Vous êtes sur la page 1sur 15

Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa

PENGARUHKEBERSIHANKELASTERHADAP
KONSENTRASIBELAJARSISWA
RUSDIANTO
NIS.09.2018
KELAS:XIIPA1

JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)


SMA NEGERI 1 BONTOMARANNU
2010-2011
LEMBAR PENGESAHAN
DisajikanUntukMemenuhiTugasMataPelajaran
BahasaIndonesia
Oleh:
RUSDIANTO
NIS.09.2018
KELAS:XIIPA1
Mengetahui:
GuruPembimbingBahasaIndonesia

HASIAH,S.Pd

KATA PENGANTAR

AssalamuAlaikumWr.Wb
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan
islam, dan menjadikan kita dalam golongan hamba-hambanya yang taat
dan patuh kepada-Nya, sungguh ini adalah suatu nikmat yang tiada
taranya, yang dapat membawa kita mendapatkan keridhaannya jika kita
tetap dapat mempertahankannya sampai akhir hayat kita.

Guna menunjang program semester ganjil, meningkatkan mutu


pendidikan dan mendorong minat baca SMA, penulis telah menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang mengangkat topic Pengaruh Kebersihan
Kelas

Terhadap

Konsentrasi

Belajar

Siswa.

Berbagai

upaya

telah

dilakukan untuk mendapat sumber yang bermutu dan dapat menggugah


keingintahuan siswa pada mata pelajaran Lingkungan Hidup. Dalam
kesempatan ini, penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada yang
telah menbantu dalam pembuatan karya tulis Ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dalam ikut serta mencerdaskan Nusa dan Bangsa.

Pattallassang, Desember 2010


Penulis

RUSDIANTO
NIS. 09.2018

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATAPENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

B.

Uraian Singkat

C.

Rumusan Masalah

D. Tujuan Penulisan
E.

Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA

A.
B.

Pengertian Kebersihan
Upaya Menciptakan Kelas
Yang Bersih
BAB III METODE PENELITIAN

A. Latar Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Jenis Tulisan
D. Prosedur Pengumpulan
data
E.

Teknis Analisis Data


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian

B.

Pembahasan
BAB V PENUTUP

A.

Simpulan

B.

Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran1:Dokumentasikegiatanbelajarmengajar
kelasXIIPA1SMANegeri1Bontomarannu.17
Lampiran2:Dokumentasikegiatanbelajarmengajar

kelasXITISMKNegeri1Pattallassang.18

ABSTRAK
Rusdianto. 2010. Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi BelajarSiswa.
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikondisikebersihankelas,dikelasXIIPA1SMA
Negeri 1 Bontomarannu dan di kelas XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang, dan untuk
mengetahuiperansertasiswadalammenjagakebersihankelasdanjugauntukmengetahui
pengaruhkebersihankelasterhapkonsentrasibelajarsiswa.Penelitianinibersifatdeskriptif
yaitu penelitian yang diperoleh dari adanya objekobjek penelitian.Adapun
pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan karya
ilmiah ini, yaitu dengan menggunakan beberapa media seperti: Media
Elektronik (internet), Studi kasus (Metode pengumpulan data yang
dibutuhkan dengan cara menarik sampel dalam unit sampel tertentu yang
berhubungan dan dipelajari secara lebih mendalam, wawancara terhadap
sampel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebersihan sangatlah berpengaruh terhadap
konsentrasibelajarsiswa,karenaapabilasuatukelasitukotormakasiswatidakakanmerasa
nyamandidalamnya.
Adapaunmanfaatyangdapatdiperolehdenganmenjagakebersihansekolahataupunkelas
diantaranya,terhindardaripenyebaranpenyakitdanalergidebu,kegiatanbelajarmenjadi
lebihnyamandanfokus,lingkunganmenjadilebihindahdanasri,danudaramenjadilebih
baik.Jadi,marikitamenjagakebersihankelas
demimasadepanyanglebihcerah!!

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Itulah slogan yang
sering kita dengar selama ini. Maka kita harus selalu menjaga kebersihan
dimanapun kita berada. Kebersihan juga penting bagi kesehatan kita,
karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Demikian juga
dengan lingkungan yang ada di kelas kita, kelas yang kiat tempati belajar.
Lingkungan belajar yang efektif adalah lingkungan belajar yang
produktif, di mana sebuah lingkungan belajar yang didesain atau

dibangun untuk membantu pelajar untuk meningkatkan produktifitas


belajar mereka sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai dengan
yang diinginkan. Hal ini dapat digambarkan dengan kemudahan para
pelajar dalam berfikir, berkreasi dan mampu secara aktif dikarenakan
lingkungan belajar yang bersih dan sangat mendukung timbulnya
ketertiban

dan

kenyamanan

pada

saat

proses

belajar

mengajar

berlangsung, berbeda halnya dengan lingkungan belajar yang kotor,


tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga
tidak

muncul

rasa

semangat

yang

dengan

sendirinya

dapat

mempengaruhi minat belajar siswa. dengan kata lain lingkungan yang


bersih merupakan salah satu factor timbulnya minat bagi seorang pelajar
untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya.
Kegiatan belajar mengajar juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Konsentrasi dari otak tidak terlepas dari lingkungan. Jika lingkungan
bersih, maka dapat meningkatkan konsentrasi kerja otak sehingga
konsentrasi berfikir lebih luas. Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan
kotor

maka

dapat

menurunkan

konsentrasi

kerja

otak

sehingga

konsentrasi berfikir akan menurun. Berdasarkan uraian diatas, maka


penulis memberi judul Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi
Belajar Siswa.
B. Uraian Singkat
"Buanglahsampahpadatempatnya".
Sloganitumungkinmasihterngiangdipikirankitasebagaiseorangpelajar.Tetapidimanapun
sloganituberada,terkadangdibeberapasekolahmasihsajaadasampahyangmenemaninya
disepanjang lorong maupun didalam kelas. Lalu, apakah kebersihan kelas itu penting?
Mengapa

kita

harus

menjaga

kebersihan

disekolah?

Kedisiplinandapatdiartikansebagaitingkatkepatuhansiswaterhadapperaturandisekolah,
baik mengenai jadwal pelajaran maupun kebersihan. Jadwal piket merupakan salah satu

peraturanyangharusdipatuhidanditaatiolehparasiswadisekolah.Karenaitu,kitadapat
menilai kedisiplinan seseorang melalui kebersihan kelas. Bila kelas bersih, itu berarti
kedisiplinanpetugaspiketbaik,sedangkanbilasebaliknyaberartikurangbaik.
Menjaga kebersihan kelas itu sangatlah penting. Selain melatih kedisiplinan, menjaga
kebersihankelasharusdilakukanuntukmencegahpenyebaranpenyakitdisekolahseperti
DemamBerdarah.
C.

Rumusan Masalah
Adapaun rumusan masalah yang akan di bahas yaitu:
1.
Bagaimana kondisi kebersihan kelas SMA Negeri 1 Bontomarannu
dan kondisi kebersihan kelas SMK Negeri 1 Pattallassang?
2.
Bagaimanakah peran serta siswa dalam menjaga kebersihan kelas?
3.
Bagaimana pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi belajar
siswa?

D.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yaitu:
1.
Untuk mengetahui kondisi kebersihan kelas SMA negeri 1
Bontomarannu dan Kondisi kebersihan kelas SMK Negeri 1 Pattallassang.
2.
Untuk mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan
kelas.
3.
Unuk mengetahui pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi
belajar siswa.

E.

Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat membuka wawasan penulis tentang pengaruh kondisi
kebersihan kelas di sekolah terhadap konsentrasi belajar siswa dan
membuka wawasan pembaca tentang keadaan kelas yang baik, yang
dapat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PengertianKebersihan

Kebersihanadalahkeadaanbebasdarikotoran,termasukdiantaranya,debu,sampah,
danbau.Dizamanmodern,setelahLouisPasteurmenemukanprosespenularanpenyakit
atau infeksi disebabkan olehmikroba, kebersihan juga berarti bebas
darivirus,bakteripatogen,danbahankimiaberbahaya.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaanhigieneyang baik. Manusia perlu
menjagakebersihanlingkungandankebersihandiriagarsehat,tidakbau,tidakmalu,
tidakmenyebarkankotoran,ataumenularkankumanpenyakitbagidirisendirimaupun
oranglain.Kebersihanbadanmeliputikebersihandirisendiri,sepertimandi,menyikat
gigi,mencucitangan,danmemakaipakaianyangbersih.
Kebersihanlingkunganadalahkebersihantempattinggal,tempatbekerja,danberbagai
sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melapjendeladan
perabot rumah tangga, menyapu dan mengepellantai, mencuciperalatan
masakdanperalatan makan(misalnya denganabu gosok), membersihkankamar
mandidanjamban, serta membuangsampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari
menjagakebersihanhalamandanselokan,danmembersihkanjalandidepanrumahdari
sampah.

B. Upaya Menciptakan Sekolah yang Bersih.


Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh, dan penuh
dengan sampah. Disamping itu, sampah yang sering kita buang dengan
sembarangan dapat mencemari lingkungan baik didalam maupun di luar
kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar yang tidak nyaman.
Demi terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah
sebaiknya melakukan upaya-upaya yang bersifat mengatasi masalah
tersebut, upaya-upaya yang perlu di lakukan adalah sebagai berikut:
a. Guru memberi contoh bila membuang sampah selalu pada tempatnya.

b. Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda Rp


2000,00

setiap membuang sampah tidak pada tempatnya.

c. Siswa diharapkan mempunyai kesadaran hati nuraninya sendiri untuk


menjaga kebersihan sekolah.
d. Petugas piket pada hari itu juga harus membersihkan kelas dan
lingkungan sekitar.
e.
f.

Melarang siswa membuang sampah tidak pada tempatnya.


Melarang siswa mencorat-coret meja atau kursi di dalam kelas atau
lingkungan sekitar dan memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

Beberapacarayangdapatdilakukanuntukmenjagakebersihandikelasadalah:
a.

Menggunakankolongmejahanyauntukmenyimpanbukusertabaranglain,bukan
sampah.

b.

Menyediakandanmenggunakanalatkebersihansepertisapudanpengki.

c.

Mengoptimalkankinerjapetugaspiket.

d.

MengadakanJumsih(Jum'atBersih)atauTuber(SabtuBersih).

e.

Mengadakanpenilaianatauperlombaankebersihankelas.

f.

Melarangsiswamembawasertamemakanmakanan/minumandidalamkelas.

g.

MeniadakanKoperasidanmengadakanKantindisekolahyangtidakmenjualmakanan
kemasan.

h.

Mewajibkansiswamembawamakanansendiridarirumah.

i.

Memberidendapadasiswayangmembuangsampahsembarangan.

j.

Menyediakantempatpembuangansampahdiluarkelas.Akanlebihbaikjikatempat
sampahdikelompokkanberdasarkanjenissampah.

k.

LangsungmenguncikelasusaiKBM

BAB III
METODE PENELITIAN

A.

Latar Penelitian
Latar penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu dan
SMK Negeri 1 Pattallassang jurusan Teknologi Informatika kelas XI.

B.

Populasi dan Sampel

1.

Populasi
Jumlah siswa di kelas XI Ipa 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu dan di kelas XI
SMK Negeri 1 Bontomarannu, pada bulan november berjumlah siswa. Yang
terdiri dari:

b.

Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu : 35 orang siswa

1)

Perempuan

2)

Laki-Laki

c.

Kelas XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang : 34 orang

1) Perempuan
2) Laki-Laki
2.

: 26 orang siswa
: 9 orang siswa

: 30 orang siswa
: 4 orang siswa

Sampel
Berdasarkan pertimbangan penelitian, maka ditentukan sampel
sebanyak 30 Siswa/ siswi, yang terdiri dari:

C.

a.

Kelas XI Ipa 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu sebanyak 15 orang siswa

b.

Kelas XI SMK Negeri 1 Pattallassang sebanyak 15 orang siswa

Jenis Tulisan
Adapun jenis tulisan ini yaitu Freid researe. Freid researe adalah data
penelitian yang bersumber dari penelitian lapangan (data primer).

D.

Prosedur Pengumpulan data


Adapun pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan
karya ilmiah ini, yaitu dengan menggunakan beberapa media seperti:

1.

Media Elektronik (internet).

2.

Studi kasus (Metode pengumpulan data yang dibutuhkan dengan cara


menarik sampel dalam unit sampel tertentu yang berhubungan dan
dipelajari secara lebih mendalam.

3.

Wawancara terhadap sampel.

E.

Teknis Analisis Data


Teknikanalisisdatadalampenelitianadalahteknikpenelitianstatistiksederhanayang
digunakandalammenganalisisdatateknikdistribusi.Teknikdisribusiadalahteknikanalisis
datastatistiksederhanayangseringdipakaiuntukmengetahuisebarandatadalamsuatu
kelaskelastertentu

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HasilPenelitian
Berdasarkanhasilpenelitiandiketahui:
a.

TanggapansiswadikelaskelasXIIpa1SMANegeri1Bontomarannu.
Bisakahandaberkonsentrasibelajarjikaruanganyangandatempatibelajaritukotor.

RUANGANKELASKOTOR

N
O

NAMASISWA

10

11

data

12

tabel diatas,

13

14

15

TIDAK
BISA

BISA

SEDANG

Berdasarkan

dari

menyebutkan
bahwa

terdapat 10 orang siswa yang tidak dapat berkonsentrasi belajar jika kelas itu kotor dan
terdapat5orangsiswayangmemilihsedang(antarabisadantidakbisa).
b.

TanggapansiswadikelasXISMKNegeri1Pattallassangmengenai:
Bisakahandaberkonsentrasibelajarjikaruanganyangandatempatibelajaritukotor.

N
O

RUANGANKELASKOTOR
NAMASISWA

BISA

TIDAK
BISA

SEDANG

10

11

12

13

tabel diatas,

14

menyebutkan

15

Berdasarkan
data

dari

bahwa

terdapat 13 orang siswa yang tidak dapat berkonsentrasi belajar jika kelas itu kotor dan
terdapat2orangsiswayangmemilihsedang(antarabisadantidakbisa).

B. Pembahasan
a.

Kondisi kebersihan kelas SMA Negeri 1 Bontomarannu dan kondisi


kebersihan kelas SMK Negeri 1 Pattallassang
Menurut hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diketahui bahwa kondisi
kebersihandikelasXIIPA1SMANegeri1Bontomarannu,masihkurangbersih,karena
kebersihannya itu hanya ditemukan pada pagi hari saja dan setelah memasuki siang hari
kondisinya menjadi kotor kembali dan masih banyak ditemukan coretancoretan yang
menempeldimejadanbangku,inidiakibatkankarenakurangnyakesadaransiswamengenai
akanpentingnyakebersihan.SedangkankondisikebersihandikelasXITISMKNegeri1

Pattallassang,sudahcukupbaguskarenakebersihannyaitusudahterjagadaripagisampai
sianghariatauprosesbelajarmengajarselesai.
b.

Peran

serta

siswa

dalam

menjaga

kebersihan

kelas

Agar kelas kita terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga
kebersihan kelas dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,
selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan
membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada
sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan
tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana
pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat
bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa dan siswi.
Siswa dan siswi juga diharapkan menyediakan alat alat kebersihan,
seperti sapu, kemoceng, dll. karena apabila memasuki musim hujan dan
di suatu kelas itu tidak tersedia alas kaki maka biasanya kelas itu akan
menjadi kotor.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga
kebersihan kelas adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk
menjaga kebersihan kelasnya agar kelas tetap dalam keadaan bersih dan
nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar.
c.

Pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi belajar siswa


Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa pengaruh kebersihan kelas terhadap
konsentrasi belajar siswa di dua kelas yang berbeda baik yang ada dibontomarannu dan
maupunyangadadipattallassang,kebanyakansiswatidakdapatberkonsentrasibelajarjika
ruangankelasyangditempatinyaitukotor.kalaukitadapatpersentasitanggapansiswaitu
sekitar 26 % yang tidak dapat berkonsentrasi dan sekitar76 % yang masih bisa
berkonsentrasi.
Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jikakelas bersih, indah dan
tertatarapimakakemungkinanbesarkenyamanandalamprosespembelajaranakantercapai,

selainitu konsentrasipunbisa lebihfokus,dengan begitu sistemkerjaotak akansemakin


meningkat. Tetapi sebaliknya, jikalingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan
kumuh,pelajaranataumateriyangakandiberikanolehguruakansulitditerimaolehsiswa,
hal ini disebabkankarena pecahnya konsebtrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman.
Suasanakelasyangsepertiinijugamenyebabkansiswabosanataumengantuk.Makadari
itukelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan konsentrasi
belajarnya.

BAB V
PENUTUP
A.

Simpulan
Darihasilpenelitianyangtelahdilakukanpenulis,dapatdisimpulkanbahwakelasyangkotor
sangatmengganggukonsentrasibelajarsiswa.Dansebaliknyajikakelasitubersihmaka
konsentrasibelajarsiswaakanmenjadinyamandanfokus.

B.

Saran
Semogakaryailmiahinidapatmemotivasisiswauntukberbuatyanglebihbaik,demimasa
depanyanglebihcerah.