Vous êtes sur la page 1sur 11

PROGRAM KERJA KETARUNAAN SMKN 1 CIKAUM

TAHUN 2013/2014
1.1 Latar Belakang
Pendidikan karakter Bangsa dan bela Negara di SMK Negeri 1 dilaksanakan dalam bentuk
Latihan Dasar ketarunaan pada semester 1, Implementasi nilai-nilai nilai-nilai Ketarunaan pada
semester 2-6, Re-Orientasi Nilai-nilai Ketarunaan setelah pulang Praktek kerja Industri. Kegiatan
ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan terus ditingkatkan kualitasnya
Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, berakhlak
mulia dan mampu hidup bersaing adalah tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh
karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan
dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat
perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak
kentara.
Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan
berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa
yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan
sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang
mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah
diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam
mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
1.2.Tujuan
1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal, baik potensi akademik maupun
non akademik.
2. Menyiapakan warga negara menuju masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilainilai masyarakat yang beradab.
3. Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul
kecakapan hdup (life skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
4. Memberikan kemampuan minimal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan hidup
Bermasyarakat.
5. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari
luar maupun dari dalam lingkungan sekolah.
6. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan
timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar.
7. Meningkatan apresiasi dan penghayatan seni.
8. Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan Pancasila.
9. Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi siswa untuk memantapkan keseimbangan
antara pertumbuhan jasmani dan rohani.
1.3 Ruang Lingkup Pembinaan Ketarunaan
1. Program Pembinaan Ketarunaan

2. Program Pembinaan Ekstrakurikuler


3. Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.
1.4 Sasaran Pembinaan
Sasaran Pembinaan adalah (a) upaya pembentukan karakter disiplin dan (b) pemberdayaan
Potensi Diri Taruna Tahun Pelajaran 2013/2014.
1.5 Hasil yang diharapkan
1. Mampu melahirkan SDM yang memiliki keimanan, ketaqwaan, berkualitas, kompetitif,
berdedikasi, mandiri dan profesional.
2. Mampu meningkatkan prestasi siswa sesuai bakat dan minat taruna
3. Mampu meningkatkan pelayanan pendidikan kepada taruna melalui jalur pembinaan
penyelamatan siswa dari bahaya perilaku menyimpang di kalangan siswa dan jalur
pemberdayaan potensi diri.
1.6 Stategi Pembinaan
1. Melakukan koordinasi dengan Pihak terkait
2. Difasilitasi dan dibimbing oleh :
a.
b.
c.
d.
e.

Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran


Guru Bimbingan Karir (BK)
Pembina OSIS
Pembina Ekstrakurikuler
Pelatih
3. Berkoordinasi dengan guru BK untuk memberikan pelayanan Konseling

1.7 Uraian dan Mekanisme Program Kesiswaan

)
)
)
)
)
)
)

Program kerja Wakasek Kesiswaan Pelita Raya pada dasarnya adalah mengadakan
pengelolaan kesiswaan yang meliputi berbagai program kegiatan pembimbingan, antara lain:
Menyusun program pembinaan kesiswaan/ OSIS
Melaksanakan bimbingan, pengarahan, pengendalian kegiatan siswa/ OSIS dalam rangka
menegakan disiplin dan tatatertib sekolah
Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan
dan kekeluargaan
Memberikan pengarahan dalam pembentukan pengurus OSIS
Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara insidentil
Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon beasiswa

Pengadministrasian pembinaan kedisiplinan melalui indikator kehadiran siswa (memiliki petugas


khusus pengelola pengadministrasian kehadiran siswa)
) Mengadakan pemilihan siswa mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala, yaitu kegiatan Intra dan Kegiatan
Ekstrakulikuler (kegiatan ekstrakulikuler dilaksanakan berdasarkan program yang jelas dan terarah
serta tidak menggangu kegiatan belajar)
Menyusun program BP/BK (diharapkan dapat menunjang pelaksanaan pembinaannya kesiswaan)
11) Mengatur mutasi siswa
Wakasek Kesiswaan secara kontinuitas harus mengadakan Pengawasan dan Evaluasi kepada guru
pembimbing program kerja kesiswaan.
) Kontinuitas pengawasan/ evaluasi
Pengawasan/ evaluasi dapat dilaksanakan secara periodic sesuai dengan fungsi dan kepentingannya
(minimal setiap tiga bulan sekali/ satu semester dua kali)
) Pemantapan hasil pengawasan/ evaluasi
Pengawasan/ evaluasi sebagai dasar pembinaan dan perbaikan Program Kerja Tahunan Pelita Raya
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU PEMBIMBING DALAM RANGKA
MELAKSANAKAN BIMBINGAN, ARAHAN, PENGENDALIAN KEGIATAN SISWA
A. Pembinaan Kesiswaan/ OSIS
1. OSIS merupakan organisasi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta organisasi ini
berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong, kebersamaan.
2. Organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dengan
memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme,
kepribadian.
3. Organisasi ini melibatkan siswa dalam proses kehidupan dan pelaksanaannya.
4. Organisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk pengembangan kepemimpinan.
5. Organisasi ini bertanggungjawab kepada Pembina OSIS
6. Organisasi ini memiliki pembimbing, yaitu badan pembimbing OSIS yang beranggotakan guruguru yang ditetapkan oleh kepala sekolah (atau team kesiswaan)
7. Majelis Pembimbing OSIS dipimpin atau diketuai oleh Kesiswaan (dan bertanggungjawan kepada
kepala sekolah)
8. Menyusun program kegiatan kesiswaan, yaitu:
a) Menyusun jadwal upacara
b) Menyusun jadwal (kegiatan Jumat pagi; Senam, Jalan Santai, Tatap Muka Wali Kelas)
c) Menyusun jadwal Temu Warga
d) Kegiatan Ulang Tahun Sekolah
e) Kegiatan Pentas Seni
f) Kegiatan keagamaan
g) Menyusun pemilihan OSIS
h) Meyusun kegiatan Pelantikan atau serahterima OSIS
i) Kegiatan hari besar/ nasional (Upacara Pembukaan MOS, Upacara 17 Agustus, Peringatan Hari
Guru, Peringatan Hari Pendidikan, Peringatan Hari Kartini)
j) Mengadakan perpisahan
k) Dll
9. Hal-hal yang belum diatur dalam pembinaan kesiswaan ini akan diatur dalam peraturan lain yang
sah.

B. Melaksanakan bimbingan, pengarahan, pengendalian kegiatan siswa/ OSIS dalam rangka


menegakan disiplin dan tatatertib sekolah
1. Bimbingan
2. Pengarahan
3. Pengendalian
Mengadakan bimbingan, pengarahan, pengendalian kegiatan siswa melalui peran wali kelas dan
guru, dan warga sekolah untuk menegakkan disiplin dan tatatertib sekolah. Dalam rangka
mendukung terwujudnya keberhasilan program ini, perlu diadakan usaha atau kegiatan memberikan
arahan, bimbingan, pemantapan, pengendalian siswa, diantaranya adalah:
1) Menegakkan disiplin kepada siswa, yaitu:
a. Disiplin berpakaian
b. Disiplin masuk sekolah
c. Disiplin istirahat
d. Disiplin memakai atribut yang telah ditentukan
e. Disiplin mengikuti kegiatan yang sudah ditentukan
f. Dll
2)
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Membuat aturan tata tertib;


Tertib berpakaian
Tertib masuk sekolah
Tertib pulang sekolah
Tertib mengikuti kegiatan
Berbudaya tertib
Dll

3) menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat jiwa persaudaraan dan rasa persatuan di
kalangan siswa Pelita Raya;
4) menanamkan dan mengembangkan kesadaran bermasyarakat serta kepatuhan terhadap peraturan
yang berlaku
5) menumbuhkan disiplin diri pada gilirannya menumbukan disiplin bersama di lingkungan sekolah
6) menumbuhkan dorongan terwujudnya persatuan dan kesatuan diantara sesama siswa melalui
berbagai kegiatan
7) mengadakan seminar/ pertemuan yang dikemas secara sederhana/ kelompok kecil (temu warga,
seminar narkoba, HIV/AIDS, dll)
C.

Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan,


kerindangan dan kekeluargaan
Tugas pokok sekolah adalah mengajar. Dalam pengertian mengajar termuat juga pengertian untuk
memandirikan siswa. Kemandirian siswa adalah hasil sebuah proses. Proses pengajaran dan
pendidikan di dalam sekolah perlu didukung suasana kependidikan yang kondusif, aman, bersih,
tertib, indah, rindang, dan suasana kekeluargaan. Maka siswa di sekolah merasa kerasan belajar.
Merasa kerasan berarti merasa aman, bebas berkembang sesuai dengan kemampuannya.

1) Keamanan

Di lingkungan sekolah keamanan merupakan modal yang utama (rasa aman dan tentram), serta
bebas dari rasa takut baik lahir maupun batin.
2) Kebersihan
Kebersihan adalah keteraturan yang menimbulkan wujud bersih jasmani dan rohani, serta
merupakan syarat kesehatan fisik dan mental spiritual.
3) Ketertiban
Ketertiban adalah keteraturan yang menimbulkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam
tata letak, tata hidup, dan tata pergaulan.
4) Keindahan
Keindahan merupakan perpaduan unsur alami ciptaan Tuhan Yang Esa yang menimbulkan rasa
estetika dalam kehidupan.
5) Kerindangan
Kerindangan merupakan suasana yang menimbulkan rasa teduh terhindar dari terikatnya matahari
karena bernaung di bawah pohon rindang teratur menghiasi taman sekolah yang mendorong siswa
untuk mencintai lingkungan sekolah
6) Kekeluargaan
Kekeluargaan adalah wujud hidup yang dijiwai oleh tenggang rasa dan gotong-royong dalam
mewujudkan saling asih, asuh, asah dalam lingkungan sekolah.
D. Memberikan pengarahan dalam pembentukan pengurus OSIS
Setiap sekolah berkewajiban membentuk organisasi siswa yang diberi nama Organisasi Siswa Intra
Sekolah atau disingkat OSIS. OSIS merupakan satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah
untuk mencapai atau sebagai salah satu jalur tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan. OSIS
bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisasitoris dengan OSIS di sekolah lain, atau
dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

1)
2)
3)
4)
a.
b.
c.
d.
e.

Untuk menegakkaan OSIS sebagai satu-satunya organisasi intra sekolah, dibentuklah yang disebut
perangkat OSIS, yang terdiri dari Pembina OSIS, perwakilan kelas dan pengurus OSIS. Susunan
kepengurusan dan jumlah keanggotaan pembina OSIS disesuaiakan dengan keadaan dan keperluan
sekolah yang bersangkutan. Dalam hal ini susunan kepengurusan OSIS atau perangkat OSIS Pelita
Raya tahun ajaran 2011/2012 terdiri dari:
Seorang ketua dan dua orang wakil ketua;
Seorang sekretaris dan wakil sekretaris;
Seorang bendahara dan wakil bendara;
Delapan orang ketua seksi, yaitu:
Seksi ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (keagamaan);
Seksi kehidupan berbangsa dan bernegara;
Seksi pendidikan dan beroganisasi politik dan kepemimpinan;
Seksi pendidikan pendahuluan bela negara
Seksi kepribadian dan budi pekerti luhur;

f.
g.
h.

Seksi keterampilan dan kewiraswastaan;


Seksi kesegaran jasmani dan daya kreasi;
Seksi persepsi, apresiasi, dan kreasi seni;

Tanggung jawab perangkat OSIS Pelita Raya tahun 2011/2012, yaitu:


1) Pembina OSIS bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan dan pengembangan OSIS
di sekolah yang dipmpinnya;
2) Perwakilan atau seluruh siswa bertugas memilih OSIS, mengajukan usul-usul untuk dijadikan
program kerja OSIS, dan menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhirnya masa
jabatan. Perwakilan kelas dan OSIS bertanggung jawab langsung kepada pembina OSIS.
3) Pengurus OSIS bertugas menyusun program kerja OSIS sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga, dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada perwakilan kelas pada akhir masa
jabatannya. Pengurus OSIS bertanggungjawab langsung kepada perwakilan kelas dan pembina
OSIS. Pengurus OSIS mempunyai masa kerja selama satu tahun pelajaran. Siswa-siswi yang duduk
di kelas (IX) dan (XII) tidak diizinkan dipilih dan duduk dalam pengurus.
E. Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
Untuk mencapai tujuan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi, dalam hal ini kesiswaan
bersama pembina OSIS atas dukungan kepala sekolah, akan mengadakan latihan kepemimpinan
dan penyusunan program kegiatan OSIS.

1)
2)
3)
1)
2)
3)

1)
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Latihan kepemimpinan sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan diarahkan kepada pembina,
pengurus, perwakilan kelas dan semua anggota OSIS. Tujuan latihan kepemimpinan adalah; bagi
pembina, pengurus dan perwakilan kelas, untuk:
Meningkatkan dan menempatkan mutu kepemimpinan;
Meningkatkan kemampuan beroganisasi dan kesadaran politik sebagai warga negara yang baik dan
bertanggungjawab;
Meningkatkan dan mengembangkan, serta memperluas wawasan dalam melaksanakan tugas-tugas
kepemimpinan OSIS
Bagi anggota OSIS, bertujuan untuk:
Mendorong, membimbing serta mengarahkan potensi kepemimpinan;
Menumbuhkan, meningkatkan dan memantapkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga
negara, khususnya sebagai generasi muda;
Memberi tuntunan dan meningkatkan pola pikir, sikap dan perilaku siswa sesuai dengan agama dan
keyakinan masing-masing, kepribadian, budi pekerti luhur, sopan santun dan disiplin.
Dalam kerangka manajemen, kepemimpinan berfungsi sebagai sarana penggerak, motivator sumber
daya yang ada dalam organisasi, sehingga pelatihan kepemimpinan dalam kerangka OSIS,
diharapkan mampu meningkatkan kualitas para pembina, pengurus dan perwakilan kelas.
Pembinaan seksi ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (keagamaan);
Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing
Memperingati hari-hari besar keagamaan sesuai dengan keyakinan/agama masing-masing
Melaksanakan perbuatan alamiah sesuai dengan norma agama
Membina toleransi kehidupan antar umat beragama
Mengadakan kegiatan lomba yang bersifat keagamaan
Menyelenggarakan kegiatan seni yang bernafaskan keagamaan

2)
a.
b.
c.
d.
e.

3)
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

4)
a.
b.
c.
d.
e.

5)
a.
b.
c.
d.

Hasil yang diharapkan adalah terbinanya kualitas keimanan, kesadaran, dan ketakwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, dan kualitas kesadaran kerukunan antar umat beragama dalam usaha
memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan amal untuk bersama-sama
membangun masyarakat.
Pembinaan seksi kehidupan berbangsa dan bernegara;
Melaksanakan upacara bendera pada setiap hari Senin (dan hari besar nasional)
Melaksanakan bakti social/bakti masyarakat
Melaksanakan lomba pidato, karya tulis
Melaksanakan pertukaran siswa dalam kota jambi (jika ada)
Mengikuti dan mampu menyanyikna lagu-lagu nasional (kebangsaan) mars dan hyme
Hasil yang diharapkan adalah siswa memiliki jiwa patriotisme dan mempertebal rasa cinta tanah air,
meningkatkan semangat kebangsaan dan memiliki sikap bertanggungjawab berbangsa dan
bernegara, menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan demi keutuhan bangsa dan Negara.
Pembinaan seksi pendidikan dan beroganisasi politik dan kepemimpinan;
Memantapkan dan mengembangkan peran serta siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugas dan
fungsi masing-masing
Membentuk kelompok belajar berdasarkan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan
kekeluargaan
Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa
Mengadakan forum diskusi ilmiah
Mengadakan media komunikasi OSIS (bulletin, majalah dinding dan sebagainya)
Melaksanakan hubungan antar OSIS di sekolah kota Jambi
Mengorganisasi suatu pementasan atau bazaar
Hasil yang diharapkan siswa mampu bergorganisasi, mengatur dan diatur, menyadari akan hak dan
kewajiban sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab, bekerja sama/ berkelompok,
memiliki keterampilan mengorganisasikan kegiatan, mampu berkreasi dalam bidang ilmiah, gemar
membaca dan menulis, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, menghargai
dan melaksanakan keputusan bersama.
Pembinaan seksi pendidikan pendahuluan bela Negara
Melaksanakan tata tertib sekolah
Melaksanakan baris berbaris
Mempelajari dan menghayati sejarah perjuangan bangsa
Melaksanakan wisata siswa, pecinta alam dan kelestarian alam lingkungan
Mempelajari dan menghayati semangat perjuangan pahlawan bangsa (napak tilas)
Hasil yang diharapkan mendorong siswa agar memiliki tekad, sikap dan tindakan yang teratur,
terpadu dan berlanjut dalam menumbuhkembangkan kecintaan kepada tanah air, kesadaran
berbangsa dan bernegara, yakin akan kesaktian Pancasila sebagai ideology Negara, kerelaan
berkorban untuk Negara, serta memberikan kemampuan awal bela Negara.
Pembinaan seksi kepribadian dan budi pekerti luhur;
Melaksanakan tata karma pergaulan
Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran rela berkorban dengan jalan melaksanakan perbuatan
amal untuk meringankan beban dan penderitaan orang lain
Meningkatan sikap hormat siswa terhadap guru, karyawan, (warga sekolah)
Meningkatkan sikap hormat siswa terhadap orang tua, dan sesame

6)
a.
b.
c.
d.
e.

7)
a.
b.
c.
d.
e.
f.

8)
a.
b.
c.
d.

F.

1)
a.
b.
c.
d.
e.

Hasil yang diharapkan agar siswa memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, memiliki budi
pekerti luhur sesuai norma nilai yang berlaku, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan
kesetiakawanan sosia yang tinggi.
Pembinaan seksi keterampilan dan kewiraswastaan;
Meningkatkan keterampilan dalam menciptakan sesuatu yang baik dan berguna
Meningkatkan keterampilan di segala bidang
Meningkatkan usaha-usaha keterampilan tangan
Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi (bekerjasama dengan AK, Multimedia)
Melaksanakan Praktik Kerja Nyata (PKN), pengalaman kerja lapangan (praktek)
Hasil yang diharapkan dapat mendorong terbentuknya sikap mental wiraswasta di kalangan siswa,
sehingga menjadikan siswa yang dinamis, kreatif, mampu berusaha utuk hidup dan berprestasi,
mandiri dan percaya diri.
Pembinaan seksi kesegaran jasmani dan daya kreasi;
Meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah, rumah dan lingkungan
Melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Melaksanakan pemeliharaan keindahan, penghijauan, dan kebersihan sekolah
Meningkatkan kesehatan mental
Melaksanakan pencegahan penggunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras dan merokok
Menyelenggarakan lomba olah raga
Hasil yang diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan hidup sehat, mempunyai daya
tangkal dan daya hayat terhadap pengaruh buruk, penggunaan narkotika, obat terlarang, minuman
keras dan merokok serta meningkatkan daya kreasi positif.
Pembinaan seksi persepsi, apresiasi, dan kreasi seni;
Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang seni suara, seni tari, seni rupa, seni
kerajinan, seni drama/ musik, fotografi, perfilman
Menyelenggarakan panggung berbagai seni seperti; baca puisi, dancer, pentas seni
Meningkatkan daya cipta
Mementaskan, memamerkan hasil berbagai seni seperti; hasil kerajinan tangan, seni lukis, patung,
hasil karya film, fotografi, dll
Hasil yang diharapkan adalah siswa dapat mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan seni,
mempunyai wawasan dan keterampilan, menciptakan dan melaksanakan berbagai kreasi seni,
meningkatkan kesadaran dan sikap menghargai hasil seni, serta rasa bangga terhadap hasil seni.
Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara insidentil
Penting bagi sekolah untuk melaksanakan program kesiswaan sesuai dengan tujuan dan hasil yang
diharapkan. Bahkan kepala sekolah orang yang pertama dan utama bertanggungjawab terhadap
pembinaan kesiswaan, sehingga berhasil tidaknya pembinaan tersebut bergantung pada peranan
kepala sekolah sebagai manajer, pemimpin, pendidik dan sebagai staf. Untuk mencapai
keberhasilan ini kesiswaan/ pembinaan OSIS harus menyunsun program dan jadwal pembinaan
siswa, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Intrakurikuler
Membantu terlaksananya proses belajar dengan baik
Menengakkan disiplin seluruh siswa
Mengadakan latihan kepemimpinan
Meningkatkan kegiatan ilmiah remaja
Mengadakan seleksi siswa berprestasi (bersama wali kelas)

f.
g.

Membuat administrasi izin keluar siswa


Dll

2) Ekstrakurikuler
Melalui jalur-jalur OSIS, latihan kepemimpinan, dan wawasan wiyatamandala, perlu ditingkatkan
kegiatan ekstrakurikuler, seperti wisatasiswa, koperasi siswa, Paskibraka, UKS/PMR,
kepramukaan, Olahraga, Seni dan budaya, dll.
a.

Wisatasiswa
Wisatasiswa merupakan suatu langkah atau cara untuk meningkatkan wawasan pada dunia luas, dan
mempertajam serta memperkaya pengetahuan siswa, khususnya yang mempunyai nilai pendidikan.
Misalnya; wisata ke Candi Muaro Jambi, Museum Perjuangan, Kunjungan ke Percetakan Jambi
Ekspres/ Jambi Independent, Tribun, Jambi TV, atau perusahaan lain yang sifatnya dapat
memberikan dampak pengetahuan pada siswa.

b. Koperasi
Guna melatih OSIS mandiri dalam rangka mengadakan kegiatan, salah satu upaya adalah
mengadakan koperasi siswa, yang sifatnya isendentil pada momen-momen besar, seperti; Pentas
Seni, Hari Kartini, Hari Guru, Hari Pendidikan Nasional, dll.
c.

Paskibraka
Pasukan pengibar bendera perlu diadakan disetiap sekolah, guna menunjang upacara yang baik, dan
sempurna maka perlu diadakan Paskibraka, serta dalam rangka mempersiapkan momen-momen
besar, baik di sekolah maupun di luar sekolah, termasuk di dalamnya latihan baris berbaris.

d. UKS/PMR
UKS/PMR adalah Usaha Kesehatan Sekolah/ Palang Merah Remaja wajib ada di setiap sekolah
sesuai dengan tujuan pendidikan, UKS/PMR merupakan suatu wadah berlatihnya siswa-siswi untuk
belajar tentang Kesehatan Sekolah dan dalam hal ini secara tidak langsung ada binaan dari PMR
kota Jambi.
e.

Kepramukaan
Untuk melatih siswa siswi bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rela menolong, cinta tanah air,
untuk menciptakan siswa yang patriot-bersahaja, perlu diadakan kepramukaan, dan sekaligus untuk
melatih percaya diri dan berorganisasi serta melatih kemandirian siswa, dan kerjasama antar
sesama.

f.

Olahraga
Kegiatan atau ekstrakurikuler olahraga merupakan langkah pembinaan siswa yang mempunyai
bakat dalam bidang olahraga. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menyiapkan siswa-siswi
berprestasi dibidang olahraga, diantaranya; Basket, bola voli, futsal, tenis meja, dll.

g.

Seni dan Budaya


Sebagai upaya mengenalkan produk daerah, maka perlu diadakan kegiatan esktrakurikuler seni dan
budaya. Tujuannya adalah untuk menampung dan mengembangkan bakat berkesenian, baik dalam

bidang seni musik (Band, Drumband, Vokal solo), drama, teater, musikalisasi puisi, dan seni grafi,
serta seni lukis.
G. Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon beasiswa
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 2004, pengertian siswa dipahami dengan
istilah peserta didik. Setiap peserta didik harus dibina dalam rangka pembangunan dan
mencerdaskan bangsa. Maka dari itu, setiap ada kesempatan dan undangan untuk berkompetensi
antar siswa perlu diadalan pemilihan calon siswa teladan untuk mewakili Pelita Raya dalam ajang
kompetisi antar peserta didik. Guna mencapai tujuan ini perlu diadakan seleksi pemilihan dengan
melibatkan guru bidang studi dan wali kelas. Selain itu, juga mengadakan seleksi siswa untuk
mendapatkan beasiswa, bekerjasama dengan wali kelas. Sehingga proses penyeleksian beasiswa
tidak salah sasaran.
H. Pengadministrasian pembinaan kedisiplinan melalui indikator kehadiran siswa (memiliki
petugas khusus pengelola pengadministrasian kehadiran siswa)
Untuk meningkatkan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar, dan untuk meningkatkan
ketertiban dan kedisiplinan siswa diperlukan pengadiministrasian kehadiran siswa. Hal ini
dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol peserta didik agar tidak membolos, dan untuk mengecek
kehadiran siswa setiap hari. Untuk melaksanakan pembinaan ini peran guru dan wali kelas sangat
diperlukan. Dan dalam rangka menegakkan disiplin setiap wali kelas akan diberikan buku Kuning
(buku peringatan/ catatan siswa selama belajar).
I.

Mengadakan pemilihan siswa mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah


Peserta didik merupakan klien utama yang harus dilayani, oleh sebab itu perserta didik harus
dilibatkan secara aktif dan tepat, tidak di dalam proses belajar mengajar, melainkan juga di dalam
kegiatan sekolah/ di luar sekolah.
Sama dengan point G.

J. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala, yaitu kegiatan Intra dan
Kegiatan Ekstrakulikuler (kegiatan ekstrakulikuler dilaksanakan berdasarkan program yang
jelas dan terarah serta tidak menggangu kegiatan belajar)
Laporan akan disusun atau dibuat setelah kegiatan dilaksanakan, sekaligus didalam sebagai upaya
evaluasi setiap kegiatan.
K. Menyusun program BP/BK (diharapkan dapat menunjang pelaksanaan pembinaannya
kesiswaan)
Bimbingan dan konseling adalah salah satu komponen kelembangaan yang penting dalam sebuah
lembaga sekolah. Bimbingan dan konseling berserta konselornya diidealkan berperan sebagai cura
personalis atau pendampingan pribadi-pribadi. Bimbingan konseling menjadi tempat yang aman
bagi setiap siswa untuk datan membuka diri tanpa waswas akan privacy-nya. Bimbingan konseling
menjadi tempat dimana setiap masalah diadukan, setiap problem dibantu untuk diuraikan, sekaligus
setiap kebanggaan diri diteguhkan. Bahkan orang tua dapat mengambil manfaat dari pelayanan
bimbingan konseling, sejauh mreka dapat dibantu untuk lebih mengerti akan anak mereka. Salah
satu program BP/BK yang dapat dilaksanakan adalah:
1) Menyusun bimbingan konseling
2) Melaksanakan program bimbingan konseling

3) Melaksanakan evaluasi bimbingan konseling


4) Melaksanakan analisis hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan konseling