Vous êtes sur la page 1sur 4

ASAS ASAS

DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

1. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat
penting dalam pendidikan. Tanpa kurikulum, proses pendidikan
tidak akan berjalan mulus. Kurikulum diperlukan sebagai salah
satu

komponen

untuk

menentukan

tercapainya

tujuan

pendidikan. Di dalam kurikulum terangkum berbagai kegiatan


dan pola pengajaran yang dapat menentukan arah proses
pembelajaran.

Itulah

sebabnya,

menelaah

dan

mengkaji

kurikulum merupakan suatu kewajiban bagi guru1.


Berbagai pendapat mengenai kurikulum telah dikemukakan
oleh para ahli pendidikan. Dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang
SNP dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dalam arti luas kurikulum dapat diartikan sesuatu yang
dapat mempengaruhi siswa , baik dalam lingkungan sekolah
maupun

luar

sekolah.

Namun,

direncanakan agar pengaruhnya

kurikulum

terhadap

siswa

haruslah
benar-benar

dapat diamati dan diukur hasilnya. Adapun hasilhasil belajar


tersebut

haruslah

diinginkan,

sejalan

sesuai

dengan

dengan

tujuan

nilai-nilai

pendidikan

yang

dianut

yang
oleh

masyarakat, relevan dengan kebutuhan sosial ekonomi dan sosial


budaya masyarakat, sesuai dengan tuntutan minat, kebutuhan
dan kemampuan para siswa sendiri, serta sejalan dengan dengan
proses belajar para siswa yang menempuh kegiatan-kegiatan
kurikulum.
b. Rumusan Masalah.
Sebagaimana diatas dapat dietahui bahwa rumusan dalam
makalh ini yaitu sebagai berikut :
1 Tim Pengembang ilmu pendidikan FIP-UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan .
( Bandung, IMTIMA: 2007) Hlm. 133

1. Bagiamna Pengertian Kurikulum ?


2. Bagaimna Asas - asas pengabangan kurikulum ?
2. Pembahasan.
a. Pengertian Kurikulum .
Kata kurikulum muncul pertama pada kamus Webster pada
tahun 1856, yang digunakan dalam bidang olahraga, yang
berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta mulai
awal sampai akhir atau mulai star sampai finish. Kemudian pada
tahun 1955 kata kurikulum muncul dalam kamus tersebut,
khusus

digunakan

dalam

bidang

pendidikan

yang

artinya

sejumlah mata pelajaran disekolah atau mata kuliah diperguruan


tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tingkat
tertentu.
Di Indonesia sendiri kurikulum baru populer sejak tahun
50-an yang

dipopulerkan

oleh mereka yang memperoleh

pendidikan di amerika serikat. Beberapa definisi kurikulum


menurut beberapa ahli kurikulum:
1. Menurut Edward A. Krug mengatakan bahwa kurikulum
adalah

cara-cara dan usaha untuk mencapai tujuan

persekolahan.
2. Menurut Al- Nahlawi bahwa kurikulum adalah rencana
sekolah yang berisi pokok-pokok pembelajaran, tujuan,
tingkatan dan apa yang diberikan setiapa tahun ajaran,
yang

dijelaskan

pokok-pokok

bahasan

yang

akan

disampaikan pada tingkatan atau kelas tertentu dengan


melihat tingkat usia anak didik serta berisi tentang
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan anak didik pada
tiap pokok bahasan dalam suatu materi pelajaran.\
3. Sedangkan menurut Alice Miel kurikulum juga meliputi
keadaan

gedung,

keyakinan,
melayani

suasana

pengetahuan
dan

masyarakat,

dilayani

para

sekolah,

dan

sikap

sekolah,

pendidik

dan

yakni

keinginan,
orang-orang
anak

personalia.

didik
Jadi

kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh

yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di


sekolah
b. Asas asas pengembangan kurikulum.
1. Asas Fisiologis.
Asas filosofis ini berhubungan dengan filsafat dan
tujuan pendidikan filsafat dan tujuan pendidikan berkenaan
dengan sistem nilai dalam pendidikan terutama berkenaan
dengan arti kehidupan. Dimana pandangan ini lahir dari
kajian suatu masalah, norma norma agama dan sosial
budaya yang dianut oleh masyarakat.
Dalam pengembangan kurikulum, filsafat menjawab
hal-hal yang mendasar bagi pengembangan kurikulum
yaitu

Mau dibawa ke arah mana peserta didik ?,

Masyarakat yang bagaimana yang akan dikembagkan


melalui pendidikan tersebut ?, apa hakikat pengetahuan
yang akan diberikan kepada peserta didik ?, Norma atau
sistem yang bagaimana yang harus ditrensformasikan
kepad peserta didik sebagai generasi penerus ?, dan juga
bagaimana proses pendidikan harus dijalankan ?
Sedemikian

mendasarnya

pertanyaan-pertanyaan

yang harus dijawab oleh filsafat. Dengan kdudukannya


yang sangat mendasar filsafat memiliki 4 fungsi yaitu :
a. Filsafat dapat menentukan arah dan tujuan
pendidikan
b. Filsafat dapat Menentukan isi atau materi
pelajaran yang harus dipelajari
c. Filsafat dapat menentukan strategi atau cara
pencapaian tujuan
d. Filsafat
dapat
menentukan

tolak

ukur

keberhasilan proses pendidikan.


Oleh karena itu kurikulum senantiasa bertalian erat
dengan filsafat pendidikan dimana filsafasat pendidikan
mengandung nilai nilai atau cita cita masyarakat2 .
2

2. Asas Sosiologis.
Asas sosiologis adalah