Vous êtes sur la page 1sur 18

ALAT UKUR LISTRIK

Alat ukur listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran
listrik, yaitu hambatan listrik, kuat arus listrik dan tegangan listrik.
Alat ukur listrik terdiri dari dua jenis, yaitu analog dan digital.

Gambar 1. Alat Ukur Listrik Analog


Digital

Gambar 2. Alat Ukur Listrik

Alat ukur listrik analog dalam menampilkan hasil pengukuran ditunjukkan


dengan pergerakan jarum pada papan skala alat ukur, sedangkan
Alat ukur listrik digital dalam menampilkan hasil pengukuran ditunjukkan
dengan tampilan angka pada layar alat ukur.
Alat ukur listrik analog biasanya membutuhkan kalibrasi nol sebelum
digunakan, maksudnya posisi jarum harus diatur tepat pada posisi nol sebelum
digunakan, kalibrasi ini biasanya dilakukan dengan memutar sakelar yang ada di
sebelah kiri bagian depan alat ukur atau dengan memutar dengan obeng min
sakelar yang ada di bagian tengah bawah skala alat ukur, alat ukur listrik analog
juga biasanya mempunyai berbagai ukuran skala yang ada pada papan skala alat
ukur, sedangkan pada alat ukur listrik digital tidak memerlukan kalibrasi dan
tidak ada berbagai macam skala di layarnya karena hasil pengukuran akan
ditunjukkan langsung oleh layar dalam bentuk angka.
Macam-macam Alat Ukur Listrik :
1. Alat Ukur Hambatan Listrik (Ohmmeter)

Gambar 3. Ohmmeter

Ohmmeter berfungsi sebagai alat untuk mengukur nilai hambatan suatu


penghantar dan komponen resistor, ohmmeter dapat mengukur nilai
hambatan suatu penghantar dan komponen resistor dari satuan ohm sampai
satuan Mega ohm.
Cara membaca Ohmmeter untuk mengukur suatu resistor adalah sebagai
berikut :
Contoh :

Hasil pengukuran resistor dengan ohmmeter adalah :

Hasil pengukuran = 30 x 150 = 4500 Ohm = 4,5 kilo Ohm.


2. Alat Ukur Kuat Arus Listrik (Amperemeter)

Gambar 4. Amperemeter

Amperemeter digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang mengalir


pada suatu penghantar atau kuat arus listrik yang mengalir pada suatu
hambatan listrik, besarnya kuat arus listrik yang dapat diukur oleh
Amperemeter mulai dari satuan mikro Ampere sampai satuan Ampere.
Untuk mengukur kuat arus listrik maka Amperemeter dipasang seri dengan
hambatan yang akan diukur kuat arus listriknya.
Cara membaca Amperemeter untuk mengukur kuat arus listrik adalah
sebagai berikut :
Contoh :

Hasil pengukuran kuat arus listrik adalah :

Hasil pengukuran = (100 mA / 80) x 40 = 50 mA.

3. Alat Ukur Tegangan Listrik (Voltmeter)

Gambar 5. Voltmeter

Voltmeter digunakan untuk mengukur besarnya tegangan listrik pada


suatu hambatan listrik, besarnya tegangan listrik yang dapat diukur oleh
Voltmeter mulai dari satuan mili Volt sampai satuan Volt. Untuk mengukur
tegangan listrik maka Voltmeter dipasang paralel dengan hambatan yang
akan diukur tegangan listriknya.
Cara membaca Voltmeter untuk mengukur tegangan listrik adalah sebagai
berikut :
Contoh :

Hasil pengukuran tegangan listrik adalah :

Hasil pengukuran = (250 / 50) x 25 = 125 Volt.

Posisi Amperemeter dan Voltmeter untuk mengukur kuat arus listrik dan
tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik dapat dilihat pada gambar di bawah
ini :

Keterangan :
V = Voltmeter
A = Amperemeter
Hambatan Tambahan (shunt) pada Amperemeter dan Voltmeter :
Hambatan Tambahan pada Amperemeter dan Voltmeter berfungsi untuk
menambah kapasitas alat ukur tersebut, misalnya, kemampuan suatu Amperemeter
untuk mengukur kuat arus listrik maksimal 100 miliAmpere, maka dengan
menambah hambatan tambahan kemampuan ukurnya dapat menjadi 1 Ampere.
Begitu juga dengan Voltmeter, jika kemampuan awal Voltmeter mengukur
tegangan listrik maksimal 250 Volt, maka dengan menambah hambatan tambahan
dapat menjadi 1000 Volt.
Hambatan tambahan pada Amperemeter dapat digambarkan sebagai berikut :

Keterangan :
Rsh = Hambatan Tambahan (shunt) (Ohm)
RA = Hambatan Dalam Amperemeter (Ohm)
n = Faktor Kelipatan
Contoh Soal 1:
Sebuah amperemeter dengan hambatan dalam RA = 50 Ohm mempunyai batas
ukur maksimum 1 mA. Berapakah besarnya hambatan paralel (shunt) yang harus
dipasang agar amperemeter ini mempunyai batas ukur maksimum 1 A ?
Jawaban :
Batas ukur maksimum yang lama IA = 1 mA = 0,001 A dan batas ukur maksimum
yang baru I = 1 A. sesuai dengan persamaan di atas :
n = I max baru/I max lama = 1/0,001 = 1000
Besarnya hambatan shunt yang harus dipasang ditentukan dengan persamaan di
atas juga, yaitu :

Rsh = RA/(n-1) = 50/(1000-1) = 0,05 Ohm.

Untuk Hambatan tambahan pada Voltmeter dapat digambarkan sebagai berikut


:

Keterangan :
Rd = Hambatan Depan (Ohm)
Rv = Hambatan Dalam Voltmeter (Ohm)
Contoh Soal 2:
Sebuah voltmeter dengan hambatan dalam Rv = 10 kilo Ohm mempunyai batas
ukur maksimum 50 V. Berapakah besarnya hambatan depan Rd yang harus
dipasang agar voltmeter ini mempunyai batas ukur maksimum 500 Volt ?
Jawaban :
Batas ukur maksimum yang lama 50 V dan batas ukur maksimum yang baru 500
V.
n = V max baru/V max lama = 500/50 = 10
Besarnya hambatan depan yang harus dipasang adalah :
Rd = (n-1)Rv = (10 - 1) x 10 kilo Ohm = 90 kilo Ohm.
CONTOH SOAL 1
Berapakah besarnya muatan listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut pada
setiap menitnya, jika kuat arus pada rangkaian listrik tersebut sebesar 300 mA
Jawab:
Diketahui I = 300 mA = 300 x 0,001A = 0,3A
t = 1 menit = 60s
ditanyakan: Q (muatan listrik yang mengalir)..?
Penyelesaian:
I = Q/t
Q = Ixt
= 0,3A x 60s
=18 As = 18 C
Jadi muatan listrik yang mengalir yaitu sebesar 18 C

CONTOH SOAL 2
Apabila suatu konduktor dilewati muatan listrik sebesar 3,6 C dalam waktu 2
menit, maka tentukanlah:
a. Kuat arus listrik (I)...?
b. Rapat arus, A = 0,2 x 10-6 m2

a.
b.
a.

b.

Jawab:
Diketahui Q = 3,6 C
t = 2 menit = 120 s
A = 0,2 x 10-6 m2
ditanyakan;
I = ......?
J = .......?
Penyelesaian:
I = Q/t
= 3,6/ 120
= 30 mA
Sehingga kuat arus listriknya yaitu 30 mA
J = I/A
= 0,03A/ 0,2 x 10-6 m2
= 15 x 104 A/m2
CONTOH SOAL 3
Jika kawat yang panjangnya 5 m dan luas penampang kawat 0,0004 m2. Hambatan
jenis kawat 1,5 x 10-4 ohmm. Berapakah hambatan kawat tersebut?
Jawab:
R = hambatan kawat x ( l/A)
= 1,5 x 10-4 ohmm x (5 m/0,0004 m2)
= 1,875 ohm
CONTOH SOAL 4
Jika kuat arus listrik melewati penghantar sebesar 10 A, Jumlah elektron yang
mengalir di suatu penghantar tersebut sebanyak 5 x 102 C. Berapa lama terjadi
aliran listrik tersebut?
Jawab:
I = delta Q/delta t
10 A = 5 x 102 C/ delta T
delta t = 5 x 102 C/10 A
delta t = 50 s

Rumus Gaya Lorentz dan Cara Menentukan Arahnya

Lorentz adalah nama dari sebuah gaya dalam fisika modern yang diambil dari
nama belakang seorang ahli fisika kelahiran Arnhem Belanda bernama Hendrik
Anton Lorentz. Jagoan fisika asal negeri kincir angin ini meneliti tentang interaksi
sebuah penghantar berarus yang diletakkan di dalam sebuah medan magnet. Al
hasil ia berhasil menemukan sebuah gaya yang kemudian disebut dengan gaya
lorentz. Gaya inilah yang kemudian banyak bermanfaat untuk menggerakkan
motor listrik untuk berbagai keperluan seperti kipas angin, blender, dan
sebagainya.
Apa itu Gaya Lorentz?
Jika ada sebuah penghantar yang dialiri arus listrik dan penghantar tersebut berada
dalam medan magnetik maka akan timbul gaya yang disebut dengan nama gaya
magnetik atau dikenal juga nama gaya lorentz. Perlu sobat ingat adalah arah dari
gaya lorentz selalu tegak lurus dengan arah kuat arus listrik (l) dan induksi
magnetik yang ada (B). Jadi kalau dibayangkan mirip dengan ruangan tiga
dimensi dengan tiga sumbu masing-masing arus listrik, medan magnet, dan arah
gaya lorentz.
Gaya Lorentz pada Kawat Berarus Listrik
Apabila kawat penghatar dengan pangjang l yang dialiri arus listrik sebesar I,
kemudian kawat tersebut diletakkan pada daerah yang dipengaruhi medan magnet
B, maka kawat tersebut akan mengalami gaya Lorentz yang besarnya dipengaruhi
oleh besar medan magnet, kuat arus dan sudut yang dibentuk oleh medan magnet
dan arus listrik. Gaya Lorentz dirumuskan:
Florentz = B I l sin
B = kuat medan magnet (Tesla)
I = kuat arus yang mengalir pada kawat (ampere)
l = panjang kawat (meter)
= sudut yang dibentuk oleh B dan I
Arah Gaya Lorentz
Dalam berbagai aplikasi soal fisika sering sekali menanyakan arah dari gaya
lorentz. Untuk menentukan arah gaya lorentz sobat bisa menggunakan dua
alternatif cara / kaidah yaitu kaidah tangan kanan atau kaidah pemutaran sekrup.
Kaidah Tangan Kanan

Ibu Jari = arah arus listrik


Jari Telunjuk = arah medan magnet
Jari Tengah = arah gaya lorentz
Kaidah Pemutara Sekrup

Jika sekrup diputar dari I ke B searah dengan arah jarum jam maka arah gaya
lorentz ke bawah. Sebaliknya, jika diputar dari I ke B dengan arah berlawanan
arah jarum jam maka akan mengahasilkan gaya lorentz ke arah atas.
Gaya Lorentz pad Kawat Sejajar yang Berarus Listrik
Jika ada dua buah kawat lurus berarus listrik yang diletakkan sejajar berdekatan
pada sebuah medan magnet akan mengalami gaya Lorentz berupa gaya tarik
menarik apabila arus listrik pada kedua kawat tersebut searah dan gaya tolak
menolak apabila arus listrik pada kedua kawat tersebut berlawanan arah. Simak
ilustrasi berikut:

Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak di antara dua kawat sejajar yang
berarus listrik dan terpisah sejauh a dapat ditentukan dengan menggunakan rumus

F1 = F2 = F = gaya tarika menarik atau tolak menolak (Newton)


o = permeabilitas vakum (4 . 10-7 Wb/Am)
I1 = kuat arus pada kawat A
I2 = kuat arus pada kawat B
l = panjang kawat penghantar
a = jarak kedua kawat
Gaya Lorentz pada Muatan Bergerak dalam Medan Magnet
Gaya lorentz ternyata tidak hanya dialami oleh kawat tetapi juga muatan listrik
yang bergerak. Apabila mutan listrik q bergerak dengan kecepatan v di dalam
sebuah medan magnet B, maka muatan listrik tersebut akan mengalami gaya
Lorentz yang bersarnya dirumuskan
Fl = q . v . B sin
q = muatan listrik (Coloumb)
v = kecepatan gerak muatan (m/s)
B = kuat medan magnet (T)
= sudut yang dibentuk oleh v dan B

Arah gaya lorentz yang dialami partikel bermuatan q yang bergerak dalam sebuah
medan magnet adalah tegak lurus dengan arah kuat medan magnet dan arah
kecepatan benda bermuatan tersebut. Untuk menentukan arahnya sobat perlu
perhatikan hal berikut
a. Bila muatan q positif, maka arah v searah dengan I
b. Bila muatan q negatif, maka arah v berlawanan dengan I
Jika besarnya susut antara v dan B adalah 90 (v tegak lurus dengan B) maka
lintasan partikel bermuatan listrik akan berupa lingkaran, sehingga partikel akan
mengalamai gaya sentripetal yang besarnya sama dengan gaya Lorentz.
Dirumuskan:

FL
q.v.B sin 90
R

= Fs
= m v2/R
= mv/qB

R = jari-jari lintasan partikel (m)


m = massa partikel (kg)
v = kecepatan partikel (m/s)
B = kuat medan magnet (T)
Contoh Soal Gaya Lorentz
1. Jika ada sebuah kawat yang dialiri arus listrik dengan arah ke Barat diletakkan
dalam medan magnet yang arahnya ke atas, Gaya Lorentz yang dihasilkan akan
mengalir ke?
a. ke atas
b. ke bawah

c. ke timur
d. ke utara

d. ke selatan

Jawaban :
Coba sobat gunakan tangan kanan. arahkan ujung jempol (I) ke arah barat.
Kemudian, arahkan ujung telunjuk (B) ke arah atas. Amati sekarang arah jari
tengah yang merupakan arah dari gaya lorentz. Jika sobat melalukannya dengan
cermat maka jari tengah akan menunjuk ke arah utara. (Jawaban d)
2. Perhatikan gambar di bawah ini. Sebuah kawat yang panjangnya 4 m dialiri
arus listrik sebesar 25 A. Kawat tersebut berada dalam pengaruh medan magnet
sebesar 0,06 Telsa yang membentuk sudut 30. terhadap kawat. Bersarnya gaya
lorentz yang bekerja pada kawat tersebut adalah?
a.0,5 N
b. 3 N

c.0,6 N
d. 1 N

d.0,75 N

Jawaban:
Diketahui
l = 4m
I = 25 A
B = 0,06 T
= 30o
FL = B I l sin
FL = 0,06 . 25. 4. sin 30
FL = 3 N
Jadi besarnya gaya lorentz yang terjadi adalah 3 N.

3. Dua buah kawat lurus yang sangat panjang diletakkan satu dari yang lain
dengan jarak r. Kedua kawat masing-masing dialiri arus sebesar I yang sama
arahnya. Maka kedua kawat tersebut akan
a. Tolak menolak dengan gaya sebanding dengan r
b. Tolak menolak dengan gaya sebanding dengan r2
c. Tolak menolak dengan gaya sebanding dengan r-1
d. tarik menarik dengan gaya sebanding dengan r-1
e. tarik menarik dengan gaya sebanding dengan r2
Silahkan dicoba ya sobat soal gaya lorentz yang nomor 3.
Manfaat Gaya Lorentz
Salah satu manfaat paling besar dari aplikasi gaya lorentz dalam kehidupan
manusia adalah motor listrik. Ketika motor listrik dialiri arus listrik maka akan
ada arus yang mengalir menuju cincin komutator. Lalu, dengan melalui sikat
karbon arus mengalir ke kumparan. Di dalam motor listrik terdapat magnet yang
menimbulkan medan magnet. Dengan adanya medan magnet dan aliran arus listik
menimbulkan gerakan berputar akibat adanya gaya lorentz. Lebih jauh tentang
prinsip kerja motor listrik akan kita bahas kemudian.
Sumber Arus Listrik
Pada baterai terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Baterai, sebagai
tempat pengubah suatu energi menjadi energi listrik, dikenal sebagai sumber arus
listrik.
Fenomena perubahan suatu jenis energi menjadi energi listrik itulah yang akan
dipelajari pada bab ini

1. Dibawah ini adalah alat-alat penghasil arus listrik.


1. akumulator / aki
2. generator
3. elemen kering / baterai
4. dinamo
Alat yang menghasilkan arus listrik searah adalah:
1. 1, 2 dan 3
2. 1 dan 3

3. 2 dan 4
4. 4
Tutup Jawaban
Jawaban adalah b.
Penghasil arus listrik searah (Direct Current/DC) adalah akumulator/aki
dan elemen kering/baterai. Generator dan dinamo menghasilkan arus
listrik bolak-balik (Alternating Current / AC).
b. Pernyataan mengenai elemen Volta berikut adalah benar, kecuali:
1. Tembaga(Cu) berfungsi sebagai kutub positif (anode).
2. Seng(Zn) berfungsi sebagai kutub negatif (katode).
3. Asam Sulfat(

) berfungsi sebagai elektrolit.

4. Reaksi kimia pada elemen volta menghasilkan gelembung Oksigen


( ).
Tutup Jawaban
Jawaban adalah d.
Reaksi kimia pada elemen volta akan menghasilkan gelembung gas
Hidrogen ( ), bukan Oksigen.
c. Dua baterai masing-masing
dengan hambatan dalam
dihubungkan ke hambatan
. Jika kedua baterai dipasang seri,
berapakah tegangan jepitnya?
Tutup Jawaban
Diketahui :

Ditanya: V ?
Jawab:
Ingat rumus Arus dan Gaya Gerak Listrik jika sumber listrik dipasang seri
adalah :

Sehingga

d. Empat buah baterai sejenis dipasang secara paralel ke hambatan


.
Baterai tersebut masing-masing mempunyai GGL
dan hambatan
dalam
. Berapakah kerugian tegangan nya?
Tutup Jawaban
Diketahui :

Ditanya: E-V ?
Jawab:
Ingat bahwa kerugian tegangan adalah selisih antara GGL dengan
tegangan jepit. Untuk mencari tegangan jepit, cari terlebih dahulu besar
arus yang mengalir. Rumus arus untuk baterai yang dipasang paralel
adalah:

Sehingga

Jadi Kerugian tegangan = 1.5 1.33 = 0.17 V


e. Sebuah sumber tegangan beda potensialnya 24 volt artinya .
1. Sumber tegangan mengeluarkan energi 24 joule untuk mengalirkan
arus listrik 2 ampere
2. Sumber tegangan mengeluarkan energi 48 joule untuk
memindahkan muatan 2 coulomb
3. Sumber tegangan mengeluarkan energi listrik 48 joule selama 2
detik
4. Sumber tegangan berfungsi dengan baik pada tegangan 24 volt
untuk mengalirkan muatan listrik 1 coulomb
Tutup Jawaban
Jawaban adalah b.
Ingat bahwa salah satu rumus tegangan yang berhubungan dengan energi
adalah
. Sehingga jawaban yang benar adalah Sumber

tegangan mengeluarkan energi 48 joule untuk memindahkan muatan 2


coulomb.
nisbi
1.

hanya terlihat (pasti; terukur) kalau dibandingkan dengan yang

lain; dapat begini atau begitu; bergantung kepada orang yang memandang;
tidak mutlak; relatif:
Betapa nisbinya moral itu; cantik itu nisbi, bergantung kepada yang
melihat