Vous êtes sur la page 1sur 4

Home Security System for Deaf People

Latar Belakang
The deaf people dapat tinggal di rumah sendiri dengan aman bahkan dapat
mengetahui jika ada orang yang datang dan menekan bel rumah. Hal ini dapat terwujud
dengan penggunaan sensor PIR which detects the heat (infrared) emitted by humans and a
microkontroler that can control electronic circuits and can store programs inside. Yeni Marnis
(2011) berhasil merancang sistem pengaman ruangan berbasis mikrokontroler dan sensor PIR
dengan keluaran berupa suara. Selain itu, sensor PIR juga digunakan sebagai sistem
penginformasi keberadaan orang di dalam ruangan tertutup dengan running text berbasis
mikrokontroler (Wildian and Osna, 2013). Berbeda dengan hasil penelitian tersebut, penulis
menggunakan sensor PIR dan mikrokontroler ATmega 1280 untuk merancang a home
security system for deaf people dengan output berupa nyala lampu dan notification on serial
monitor. Sistem keamanan ini akan sangat membantu deaf people untuk mengetahui jika ada
yang datang kerumahnya, ada yang menekan bel dan berapa kali sensor PIR mendeteksi
kehadiran orang disekiar rumahnya.

Metode
Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, meliputi design of electronic
circuits, making of programming code and making the prototype.
1. Design of electronic circuits
Untuk memudahkan penyusunan komponen sesuai dengan fungsi dari masing masing
komponen tersebut, maka dibuat diagram blok seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1.
This system consists of three parts, there are input devices, microcontrollers, and the output
device. In the input device there are sensor and switch as the source of commands for the

microcontroller. While in the output device there is a light as a sign of human presence and
serial monitor that shows notification.

Figure 1. Block Diagram


2. Making of programming code
Perangkat keras memerlukan suatu perintah yang dijalankan oleh mikrokontroler agar
dapat bekerja. Perintah tersebut dalam bentuk kode mesin yang sesuai dengan jenis
mikrokontroler yang disebut program (Sadad and Iswanto, 2010). The writer use
Arduino software to write the programming code. All of the existing code in the
literature dikombinasikan and do a trial and error until the code runs well dan
rangkaian elektronik dapat berjalan sesuai yang diinginkan. Untuk mempermudah
perancangan perangkat lunak, terlebih dulu dibuat flowchart perintah yang harus
dikerjakan oleh mikrokontroler yang ditampilkan pada gambar 2.
3. Making the prototype.
The prototype is made from infra board materials and triplex as the base. The size of
the house is 20x20 cm and the triplex for the house foundation is 40x40cm.

Figure 2. Flow chart circuit

Hasil
Prinsip kerja alat
Jika sensor PIR mendeteksi adanya gerakan manusia di daerah jangkauan sensor PIR
maka mikrokontroler akan memproses sinyal yang dikirim oleh sensor PIR dan
menghidupkan lampu hijau di dalam rumah dan akan ada notifikasi di serial monitor Motion
detected. Lampu hijau akan terus menyala sampai ada yang menekan switch (bel rumah).
Hal ini bertujuan untuk memberitahukan deaf people bahwa ada orang yang datang dan
menekan bel rumah. Pada saat switch di tekan, lampu merah akan menyala selama beberapa
detik sebagai tanda pemberitahuan ada tamu dan akan mati bersama-sama dengan lampu
hijau. Selama lampu hijau menyala, sensor PIR masih dapat mendeteksi gerakan. Hal ini
terbukti dari serial monitor yang terus memberikan pemberitahuan apabila terdeteksi gerakan
manusaia di sekitar rumah.

Pembahasan
If the green light stays on, it can be concluded that there is a suspicious person who
entered the house. It could be a thief because a thief never ring the bell when they want to

steal. This is how deaf people know that there is someone come to their house as a guest or
dengan niat yang lain. Apabila deaf people tidak dapat melihat lampu yang menyala karena
berada di ruangan lain maka mereka bisa melihat dari notifikasi yang ada di serial monitor.
Semua gerakan yang terdeteksi sensor dan berapa kali bel ditekan akan tercatat di serial
monitor. Sensor PIR memiliki jangkauan pembacaan efektif hingga 5 meter pada sudut 45o,
jika sensor mendeteksi gerakan diluar sudut tersebut maka sensitifitasnya akan berkurang.
Selain itu, jika gerakan yang terdeteksi adalah gerakan yang lambat (mengendap-ngendap)
lampu tidak menyala. Hal ini menandakan sensor PIR yang digunakan tidak dapat
mendeteksi gerakan yang lambat.

Simpulan
According to results, Telah dapat dihasilkan sebuah alat yang dapat membantu
penyandang tuna rungu untuk mendeteksi kehadiran orang di sekitar rumah dengan
menggunakan sensor PIR dan mikrokontroler ATmega 1280 melalui lampu yang menyala
dan notifikasi dari serial monitor. Sensor PIR yang digunakan harus memliki sensitifitas yang
tinggi dan diletakkan di tempat-tempat yang masih berada dalam sudut jangkauan sensor PIR
sehingga sensor dapat bekerja maksimal.

References