Vous êtes sur la page 1sur 12

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2015, 3 (4): 911-922

ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id


Copyright 2015

ANALISIS AUDIT OPERASIONAL DALAM PROSES


PRODUKSI
(Studi Kasus pada PT Percetakan Manuntung Press Samarinda)
Rezhi Febryan 1
Abstrak
Persaingan media cetak harus di iringi dengan memperhatikan kualitas
yang dihasilkan. Hal tersebut harus di terapkan PT. Percetakan Manuntung
Press yang berdiri sejak tahun 1993 dan memiliki kantor cabang di Samarinda
tepatnya di JL. Ir. Sutami dan sebagai perusahaan yang memproduksi koran
Samarinda Pos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan audit
operasional dalam proses produksi apakah sudah berjalan secara efektif dan
efisien. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara,
kuesioner, dan studi kepustakaan, alat analisis yang digunakan adalah analisis
statistik persentase menggunakan rumus Dean J. Champion. Serta analisis
efektivitas dan efisiensi produksi oleh Tunggal, Amin Widjaya. Hasil penelitian
ini menunjukkan analisis menggunakan rumus persentase diperoleh hasil 89,3 %,
sehingga untuk analisis ini dinyatakan audit operasional sangat berperan dalam
proses produksi. Untuk analisis efektivitas dan efisiensi produksi yang meliputi
pengukuran bahan baku, tenaga kerja, dan mesin secara garis besar audit
operasional kurang berperan dalam proses produksi karena terjadi naik turun
perolehan persentase dalam rentan bulan Februari-Mei 2015, hanya efektivitas
produksi terhadap tenaga kerja saja yang sangat berperan dalam proses produksi
karena dalam rentan bulan Februari-Mei 2015 persentase yang dihasilkan stabil.
Sehingga secara menyeluruh audit operasional dinilai kurang berperan dalam
proses produksi pada PT. Percetakan Manuntung Press Samarinda.
Kata Kunci : Audit Operasional, Proses Produksi
Pendahuluan
Kebutuhan masyarakat akan berbagai informasi yang selalu update setiap
harinya mendorong media masa untuk selalu memberikan informasi yang terkini
dan juga dapat di pertanggung jawabkan pemberitaan yang disampaikan serta
memberikan kemudahan bagi para pembaca untuk memperolehnya. Hampir di
setiap kota dan daerah di Indonesia memiliki kantor redaksi dan penerbit koran,
baik koran lokal atau skala nasional. Dan dapat di jumpai tidak hanya ada 1 (satu)
kantor redaksi koran saja, melainkan ada kantor redaksi lain yang tentunya
menumbuhkan persaingan antar media cetak itu sendiri.
Setiap perusahaan, sebelum masuk dalam tahap produksi, tentu memiliki
tahapan yang di lakukan agar nantinya hasil yang di inginkan dapat tercapai. Dari
1

Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: rezhifebryan@gmail.com

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 4, 2015: 911-922

proses editing, memilih pemberitaan yang ingin di muat, proses layout, proses
design tampilan fisik agar menarik, pemeriksaan kembali bahan baku yang akan
di gunakan, dan pengecekan mesin sebagai sumber daya penunjang kegiatan
operasional perusahaan, sangat diperlukan sebelum nantinya koran di produksi
secara masal.
Setiap perusahaan tentu memiliki standar untuk menetapkan dan
mencocokkan target awal dengan hasil akhir, sistem dan fungsi tersebut terdapat
di kegiatan audit operasional. Menurut Bayangkara, IBK (2008: 4) sebagaimana
dikutip oleh Kurniasari Yuseila (2012: 24), ruang lingkup audit manajemen dapat
berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup aktivitas yang
dilakukan. Periode audit dapat bervariasi sesuai dengan tujuan yang hendak
dicapai. Sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas, program dan
bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau di identifikasi masih
memerlukan perbaikan, peningkatan, baik dari segi ekonomisasi, efisiensi, dan
efektivitas.
Menurut Rizki Yuliastuti (2009: 32) sebagaimana dikutip Kurniasari
Yuseila (2012: 17-18), audit operasional sendiri sering disebut audit manajemen,
penggunaan istilah audit operasional yang masih belum disepakati secara luas, hal
itulah yang menyebabkan audit operasional memiliki nama lain dengan kapasitas
dan fungsinya di setiap perusahaan, yang tetap memiliki keterbatasan pada fungsifungsi seperti departemen pembelian, departemen personalia, departemen
produksi dan sebagainya. Sedangkan menurut Santoso Aman (2004: 16),
keterbatasan audit operasional seperti waktu, biaya, dan keahlian auditor yang
diperlukan.
Berdasarkan uraian permasalahan pada latar belakang, maka penulis dapat
merumuskan permasalahan yakni, Apakah pelaksanaan audit operasional proses
produksi pada PT. Percetakan Manuntung Press telah dilaksanakan dengan
Prosedur Operasional Standar (SOP)? dan adapun tujuan penelitian yang ingin
dicapai dalam penelitian adalah, untuk mengetahui penerapan audit operasional
dalam proses produksi apakah sudah berjalan secara efektif dan efisien.
Teori dan Konsep
Pengertian Auditing
Menurut Mulyadi (2002: 9), auditing adalah suatu proses sistematik untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataanpernyataan tentang keadaan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk
menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang
ditetapkan, serta penyampaian hasil hasilnya kepada pemakai yang
berkepentingan.
Audit Operasional
Audit Operasional meliputi tinjauan sistematis akan keseluruhan aktivitas
organisasi, atau sebagian darinya, dalam kaitannya dengan penggunaan sumbersumber daya yang efektif dan efisien. Tujuan dari audit operasional adalah untuk
912

Analisis Audit Operasional Proses Produksi PT Percetakan Manuntung Press (Rezhi)

menilai kinerja, mengidentifikasi kesempatan untuk perbaikan, dan membuat


rekomendasi untuk pengembangan dan perbaikan.
Elemen Audit Operasional
Menurut Bayangkara, IBK (2008: 4), Ada 3 (tiga) elemen pokok dalam
tujuan audit :
1) Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman) setiap individu/kelompok didalam
perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
2) Penyebab
Penyebab merupakan tindakan (aktivitas) yang dilakukan oleh setiap
individu/kelompok di dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif,
program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih
tinggi, atau sebaliknya bersifat negatif, program/aktivitas berjalan dengan
tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih rendah dari standar yang telah
ditetapkan.
3) Akibat
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang
berhubungan dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan
program/aktivitas berjalan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah dari
kriteria yang ditetapkan. Sedangkan akibat positif menunjukkan bahwa
program/aktivitas telah terselenggara secara baik dengan tingkat pencapaian
yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.
Tahap-tahap Audit Operasional
Menurut Bayangkara, IBK (2008: 10) sebagaimana dikutip Kurniasari
Yuseila (2012: 28), ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan
audit operasional, yaitu :
1) Tahap Audit Pendahuluan
Audit pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan informasi objek yang
diaudit. Serta dilakukan penelaahan terhadap berbagai peraturan, ketentuan,
dan kebijakan, dan menganalisis berbagai informasi pada perusahaan yang
diaudit.
2) Tahap Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen
Dari hasil pengujian ini, auditor dapat lebih memahami pengendalian yang
berlaku pada objek audit sehingga lebih mudah dapat diketahui potensi
terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang dilakukan.
3) Tahap Audit Terinci
Pada tahap ini dilakukan pengembangan temuan untuk mencari keterkaitan
antara satu temuan dengan temuan yang lain dalam menguji permasalahan
yang berkaitan dengan tujuan audit.
4) Tahap Pelaporan
Tahap ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil audit. Hal ini penting
untuk meyakinkan pihak manajemen (objek audit) tentang keabsahan hasil

913

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 4, 2015: 911-922

audit dan mendorong untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai


kelemahan yang ditemukan.
5) Tahap Tindak Lanjut
Tindak lanjut bertujuan untuk mendorong dilaksanakannya tindak lanjut
(perbaikan) sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Tetapi auditor tidak
memiliki wewenang untuk mengharuskan manajemen melaksanakan tindak
lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.
Proses Produksi
Menurut Sofjan, Assauri (1993: 16) sebagaimana dikutip Susanto H, Pim
Septian (2008: 17), yang dimaksud dengan proses produksi adalah : Kegiatan
yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output), tercakup
semua aktifitas atau kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa, serta kegiatankegiatan lain yang mendukung atau menunjang usaha untuk menghasilkan produk
tersebut.
Efektivitas Proses Produksi
Efektivitas adalah kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan yang
diharapkan. Proses produksi dikatakan efektif jika tujuan dan sasaran proses
produksi tercapai.
Efisiensi Proses Produksi
Aspek efisiensi berhubungan dengan apakah pencapaian tujuan tersebut
dilaksanakan dengan penggunaan sumber daya yang optimal.
Sasaran Audit Operasional dalam Proses Produksi
1) Perencanaan dan Pengendalian Produksi
2) Pengawasan Persediaan
3) Pengendalian Kualitas
4) Pemeliharaan Mesin dan Fasilitas Produksi
5) Manajemen Tenaga Kerja
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis
adalah metode penelitian yang menggambarkan dan melukiskan kejadian pada
saat penelitian dilaksanakan, dengan cara mengumpulkan data yang bersifat
aktual kemudian di analisis untuk disimpulkan sehingga dapat disusun menjadi
suatu karya ilmiah. Sugiono (1998: 105).
Jenis dan Sumber Data
a. Data Primer
b. Data Sekunder
Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dengan melakukan penelitian langsung di lapangan
terhadap objek penelitian yang telah di tentukan untuk memperoleh data primer
dan data sekunder secara langsung dengan teknik :
a. Kuesioner / Angket
914

Analisis Audit Operasional Proses Produksi PT Percetakan Manuntung Press (Rezhi)

b. Wawancara
c. Observasi
d. Penelitian Kepustakaan
Populasi dan Sampel
Objek penelitian yaitu PT. Percetakan Manuntung Press yang berlokasi di
Jalan. Ir. Sutami. Penulis menentukan Lima (5) divisi yang berkaitan dengan tajuk
skripsi penulis yang diantaranya :
1) Branch Manager
2) Manager Teknik
3) Koordinator Percetakan
4) Divisi Maintenance
5) Operator Percetakan
Teknik Analisis Data
1) Analisis Statistik
Untuk menghitung nilai persentase berupa jawaban responden yang didapat
melalui kuesioner, maka rumus yang digunakan adalah:
Jumlah jawaban Ya
Persentase
=

Jumlah Jawaban

X 100 %

Kuesioner

Ketentuan perhitungan persentase menggunakan ketentuan yang


dikemukakan oleh Dean J. Champion (1990: 270) sebagai berikut :
0 % - 25 % audit operasional tidak berperan dalam proses produksi.
26 % - 50 % audit operasional kurang berperan dalam proses produksi.
51 % - 75 % audit operasional cukup berperan dalam proses produksi.
76 % - 100 % audit operasional sangat berperan dalam proses produksi.
2)

Analisis Efektivitas dan Efisiensi Produksi


Untuk mengukur data yang diperoleh dari laporan-laporan produksi
perusahaan periode bulan februari - mei 2015 maka rumus yang digunakan :
Analisis untuk mengukur Efektivitas (Achievement Rate)
Output Aktual Yang
AR =

Dicapai

X 100 %

Target Produksi Yang


Dibuat

Analisis untuk mengukur Efisiensi produksi terhadap produktivitas bahan


baku
Jumlah Output Yang
Produktivitas

Dihasilkan

Jumlah Bahan Baku Yang

X 100 %
Dipakai

915

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 4, 2015: 911-922

Analisis untuk mengukur Efisiensi produktivitas tenaga kerja


Volume ProduksiYang
EPTK

Dihasilkan

Total Direct Labour x

X 100 %
Jumlah Jam Kerja Produktif

Analisis untuk mengukur Efektivitas tenaga kerja


Tenaga Kerja x Jmlh Jam Kerja
ETK

Produktif x Minggu Kerja

X 100 %

Waktu Produksi

Analisis untuk mengukur Efektivitas kapasitas mesin


Produk Aktual
Loading =

X 100 %
Kapasitas Mesin

Analisis untuk mengukur Efisiensi kapasitas mesin


Produk Aktual
Loading
Kapasitas Yang

X 100 %

Tersedia x Hari Produksi


Idle Capacity = (100% - Loading)

Hasil Penelitian dan Pembahasan


1) Analisis Statistik
Berdasarkan data yang diperoleh dalam kuesioner langsung tertutup yang
penulis sebar kepada 5 responden yang telah penulis tentukan sebelumnya, secara
keseluruhan untuk jawaban Ya (Y) total memperoleh 366 suara dari 5 responden,
sedangkan untuk jawaban Tidak (T) memperoleh 44 suara dari 5 responden, dan
keseluruhan jumlah jawaban kuesioner baik itu jawaban Ya (Y) dan Tidak (T)
totalnya 410 suara. Kemudian data tersebut akan digunakan untuk memperoleh
nilai persentase sebagai berikut :
Persentase
=

366
X 100 % = 89,3%
410

Dari perhitungan yang terdapat di atas dengan menggunakan rumus


perhitungan persentase, persentase yang diperoleh dalam analisis deskriftif
kualitatif dengan menggunakan metode statistik menunjukkan persentase 89,3 %.
Berdasarkan ketentuan yang dikemukakan oleh Dean J. Champion (1990: 270)
dengan demikian dapat dikatakan audit operasional sangat berperan dalam proses
produksi.

916

Analisis Audit Operasional Proses Produksi PT Percetakan Manuntung Press (Rezhi)

2) Analisis Efektivitas (Achievement Rate)


Tabel Penilaian Perhitungan Target dan Realisasi Efektivitas Produksi
Bulan

Target

Realisasi

Selisih

Hasil dalam (%)

Keterangan

Februari

153,572

152,079

(-1,493)

99,03

Belum Efektif

Maret

167,620

169,750

(2,130)

101,27

Efektif

April

163,636

162,176

(-1,460)

99,11

Belum Efektif

Mei

170,215

172,600

(2,385)

101,40

Efektif

Sumber : Data diolah


Kriteria
: Efektivitas tercapai apabila hasil perhitungan mencapai target

produksi yang telah ditetapkan pada setiap bulan, dan hasil


perhitungan dalam persentase (%) mencapai 100%.
Penyebab : Penyebab tidak tercapainya efektivitas produksi dikarenakan
pemborosan dalam penggunaan bahan baku plate, tinta, dan
chemical.
Akibat
: Secara menyeluruh menunjukkan audit operasional kurang
berperan dalam efektivitas proses produksi, karena (terjadi
naik turun perolehan) dalam mencapai sasaran efektivitas
proses produksi.
3) Analisis Efisiensi produksi terhadap produktivitas bahan baku
Tabel Penilaian Perhitungan Target dan Realisasi Efisiensi Produksi terhadap
Produktivitas Bahan Baku
Bulan

Target

Realisasi

Selisih

Keterangan

Februari

181,74

178,92

(-2,82)

Belum Efisien

Maret

199,55

205,26

(5,71)

Efisien

April

175,01

163,65

(-11,36)

Belum Efisien

Mei

117,39

126,54

(9,15)

Efisien

Sumber : Data diolah

Kriteria

Penyebab

Akibat

: Efisiensi dicapai apabila dalam penggunaan bahan baku secara


minimal sejalan dengan produktivitas yang mampu mencapai
target oplah yang ditetapkan setiap bulannya, dan hasil
perhitungan persentase harus melebihi dari target yang di
anggarkan yaitu untuk bulan februari 181,74 %, maret 199,55%,
april 175,01% dan mei 117,39%.
: Kekeliruan dalam meramalkan dan menetapkan target
anggaran penggunaan bahan baku.
: Dalam 4 bulan, merujuk dari ketetapan oleh Dean J.
Champion, persentase menunjukkan audit operasional kurang
berperan dalam efisiensi proses produksi, karena (terjadi naik
turun perolehan) dalam mencapai sasaran efisiensi proses
917

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 4, 2015: 911-922

produksi.
4) Analisis Efisiensi Produktivitas Tenaga Kerja
Tabel Penilaian Target dan Realisasi Efisiensi Produktivitas Tenaga Kerja
Bulan

Target

Realisasi

Selisih

Keterangan

Februari

11,43

11,32

(-0,11)

Belum Efisien

Maret

11,26

11,85

(0,59)

Efisien

April

11,36

11,0

(-0,36)

Belum Efisien

Mei

11,44

12,37

(0,93)

Efisien

Sumber : Data diolah

Kriteria

: Tenaga kerja yang mampu mencapai efisiensi produktivitas


apabila dapat memenuhi target oplah yang ditetapkan, dan
persentase efisiensi produktivitas tenaga kerja aktual (Realisasi)
melampaui efisiensi produktivitas tenaga kerja yang di
anggarkan (Target) sehingga selisih yang dihasilkan bernilai (+)
Positif.
Penyebab : Sumber daya yang ada sebenarnya tidak sebanding dengan
penetapan jam kerja produktif yang ditetapkan apabila dalam
kaitan efisiensi produktivitas tenaga kerja ini berorientasi
terhadap volume produksi yang dihasilkan baik yang terrealisasi ataupun yang terdapat dalam anggaran.
Akibat
: Persentase penilaian menunjukkan audit operasional kurang
berperan dalam efisiensi produktivitas tenaga kerja dalam proses
produksi, karena tidak konsisten (naik turun perolehan) dalam
rentan waktu 4 bulan, sehingga digolongkan belum mencapai
sasaran efisiensi produktivitas tenaga kerja dalam proses
produksi.
5) Analisis Efektivitas Tenaga Kerja
Tabel Penilaian Perhitungan Target dan Realisasi Efektivitas Tenaga Kerja
Bulan

Target

Realisasi

Selisih

Keterangan

Februari

64

64

(0)

Efektif

Maret

80

79,7

(-0,3)

Efektif

April

64

61,5

(-2,5)

Efektif

Mei

80

75

(-5,0)

Efektif

Sumber : Data diolah

918

Kriteria

: Kriteria penilaian dalam perhitugan efektivitas tenaga kerja


berpatokan terhadap selisih persentase antara anggaran dan
realisasi. Apabila antara anggaran dan realisasi menghasilkan
selisih (-) minus atau selisihnya berada di titik tengah (0%)
maka hal tersebut bernilai positif, atau apabila hasil perhitungan

Analisis Audit Operasional Proses Produksi PT Percetakan Manuntung Press (Rezhi)

persentase realisasi lebih kecil dari jumlah persentase yang ada


di anggaran. Dan apabila selisih bernilai (+) plus maka hal
tersebut bernilai negatif, yang berarti terjadi overtime dalam
kegiatan produksi dari anggaran waktu jam kerja produktif yang
telah di targetkan perusahaan.
Penyebab : Penilaian efektivitas tenaga kerja tidak hanya dinilai dari
tenaga kerja produksi yang ada di pihak percetakan saja, tenaga
kerja dari pihak penerbit yang melaksanakan proses pra-cetak
pun ikut andil dalam menentukan apakah anggaran dan realisasi
efektivitas tenaga kerja nantinya dapat memenuhi dan sesuai
dengan standar penilaian yang ditetapkan. Sehingga untuk
mencapai efektivitas tenaga kerja tidak cukup hanya 1 pihak saja
yang meningkatkan kualitas kerjanya, tetapi secara bersamasama meningkatkan kualitasnya baik itu pihak penerbit maupun
pihak percetakan Manuntung Press.
Akibat
: Penilaian efektivitas tenaga kerja dapat dikatakan untuk
keseluruhan sudah berjalan dengan efektif. Maka berdasarkan
teori Dean J. Champion (1990: 270), persentase penilaian
menunjukkan audit operasional sangat berperan dalam
efektivitas tenaga kerja dalam proses produksi.
6) Analisis Efektivitas Kapasitas Mesin
Tabel Penilaian Perhitungan Target dan Realisasi Efektivitas Kapasitas Mesin
Bulan

Target

Realisasi

Selisih

Keterangan

Februari

99,33

93,34

(0,01)

Belum Efektif

Maret

103,34

107

(3,66)

Efektif

April

100

93,75

(-6,25)

Belum Efektif

Mei

103,33

103,33

(0)

Efektif

Sumber : Data diolah

Kriteria

Penyebab

Akibat

: Kriteria efektivitas kapasitas mesin dikatakan mencapai tingkat


efektif apabila kapasitas mesin yang telah di targetkan
perusahaan mampu memproduksi produk yang ada dalam
anggaran penetapan produk aktual dan produk yang di targetkan.
: Secara kapasitas memang mesin yang ada cukup besar, tetapi
untuk teknologi mesin sendiri dan sarana penunjang yang lain
masih dikatakan teknologi yang menengah kebawah dan dalam
produksi sendiri masih sistem manual, jadi secara penilaian
keseluruhan kapasitas mesin pun belum dapat dikatakan efektif.
: Secara menyeluruh kembali terjadi tidak konsisten (naik turun
perolehan) dalam rentan waktu 4 bulan, penilaian persentase
berdasarkan teori Dean J. Champion (1990: 270), menunjukkan
audit operasional kurang berperan terhadap efektivitas kapasitas
919

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 4, 2015: 911-922

mesin dalam proses produksi.


7) Analisis Efisiensi Kapasitas Mesin
Tabel Penilaian Perhitungan Target dan Realisasi Efisiensi Kapasitas Mesin
Bulan

Idle Capacity Anggaran

Idle Capacity Aktual

Selisih

Keterangan

Februari

67 %

67 %

(0)

Belum Efisien

Maret

67 %

65 %

(-2)

Efisien

April

67 %

69 %

(2)

Belum Efisien

Mei

67 %

67 %

(0)

Efisien

Sumber : Data diolah

Kriteria

Penyebab

Akibat

: Penentuan pengukuran efisiensi kapasitas mesin ditetapkan


berdasarkan berapa rata-rata oplah koran yang dicetak dan
disesuikan dengan waktu yang ditempuh dalam kloter produksi
koran samarinda pos, kemudian dilihat dari gap atau selisih
persentase (Idle Capacity) dalam penilaian ini apabila idle
capacity aktual atau kapasitas menganggur mesin aktual lebih
kecil dari idle capacity anggaran maka dapat dikatakan
mencapai tingkat efisiensi.
: Kapasitas mesin yang ada di perusahaan yang cetakannya
mampu mencapai 30.000 examplar perjam sebetulnya sangat
menunjang, akan tetapi besarnya kapasitas yang dimiliki pun
akan tidak bermanfaat sebagaimana mestinya apabila rata-rata
cetakan yang dihasilkan baik itu untuk perhari maupun perbulan
kecil.
: Secara keseluruhan kembali terjadi tidak konsisten (naik turun
perolehan) dalam rentan waktu 4 bulan, penilaian persentase
berdasarkan teori Dean J. Champion (1990: 270), disimpulkan
bahwa audit operasional kurang berperan terhadap efisiensi
kapasitas mesin dalam proses produksi.

Penutup
Analisis menggunakan rumus persentase diperoleh hasil 89,3 %, sehingga
untuk analisis ini dinyatakan audit operasional sangat berperan dalam proses
produksi. Sedangkan untuk analisis efektivitas dan efisiensi produksi yang
meliputi pengukuran bahan baku, tenaga kerja, dan mesin secara garis besar
dinilai audit operasional kurang berperan dalam proses produksi karena terjadi
naik turun perolehan persentase dalam rentan waktu Februari-Mei 2015, hanya
efektivitas produksi terhadap tenaga kerja saja yang sangat berperan dalam proses
produksi karena dalam rentan bulan Februari-Mei 2015 persentase yang
dihasilkan stabil. Sehingga secara menyeluruh audit operasional dinilai kurang
berperan dalam proses produksi pada PT. Percetakan Manuntung Press
Samarinda.
920

Analisis Audit Operasional Proses Produksi PT Percetakan Manuntung Press (Rezhi)

Perusahaan harus lebih tepat dalam meramalkan kebutuhan bahan baku dan
estimasi pemesanan nya pun harus tepat serta harus lebih selektif dalam pemilihan
bahan baku agar mencegah kecacatan / kegagalan produk akibat kualitas bahan
baku yang tidak baik.
Kebijakan perusahaan dalam mengatur kecepatan mesin dengan kecepatan
middle pun harus dilakukan dengan optimal agar kapasitas yang menganggur
tidak terjadi terlalu besar, serta menghindari keterlambatan dalam pengadaan
koran setiap harinya.
Penentuan target produksi harus ditetapkan dengan melihat ketersediaan
sumber daya yang ada di perusahaan.
Tim Opname yaitu tim audit dari perusahaan pusat, sebaiknya memiliki
jadwal khusus dan secara teratur dalam melakukan audit ke perusahaanperusahaan cabang seperti perusahaan di samarinda ini.
Pelaksanaan standar audit yang berdasarkan ISO harus lebih optimal
dilaksanakan untuk perusahaan cabang di samarinda, agar kegiatan operasional
perusahaan dapat berjalan sesuai dengan kriteria efektivitas dan efisiensi.
Daftar Pustaka
Arens, Alvin A, dkk. (Edisi Keduabelas, Jilid I. Terjemahan Herman Wibowo).
2008. Auditing dan Jasa Assurance. Jakarta : Erlangga.
Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: LP-FEUI.
Bayangkara, IBK. 2008. Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi. Jakarta :
Salemba Empat.
Champion, Dean J., 1990, Basic Statistic For Social Research, 3th edition, New
York: Ronald Press Publication, John Wiley and Sons.
Handoko, Hani. Edisi Kedua. 2000. Manajemen. Yogyakarta : Universitas Gajah
Mada.
Indranata,
Iskandar.
2008.
PENDEKATAN
KUALITATIF
UNTUK
PENGENDALIAN KUALITAS. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
(UI-Press).
Kusuma, Hendra (ED. III.) 1999. MANAJEMEN PRODUKSI Perencanaan dan
Pengendalian Produksi. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.
Messier, William F., 2000, Auditing and Assurance Service : A Systematic
Approach, 2nd edition, USA : McGraw-Hill, Inc.
Mulyadi. 2002. Buku I : Auditing, Edisi Keenam. Jakarta : Salemba Empat.
Sunarto. 2003. Auditing. Yogyakarta : Panduan.
Tunggal, Amin Widjaya. 2000. Internal Audit Suatu Pengantar. Jakarta :
Harvarindo.
Yusuf, Amir Abadi. 2006. Auditing. Jakarta : Salemba Empat.
Jurnal dan Tesis :
2009-2-00541-AK
Bab
2.doc.
Jurnal
Bab
II,
(Online),
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2
&cad=rja&uact=8&ved=0CCEQFjAB&url=http%3A%2F%2Fthesis.binus
921

eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 4, 2015: 911-922

.ac.id%2Fdoc%2FBab2Doc, (diakses 9 Desenber 2014).


Analisis Pemeriksaan Operasional Dalam Menunjang Efektivtas Kinerja Operasi
Dana
Pensiun.
Jurnal,
(Online),
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/437/jbptunikompp-gdl-ninanurmal21829-7-unikom_n-i.pdf, (diakses 9 Desenber 2014).
Herawati, Efi. 2008. Analisis Pengaruh Faktor Produksi Modal, Bahan Baku,
Tenaga Kerja Dan Mesin Terhadap Produksi Glycerine Pada PT. Flora
Sawita
Chemindo
Medan.
Tesis,
(Online),
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/4259/1/067019044.pdf,
(diakses 24 Oktober 2015)
Kurniasari, Yuseila. 2012. Audit Operasional Atas Fungsi Produksi Untuk
Meningkatkan Efektivitas (Pada PT Kripton Gama Jaya). Jurnal Bab II,
(Online),
http://eprints.uny.ac.id/9047/3/bab%202-08412141034.pdf,
(diakses 9 Desenber 2014).
Menentukan-Fokus-Penelitian.
Artikel,
(Online),
http://wajburni.wordpress.com/2012/02/01/, (diakses 16 desember 2014).
Permatasari, Nita. 2014. Audit Efektivitas, Efisiensi, Dan Ekonomisasi Proses
Produksi Operasional (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur CV
Rimba
Sentosa).
02.
Naskah
Publikasi
Jurnal,
(Online),
http://eprints.ums.ac.id/32087/, (diakses 18 April 2015).
Santoso, Aman. 2004. Audit Operasional Atas Proses Produksi Dalam Usaha
Menekan Tingkat Kecacatan Produk (Studi Kasus Pada PT X
Bandung).
Skripsi,
(Online),
http://dspace.widyatama.ac.id.idhandlerar.pdf, (diakses 9 Desember
2014).
Setiawan, Iwan. 2005. Peran Audit Operasional atas Proses Produksi
Mendukung Efektivitas Proses Produksi Perusahaan (pada PT. Chitose
Indonesia Mfg). Jurnal (Online), http://dspace.widyatama.ac.id, (diakses
18 April 2015).
Susanto H, Pim Septian. 2008. Pengaruh Pengendalian Produksi Terhadap
Kegagalan Produk Kursi Rotan (Pada Cv. Mutiara Rotan Kab. Cirebon).
Skripsi, (Online), http://digilib.unpas.ac.id//jbptunpaspp-gdl-septianpim318-1-skripsi-p, (diakses 9 Desember 2015).
Tebety, Aditya Sanzana dan Moch. Dzulkirom AR, Dwi Atmanto, dkk.
Penerapan Audit Operasional Untuk Menilai Efisiensi, Efektivitas, Dan
Ekonomisasi Bagian Produksi (Studi pada PG. Meritjan Persero Kediri).
Jurnal
(Online),
http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/
130/183 (diakses 29 April 2015)

922