Vous êtes sur la page 1sur 6

BAB III

KERANGKA KONSEP DAN METODE PENELITIAN


3.1 Kerangka Konsep

Pasien
terdiagnos
a kanker

Alternatif terapi non


medikamentosa
NYERI

Keterangan:

Distraksi Musik
Mozart
Menurunkan jumlah
stimulus nyeri yang
dikirim ke otak
melalui stimulasi
sistem kontrol
descenden dan
meningkatkan
pengeluaran
endorphins

Tidak nyeri
(Skor 0)
Nyeri Ringan
(Skor 1-3)
Nyeri Sedang
(Skor 4-6)
Nyeri berat
( Skor 7-10)

: Diteliti
3.2 Hipotesa Penelitian
: Tidak teliti
Ada pengaruh pemberian terapi musik Mozzart terhadap penurunan skor
Sedikit impuls nyeri
nyeri pada pasien yang terdiagnosa
kanker
di ruang 27 dan 28 Rumah Sakit
yang
ditransmisikan
dr. Saiful Anwar Malang.

ke otak

3.3 Desain Penelitian


Desain penelitian pada penelitian ini adalah quasi experimental
dengan one group pretest-postest design yaitu mengungkapkan hubungan
sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Rancangan ini
melibatkan satu kelompok responden yang telah memenuhi kriteria inklusi
penelitian. Keseluruhan responden kemudian dilakukan pre tes terlebih
dahulu yaitu mengukur tingkat nyeri. Kemudian dilakukan intervensi berupa
mendengarkan musik mozart menggunakan headset selama 15 menit.
Setelah intervensi selesai, maka peneliti melakukakan posttest mengukur
kembali skor nyeri responden. Peneliti

kemudian membandingkan hasil

antara skor nyeri pretest dan posttest. Desain pada penelitian ini dapat
digambarkan pada skema di bawah ini:

T
P2

P1
Keterangan:
P1
: Pre intervensi
T
: Intervensi mendengarkan musik mozart
P2
: Post intervensi
3.4 Variabel Penelitian

Variabel dependent dalam penelitian ini adalah tingkat nyeri pada


pasien kanker, sedangkan variable independent adalah terapi musik Mozart.
3.5

Waktu dan Tempat Penelitian


Pengambilan data mini research ini dilakukan pada tanggal 30 Mei-9
Juni 2016 di ruang 27 dan 28 Rumah Sakit Saiful Anwar Malang

3.6 Populasi dan Sampel


3.6.1 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosa
kanker yang seang menjalani perawatan di ruang 27 dan 28 RS dr. Saiful
Anwar Malang

dalam kurun waktu yang ditentukan berjumlah 30

responden.
3.6.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien terdiagnosa kanker
yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Accidental
sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara mengambil
responden secara tidak sengaja/yang ditemui peneliti pada saat melakukan
mini research (Sugiyono, 2009). Pengambilan sampel didasarkan pada
kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut:

Kriteria inklusi:
a) Pasien yang

terdiagnosa kanker yang mengalami nyeri di

ruang 27 dan 28 Rumah Sakit Saiful Anwar Malang


b) Pasien yang mendapatkan skor NRS (Numeric Rating Scale)
1-6.
c) Pasien yang mendapatkan tidak mendapatkan antinyeri
d) Pasien yang dapat kooperatif selama penelitian
Kriteria Eksklusi
a) Pasien yang menolak dilakukan terapi musik
b) Pasien yang mengalami gangguan pendengaran
c) Pasien yang mendapatkan anti nyeri

3.7 Instrumen Penelitian


a. Lembar observasi NRS
Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar observasi Numeric
Rating Scale (NRS) yang digunakan sebagai alat pengukur skor nyeri
dengan rentang nilai 0 (tidak nyeri), 1-3 (nyeri ringan), 4-6 (nyeri
sedang), 7-10 (nyeri berat).
b. MP3 digunakan untuk memutar musik mozart
c. Headset
d. Bulpoint
3.8 Prosedur Penelitian
1. Melakukan Studi pendahuluan di ruang 27 dan 28 RSSA
2. Menentukan topik penelitian
3. Melakukan diskusi dengan pembimbimbing akademik
pembimbing klinik
4. Setelah topik disetujui,

peneliti

kemudian

mengajukan

dan
surat

persetujuan mini research di Ruang 27 dan 28


5. Peneliti menemui calon responden dan menjelaskan tentang tujuan,
manfaat penelitian kemudian memberikan inform consent.
6. Setelah menentukan responden yang sesuai, peneliti melakukan
pretest pengkajian nyeri dengan menggunakan instrumen nyeri NRS
(numeric rating scale).
7. Peneliti memberikan intervensi kepada pasien yang mendapatkan
skor NRS (Numeric Rating Scale) 1 sampai dengan 6 dengan cara

responden diminta mendengarkan musik mozart menggunakan


headset selama 15 menit menggunakan headset.
8. Melakukan evaluasi skala nyeri setelah pemberian terapi music
menggunakan NRS.
9. Menganalisa data yang didapat
10. Menyimpulkan data yang didapat
3.9 Kerangka Penelitian
Penentuan desain studi: quasi experimental
Populasi: semua pasien di Ruang 27 dan Ruang 28 RS dr. Saiful
Anwar Malang yang terdiagnosa kanker
Kriteria Inklusi penelitian:
a) Pasien yang terdiagnosa kanker yang mengalami nyeri di ruang
27 dan 28 Rumah Sakit Saiful Anwar Malang
b) Pasien yang mendapatkan skor NRS (Numeric Rating Scale) 1-6
Pengambilan
sampel: accidental
c) Pasien yang
tidak mendapatkan
anti nyeri sampling
d) Pasien yang dapat kooperatif selama penelitian
Persetujuan Setelah Penjelasan (Inform consent)
Pretest: Melakukan pengkajian nyeri pada pasien kanker
Memberikan intervensi music mozart pada pasien kanker
yang sedang mengalami nyeri selama 15 menit
Posttest: Mengevaluasi skor nyeri setelah diberikan terapi
music mozart
Melakukan pengolahan data
Pengambilan kesimpulan
Gambar 3.2 Bagan Kerangka Kerja Penelitian

3.10 Pengolahan Data dan Analisa Data


3.10.1 Pengecekan Data (Editing)
Editing merupakan kegiatan melakukan pengecekan kelengkapan,
kejelasan, relevansi dan konsistensi kuesioner atau instrumen. Dalam
penelitian ini, editing dilakukan oleh peneliti dengan memeriksa kuesioner
dan instrumen yang digunakan untuk menilai mukositis. Responden yang
mengundurkan diri, pulang paksa atau meninggal tetap dianalisis datanya,
tetapi dimasukkan ke dalam kelompok data yang tidak lengkap, analisis data

dilakukan secara terpisah antara kelompok data yang lengkap dan kelompok
data yang tidak lengkap.
3.10.2. Pemberian kode data (Coding)
Coding merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi
data berbentuk angka/bilangan. Pada tahap ini, diberikan kode atau nilai
pada tiap jenis data untuk menghindari kesalahan dan memudahkan
pengolahan data. Variabel yang dikategorikan dengan koding adalah
variabel independent yaitu skor nyeri peneliti menggunakan kode jawaban
berupa tidak nyeri skor 0 (nol), nyeri ringan skor 1-3, nyeri sedang skor
4-6, dan nyeri berat 7-10.
3.10.3. Scoring
Pada tahap ini, dilakukan pengubahan jenis data ke dalam bentuk
angka atau skor yang disesuaikan dengan teknik analisa yang dipilih.
3.10.4 Tabulating
Dalam tahap tabulasi ini, data yang telah dimasukkan diperiksa
kembali untuk memastikan bahwa data lengkap dan benar-benar bersih
dari kesalahan serta siap dilakukan analisa.
Setelah dilakukan keempat proses di atas, kemudian dilakukan
analisis data. Untuk membuktikan hipotesis penelitian, penulis menggunakan uji Wilcoxon. Uji beda dalam penelitian ini menggunakan program
SPSS versi 17 for windows. Keputusan uji adalah bila asym-sign (2-tailed)
<0.05 maka hipotesa penelitian diterima.
3.10 Etika Penelitian
Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan ijin
kepada Kepala Ruang 27 dan Ruang 28 RSSA untuk mendapatkan
persetujuan. Setelah mendapat persetujuan kegiatan pengumpulan data
bisa dilaksanakan dengan menekankan pada masalah etik antara lain :
1) Respect
a. Otonomi

Anonimity yaitu kerahasiaan identitas pasien terjaga dengan cara


peneliti tidak mencantumkan nama pada lembar pengambilan data.
b. Inform consent
Peneliti meminta persetujuan kepada kepala ruangan dan pasien
untuk melakukan pengambilan data dan melakukan intervensi music
mozart.
2) Beneficience
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini untuk pasien adalah
mengurangi intensitas nyeri atau tingkat nyeri pada pasien yang
terdiagnosa kanker yang sedang mengalami nyeri.
3) Nonmaleficenne
Tidak ada kerugian yang didapat pada pasien maupun rumah sakit
karena penelitian ini tidak melakukan tindakan invasif atau tindakan yang
merugikan, karena penelitian ini hanya meminta responden untuk
mendengarkan

music

Mozart

dengan

headset

sesuai

dengan

persetujuan responden.
4) Justice (Prinsip Keadilan)
Dalam penelitian ini peneliti berusaha semaksimal mungkin untuk
memperlakukan responden secara adil dan tidak ada diskriminasi.
Seluruh responden mendapat perlakuan yang sama dalam hal terapi
musi mozart.