Vous êtes sur la page 1sur 3

THE EFFECT OF H2SO4, AGNO3, AND GA3 SOLUTION, TEMPERATURE AND

STRIPPING SKIN TO DORMANCY OF LONGAN SEEDS (Dimocarpus sp),


ORANGE SEEDS (Citrus sp), GREEN BEANS (Vigna Radiata), SOURSOP SEEDS
(Annona sp), SEEDS OF CHILI PEPPER (Capsicum sp) AND GARLIC (Allium
Sativum)
PENGARUH LARUTAN H2SO4, AGNO3, DAN GA3, SUHU DAN PENGUPASAN
KULIT TERHADAP DORMANSI BIJI KELENGKENG (Dimocarpus sp), BIJI
JERUK (Citrus sp), BIJI KACANG HIJAU (Vigna radiata), BIJI SIRSAK (Annona sp),
BIJI CABAI (Capsicum sp) DAN BIJI BAWANG PUTIH (Allium sativum)
ABSTRAK
Dormansi merupakan suatu keadaan pertumbuhan dan metabolisme yang terpendam,
dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak baik atau oleh faktor dari dalam
tumbuhan itu sendiri. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis
larutan meliputi H2SO4, AGNO3, dan GA3 terhadap dormansi beberapa biji tanaman yaitu biji
kelengkeng (Dimocarpus sp), biji jeruk (Citrus sp), biji kacang hijau (Vigna Radiata), biji
sirsak (Annona sp), biji cabai (Capsicum sp), dan biji bawang putih (Allium sativum). Metode
yang dilakukan adalah dengan merendam beberapa biji tanaman tersebut pada beberapa
larutan yang sudah disiapkan secara terpisah, sedangkan pada biji bawang putih dilakukan
variasi suhu dan pengupasan terhadap pengaruh dormansi. Hasil dari percobaan ini adalah
pada larutan H2SO4 dan larutan AgNO3 biji kelengkeng dan biji kacang hijau dapat
mengalami perkecambahan, sedangkan pada biji lainnya tidak dapat. Pada larutan GA 3 biji
kacang hijau dapat mengalami perkecambahan sedangkan biji lainnya tidak. Pada tanaman
bawang putih menunjukkan adanya perkecambahan, dengan perkecambahan terbesar pada
biji yang dikupas dan pada suhu lingkungan. Beberapa data pengamatan dalam percobaan ini
akan diolah dengan perbandingan kulalitatif maupun kuantitatif. Sehingga dapat disimpulkan
jika larutan H2SO4 dan larutan AgNO3 lebih efektif mempengaruhi perkecambahan
dibandingkan larutan GA3. Selain itu suhu ruang dan pengupasan kulit biji juga dapat
mempercepat terjadinya perkecambahan biji. Semakin banyak biji tanaman yang
berkecambah, maka kondisi lingkungan tersebut semakin cocok sebagai habitat tanaman
tersebut.
Kata kunci: dormansi, biji tanaman, perkecambahan
ABSTRACT
Dormancy is a condition of growth and metabolism are buried, can be caused by
environmental conditions are not good, or by factors within the plant itself. This experiment
aims to determine the influence of some kind of solution include H2SO4, AgNO3, and GA3
against dormancy some plant seeds are seeds longan (Dimocarpus sp), grapefruit (Citrus sp),
green beans (Vigna Radiata), seed soursop (Annona sp) , bean chili (Capsicum sp), and garlic
(Allium sativum). The method used is to soak a few seeds of these plants at some solution that
has been prepared separately,while the garlic do variations in temperature and stripping to the
effect of dormancy. The results of these trials are in H 2SO4 solution and the solution AgNO3
longan seeds and green beans can experience germination, while others seed can not. In GA 3
solution of green beans can experience the germination, while others do not. At the garlic
plant showed germination, with the largest germination in seeds are shelled and at ambient
temperature. Some observational data in this study will be treated with qualitative and

quantitative comparisons. It can be concluded if the H2SO4 solution and AgNO3 solution more
effectively influence the germination than GA3 solution. Additionally room temperature and
stripping the seed coat can also accelerate the germination of seeds. The more seeds are
germinated more environmental conditions are suitable as a habitat for these plants.
Keywords: dormancy, plant seeds, germination

PENGARUH PEMOTONGAN UJUNG BATANG DAN PENAMBAHAN LANOLIN


TERHADAP DOMINANSI APIKAL TANAMAN CABAI (Capsicum sp)
THE INFLUENCE OF THE CUTTING TIP OF ROD AND LANOLIN ADDITION
FOR APICAL DOMINANCE OF CHILI PEPPER (Capsicum sp)
ABSTRAK
Dormansi merupakan persaingan antara tunas pucuk dengan tunas lateral dalam hal
pertumbuhan. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dominansi apikal terhadap
pertumbuhan tunas lateral dan pengaruh auksin terhadap dominansi apikal. Metode yang
dilakukan adalah dengan menyiapkan memotong pucuk batang salah satu tanaman cabai
(Capsicum sp) dan melihat pengaruhnya pada petumbuhan tunas lateral, pada perlakuan
lainnya adalah dengan memotong pucuk batang tanaman cabai dan menempelkan lanolin
pada bekas potongan lalu mengamati pertumbuhan baik pada tunas lateral maupun tunas
apikal. Hasil dari percobaan ini adalah pada tidak terjadi pertumbuhan baik pada tunas lateral
maupun tunas apikal tanaman cabai yang dipotong ujung batangnya, sedangkan pada
tanaman cabai yang diberikan lanolin tambahan mengalami kematian. Beberapa data
pengamatan dalam percobaan ini akan diolah dengan perbandingan deksriptif melalui data
kulalilatif selama percobaan. Hal ini disebabkan karena waktu pertumbuhan tunas lateral
yang lebih lama sehingga dalam percobaan ini tidak dapat teramati, selain itu kematian tunas
lateral dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Dari pengolahan
data tersebut dapat disimpulkan jika larutan pertumbuhan tunas lateral memerlukan waktu
yang lama, dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Kata kunci: Tunas apikal, tunas lateral, lanolin
ABSTRACT
Dormancy is a competition between the shoot tips with lateral buds in terms of
growth. This experiment aims to determine the effect of apical dominance for lateral shoot
growth and influence of auxin to the apical dominance. The method used is cut the top of
trunk of the pepper plant (Capsicum sp) and see the growth effects of lateral shoots, the other
treatment is to cut the top of stem of pepper plants and paste with lanolin on the trunk and
observing the growth of both the lateral buds or shoots apical. The results of this experiment
is the growth does not occur either in the lateral buds and apical buds pepper plants were cut
end of the stem, while the pepper plants were given lanolin additional death. Some
observational data in this study will be treated with comparative descriptive through the data
kulalilatif during the experiment. This is because the growth time of lateral buds longer so in
this experiment can not be observed, in addition to the death of the lateral buds can be caused
by environmental conditions that are less supportive. From the data processing can be
concluded if the solution growth of lateral buds require a long time, and is also influenced by
environmental factors.
Keywords: apical shoots, lateral buds, lanolin