Vous êtes sur la page 1sur 13

DECANTER (D)

Deskripsi
Tugas

: Memisahkan benzaldehyde dari campuran keluar reaktor yang mengandung


benzaldehyde, cinnamaldehyde, serta NaOH dan katalis 2 HPb-CD terlarut
dalam air

Suhu

: 50 oC (323 K)

Tekanan

: 1 atm

Kondisi

: Isothermal adiabatis

Neraca Massa
Arus masuk decanter berasal dari arus keluar evaporator.
Arus hasil atas decanter mengalir ke tangki akumulasi.
Arus hasil bawah decanter direcycle ke reaktor.
Arus masuk dan keluar decanter ditampilkan dalam tabel berikut.
Komponen
Cinnamaldehyde
Water
NaOH
2 HPb-CD
Benzaldehyde
Total

Output
Top
Bottom
kg/jam
kg/jam
kg/jam
9,5728
7,4572
2,1156
1.489,8707 0,0000 1.489,8707
59,8298
0,0000
59,8298
997,1633
0,0000
997,1633
79,5396
69,1850
10,3546
2.635,9761
2.635,9761
Input

Sifat Fisis Komponen


Beberapa sifat fisis dari komponen-komponen dalam decanter ditampilkan dalam tabel
berikut.
Komponen
Cinnamaldehyde
Water
NaOH
2 HPb-CD
Benzaldehyde

Mr,
kg/kmol
132
18
40
1.375
106

,
kg/m3
1050
1000
2130
1624
1040

225

Lampiran

Light dan Heavy Stream


Prinsip dasar kerja decanter adalah pemisahan berdasarkan perbedaan massa jenis. Dipilih
light stream berupa arus yang memiliki massa jenis lebih ringan dan heavy stream berupa
arus yang memiliki massa jenis lebih berat. Dalam hal ini, light stream adalah campuran
benzaldehyde dan cinnamaldehyde, sedangkan heavy stream adalah air yang mengandung
NaOH, 2 HPb-CD, benzaldehyde, dan cinnamaldehyde terlarut.

Komponen
Benzaldehyde
Cinnamaldehyde
Total

Komponen
Water
NaOH
2 HPb-CD
Benzaldehyde
Cinnamaldehyde
Total

Light Stream
m,
,
kg/jam
kg/m3
69,1850
1.040
7,4572
1.050
76,6422

Fv,
m /jam
0,0665
0,0071
0,0736

Heavy Stream
m,
kg/jam
1.489,8707
59,8298
997,1633
10,3546
2,1156
2.559,3339

Fv,
m /jam
1,4899
0,0281
0,6140
0,0100
0,0020
2,1439

,
kg/m3
1000
2130
1624
1040
1050

Massa jenis masing-masing arus dapat ditentukan sebagai berikut:


=

m
FV

Dengan,

= Massa jenis campuran, kg/m3

m = Laju massa total campuran, kg/jam


Fv = Laju volumetrik total campuran, m3/jam
Untuk light stream:

76,6422 kg/jam
0,0736 m3 /jam

= 1.040,9646 kg/m3

226

Lampiran

Untuk heavy stream:

2.559,3339 kg/jam
2,1439 m3 /jam

= 1.193,7483 kg/m3

Fase Terdispersi
Untuk menentukan fase terdispersi, digunakan persamaan berikut (Walas, 2005).

QL L.H 0,3
(
)r
QH H.L

Dengan,
QL = Volumetric flow rate light stream, m3/jam
QH = Volumetric flow rate heavy stream, m3/jam
L = Densitas light stream, kg/m3
H = Densitas heavy stream, kg/m3
L = Viskositas light stream, Nms/m2
H = Viskositas heavy stream, Nms/m2

Dari perhitungan sebelumnya dan data fisis diperoleh:


QL = 0,0736 m3/jam
QH = 2,1439 m3/jam
L = 1.040,9646 kg/m3
H = 1.193,7483 kg/m3
L = 0,0013 Nms/m2
H = 0,0009 Nms/m2

Sehingga,

0,0736 m3 /jam 1.040,9646 kg/m3 .0,0009 Nms/m2 0,3


=
(
)
2,1439 m3 /jam 1.193,7483 kg/m3 .0,0013 Nms/m2
= 0,0293

Evaluasi nilai ditampilkan dalam tabel berikut (Walas, 2005).

227

Lampiran


<0,3
0,3-0,5
0,5-2,0
2,0-3,3
3,3

Hasil
Light phase always dispersed
Light phase probably dispersed
Phase inversion probable, design for worst case
Heavy phase probably dispersed
Heavy phase always dispersed

Maka, berdasarkan nilai hasil hitungan sebesar 0,0293 (<0,3), dapat disimpulkan bahwa
yang terdispersi adalah light phase.
Fase terdispersi

: Light phase

Fase kontinyu

: Heavy phase

Settling Velocity
Dasar perancangan ukuran decanter adalah kecepatan fase kontinyu harus lebih kecil dari
settling velocity droplet dalam fase terdispersi.
uc < ud
Dengan,
uc

= Kecepatan fase kontinyu

ud = Kecepatan settling fase terdispersi

dd 2g (d-c)
ud =
18c
Dengan,
dd = Diameter droplet, m
c = Densitas fase kontinyu, kg/m3
d = Densitas fase terdispersi, kg/m3
c = Viskositas fase kontinyu, Ns/m2
g

= Percepatan gravitasi, m/s2

Diasumsikan diameter droplet sebesar 15 mikrometer.


dd = 15 x 10-6 m
c = 1.193,7483 kg/m3
d = 1.040,9646 kg/m3
c = 0,0009 Nms/m2
g

= 9,8 m/s2
228

Lampiran

(15 x 10-6 m)2 (9,8 m/s 2 ) (1.040,9646-1.193,7483) kg/m3


18 (0,0009 Nms/m2 )

ud =

= -0,0021 m/s
Tanda negatif menunjukkan bahwa arah kecepatan adalah ke atas (rising).

uc =

Lc
Ai

Ai =

Lc
uc

Dengan,
uc

= Kecepatan fase kontinyu, m/s

Lc = Volumetric flow rate fase kontinyu, m3/s


Ai = Area interface, m2
Nilai uc maksimal adalah sama dengan nilai ud.
ucmaks

= 0,0021 m/s

Lc

= 2,1439 m3/jam
= 0,0006 m3/s

Aimin =

Lc
ucmaks

0,0006 m3 /s
0,0021 m/s

= 0,2829 m2

Ai = wl
w

= 2(2rz-z2)1/2

229

Lampiran

Dengan,
w

= Kedalaman interface, m

= Ketinggian interface dari dasar vessel, m

= Panjang silinder, m

= Jari-jari silinder, m

Untuk menghitung nilai w, l, z, dan r, digunakan metode trial and error.


Diambil perbandingan L/D = 2.
Hasil trial ditampilkan dalam tabel berikut.
D
0,3988

r
0,1994

l
0,7976

w
0,3547

ztrial
0,2906

wtrial
0,3547

ltrial
0,7976

Sehingga diperoleh:
Diameter decanter

= 0,3988 m
= 15,7008 in

Panjang decanter

= 0,7976 m

Kedalaman interface

= 0,3547 m

Ketinggian interface

= 0,2906 m

Waktu Tinggal
=

z
ud

Dengan,

= Waktu tinggal dalam decanter, detik

= Ketinggian interface dari dasar vessel, m

ud = Kecepatan settling fase terdispersi, m/s

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh:


z

= 0,2906 m

ud = 0,0021 m/s

Sehingga,

230

Lampiran

(0,2906 m)
(0,0021 m/s)

= 138,0316 detik
= 2,3005 menit
Hasil tersebut memenuhi syarat waktu tinggal yang baik dalam decanter, yaitu antara 2
sampai 5 menit.

Cek Bilangan Reynold

Re =

uD

Dengan,
Re = Bilangan Reynold

= Densitas fase kontinyu, kg/m3

= Kecepatan fase kontinyu, m/s

= Diameter decanter, m

= Viskositas fase kontinyu, Ns/m2

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh:

= 1.193,7483 kg/m3

= 0,0021 m/s

= 0,3988 m

= 0,0009 Ns/m2

Sehingga,

Re =

(1.193,7483 kg/m3 )(0,0021 m/s)(0,3988 m)


(0,0009 Ns/m2 )

= 1.126,0140

Evaluasi bilangan Reynold ditunjukkan pada tabel berikut.

231

Lampiran

NRe
Less than 5.000
5.000-20.000
20.000-50.000
Above 50.000

Effect
Little problem
Some hindrance
Major problem may exist
Expect poor separation

Berdasarkan tabel tersebut, pemisahan pada decanter dapat berlangsung dengan baik.

MECHANICAL DESIGN
Design Pressure and Temperature
Operating pressure
Decanter beroperasi pada tekanan atmosferis. Level cairan pada decanter cukup rendah
karena diameter decanter relatif kecil, sehingga tekanan hidrostatis dapat diabaikan dan
cukup dikoreksi dengan overdesign factor.
P

= 1 atm

Design pressure
Design pressure di-set 10% di atas operating pressure.
Pdesign = (110%) (1 atm)
= 1,1 atm
= 16,17 psia

Operating temperature
Decanter beroperasi pada suhu 50 oC.
Toperasi = 50 oC
= 323 K
= 122 oF

Design temperature
Reaktor didesign agar dapat beroperasi pada suhu 50 oF di atas suhu operasinya (Walas,
2005).
Tdesign = (122+50) oF
= 172 oF

232

Lampiran

Material
Komponen-komponen dalam decanter bersifat korosif sehingga harus dipilih material
yang tahan korosi. Untuk perancangan decanter ini, dipilih material stainless steel AISI
316.

Design Stress
Untuk material Stainless Steel AISI 316 yang bekerja pada temperatur kurang dari 200 oF,
tensile strength sebesar 16.100 psia (Walas, 1990).
f = 16.100 psia

Corrosion Allowance
Untuk mengantisipasi reaktan yang bersifat korosif, diset corrosion allowance sebesar 4
mm.
c = 4 mm
= 0,1575 in

Tebal Shell
Untuk mencari tebal shell, digunakan persamaan berikut (Rase and Barrow, 1957).

ts =

P.ri
+C
f.E - 0,6.P

Dengan,
ts = Tebal shell, in
P = Tekanan design, psia
ri = Jari-jari, in
f = Allowable working stress, psia
E = Joint efficiency
C = Corrosion allowance, in

Dari perhitungan sebelumnya diketahui diameter decanter sebesar 0,3988 m.


Sehingga,
ri = D/2
= 0,3988/2 m
= 0,1994 m
= 7,8504 in
233

Lampiran

= 16,17 psia

Joint efficiency sebesar 0,8.

ts =

(16,17 psia) x (7,8504 in)


+ 0,1575 in
(16.100 psia) x (0,8) - (0,6) x (16,17 psia)

= 0,1674 in
Untuk perancangan, diambil tebal shell standard sebesar 3/16 in.
ts = 0,1875 in

Head
Decanter beroperasi pada tekanan hampir atmosferis, sehingga digunakan flanged and
dished head. Flanged and dished head merupakan jenis head yang paling ekonomis dan
hanya sesuai untuk vessel dengan tekanan rendah dan diameter kecil, sesuai dengan
kondisi decanter.
Head pada vessel didesain berdasarkan outside diameternya.
OD = ID + 2 x ts
= (15,7008 + 2 x 0,1875) in
= 16,0758 in
= 0,4083 m
Diambil OD standar sebesar 16 in.

Dari tabel diperoleh data untuk OD sebesar 16 in dan tebal shell sebesar 3/16 in (Brownell
and Young, 1959).
icr = 0,5625
sf

=2

ID = 15,625 in
= 0,3969 m
r

= 15 in

Dimensi head dihitung sebagai berikut, berdasarkan Figure 5.8 Brownell and Young.

234

Lampiran

a =
b

ID
2

= r - (BC)2 - (AB)2

AB =

ID
icr
2

BC = r icr
AC =

(BC)2 - (AB)2

OA = t + b + sf
Sehingga diperoleh,
a

= 7,8125 in

AB = 7,25 in
BC = 14,4375 in
AC = 12,4851 in
b

= 2,5149 in

OA = 4,7024 in

235

Lampiran

Pipa
Untuk pipa dengan bahan stainless steel, diameter optimum dapat dihitung dengan
persamaan berikut (Coulson, 2005).
dopt = 260 G0,52 -0,37

Dengan,
dopt = Diameter optimum pipa, mm
G

= Laju aliran massa, kg/s

= Massa jenis, kg/m3

Untuk pipa pemasukan:


Dari data diperoleh:
G

= 2.635,9761 kg/jam
= 0,7322 kg/s

= 1.188,6757 kg/m3

Sehingga,
dopt = 260 (0,7322 kg/s)0,52 (1.188,6757 kg/m3)-0,37
= 16,0995 mm
= 0,0161 m
= 0,6338 in

Berdasarkan tabel Kern, dipilih ukuran pipa standar sebagai berikut:


Material
NPS
Schedule number
Inside diameter (ID)
Outside diameter (OD)

Stainless steel (Korosif)

40
0,622 in
0,840 in

Untuk pipa pengeluaran top product:


Dari data diperoleh:
G

= 76,6422 kg/jam
= 0,0213 kg/s

= 1.040,9646 kg/m3

236

Lampiran

Sehingga,
dopt = 260 (0,0213 kg/s)0,52 (1.040,9646 kg/m3)-0,37
= 2,6864 mm
= 0,0027 m
= 0,1058 in

Berdasarkan tabel Kern, dipilih ukuran pipa standar sebagai berikut:


Material
NPS
Schedule number
Inside diameter (ID)
Outside diameter (OD)

Stainless steel (Korosif)


1/8
80
0,215 in
0,405 in

Untuk pipa pengeluaran bottom product:


Dari data diperoleh:
G

= 2.559,3339 kg/jam
= 0,7109 kg/s

= 1.193,7483 kg/m3

Sehingga,
dopt = 260 (0,7109 kg/s)0,52 (1.193,7483 kg/m3)-0,37
= 15,8294 mm
= 0,0158 m
= 0,6232 in

Berdasarkan tabel Kern, dipilih ukuran pipa standar sebagai berikut:


Material
NPS
Schedule number
Inside diameter (ID)
Outside diameter (OD)

Stainless steel (Korosif)

40
0,622 in
0,840 in

237

Lampiran