Vous êtes sur la page 1sur 2

ABSTRAK

Toilet training dapat menjadi awal terbentuknya kemandirian anak secara nyata
sebab anak sudah bisa untuk melakukan hal-hal yang kecil seperti buang air kecil
dan buang air besar. Umumnya pengajaran toilet training yang dilakukan oleh
orang tua yaitu 31% orang tua mulai mengajarkarkan pada usia anak 18-22 bulan,
27% mulai di usia 23-27 bulan, dan 16% di usia 28-32 bulan dan 22% di usia 32
bulan ke atas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Tujuan penelitian memperoleh gambaran tentang
hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan toilet training pada anak usia
toddler di Desa Cintakarya Kecamatan Samarang Kabupaten Garut. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia toddler (1-3
Tahun). Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non
probability purposive sampling dengan jumlah sampel 97 orang.
Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari sebagian ibu (55,7%)
berpengetahuan kurang baik tentang toilet training, lebih dari sebagian ibu
(58,8%) tidak menerapkan toilet training pada anak usia toddler. Terdapat
hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan penerapan toilet
training pada anak usia toddler di Desa Cintakarya Kecamatan Samarang
Kabupaten Garut.
Mengingat terdapat beberapa temuan dalam penelitian serta keterbatasan dalam
penelitian ini, maka diharapkan dimasa yang akan datang dapat meneliti variabel
lain yang terkait tentang toilet training seperti tingkat pendidikan ibu yang
mempengaruhi pelaksanaan toilet training pada anak usia toddler.
Kata kunci

: toilet training, pengetahuan, toddler

Sumber

: 17 buku, 6 sumber lain.

ABSTRACT

Toilet training can be the beginning of the formation of a real child's


independence because the child is able to do little things like urination and
defecation. Generally teaching toilet training is conducted by parents that 31% of
parents began mengajarkarkan at age 18-22 months, 27% began at the age of 2327 months, and 16% at age 28-32 months and 22% at age.
The method used is descriptive correlation with cross-sectional method. The
purpose of the research gain an overview of the relationship with the level of
knowledge of the application of toilet training toddler age children in the Desa
Cintakarya Kecamatan Samarang Kabupaten Garut. The population in this study
were all mothers with children aged Toddler (1-3 years). Engineering samples
used in this study was a non-probability purposive sampling with a sample of 97
people.
The results showed that more than most mothers (55.7%) are less well
knowledgeable about toilet training, more than most mothers (58.8%) do not
apply toilet training to toddler age children. There is a significant relationship
between the level of knowledge with the application of toilet training to the
toddler age children in the Desa Cintakarya Kecamatan Samarang Kabupaten
Garut.
Considering there are several findings in the study as well as limitations in this
study, it is expected that in the future may research other relevant variables about
toilet training as the mother's education level affects the implementation of toilet
training of toddler age children.
Key words

: toilet training, knowledge, toddler

Resources

: 17th of book and 6th other sources