Vous êtes sur la page 1sur 4

| IP: 202.81.61.

46

| Buletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Firqah |
Fiqih | Tsaqofah | Sastra |
| Pustaka Sofwa | Kajian | Kaset | Kegiatan | Konsultasi | Materi KIT | Ekonomi Islam | Analisa |
Menu Utama
Home
Kontributor
Tentang Kami
Buku Tamu
Produk Kami
Kirim Artikel /

Berita
Formulir
Jadwal Shalat
Kontak Kami
Jadwal Kajian
Harian
Hari ini Kajian Ba'da
Magrib di Masjid AlSofwa
Materi :
Aqidah
Penceramah :
Ust.Abu Bakar M
Altway Lc
Kajian Islam
Al-Qur'an Sebagai
Pedoman Hidup
Penyimpangan
Kaum Wanita
Bekal Seorang Da'i
Pedoman Wanita
Muslimah

Artikel Tokoh Islam :


Hafshoh binti 'mar radhiallaahu 'anha
Jumat, 04 Juni 04
Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang
shahabat agung yang melalui perantara beliau-lah Islam
memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang masih
muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani.
Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia
bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy
yang pernah berhijrah dua kali, ikut dalam perang Badar dan
perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri hijrah
karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau
meninggalkan seorang janda yang masih muda dan bertaqwa
yakni Hafshoh yang ketika itu masih berumur 18 tahun.
Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan
putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau
masih merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang
dia adalah seorang muhajir dan mujahid. Beliau mulai
merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya
dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar
berkesimpulan untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga
dia dapat bergaul dengannya dan agar kebahagiaan yang telah
hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih
enam bulan dapat kembali.
Akhirnya pilihan Umar jatuh pada Abu Bakar Ash Shidiq
radhiallaahu 'anhu orang yang paling dicintai Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat
tenggang rasa dan kelembutannya dapat diharapkan

Statistik Situs
Selasa,27-7-2004 -11:2:57
Hits ...: 583363
Online : 17 users
Pencarian
cari di
search

Iklan

Liputan Kegiatan !
Beasiswa Untuk
Seorang Hamzah
Ibnu Sabilillah
Diklat Islam Untuk
Umum Di Ponpes.
Al-Ukhuwah, Solo
Diklat SMU Di
Pemalang
Jajak Pendapat

Nama Islami
(puteri)
Yumna
Yusriyyah (puteri)
(puteri)
Yusra
Pustaka Sofwa
Fatwa-Fatwa Untuk
Anak Muslim
Kuburan Dikunjung
Dan Di Sanjung
Segera Terbit !
Sebab Mekarmu
Hanya Sekali
Banner
// // //

membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya yakni


bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar
menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta
ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan
ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan.
Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau
memperistri putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu
Bakar mau menerima seorang yang masih muda dan bertaqwa,
putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah penyebab
untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak
menjawab apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa
kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya
(dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia melangkahkan
kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu
istri beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat
karena sakit yang dideritanya.

Rubrik apa yang


paling anda sukai di
situs ini ?
Buletin
Ekonomi
Fatwa
Fiqih
Firaq
Kajian
Khutbah
Kisah

Konsultasi
Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan
menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab:
Nama Islami
"Aku belum ingin menikah saat ini". Semakin bertambahlah
Quran
kesedihan Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak
oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu dengan
Tarikh
salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka
Tokoh
berdua adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang
faham betul tentang kedudukannya. Kemudian beliau
Pilih
menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan
mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman.
Hasil Jajak Pendapat
Maka tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam
seraya berkata:
Mutiara Hikmah
"Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu
Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita
yang lebih baik daripada Hafshoh (yaitu putri beliau Ummu
Kultsum radhiallaahu 'anha-red)"
Wajah Umar bin Khaththab berseri-seri karena kemuliaan yang
agung ini yang mana belum pernah terlintas dalam anganangannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan
segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap
orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang
pertama kali beliau temui. Maka tatkala Abu Bakar melihat
Umar dalam keadaan gembira dan suka cita maka beliau
mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada
Umar sambil berkata "janganlah engkau marah kepadaku wahai
Umar karena aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja aku

Maklumat !
Pembukaan
Pendaftaran MAIS
Telah Terbit Bundel
Buletin 1424 H
Komentar Imam AlMasjid Al-Haram
Makkah Syaikh Dr.

tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa


sallam; seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku
akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan
indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan
Hafshoh binti Umar pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah.
Begitu pula barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan
Ummu Kultsum binti Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam
pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga.
Begitulah, Hafshoh bergabung dengan istri-istri Rasulullah dan
Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga
Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah.
Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati Aisyah karena
dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau
senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti
pesan bapaknya (Umar) yang berkata: "Betapa kerdilnya engkau
bila dibanding dengan Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini
apabila dibandingkan dengan ayahnya".
Hafshoh dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah
ayat :"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka
sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima
kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan
Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan
(begitu pula) Jibril" (Q.S. at-Tahrim: 4).
Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam
telah mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap
menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah
yang dibawa oleh Jibril 'alaihissalam yang mana dia berkata:
"Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan
dia adalah istrimu di surga".
Hafshoh pernah merasa bersalah karena menyebabkan
kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan
rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian
Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis
sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang
mulia menghadap ar-Rafiiq al-A'la dan Khalifah dipegang oleh
Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshoh- lah yang dipercaya
diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya,
untuk menjaga mushaf Al-Qur'an yang pertama.
Hafshoh radhiallaahu 'anha mengisi hidupnya sebagai seorang

Su'ud ibn Ibrahim


Al-Syuraim

ahli ibadah dan ta'at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat,
satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan
dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama
yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus
dan 'aqidahnya yang utuh.
Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin
merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu'lu'ah
seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka
Hafshoh adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau
tinggalkan.
Hafshoh wafat pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan
radhiallaahu 'anhu setelah memberikan wasiat kepada
saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang
diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu 'anhu. Semoga Allah
meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur'an alKarim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai
Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan
shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa sallam di surga.
Hit : 1 | Index Tokoh Islam | kirim ke teman | Versi cetak |
|
|
|
|
| Pasca
Shahabat Tabi'in TabiutTabi'in
Kontemporer
Abad 3 H |
|
|
|
|
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info @alsofwah.or.id | website:
www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat tidak untuk komersil.