Vous êtes sur la page 1sur 2

PEMBERDAYAAN PERAN IBU DALAM MENCEGAH GIZI BURUK BALITA

MELALUI PROGRAM PADI CERI (POS KADER IBU CERMAT GIZI) DI


KECAMATAN JELBUK KABUPATEN JEMBER
Dwi Yoga Setyorini1 Talitha Zhafirah1 Fikri Nur Latifatul Qolbi1 Rizky Bella Mulyaningsasi1
Neneng Dwi Saputri1 Ns. Hanny Rasni, M. Kep2

ABSTRAK
Indonesia sejahtera merupakan tujuan dari pembangunan. Permasalahan kesehatan
merupakan faktor yang diprioritaskan untuk ditangani, gizi buruk dan gizi kurang pada
balita menjadi salah satu fokus penanganan. Jember memiliki kasus permasalahan gizi yang
cukup tinggi, ada 9,3% balita gizi buruk, 21,1% balita gizi kurang. Jember menempati
urutan kedua gizi buruk dan gizi kurang terbanyak di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012.
Jelbuk salah satu kecamatan dengan kasus terbanyak, tersebar di Desa Panduman,
Sucopangepok, Sukowiryo, Sukojember, dan Sugerkidul.
Kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember
melaksanakan serangkaian kegiatan bersama masyarakat dengan koordinasi Puskesmas dan
Perangkat Desa melalui Program Padi Ceri (Pos Kader Ibu Cermat Gizi) di Kecamatan
Jelbuk pada tahun 2016 dengan tujuan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan
peningkatan status gizi balita. Kegiatan dilakukan dengan musyawarah, pelatihan dan
pendampingan masyarakat. Ada 8 Dusun, khususnya Dusun Bacem dan Suber Candik yang
memiliki angka gizi buruk dan kurang terbanyak, yang menjadi tempat pelaksanaan Padi
Ceri. Sharing informasi kesehatan, pembudidayaan tanaman pangan keluarga, pelatihan
pembuatan makanan alternatif seperti nugget ontong, brownies singkong, es krim ubi, serta
pemeriksaan status gizi balita merupakan bagian kegiatan tersebut.
Hasil pengukuran diketahui gizi buruk menjadi 2 dari 6 balita dan gizi kurang
menjadi 6 dari 8 balita, serta 6 balita berstatus gizi kurang meningkat menjadi gizi baik,
dengan keseluruhan balita mengalami kenaikan berat badan 300-1000 gram/bulan.
Program Padi Ceri terus berlanjut dengan koordinator kader kesehatan di setiap Dusun.
Diharapkan kegiatan terus berlanjut dan berkembang pada keluarga dengan balita di
Kecamatan Jelbuk, sehingga pengentasan gizi buruk dan kurang dapat tercapai.
Keyword: Padi Ceri, balita, gizi buruk

1 mahasiswa keperawatan Universitas Jember


2 dosen keperawatan Universitas Jember

ABSTRACT
Indonesian prosperity is a purpose of development. Health problems are the factors that
priority to be handled, malnutrition for children under five years is one of focus treatment.
The prevalence of nutritional problems in Jember is quite high; there are children
malnutrition 9.3%, 21.1% in low nutrient. Jember is the second of malnutrition ranks and the
highest of low nutrient in East Java province in 2012. Jelbuk is one of the subdistricts with
the most low and malnutrition cases, its spread in Panduman village, Sucopangepok,
Sukowiryo, Sukojember, and Sugerkidul.
Group of Nursing students at Jember University implement some activities with the
communities by coordination with Jelbuk community health centers and the Village
government of Panduman Village through Padi Ceri Program (the Post of mother with
nutrition ability) in subdistrict of Jelbuk in 2016 with the aim to increase community
empowerment and improvement of nutritional children status. The activities carried out with
the consultation, training and community assistance. There are 8 Dusun in Panduman
Village, especially Bacem and Sumber Candik who have the highest malnutrition, which
became the location of Padi Ceri. Sharing health information, family food crop cultivation,
food processing training alternatives such as ontong nuggets, cassava brownies, ice cream
for sweet potato, and monitoring nutritional status of children is a part of these activities.
The result of malnutrition measurement is two of six toddlers and the low nutrient is six of
eight toddlers, and the last is six toddlers with malnutrition status increased to good
nutrition, with an overall toddlers gain weight 300-1000 grams / month. Padi Ceri
program is still sustainable doing with the Padi Ceri Cadre in several village. Expected
activities continued and expanded in families with toddlers in Jelbuk, thus alleviating
malnutrition and low nutrient can be achieved.
Keyword: Padi Ceri, toddlers, malnutrition, mother, role

1 mahasiswa keperawatan Universitas Jember


2 dosen keperawatan Universitas Jember