
dan tidak mempersekutukannya. Serta berbuat baiklah kepada
orang tua, saudara, anak yatim, orang miskin, dan termasuk
tetangga, baik yang jaraknya dekat maupun jauh, sanak famili
ataupun bukan, dan seiman ataupun tidak. Karena tetangga
pada hakikatnya adalah saudara terdekat kita. Kemudian
berbuat baiklah terhadap teman, ibnu sabil, bahkan pembantu.
Intinya, tidak ada perbedaan kasta dalam Islam. Maka,
janganlah kita kikir, karena termasuk perbuatan kufur nikmat.
Siksa yang menghinakan di dunia dan akhirat bagi orang-orang
kikir.
18. Akhlak Bermasyarakat 103. dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika
kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat
Allah, orang-orang yang bersaudara; Alu Imran : 103
19. Uraian: Berpegang teguhlah kepada Islam, eratkan
ukhuwah islamiyah, karena Allah telah mempersatukan orangorang yang dulunya berseteru. Hati yang bersatu dalam ikatan
persaudaraan adalah salah satu wujud nikmat dari Allah. Maka
kita mensyukurinya dengan menjaga persatuan dan kesatuan.
20. Akhlak Terhadap Lingkungan Hidup yang telah
menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah
menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan

dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan
itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacammacam.Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal Thaha: 53-54
21. Oleh karena itu, sepantasnya manusia menjaga,
melestarikan, dan memanfatkan sesuai dengan kebutuhannya
sebagai ungkapan syukur atas pemberian-Nya. Akhlak
terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam bentuk
perbuatan manusia yaitu dengan menjaga keserasian dan
kelestarian serta tidak merusak limgkungan hidup. usaha-usaha
yang dilakukan juga harus memperhatikan masalah-masalah
kelestarian lingkungan. Apa yang kita saksikan saat ini adalah
bukti ketiadaan akhlak terhadap lingkungan. Sehingga
akhirnya, akibatnya menimpa manusia sendiri. Banjir, tanah
longsor, kebakaran, dan isu yang sering dibicarakan yaitu
global warming sedang mengancam manusia

2. AKHLAK KEPADA ALAM SEMESTA Menurut bahasa


(etimologi) perkataan akhlak ialah PENGERTIAN bentuk jamak
dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi AKHLAK pekerti,
perangai, tingkah laku, atau tabiat segala sesuatu yang ada
di langit dan di bumi beserta isinya, selain Allah.
3. Dasar kewajiban berakhlak kepada alam dan sekitarnya
manusia hidup dan mati berada di alamAlam salah satu hal
pokok yang dibicarakan oleh al quran Allah memerintahkan
manusia untuk menjagapelestarian alam Allah memerintahkan
manusia untuk mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari
alamManusia berkewajiban mewujudkan kemakmurandan
kebahagiaan di muka bumi.
4. Cara Berakhlak dengan Alam melarang mengendalikan
reboisasipenebangan liar erosi memberikan sanksimembuat
cagar melarang tertentu bagialam dan suaka pelanggarnya.
perburuan liar margasatwa memberikan menetapkan

pengertian yang baik tata guna lahantentanglingkungan yang


sesuai
5. Adab dan akhlak terhadap hewan sikap Akhlak kepada
Pemilahan hewan cara
6. Akhlak kepada hewan dan binatang Memberi Menyenangkan
Memberi makan & saat hendak kasih sayang menyembelih
minum Mengenal Tidak boleh mengurus Tidak menyiksa hak
Allah sampai lalai kpd pada hewan Allah Boleh memberi Boleh
membunuh hewan wasam yang mengganggu

MEMBINA AKHLAK KEPADA ALLAH, MANUSIA, DAN ALAM


SEMESTA
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN AKHLAK
Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang
daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan
gampang tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Maka bila sifat itu memunculkan perbuatan baik dan terpuji
menurut akal dan syariat maka sifat itu disebut akhlak yang
baik, dan bila yang muncul dari sifat itu perbuatan-perbuatan
buruk maka disebut akhlak yang buruk. Didalam islam
pengertian akhlak adalah sistem nilai yang mengatur pola sikap
dan tindakan manusia diatas bumi yang didasarkan kepada AlQuran dan al-Hadist.
Akhlak menurut kaum muslimin, menujukkan kondisi jiwa yang
menimbulkan perbuatan atau perilaku secara spontan.
Seseorang dikatakan bermental penolong, ketika dihadapkan
kepada orang yang sedang dirundung kesulitan-kesulitan,
secara spontan akan memberikan pertolongan tanpa banyak
memperhatikan atau memikirkan untung rugi, atau ketika
seseorang sedang berjalan tiba-tiba tersandung batu, maka

kata-kata yang akan keluar dari mulutnya mencerminkan


akhlaknya, ketika yang keluar dari mulutnya kata-kata
innalillahi wa innailahi rojiun atau astaghfirullahaladzim
atau subhanallah maka itu berarti dia memiliki akhlak yang
terpuji dan sebaliknya, ketika yang keluar dari mulutnya namanama penghuni kebun binatang, maka itulah akhlaknya. Jadi
akhlak menunjukkan pada hubungan sikap batin dan perilaku
secara konsisten.
Secara bahasa, akhlak berasal dari kata khalaqa yang berarti
ciptaan atau perbuatan. Melihat asal katanya akhlak
mengandung arti perbuatan manusia, tetapi kata akhlak
biasanya dikaitkan dengan perbuatan yang bernilai baik atau
buruk. Karena itu objek yang dikaji dalam pembahasan akhlak
adalah aspek tingkah laku manusia dari segi nilai baik atau
buruk. Dilihat dari struktur agama islam yang terdiri dari
aqidah, syariah, dan akhlak, maka akhlak dapat dinyatakan
sebagai perilaku yang tampak ketika seseorang telah
melaksanakan syariat berdasarkan aqidah islam. Karena itu,
secara sruktual akhlak dapat diartikan sebagai perilakun yang
telah berkonotasi baik. Akan tetapi dalam realita sehari hari
terdapat akhlak yang baik ( akhlaq al karimah) dan buruk
(akhlak al mazmumah). Akhlak yang baik adalah perilaku yang
sesuai dengan norma ajaran islam, sedangkan akhlak yang
buruk adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma ajaran
islam
Standar normatif dalam ajaran islam adalh al-quran dan hadist,
karena itu akhlak yang baik adalah akhlak yang sesuai dengan
tuntunan Al- Quran dan contoh Rosulullah. Rasulullah adalah
pribadi ideal yang dimuliakan Allah dan sangat pantas bahkan
harus kita tauladan.
Kajian tentang akhlak berkaitan dengan tata cara hubungan
yang baik antara manusia dengan Allah, manusia dengan
manusia lain / jin, dan manusia dengan alam semesra /
makhluk lain.

B. HUBUNGAN AKHLAK KEPADA ALLAH


Akhlak kepada Allah dilakukan dengan cara berhubungan
dengan Allah melalui media media yang telah disediakan
Allah, yaitu ibadah yang langsung kepada Allah seperti sholat,
puasa dan haji. Pelaksanaan ibadah- ibadah itu secara benar
menurut ketentuan syariat serta dilakukan dengan ikhlas
mengharap ridho allah Saw, merupakan akhlak yang baik
terhadap-Nya.
Berakhlak kepada Allah diajarkan pula oleh Rasul dengan
bertahmid, takbir, tasbih, dan tahlil. Takmid adalah membaca
hamdallah yang merupakan tanda terimakasih kepada Allah
atas nikmat yang telah diberikan-Nya. Takbir adalah mengucap
Allahu Akbar yang merupakan ungkapan pengakuan akan
kemahabesaran Allah yang tiada taranya. Tasbih adalah
menbaca subhanallah sebagai ungkapan kekaguman atas
kekuasaan Allah yang tak terbatas yang ditampakkan dalam
seluruh ciptaan-Nya. Tahlil adalah membaca la ilaaha illa llahu
yaitu suatu ungkapan pengakuan dan janji seorang muslim
yang hanya mengakui Allah sebagai sutu- satunya Tuhan.
Berakhlak terhadap Allah diungkapkan pula melalui berdoa.
Berdoa merupakan bukti ketakberdayaan manusia dihadapan
Allah, karena itu orang yang tidak pernah berdoa dipandang
sebagai oran yang sombong.
C. HUBUNGAN AKHLAK KEPADA MAKHLUK
Akhlak terhadap manusia dapat dirinci menjadi:
1.
Akhlak terhadap rasulullah (Nabi Muhammad), antara
lain:
a.
Mencintai rasulullah secara tulus dengan mengikuti
semua sunnahnya.
b.
Menjadikan Rasulullah sebagai idola, suri teladan dalam
hidup dan
kehidupan.

c.
Menjadikan apa yang disuruh-Nya, tidak melakukan apa
yang dilarangNya.
2.

Akhlak terhadap orang tua (Birrul Walidain), antara lain:

a.

Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya.

b.
Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan
kasih sayang.
c.
Berkomunikasi dengan orang tua dengan khidmat,
mempergunakan katakata lemah lembut.
d.
Berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya,
dengan mengikuti
nasihat baiknya, tidak menyinggung perasaan dan
menyakiti hatinya,
membuat ibu bapak ridho.
e.
Mendoakan keselamatan dan keampunan bagi mereka
kendatipun seorang
atau kedua-duanya telah meninggal dunia.
3.

Akhlak terhadap diri sendiri antara lain:

a.

Memelihara kesucian diri.

b.

Menutup aurat

c.
Jujur dalam perkataan dan berbuat ikhlas dan rendah
hati.
d.

Malu melakaukan perbuatan jahat

e.

Menjauhi dengki dan dendam.

f.

Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain

g.

Menjauhi dari segala perkataan dan perbuatan sia-sia.

4.

Akhlak terhadap keluarga karib kerabat antara lain:

a.
Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam
kehidupan keluarga
b.

Saling menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak

c.

Berbakti kepada ibu bapak

d.

Mendidik anak-anak dengan kasih sayang

e.
Memelihara hubungan silaturahmi dan melanjutkan
silaturahmi yang dibina orang tua yang telah meninggal dunia.
5.

Akhlak terhadap tetangga, antara lain :

a.

Saling mengunjungi

b.

Saling bantu diwaktu senang lebih-lebih tatkala susah

c.

Saling beri memberi, saling hormat menghormati

d.

Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan

6.

Akhlak terhadap masyarakat, antara lain :

a.

Memuliakan tamu

b.
Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat
bersangkutan
c.

Saling menolong dalam melakukan kebajikan dan taqwa

d.
Memberi makanan fakir miskin dan berusaha
melapangkan hidup dan
kehidupan
e.

Bermusyawarah dalam segala urusan

f.

Memtaati keputusan yang telah diambil

g.

Menepati janji

D. AKHLAK TERHADAP ALAM SEMESTA


Manusia merupakan bagian dari alam dan lingkungan, karena
itu umat islam diperintahkan untuk menjalin hubungan yang
baik dengan lingkungan hidupnya. Sebagai makhluk yang
ditugaskan sebagai kholifatullah fil ardh, manusia dituntut
untuk memelihara dan menjaga lingkungan alam. Karena itu,
berakhlak terhadap alam sangat dianjurkan dalam ajaran islam.
Beberapa prilaku yang menggambarkan akhlak yang baik
terhadap alam antara lain, memelihara dan menjaga alam agar
tetap bersih dan sehat, menghindari pekerjaan yang
menimbulkan kerusakan alam.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang
daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan
gampang tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
2.
Didalam islam pengertian akhlak adalah sistem nilai yang
mengatur pola sikap dan tindakan manusia diatas bumi yang
didasarkan kepada Al-Quran dan al-Hadist.
3.

Ruang lingkup akhlak ada 3 yaitu:

a.

Akhlak kepada ALLAH

b.

Akhlak kepada Makhluk dirinci menjadi 6 yaitu :


i.
ii.

Akhlak terhadap Rasulullah


Akhlak terhadap Orangtua

iii.

Akhlak terhadap Diri sendiri

iv.

Akhlak terhadap Keluarga

v.

Akhlak terhadap Tetangga

vi.
c.

Akhlak terhadap Masyarakat

Akhlak kepada alam semesta

B. DAFTAR PUSTAKA
1.
Hamami, tasman. 2005. Akhlak Tasawuf. Yogyakarta:
Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.
2.
Pendidikan Agama Islam. Didownload, tanggal 30/09/2014
Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/agama_islam/bab5akhlak.pdf
3.
Akhlak Bab X. Didownload, tanggal 29/09/2014. Sumber:
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_ARAB/195
604201983011-SOFYAN_SAURI/BUKU_PAI_REVISI/BAB_X.pdf