Vous êtes sur la page 1sur 2

ABSTRAK

Waruwu, Nilia Suasani, 2016, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe


Numbered Heads Together Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil
Belajar Siswa SMP Negeri 2 Hiliduho Tahun Pelajaran 2015/2016,
Skripsi, Pembimbing (1) Drs. Henoki Waruwu, M.Pd. dan (2) Drs. Amin
Otoni Harefa, M.Pd.
Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together,
Motivasi dan Hasil Belajar Siswa.
Sekolah merupakan wadah pendidikan, maka prioritas utama yang harus
diperhatikan adalah proses pembelajaran. Artinya guru harus bersikap profesional
dalam memilih strategi, metode dan model pembelajaran yang tepat untuk
menyampaikan materi pelajaran yang melibatkan seluruh peserta didik. Salah satu
model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif
tipe Numbered Heads Together (NHT). Model ini merupakan model pembelajaran
yang mengajak siswa untuk belajar mandiri melalui diskusi kelompok, sehingga hasil
belajar siswa meningkat serta motivasi belajar siswa semakin meningkat.
Tujuan penelitian : (1) Mendeskripsikan kualitas proses pembelajaran
matematika dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together; (2)
Mendeskripsikan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan
menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together; (3) Mendeskripsikan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menerapkan model
pembelajaran Numbered Heads Together.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Hiliduho. Subjek penelitian
siswa kelas VII-1. Jumlah siswa 20 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan
kelas (PTK) yang berlangsung 2 siklus dan membahas materi Garis dan Sudut.
Instrumen penelitian : (1) Lembar observasi terdiri dari (a) lembar observasi
untuk siswa yang tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang digunakan
untuk mengetahui siswa yang tidak aktif mengikuti pembelajaran, (b) lembar
pengamatan siswa yang aktif selama proses pembelajaran digunakan untuk
mengetahui keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (c) lembar pengamatan
proses pembelajaran responden guru digunakan untuk mengetahui bagaimana
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru (peneliti). (2) Angket (a) angket
kualitas pembelajaran digunakan untuk mengetahui peningkatan kualitas
pembelajaran (b) angket motivasi digunakan untuk mengetahui peningkatan motivasi
siswa dalam belajar. (3) Wawancara digunakan untuk mengetahui bagaimana
responden/pendapat dari siswa tentang pembelajaran yang dilaksanakan dengan
menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (4) Tes hasil belajar
digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa (5) Dokumentasi berupa
photo yang menggambarkan keberlangsungan proses pembelajaran melalui penerapan
model pembelajaran Numbered Heads Together.

Hasil penelitian: (1) Hasil observasi untuk siswa-siswi yang tidak terlibat aktif
dalam proses pembelajaran siklus I persentase rata-rata 45,00%, sedangkan pada
siklus II persentase rata-rata 30,00%. Hasil observasi terhadap siswa-siswi yang aktif
i
dalam proses pembelajaran siklus I persentase rata-rata 71,98%, sedangkan pada
siklus II persentase rata-rata 76,57%. Hasil observasi proses pembelajaran responden
guru siklus I dengan persentase rata-rata 71,76%, sedangkan pada siklus II persentase
rata-rata 81,95%. (2) Hasil pengolahan angket kualitas pembelajaran pada siklus I
dengan persentase rata-rata 74,27% kategori baik, sedangkan pada siklus II
persentase rata-rata 92,61% kategori sangat baik. Hasil pengolahan angket motivasi
pada siklus I dengan persentase rata-rata 72,99% kategori cukup, sedangkan pada
siklus II persentase rata-rata 82,36% kategori baik. (3) Hasil belajar siklus I,
diperoleh rata-rata hitung 62,74 kategori cukup dengan persentase ketuntasan 40%,
sedangkan pada siklus II diperolah rata-rata hitung 82,59 kategori baik dengan
persentase ketuntasan 85%.
Saran peneliti : (1) Dalam proses pembelajaran hendaknya guru tidak pernah
merasa bosan untuk memperbaiki kelemahan dalam melaksanakan proses
pembelajaran. (2) Dalam proses pembelajaran hendaknya guru menggunakan model
yang sesuai dengan materi pelajaran dan juga kemampuan siswa. (3) Hasil penelitian
ini hendaknya dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan kepada peneliti lain. (4)
Diharapkan kepada peneliti berikutnya agar menggunakan model pembelajaran
lainnya, desain serta alat instrumen penelitian serta pengujian statistik yang lebih
teliti dan akurat.

ii