Vous êtes sur la page 1sur 18

PERENCANAAN SARANA PRASARANA PERMUKIMAN

KELURAHAN BANYUMANIK RW 01 Tahun 2014-2024

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Permukiman merupakan sebagai perumahan atau kumpulan rumah dengan segala
unsur serta kegiatan yang berkaitan dan yang ada di dalam permukiman.Pemukiman dapat
terhindar dari kondisi kumuh dan tidak layak huni jika pembangunan perumahan sesuai
dengan standar yang berlaku.
Dalam pemukiman di kenal juga istilah Kampung kota, Kampung kota dalam kamus
tata ruang adalah kelompok perumahan yang merupakan bagian kota yang mempunyai
kepadatan penduduk yang tinggi,yang mengandung arti perumahan yang dibangun secara tidak
formal (mengikuti ketentuan-ketentuan kota yang bersangkutan).
Permukiman kampung kota ini hampir di semua kota besar
menampilkan kecenderungan yang sama yaitu semakin meluas dan tidak terkendali seiring
dengan masalah ekonomi masyarakat. Salah satu contoh yang kita ambil sampel di Kota
Semarang adalah pemukiman di Kelurahan Banyumanik tepatnya di RW1. Di daerah
Banyumanik, banyak permasalahan yang timbul karena berbagai macam faktor, yang nantinya
akan kami angkat menjadi obyek perancangan pemukiman yang menitik beratkan pada sarana
prasarana yang ada.
Oleh karena itulah dalam pembuatan laporan ini juga akan di paparkan perencanaan
sarana dan prasarana untuk kelurahan Banyumanik RW 1, yang di sesuaikan dengan SNI 031733-2044 tentang Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan.

1.
2.
3.

4.

Permasalahan
Permasalahan yang jadikan acuan dalam observasi sarana dan Prasarana Pemukiman di
daerah Kelurahan Banyumanik RW 1 kali ini adalah sebagai berikut :
Bagaimanakah kondisi sarana dan prasarana di Kelurahan Banyumanik RW 1 saat ini ?
Apa sajakah sarana dan prasarana yang belum ada di desa Kelurahan Banyumanik RW 1 sesuai
dengan SNI 03-1733-2044 tentang Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan ?
Apa penyebab kurangnya kelengkapan sarana dan prasarana yang ada di Kelurahan Banyumanik
RW 1 sehingga menjadikan lingkungan disana terasa kumuh dan sangat minim akan kelengkapan
fasilitas penunjang ?
Bagaimanakah merencanakan sarana dan prasarana yang belum ada di Kelurahan Banyumanik
RW 1 ?
Tujuan

Tujuan penyusunan laporan ini adalah


1. Mengetahui kondisi fisik sarana dan prasarana Kelurahan Banyumanik RW 1
2. Dapat menganalisa penyebab-penyebab kurangnya sarana dan prasarana yang ada di desa
tersebut
3. Memperoleh suatu perencanaan sarana dan prasarana pemukiman di Kelurahan Banyumanik
sesuai dengan SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan
1.1

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu :
1. Studi Pustaka
mengenai teori-teori dasar tentang sarana dan prasarana yang ada di kampung kota serta teori
peraturan-peraturan serta setandar-standar perumahan permukiman.
2. Observasi Lapangan pada lokasi studi
Bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi fisik dari kelurahan yang akan dijadikan
lokasi studi, baik mengamati sendiri maupun dengan wawancara dengan narasumber.

BAB II
KONDISI EKSISTING
Wilayah Makro Kelurahan Banyumanik
a. Lokasi Kelurahan Banyumanik
Lokasi Kelurahan Banyumanik terletak di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Batasan Kelurahan Banyumanik RW 1 :
Utara
: RW 3
Selatan
: Jalan Raya karanganyar
Barat
: Kodam IV Diponegoro
Timur
: RW 5

Gambar 1.1 Lokasi Kelurahan Banyumanik


Sumber : Google earth
b. Keadaan Wilayah
Pada kawasan Kelurahan Banyumanik itu sendiri memliki 9 RW . Keadaan yang
terdapat pada kawasan tersebut memiliki data yang menyebutkan jumlah rumah dengan kriteria :
1. Permanen ( rumah)
2. Rumah semi permanen (rumah)
3. Rumah non permanen ( rumah)
c.

Keadaan Ekonomi dan Mata Pencaharian


Mata pencaharian utama dari warga sebagian besar adalah sebagai buruh pabrik,
memberikan jasa berupa warung, bengkel parkir dll. Sebagian juga ada yang bekerja sebagai
pegawai negeri sipil.
Wilayah Mikro RW 1 Kelurahan Banyumanik
Kondisi wilayah RW 1 pada umumnnya seperti RW-RW di kelurahan Banyumanik
yang lainnya.
Untuk RW I sendiri terdiri dari 5 RT dari mulai RT. 1-5 yang masing-masing di ketuai
oleh ketua RT.Berikut adalah pembagian RT di daerah RW 1 :

a.

Gambar 1.3 Peta Pembagian Wilayah RW I Kelurahan Banyumanik


Sumber : Wawancara Bapak RW
Identifikasi Sarana dan Prasarana
Sarana pemerintahan dan pelayanan umum

1.

Gedung Serbaguna
Gedung Serbaguna berada di RT.2dekat dengan Sendang Pring. Tempat ini juga dibuat
sebagai Balai RW, Posyandu anak-anak,Posyandu manula, Tempat pertemuan warga dan
PAUD.Keadaan Gedung serbaguna ini kurang layak untuk standar, salah satunya tidak ada pagar
pengaman.

Gambar 1.4 Gedung Serbaguna RW 1


Sumber : Dokumentasi Kelompok
2.

Tempat Parkir Umum


Tempat parkir umum di Kelurahan Banyumanik di RW 1belum ada. Kebanyakan setiap
warga hanya memiliki tempat parkir sendiri di depan rumah.

b. Sarana pendidikan dan pembelajaran


Sarana Pendidikan, yang ada di RWyaitu :
1. PAUD yang digunakan untuk pembelajaran anak-anak
2. Selain itu terdapat Taman Kanak-Kanak di RT 5

Gambar 1.5 PAUD dan Taman Kanak-kanak


Sumber : Dokumentasi Kelompok

c.

Sarana kesehatan
Untuk sarana kesehatan di RW 1 ini memiliki posyandu anak-anak,posyandu manula
yang berada digedung serbagunayang terletak di RT 2. Poli Gigi dan Bidan, masing-masing
berada di RT 4 dan RT 5.

Gambar 1.6 Posyandu,Poli gigi, Bidan


Sumber : Dokumentasi Kelompok
d. Sarana Peribadatan
Untuk sarana peribadatan RW ini memiliki 2 mushola dan 1 masjid yang tersebar di
RT-RT diantaranya adalah RT. 3 ,RT. 5, RT 7 dan RT 1.

Gambar 1.7 Mushola dan Masjid


Sumber : Dokumentasi Kelompok
e.

Sarana perdagangan dan niaga


Sarana perdagangan di RW 1 Kelurahan Banyumanik ini berupa warung sembako
rumahan dan warung makan sederhana.Hampir di semua RT ada warung sembako rumahan.

Gambar 1.8 Warung sembako, warung makan


Sumber : dokumentasi Kelompok
f.

Sarana ruang terbuka, taman dan lapangan olahraga


Di Kelurahan Banyumanik RW 1 memiliki 1 lapangan olahragayang multifungsi berupa
lapangan futsal,voli,dan tenis meja. Terletak di RT 3 dan Serta lapangan tenis terletak di RT
5. Namun lapangan ini dimiliki Pribadi.

Gambar 1.9Lapangan Olahraga


Sumber : Dokumentasi Kelompok
g. Jaringan Persampahan
Di Kelurahan Banyumanik tepatnya di RW I untuk jaringan pesampahan sudah memadai
,karena warga di RW I sudah menyadari betapa pentingnya kebersihan lingkungan , sampah di
RW I sudah di bagi menjadi 2 jenis yaitu Organik dan Anorganik ,serta jaringan persampahan di
RW I sudah terintegrasi, namun kurang tertata rapi.

Gambar 2.0 jaringan persampahan


Sumber : Dokumetasi kelompok

h.

Jaringan Jalan Lingkungan


Jalan di Kelurahan Banyumanik tepatnya di RW I memiliki jalan yang cukup lebar ,untuk
jalan utama yang berada di depan komplek RW I selebar 6meter sedangkan untuk jalan
penghubung antar RT selebar 4 meter dan 2,5meter.

Gambar 2.1 jaringan jalan


Sumber : Dokumetasi kelompok

i.

Jaringan Listrik
Jaringan listrik di Kelurahan Banyumanik RW 1 ini menggunakan sistem kabel dengan
penyangga dengan jarak antar penyangga 25 m,dengan ketinggian 8 m.

Gambar 2.2 jaringan listrik


Sumber : Dokumetasi kelompok
j.

Jaringan Air Bersih dan Air Kotor


a. Jaringan air bersih di Kelurahan Banyumanik RW 1 ini berasal dari PDAM dan
sendang .
b. Jaringan air kotor di Kelurahan Banyumanik RW 1 ini melalui selokan-selokan.
Selokan ini dibedakan menjadi dua. Untuk selokan utama dengan ukuran lebar 60cm dengan
kedalaman 1m. Selokan kecil 40 cm dengan kedalaman 80cm. Namun selokannya terlihat kurang
tertata dengan baik.

Gambar 2.3 jaringan Air bersih


Sumber : Dokumetasi kelompok

Gambar 2.4 jaringan Air kotor


Sumber : Dokumetasi kelompok

k.

Jaringan Komunikasi
Jaringan komunikasi di Kelurahan banyumanik menggunakan speaker umum. karena lebih
murah dan praktis Speaker ini bertujuan untuk memberi pemberitahuan terhadap warga di RW 1
saat terjadi bencana atau yang lainnya.

Gambar 2.5 jaringan Komunikasi


Sumber : Dokumetasi kelompok

l.

Jaringan Keamanan
Keamanan di Kelurahan Banyumanik menggunakan pos kamling,dengan alat pemberi
sinyal kepada para warga yang berupa kentongan.

Gambar 2.6 jaringan Keamanan


Sumber : Dokumetasi kelompok

BAB III
PERENCANAAN SARANA DAN PRASARANA PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
Sarana Pemerintahan dan Pelayanan Umum
1. Sarana Pemerintahan dan Pelayanan Umum Standar SNI
Berdasarkan SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan, Sarana
Pemerintahan dan Pelayanan Umum.
2. Rencana Sarana Pemerintahan dan Pelayanan Umum

Sarana Pemerintahan dan Pelayanan umum yang akan kami rencanakan pada RW 1 sesuai
dengan SNI dan perhitungan dengan populasi penduduk yaitu :
Parkir Umum
Balai PKK/ Balai RW
Balai Karang Taruna
Pos Siskamling
3. Sarana pendidikan dan pembelajaran
Sarana Pendidikan yang akan kami rencanakan pada RW 1 sesuai dengan SNI dan perhitungan
dengan populasi penduduk yaitu :
1 buah TK
1 buah SD
4. Sarana Kesehatan Standar SNI
Sarana kesehatan yang sesuai dengan SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara
Perencanaan Lingkungan dengan sub bagian sarana kesehatan yaitu menjelaskan tentang
pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki peran yang sangat strategis dalam
mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus untuk mengendalikan
pertumbuhan penduduk. Penyediaan ini juga mempertimbangkan pendekatan desain keruangan
unit atau kelompok lingkungan yang ada. Sedangkan penempatan fasilitas ini akan
mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait dengan kebutuhan dasar sarana yang
harus dipenuhi untuk melayani pada area tertentu. Berikut ini beberapa jenis sarana yang sesuai
SNI 03-1733-2004, yaitu :
a.
Posyandu, yang berfungsi memberikan layanan kesehatan untuk anak-anak usia balita
b.
Balai pengobatan warga, yang berfungsi memberikan pelayanan kepada penduduk dalam bidang
kesehatan dengan titik berat terletak pada penyembuhan (curative) tanpa perawatan, berobat dan
pada waktu-waktu tertentu untuk vaksinasi.
c.
Balai kesejahteraan ibu dan anak (BKIA atau klinik bersalin), yang berfungsi melayani ibu baik
s ebelum, pada saat dan sesudah melahirkan serta melayani anak usia sampai dengan 6 tahun.
d.
Puskesmas dan balai pengobatan, yang berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang memberikan pelayanan kepada penduduk dalam penyembuhan penyakit, selain
melaksanakan program pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit di wilayah kerjanya.
e.
Puskesmas pembantu dan balai pengobatan, yang berfungsi sebagai unit pelayanan kesehatan
sederhana yang memberikan pelayanan kesehatan terbatas dan membantu pelaksanaan kegiatan
puskesmas dalam lingkup wilayah yang lebih kecil.
f.
Tempat praktek dokter, salah satu sarana yang memberikan pelayanan kesehatan secara
individual dan lebih di titik beratkan pada usaha penyembuhan tanpa perawatan.
g.
Apotek, berfungsi untuk melayani penduduk dalam pengadaan obat-obatan, baik untuk
penyembuhan maupun pencegahan.
Tabel Kebutuhan Sarana Kesehatan

Tabel SNI 03-1733-1989 tentang Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota
5. Rencana Sarana Kesehatan
Sesuai dengan SNI 03-1733-2004 tentang sarana kesehatan pemilihan lokasi perletakan
kesehatan untuk skala menengah (RW). Untuk sarana kesehatan itu sendiri hanya perlu
mendirikan Balai Pengobatan,skala RW. Lokasi mendirikan Balai Pengobatan terletak pada RT
02 karena jangkauan terhadap tiap RT mudah untuk dijangkau.

Berikut adalah contoh desain sebuah Balai Pengobatan yang ideal :

6.

Sarana peribadatan
a. Sarana Peribadatan Standar SNI
Pada SNI 03-1733-2004 tentang Sarana Peribadatan merupakan sarana kehidupan
untuk mengisi kebutuhan rohani perlu disediakan di lingkungan peerumahan yang direncanakan
selain sesuai peraturan yang ditetapkan, sarana peribadatan direncanakan sesuai keinginan
masyarakat itu sendiri dengan jumlah penduduk pemeluk agama masing-masing.
Pendekatan perencanaan yang diatur dengan memperkirakan populasi dan jenis agama
serta kepercayaan yang kemudian merencanakan alokasi tanah dan lokasi bangunan peribadatan
sesuai dengan tuntutan planologis dan religius.
Jenis sarana peribadatan tergantung pada kondisi setempat dengan memperhatikan
struktur penduduk menurut agama yang dianut, dan tata cara pola masyarakat setempat yang
menjalankan ibadah agamanya.
Adapaun jenis sarana ibadah untuk agama Islam, direncanakan sebagai berikut
a.
Kelompok penduduk 250 jiwa diperlukan mushola atau langgar
b.
Kelompok penduduk 2.500 jiwa diperlukan masjid
c.
Kelompok penduduk 30.000 jiwa disediakan masjid kelurahan
d.
Kelompok penduduk 120.000 jiwa disediakan masjid kecamatan
Untuk sarana ibadah agama lain, direncanakan sebagai berikut :
a.
Katolik mengikuti paroki
b.
Hindu mengikuti adat
c.
Budha dan Kristen Protestan mengikuti sistem kekerabatan dan hirarki lembaga.

Tabel Kebutuhan Sarana PeribadatanSNI 03-1733-1989, tentang Tata cara perencanaan


kawasanperumahan kota.
b. Rencana Sarana Peribadatan
Sesuai dengan SNI 03-1733-2004 tentang sarana peribadatan pemilihan lokasi
perletakan sarana peribadatan untuk skala menengah (RW).Untuk sarana peribadatan hanya perlu
mendirikan Masjid skala RW.Lokasi mendirikan Masjid terletak di RT 01, karena jangkauan
terhadap tiap RT mudah untuk dijangkau.

Berikut adalah contoh sebuah desain masjid skala RW yang ideal :

c.

Sarana perdagangan dan niaga

d.

Sarana kebudayaan dan rekreasi


Di daerah Kelurahan Banyumanik RW 1 tidak terdapat lahan terbuka yang digunakan
untuk berkumpul ataupun berekreasi.Namun karena masyarakat mempunyai kebudayaan yang
berhubungan dengan laut, memungkinkan menciptakan rekreasi laut dengan memanfaatkan
fasilitas yang sudah ada seperti laut, kapal, dan para pedagang.Tentunya hal tersebut
membutuhkan proses yang panjang. Di daerah yang rawan banjir sulit untuk menciptakan
kawasan rekreasi yang bersih.Pembenahan haruslah dimulai dari aspek-aspek terkecil dan
terpenting lebih dahulu.

e.
f.

Sarana ruang terbuka, taman dan lapangan olahraga


Prasarana jaringan persampahan
Sarana prasarana sampah sesuai tata cara pengelolaan sampah yang diatur dalam SNI
03-3242-1994 ,tata cara ini mencakup untuk menentukan pengelolaan sampah di kawasan
pemukiman, mencakup perencanaan, pengoprasian, pembiayaan, institusi, dan peran masyarakat.
Pada Kelurahan Banyumanik RW 1 yang belum memiliki sarana pengelolaan sampah
harus mempunyai oprasionan pengelolaan sampah yang di atur dalam SNI 03-3242-1994 yang
melibatkan aktifnya masyarakat, dan pengelola sampah kota dalam pengelolaan sampah
di Kelurahan Banyumanik. Adapun ketentuan pengelolaan sampah pada SNI 03-3242-1994 :
1. Perencanaan, dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah rumah, klas dan tipe
bangunan, jumlah sampah yang dikelola berdasarkan jumlah penduduk dan luas
bangunan/fasilitas umum, besaran timbunan sampah berdasarkan sumbernya.
2. Teknik oprasional, ditentukan berdasarkan kondisi topografi dan lingkungan
pelayanan, kondisi social ekonomi, partisipasi masyarakat, jumlah dan jenis timbulan sampah,
pola operasional dilakukan melalui perwadahan, pengumpulan, pemindahan di transfer depo,
pengangkutan ke TPA.

3. Pembiayaan meliputi seluruh biaya pengelolaan untuk operasional, pemeliharaan,


serta penggantian alat.
Cara pengerjaan dilakukan dengan menganalisa atas penyebaran rumah, luas daerah
yang dikelola, jumlah penduduk, dan tingkat pendapatan, jumlah rumah berdasarkan tipe,
timbulan sampah per hari, jumlah bangunan fasilitas umum, kondisi jalan, topografi dan
lingkungan untuk menentukan alternative sistem termasuk jenis peralatan.
Dalam penentuan lokasi tempat pembuangan akhir sampah (TPA) diatur dalam SNI 033241-1994 yang berisi tentang persyaratan dan ketentuan teknis dan dapat dijadikan acuam atau
pegangan bagi perencana untuk menetukan lokasi TPA sampah.
Ketentuan pemilihan lokasi yang sesuai SNI 03-3242-1994 yaitu:
1. Kriteria regional digunakan untuk menetukan kelayakan zone meliputi kondisi
geologi, hidrogeologi, kemiringan tanah, jarak dari lapangan terbang, cagar alam banjir dengan
periode 25 tahun.
2. Kriteria penyisih digunakan untuk memilih lokasi terbaik sebagai tambahan
meliputi iklim, utilitas, lingkungan biologis, kondisi tanah, demografi, batas administrasi,
kebisingan, bau, estetika dan ekonomi.
3. Kriteria penetapan di gunakan oleh instansi berwenang untuk menyetujui
danmenetapkan lokasi terpilih sesuai kebijakan setempat.
Cara melakukan yaitu dengan melakukan analisis terhadap data sekunder, berupa peta
topografi, geologi lingkungan, hidrogeologi, bencana alam. Peta administrasi, kepemilikan
lahan, tata guna lahan dan iklim, data primer berdasarkan kriteria, pembuatan peta skala 1:25.000
atau 1:50.000 dan identifikasi lokasi potensial.
Untuk Kelurahan Banyumanik RW 1 , distribusi dapat dilakukan dengan perencanaan
dengan skala kecil yaitu berupa tempat pembuangan sementara (TPS).
Tabel. SNI 19-2454-2002 tentang tata cara teknik operasional pengelolaan sampah
perkotaan
PERLETAKAN PENGELOLAAN SAMPAH PADAKELURAHAN
BANYUMANIK RW 1
Sesuai pada SNI 03-3242-1994 dan SNI 03-3241-1994 tentang pengelolaan sampah
dan pemilihan lokasi tempat pembuangan sementara sampah, lokasi yang tepat untuk
penempatan bak sampah kecil terletak pada RT. 05 karena lokasinya yang `strategis dengan
tempat penampungan ikan yang biasanya memerlukan tempat pembuangan sampah yang
maksimal agar tidak menyebabkan pembuangan limbah ikan sembarangan dan dapat di jangkau
dengan truk pengambil sampah yang akan di buang pada tempat pembuangan akhir sampah
(TPA).

g.

Rencana Blokplan
Gb. Blockplan eksisting RW 1 Kelurahan Banyumanik.

Peta Maket