Vous êtes sur la page 1sur 18

PERANAN SERANGGA DALAM EKOSISTEM

Menurut Idham (1994), didalam ekosistem baik alami maupun buatan serangga
dapat mempunyai peranan penting antara lain:
1. Serangga fitofag
Serangga fitofag adalah serangga pemakan tumbuhan. Jumlah spesiesnya hanya
26% dari seluruh spesies serangga yang ada. Meskipun demikian, kalau tidak
waspada serangga ini dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil pada usaha
tani kita. Namun serangga-serangga fitofag yang hidup dengan memakan gulma
dapat bermanfaat dalam pengendalian gulma. Beberapa spesies serangga seperti
ini telah digunakan dalam pengendalian gulma secara hayati. Sebagai pemakan
tumbuhan serangga-serangga fitofag dapat memakan berbagai macam bagian
tumbuhan mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah.
Cara hidup serangga ini beragam. Ada yang hidup dipermukaan tanaman, ada juga
yang tinggal di dalam jaringan tanaman dengan cara mengorok. Menggerek atau
membentuk puru. Selain itu juga ada yang hidup di dalam tanah disekitar
perakaran. Diantara serangga pemakan tumbuhan ada yang hidup hanya pada satu
jenis tanaman, pada beberapa jenis tanaman dalam satu famili dan ada pula yang
hidup pada beberapa jenis tanaman dari berbagai famili. Serangga yang hanya
mempunyai satu inang disebut serangga monofag. Serangga yang mempunyai
beberapa inang dalam satu famili tanaman disebut serangga oligofag atau
stenofag. Serangga yang mempunyai banyak inang dari banyak famili tanaman
disebut serangga polifag.

2. Serangga Parasitoid dan Predator


Kelompok serangga ini hidup dengan cara memakan serangga lain baik sebagian
maupun seluruhnya. Perbedaan antara predator dan parasitoid terletak pada cara
hidup dan cara memakan serangga lain tersebut. Predator umunya aktif dan
mempunyai tubuh yang lebih besar dan lebih kuat dari serangga mangsanya,
walaupun ada predator yang bersikap menunggu seperti belalang sembah. Istilah
parasitoid digunakan untuk membedakannya dari istilah parasit sesungguhan
seperti umum dijumpai pada hewan vertebrata. Predator dan parasitoid berperan
penting sebagai agen pengendali alami di dalam ekosistem. Pada ekosistem buatan
umumya kehidupan kelompok serangga ini sering terganggu oleh campur tangan
manusia dalam kegiatan budi daya tanaman, terutama dalam penggunaan
pestisida.
3. Serangga Parasit Pada Hewan Lain
Kelompok serangga ini biasanya adalah serangga penghisap darah pada hewanhewan vertebrata seperti pinjal pada anjing dan kucing, kutu kepala pada manusia
atau kutu gurem pada ayam dan burung. Namun, ada jenis serangga parasit
hewan yang sangat berbahaya bagi ternak, terutama ternak besar (sapi dan kerbau)
yaitu lalat screw worm (Callirtoga hominivorax). Belatung ini hidup di dalam
jaringan tubuh (daging bawah kulit) hewan tersebut. Telur-telurnya diletakkan
oleh imago pada luka-luka permukaan kulit. Setelah menetas maka belatungnya
akan masuk ke dalam sehingga luka tersebut semakin besar.

4. Serangga Pengurai (Dekomposer)


Kelompok serangga ini berperan penting dalam proses dekomposisi atau
penguraian bahan-bahan organik di alam. Jenis serangga yang paling menonjol
peranannya adalah serangga pengurai kayu. Contoh rayap dan beberapa jenis
bubuk kayu. Sayangnya serangga ini juga sering menyerang kepentingan manusia
seperti memakan kayu-kayu bangunan, furniture atau memakan setek batang yang
ditanam. Kelompok lainnya yang juga penting peranannya adalah serangga
pemakan kotoran hewan terutama kotoran sapi dan kerbau serta kelompok
pengurai serasah. Yang termasuk kelompok pemakan kotoran hewan yaitu sejenis
kumbang dari famili Scarabaeidae yang hidup di tanah. Sedangkan beberapa
contoh serangga pengurai serasah yang penting adalah serangga-serangga kecil
dari ordo Collembola, Diplura dan Protura. Kelompok pengurai serasah hidup di
permukaan tanah. Kelompok serangga ini dapat berperan penting dalam
mempertahankan kesuburan tanah.
5. Serangga Penyerbuk
Serangga penyerbuk berperan penting dalam proses produksi tumbuh-tumbuhan
berbunga, terutama tumbuhan berumah dua. Banyak diantara parasitoid dari
golongan tabuhan yang imagonya juga berperan sebagai serangga penyerbuk.
Oleh karena itu, kalau serangga mati karena terkena pestisida sebenarnya kerugian
kita tidak hanya sekedar hilangnya musuh alami, tetapi juga kehilangan sebagian
serangga penyerbuk. Contoh serangga penyerbuk yaitu lebah madu, berbagai jenis
tawon dan kupu-kupu.

6. Serangga Penghasil Bahan-Bahan Berguna


Banyak bahan-bahan yang digunakan sehari-hari merupakan produk dari aktivitas
serangga. Di antara kelompok serangga penghasil bahan-bahan berguna yang
paling menonjol adalah lebah madu. Serangga ini selain menghasilkan madu juga
sebagai serangga penyerbuk. Selain lebah madu contoh lain dari serangga
penghasil bahan berguna adalah ulat sutera (Bombyx mori) dan serangga penghasil
Lak yaitu Laccifer lacca.
Selanjutnya Kartasapoetra (1993) menyatakan, serangga menurut fungsi hidupnya
ditinjau dari segi kepentingan para petani terdiri atas:
1. Serangga ekonomi
Merupakan serangga yang secara langsung dapat menyebabkan mundurnya
kesejahteraan para petani, jelasnya mengganggu atau merusak tanaman. Serangga
ekonomi atau serangga perekonomian lazimnya diusakan pembasmiannya oleh
para petani. Pembasmian demikian lazim disebut pembasmian alamiah.
2. Serangga Predator atau serangga parasit
Merupakan serangga yang bermanfaat bagi para petani, karena berupa musuh atau
pemakan serangga ekonomi. Penekanan atau pembasmian serangga-serangga
ekonomi oleh para petani dimaksudkan agar tercapai keseimbangan biologis atau
sering pula disebut keseimbangan alami yaitu keseimbangan populasi serangga
yang tidak membahayakan perkembangan dunia pertanian.

CIRI ATROPODA DAN SERANGGA


Ciri-Ciri Umum Serangga (Insekta) Subphylum Hexapoda (dari bahasa
Yunani yang berarti enam kaki) merupakan kelompok arthropoda yang terbesar
(dalam hal jumlah spesies), termasuk serangga serta tiga kelompok yang lebih
kecil dari arthropoda bersayap: Collembola, Protura, dan Diplura (semua hewan
tersebut pernah dianggap serangga). Collembola (atau springtail) sangat melimpah
di lingkungan darat. Nama Hexapoda diberikan karena fitur yang paling khas
mereka yaitu toraks yang memiliki tiga pasang kaki. Kebanyakan arthropoda lain
memiliki lebih dari tiga pasang kaki.
Hexapoda memiliki tubuh yang terbagi menjadi kepala, dada, dan perut posterior
dan anterior. Kepala terdiri dari Acron presegmental yang biasanya terdapat mata
(tidak terdapat pada Protura dan Diplura), diikuti oleh enam segmen, semua erat
menyatu bersama-sama, dengan pelengkap berikut:

Mulut terletak di antara segmen keempat dan kelima dan ditutupi oleh proyeksi
dari segmen keenam, yang disebut labrum (bibir atas). Dalam serangga mulut
terbuka atau ectognathous, sementara di kelompok lain mereka menyelimuti atau
endognathous. Pelengkap serupa ditemukan pada kepala Myriapoda dan
Crustacea, meskipun ini memiliki antena sekunder.
Thorax terdiri dari tiga segmen, masing-masing memiliki satu pasang kaki.
Seperti khas arthropoda beradaptasi dengan kehidupan di darat, masing-masing
kaki hanya memiliki cabang berjalan tunggal yang terdiri dari lima segmen, tanpa
cabang insang ditemukan di beberapa arthropoda lainnya. Dalam kebanyakan
serangga segmen toraks kedua dan ketiga juga mendukung sayap. Telah
menyarankan bahwa ini mungkin homolog dengan cabang-cabang insang
krustasea, atau mereka mungkin telah dikembangkan dari ekstensi segmen sendiri.
Perut terdiri dari sebelas segmen di semua serangga (sering berkurang jumlahnya
di banyak spesies serangga), namun di Protura memiliki dua belas, dan di
Collembola hanya enam (kadang-kadang hanya empat). Pelengkap pada bagian

perut yang sangat berkurang, terbatas pada alat kelamin eksternal dan kadangkadang sepasang cerci sensorik pada segmen terakhir.
Ciri-ciri Serangga
Insekta memiliki beberapa ciri antara lain:

Tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaput(kepala), toraks (dada), dan
abodemen (perut).

Memiliki sepasang kaki pada setiap segmen toraks, sehingga jumlah


kakinya tiga pasang dan berfungsi untuk berjalan .

Kebanyakan insekta memiliki sayap pada segmen kedua dan segmen


ketiga di daerah dada, pada jenis lain sayapnya tereduksi bahkan ada yang
tidak memiliki sayap.

Makanan insekta ada yang berupa sisa organisme lain, ada yang hidup
sebagai parasit dalam tubuh (tumbuhan, hewan bahkan manusia), serta
bersimbiosis dengan organisme lain.

Alat pernapasan insekta berupa trakea.

Alat ekresi berupa tubulus malpighi yang terletak melekat pada bagian
posterior saluran pencernaan .

Sistem sirkulasinya terbuka.

Organ kelamin insekta berumah dua artinya insekta jantan dan insekta
betina terpisah, alat kelaminnya terletak pada segmen terakhir dari
abodemen .

Fertilasi terjadi secara internal.

. Insekta mengalami ekdisis pada tahap tertentu selama perkembangan


hidupnya.

Struktur Tubuh Serangga


Kepala (kaput)
Pada kepala insekta terdapat sepasang antena, sepasang mata majemuk (mata
facet),kadang-kadang ditemukan juga mata tunggal (ocellus), dan
mulut.Sedangkan mulut tersusun dari sepasang mandibula,tiga pasang maksila,
bibir, atas (labrum), bibir bawah (labium) yang berbeda-beda tergantung dari

bentuk mulutnya, serta organ perasa (palpus). Bentuk kepala insekta dapat
dibedakan berdasarkan bentuk mulut dan makanan yang dimakannya.
Dada (toraks)
Dada terdiri dari tiga segmen atau ruas yang terlihat jelas, yaitu dari depan
prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks dan pada setiap segmen terdapat
sepasang kaki, sayapnya terdapat mesothoraks dan metathoraks. Pada insekta
yang bersayap sepasang, sayap belakangnya mereduksi, mengecil dan disebut
halter yang berfungsi sebagai alat keseimbangan.Tubuh insekta diperkuat dengan
rangka luar atau eksoskelet dari chitine.
Susunan kaki pada insekta terdiri-dari ruas-ruas yaitu :

Panggul (coxa)

Gelang paha (trokanter)

Paha (femur)

Ruas betis (tibia)

Ruas-ruas kaki (tarsus)

Perut (abdomen)
Pada perut insekta ada sebelas segmen, pada stadium embrio segmen ditemukan
lengkap,tetapi pada bentuk dewasa segmen dibagian poeterior menjadi alat
reproduksi. Abdomen dalam bentuk dewasa tidak berkaki tetapi pada stadium
larva mempunyai kaki. Pada abdomen terdapat spirakel,yaitu lubang pernapasan
yang menuju tabung trakea. Anatomi internal terdiri beberapa sistem organ yang
kompleks, yaitu sistem pencernaan,system pernapasan,system sirkulasi,system
pengeluaran zat, dan sistem saraf.
Sistem Pencernaan
Insekta memiliki system pencernaan yang lengkap dan organ yang jelas untuk
perombakan makanan dan penyerapan zat-zat makanan.
Sistem Pernapasan
Insekta bernapas dengan system trakea yang berupa tabung bercabang yang
dilapisi kitin. Oksigen masuk secara langsung dari trakea ke sel-sel tubuh. Sistem
trakea membuka ke bagian luar tubuh melalui spirakel, yaitu pori-pori yang dapat
membuka dan menutup untuk mengatur aliran udara dan membatasi hilangnya air.

Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi insekta berupa sistem sirkulasi terbuka dengan organ sebuah
jantung pembuluh yang berfungsi mempompa hemolimfa melalui sinus homosol
(rongga tubuh).
Sistem Ekskresi
Sistem pengeluaran insekta berupa tubulus malphigi yang melekat padabagian
posterior saluran pencernaan.
Sistem Saraf
Sistem saraf insekta terdiri dari pasangan tali saraf ventral dengan beberapa
ganglia segmental. Beberapa segmen ganglia anterior menyatu membentuk otak
yang terletak dekat dengan anten, mata, dan organ indera lain yang terpusat
dikepala.
Perkembangan Insecta
Perkembangan Insecta dibedakan menjadi 3 :
Ametabola
Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja
tanpa perubahan wujud.Contohnya kutu buku (lepisma saccharina)
Hemimetabola
Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana
Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum
muncul, misalnya sayap.Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan
tersebut.
Insecta muda disebut nimfa.Ringkasan skemanya adalah telur nimfa (larva)
dewasa (imago).Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta
americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:

Archyptera atau Isoptera

Orthoptera

Odonata

Hemiptera

Homoptera

Ordo Archyptera atau Isoptera


Ciri-ciri ordo Archyptera antara lain:

Metamorfosis tidak sempurna.

Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua sayap
tipis seperti jaringan.

Tipe mulut menggigit.

Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)


Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)
Ciri-ciri ordo Orthoptera:

Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut
tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai
penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai
belakangnya yang lebih kuat dan besar.

Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada


ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.

Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan


untuk meletakkan telur.

Tipe mulutnya menggigit.

Contoh : Belalang (Dissostura sp), Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum),


Belalang sembah (Stagmomantis sp), Kecoak (Blatta orientalis), Gangsir tanah
(Gryllotalpa sp), Jangkrik (Gryllus sp)
Ordo Odonata
Ciri-ciri Ordo Odonata:

Mempunyai dua pasang sayap

Tipe mulut mengunyah

Metamorfosis tidak sempurna

Terdapat sepasang mata majemuk yang besar

Antenanya pendek

Larva hidup di air

Bersifat karnivora

Contohnya : Capung (Aeshna sp), Capung besar (Epiophlebia)


Ordo Hemiptera (bersayap setengah)
Ciri-ciri Hemiptera :

Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti
selaput.

Tipe mulut menusuk dan mengisap

Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya : Walang sangit (Leptocorixa acuta), Kumbang coklat (Podops


vermiculata), Kutu busuk (Eimex lectularius), Kepinding air (Lethoverus sp).

Ordo Homoptera (bersayap sama)


Ciri-ciri Homoptera :

Tipe mulut mengisap

Mempunyai dua pasang sayap

Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.

Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya : Tonggeret (Dundubia manifera), Wereng hijau (Nephotetix apicalis),


Wereng coklat (Nilapervata lugens), Kutu kepala (Pediculushumanus capitis),
Kutu daun (Aphid sp)
Holometabola
Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan
perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna). Tahapnya adalah sebagai
berikut ; telur larva pupa dewasa. Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan
mengalami ekdisis beberapa kali. Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras
disekujur tubuhnya untuk membentuk pupa. Pupa berkembang menjadi bagian
tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang
merupakan struktur Insecta dewasa.Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari
pupa.Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.
Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6
ordo, yaitu ordo:

Neuroptera

Lepidoptera

Diptera

Coleoptera

Siphonoptera

Hymenoptera

Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)


Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang
urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur metamorfosis
sempurna (siklus hidupnya: telur, larva,pupa (kepompong), imago)

Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)

Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.

etamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur larva


kepompong (pupa) imago

Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: Pupa mummi:
bagian badan kepompong terlihat dari luar, dan Pupa kokon, bagian tubuh
pupa terlindung kokon.

Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat
dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:

Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)

Contohnya: Hama kelapa (Hidari irava), Hama daun pisang (Erlonata thrax),
Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon), Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam) Sering juga disebut ngengat.


Hidup aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar
membentuk otot.

Contohnya: Ulat tanah (Agrotis ipsilon), Ulat jengkol (Plusia signata), Kupu ulat
sutra (Bombyx mori)
Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)
Ciri-ciri ordo Diptera:

Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang


berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.

Mengalami metamorfosis sempurna.

Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap,
membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.

Contohnya: Lalat (Musca domestica), Nyamuk biasa (Culex natigans). Larvanya


tegak dengan permukaan air, jika hinggap tidak menungging. Nyamuk Anopheles
(vektor penyakit malaria). Larvanya sama rata dengan permukaan air, jika hinggap
menungging. Aedes aegypti (inang virus demam berdarah). Larvanya
berkedudukan tegak di permukaan air.

Ordo Coleoptera (bersayap perisai)


Ciri-ciri ordo Coleoptera:

Mempunyai dua pasang sayap.

Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan
elitra, sayap belakang seperti selaput.

Mengalami metamorfosis sempurna.

Tipe mulut menggigit.

Contoh: Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis,


sagu, kelapa sawit dan lain-lain. Kumbang buas air (Dystisticus marginalis),
Kumbang beras (Calandra oryzae)
Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal)
Ciri-ciri ordo Siphonoptera :

Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat.

Mempunyai mata tunggal.

Tipe mulut mengisap.

Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala dada dan perut tidak
jelas).

Metamorfosis sempurna.

Contoh: Pinjal manusia (Pubex irritans), Pinjal anjing (Ctenocephalus canis),


Pinjal kucing (Ctenocephalus felis), Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada
tikus dapat menularkan
Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)
Ciri-ciri ordo Hymenoptera :

Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.

Tipe mulut menggigit dan menjilat.

Contoh: Apis indica (lebah madu, biasa dipelihara manusia), Apis dorsata (lebah
madu yang hidup di lubang kayu), Apis melifera (lebah madu terbesar, biasa
disebut lebah gung), Oecophyla smaragdina (semut rangrang)

KLASIFIKASI SERANGGA
Klasifikasi Insecta (Serangga) Insecta adalah salah satu kelas dari Anthropoda.
Jenisnya sangat banyak, lebih kurnag dari 80 persen dari arthropoda,
penyebarannya sangat luas kecuali didalam air laut. Insecta meliputi hewan
berkaki beruas-ruas yang jumlah kakinya enam atau tiga pasang dan merupakan
satu-satunya invertebrata yang dapat terbang.

Klasifikasi insekta
Klasifikasi Insecta (Serangga)
Berdasarkan ada atau tidak adanya sayap, insecta digolongkan kedalam dua subkelas, yaitu sebagai berikut:

Apterygota Cir-ciri

Tubuh terdiri atas caput (kepala), thorax (dada), dan abdomen (perut) yang
batasnya tidak begitu jelas

Tubuh tertutup sisik berwarna perak mengkilap

Tidak bersayap, terdapat tiga pasang kaki, dan sepasang antena yang
panjang.

Tidak mengalami metamorfosis

Hidup dengan memakan atau merusak buku atau kertas

Menghasilkan enzim selulose untuk menghancurkan selulosa mejadi gula.

Contohnya: lepisma saccharina (kutu buku)


Pterygota
Berdasarkan proses pembentukan sayap, pterygota dibedakan atas:
Eksopterygota; jika sayap berkembang dari tonjolan luar dorsothorax
Endopterygota; jika sayap berkembang dari tonjulan dalam dorsothorax
Eksopterygota
Eksopterygota, dibagi menjadi empat ordo
1. Isoptera (Archiptera)
Serangga ini memiliki sepasang sayap yang sama panjang, mengalami
metamorfosis tidak sempurna. Misalnya capung dan rayap. Pada rayap
(Reticulitermes flavipes) hidupnya membentuk koloni yang jumlahnya sangat
banyak, mulutnya tipe pengunyah, batas thorax dan abdomen tidak jelas. Koloni
rayap dibagi menjadi empat kasta, yaitu rayap sebagai ratu yang selalu bertelur,
rayap sebagai pekerja, rayap sebagai tentara yang tidak bersayap dan steril, dan
rayap tentara yang bersayap disebut laron. Makanannya terdiri atas kayu yang
sudah mati, sehingga sering merusak bangunan atau perabot dari kayu.
2. Orthoptera
Orthoptera memiliki dua pasang sayap yang lurus, sayap depan (luar) lebih tebal
dari sayap belakang (dalam). Sepasang kaki belakang umumnya besar dan kuat

berfungsi untuk melompat. Pada ruas abdomen terakhir individu betina terdapat
ovipositor untuk meletakan telurnya. Metamorfosisnya tidak sempurna.
Contohnya: periplaneta (kecoa), gryllus sp (jangkrik), manthis religiosa (belalang
sembah)
3. Hemiptera
Hemiptera mempunyai tipe mulut untuk menusuk dan menghisap. Mengalami
metamorfosis tidak sempurna
Contohya: leptocorisa acuta (walang sangit), nilaparvata lugens (wereng),
dundupia manifera (tonggeret), dan cymex ratundatus (kepinding).

4. Homoptera
Homoptera mempunyai tipe mulut penusuk dan penghisap, mengalami
metamorfosis tidak sempurna.
Contohnya: pediculus capitis (kutu kepala), dan aphis medicaginis (kutu daun)
Endopterygota
Endopterygota dibagi menjadi enam ordo, yaitu
1. Coleoptera
Coleoptera meliputi berbagai macam kumbang dan kepik, merupakan insecta
yang paling banyak anggotanya. Mempunyai sayap dua pasang, yang depan
sangat tebal karena merupakan lapisan zat tanduk yang disebut elitra, menutupi
sayap belakang yang tipis. Coleoptera mengalami metamorfosis sempurna.
Diantara spesies coleoptera ada yang sangat merugikan manusia karena memakan
biji-bijian (beras dan jagung) dan ada yang merusak pohon kelapa bagian ujung.
Contohnya: calandra oryzae (kepik beras), oryctes rhinoceros (kumbang kelapa),
dan chrysochrosa fulminans (samber lilin)
2. Neuroptera

Anggota neuroptera bersayap tipis, terdiri dari dua pasang sayap yang
memperlihatkan garis-garis seperti jala. Neuroptera mengalami metamorfosis
sempurna.
Contohnya: chrysopa aculata (undur-undur)
3. Hymenoptera
Hymenoptera umumnya bersayap dua pasang, tipis menyerupai selaput. Ruas
belakang abdomen hymenoptera betina terdapat ovipositor adan alat penyengat
yang berfungsi untuk menyimpan telur dan untuk melumpuhkan mangsa.
Hymenoptera mengalami metamorfosis sempurna, ada yang hidup soliter (bebas)
dan ada yang membentuk koloni. Hymenoptera yang membentuk koloni terdiri
atas ratu yang tugasnya bertelur, pekerja yang tugasnya mengumpulkan tepung
dan madu, dan tentara yang tugasnya menjaga sarang. Pekerja dan tentara bersifat
steril yang terjadi secara partenogenesis. Hymenoptera kebanyakan
menguntungkan manusia karena membantu penyerbukan terutama tanaman
budidaya dan dapat menghasilkan madu.
Contohnya: apis indica (lebah madu), dan sphaerophthalma (semut)
4. Diptera
Diptera meliputi jenis lalat dan nyamuk, hanya memiliki satu pasang sayap yang
dibelakangnya terdapat tonjolan bekas sayap yang mereduksi disebut halter.
Mengalami metamorfosis sempurna. Larva lalat disebut lundi-lundi, sedangkan
pada nyamuk disebut jentik. Diptera kebanyakan merugikan manusia karena
menyebarkan berbagai macam penyakit, baik pada manusia, hewan, maupun
tumbuhan.
Contohnya: anopheles sp (nyamuk malaria), dan musca domestica (lalat rumah)
5. Lepidoptera
Lepidoptera mempunyai dua pasang sayap yang tertutup sisik halus dan umumnya
berwarna menarik. Mengalami metamorfosis sempurna. Larva disebut ulat yang
selalu makan dengan tipe mulut menggigit sehingga merusak tanaman.
kepompong ulat sutra merupakan bahan sandang yang bermutu tinggi. Imago
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
Ngengat bersifat nokturnal, yaitu hewan yang mencari makan pada malam hari,
pada waktu beristirahat sayapnya tetap terbuka

Kupu-kupu bersifat diurnal, yaitu hewan yang mencari makan pada siang hari,
waktu beristirahat sayapnya vertikal dan antena menyerupai benang.
Imago lepidoptera memiliki tipe mulut penjilat. Kupu-kupu membantu
penyerbukan.
Contohnya: bombyx mori (kupu ulat sutra), hyblaea puera (kupu ulat jati), dan
tineola tripazella (ngengat)
6. Siphonoptera
Siphonoptera bersifat ekstraparasit pada mamalia, tidak bersayap, tipe mulut
penggigit dan penghisap, kaki berfungsi untuk meloncat. Siphonoptera mengalami
metamorfosis sempurna.
Contohnya: ctenocepholus cannis (kutu anjing), ctenocepholus felis (kutu kucing),
xenopsylla cheopsis (kutu tikus), dan pullex iritan (pinjal manusia)