Vous êtes sur la page 1sur 1

Tri Setyaningrum

1209045010
Program Studi S1 Teknik Lingkungan

Dosen Pembimbing
I. Dr. Yunianto Setiawan, S.Si, M.Si
II Waryati, S.T., M.T., M.Sc

PREDIKSI LAJU EROSI DAERAH WADUK BENANGA LEMPAKE


SAMARINDA MENGGUNAKAN
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
ABSTRAK
Erosi tanah adalah pengikisan tanah atau bagian tanah yang berpindah atau terangkut ke
tempat lain oleh media alami. Erosi tanah dapat menyebabkan tanah tidak subur,
berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air, tanah yang
berpindah tersebut mengendap di tempat lain seperti sungai, waduk atau danau yang
lebih rendah. Akibatnnya terjadi pendangkalan pada badan air tersebut. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai laju erosi dan faktor-faktor penyebab erosi
yang terjadi di daerah Waduk Benanga Lempake Samarinda. Besarnya erosi yang terjadi
dapat diketahui menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) oleh
Wischmeier dan Smith (1978) yaitu terdiri dari faktor erosivitas hujan, erodibilitas
tanah, panjang dan kemiringan lereng, pengelolaan tanaman dan konservasi tanah. Hasil
dari pengolahan peta keempat faktor tersebut ditumpang susun (overlay) menggunakan
perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga menghasilkan nilai besaran
erosi dan sebaran kelas erosi.
Dari pengolahan data diperoleh nilai erosi yang terjadi di Daerah Waduk Benanga
adalah 6.496,62 ton/ha/tahun. Berdasarkan analisis peta tingkat bahaya erosi, besarnya
erosi yang terdapat di kelas berat 2.104,31 ton/ha/tahun tersebar 0,08% dari luas
keseluruhan, sedangkan, kelas sangat ringan memiliki nilai erosi 153,122 ton/ha/tahun
mendominasi sebaran erosi yang ada di waduk benanga seluas 49,7% dari luas
keseluruhan Waduk Benanga Lempake Samarinda. Besarnya erosi dapat disebabkan
oleh tingginya nilai erosivitas hujan tahunan sebesar 2.001,437 mm untuk periode 10
tahun (2006-2015), nilai erodibilitas tanah yang tinggi yaitu 0,28 hingga 0,45. Untuk
kondisi kelas lereng didominasi oleh kelas kelerengan datar seluas 365,45 Ha dan
penutupan lahan didominasi belukar 194,618 Ha. Luasan tutupan lahan tanah kosong
semakin meningkat dari tahun 1990, 2000 dan 2010. Berdasarkan hasil analisis dan
prediksi erosi tersebut besarnya erosi yang terjadi dapat mengakibatkan pendangkalan
yang terjadi di Waduk Benanga Lempake Samarinda, sehingga air yang masuk akibat
air hujan dan air limpasan dari sub DAS Karang Mumus tidak mampu dibendung oleh
waduk sehingga air meluap dan menyebabkan banjir. Sehingga perlunya dilakukan
perencanaan upaya penanggulangan erosi dengan cara upaya konservasi air dan
konservasi tanah.
Kata Kunci : Erosi Tanah , Waduk, Sistem Informasi Geografis.
5