Vous êtes sur la page 1sur 31

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PS W.

K
DENGAN ANEMIA + HEMOROID EXTERNA
DI RUANG ANGSOKA II RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 12 s/d 14 NOPEMBER 2009

DISUSUN OLEH
LUH MADE OKA RUSMINI S.Kep
NIM : 0702115029

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2009

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PS W.K


DENGAN ANEMIA + HAEMOROID EXTERNA
DI RUANG ANGSOKA II RSUP SANGLAH DENPASAR

TANGGAL 12 s/d 14 NOPEMBER 2009


A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS
PASIEN
Nama

: W.K

Umur

: 64 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Status perkawinan

: Kawin

Agama

: Hindu

Suku

: Bali

Alamat

: Br. Kutri Singapadu,Sukawati Gianyar

Tanggal masuk

: 9 Nopember 2009

Tanggal pengkajian

: 12 Nopember 2009

Sumber informasi

: Suami dan anak ybs

PENANGGUNG
Nama penanggung jawab : M.W
Hub dgn pasien

: Anak

2. RIWAYAT KELUARGA
Genogram

64th

Keterangan bagan genogram


= Laki - laki

= Perempuan
= Pasien

= meninggal

Keterangan genogram
Pasien adalah anak ketiga dari 10 bersaudara, pasien sudah menikah dan
memiliki tiga oranng anak, pasien dan istri tinggal serumah dengan anakanaknya yang laki-laki, dikeluarga tidak ada yang memiliki penyakit
seperti pasien
3. STATUS KESEHATAN
a. Status Kesehatan Saat Ini
Keluhan utama

Saat MRS : badan terasa lemas

Saat Pengkajian (tgl 12/11/09, Pkl 09.00 wita): pasien mengeluh


badannya panas

Alasan masuk Rumah Sakit dan perjalanan Penyakit saat ini


Pasien pertama kali datang ke poliklinik interna RS Sanglah tanggal 6
Nopember2009 dengan keluhan BAB hitam sejak 2 bulan yang
lalu,badan lemas, pucat

serta kurang napsu makan. Setelah

pemeriksaan pasien di sarankan periksa darah. Pada tanggal 9


Nopember 2009 pasien kontrol kembali dengan membawa hasil
laboratorium hasil menunjukkan kadar haemoglobin rendah : 5,1 gr
%oleh dokter disarankan MRS. Sebelumnya pasien juga pernah
dirawat di RSUP Sanglah selama 10 hari ( MRS 23/9/2009 ) dengan
keluhan panas , HB rendah ( pneumoni + hemoroid ).
Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
Keluarga mengatakan sejak sakit apabila pasien memiliki keluhan
akibat

penyakitnya,

keluarga

selalu

mengantar

pasien

untuk

memeriksakan dirinya ke dokter, keluarga juga mengatakan selalu


mengawasi pasien minum obat, menjaga asupan makanan pasien dan
tidak pernah mengajak pasien berobat ke dukun karena merasa
penyakit pasien bukan akibat ilmu hitam.
b. Status Kesehatan Masa Lalu
Penyakit yang pernah dialami
Keluarga mengatakan, sebelumnya pasien tidak pernah mengalami
keluhan berat tentang kesehatannya, pasien hanya pernah menderita

batuk, pilek dan menghilang setelah minum obat namun dua bulan
terakhir ini kesehatan pasien mulai menurun dan setelah diperiksakan
maka pasien mengalami anemia + hemoroid externa
Pernah dirawat
Keluarga pasien mengatakan dua bulan terakhir ini pasien sudah dua
kali MRS karena lemas dan untuk menjalani tranfusi darah karena
dikatakan kekurangan darah oleh dokter
Alergi
Keluarga mengatakan pasien tidak mempunyai riwayat alergi terhadap
obat ataupun terhadap makanan tertentu
Kebiasaan : minum kopi pada pagi hari saja
c. Riwayat Penyakit Keluarga :
Suami pasien mengatakan dikeluarganya ataupun keluarga istrinya tidak
ada yang menderita penyakit seperti pasien.
d. Diagnosa Medis dan therapy
Dx medis : Anemia + Hemoroid Externa
Obs Febris susp ulcus perianal terinfeksi
Therapi ( di Angsoka II tgl 12/11/09)

IVFD NS 20 tts/mnt

Tranfusi PRC 4 kolf

Paracetamol 3 x 500 mg

Cefotaxime 3 x 1 gr

Diasnim H 2x 2 tab

Burraginal- N salef ( u,hemoroid )

Metronedazole 3x 500 mg

4. POLA FUNGSI KESEHATAN (11 Pola Fungsional Gordon)


a. Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan
Pasien dan keluarga mengatakan kesehatan itu adalah penting, pasien
mengatakan setiap ada anggota keluarga yang sakit selalu diajak berobat
ke dokter yang terdekat dengan rumah, jika memang tidak ada perubahan
baru anggota keluarga yang sakit dibawa berobat ke rumah sakit.
b. Pola Nutrisi/metabolic
Sebelum sakit pasien mengatakan bisa makan 3 kali sehari dengan
komposisi nasi sayur dan lauk dan makanan habis 1 porsi. Pasien minum
air 2000 cc/hari. Selama sakit dan saat pengkajian pasien mengatakan

nafsu makannya menurun karena merasa mual setiap kali makan dan bibir
terasa pahit , saat pengkajian pasien hanya mau makan 3 sendok makan
dari 1 porsi makanan yang disediakan rumah sakit serta minun
700cc/hari, pasien mengatakan merasa lemas dan pusing, meriang.
c. Pola eliminasi
Sebelum sakit dan saat pengkajian pasien mengatakan tidak megalami
gangguan dalam BAB dan BAK, pasien biasa BAB 1 kali sehari dengan
kosistensi lembek dan warna BAB hitam pekat BAK 4-5 kali sehari, + 50
cc tiap kali kencing dengan warna kuning pekat.
d. Pola aktivitas dan latihan
Kemampuan perawatan diri
Makan/minum
Mandi
Toileting
Berpakaian
Mobilisasi di tempat tidur
Berpindah
Ambulasi/ ROM
0: mandiri, 1: alat bantu, 2: dibantu

orang lain, 3: dibantu orang lain dan

alat, 4: tergantung total.


Okigenasi:
Pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam bernafas baik saat
menarik ataupun mengeluarkan nafas.
e. Pola tidur dan istirahat
Sebelum dan saat pengkajian pasien mengatakan tidak mengalami
gangguan dalam istirahat dan tidurnya, tidur 8 jam/hari. Pasien tidak
mempunyai kebiasaan tidur siang, pasien mengatakan merasa badannya
lemas dan kepalanya pusing
f. Pola kognitif-perseptual
Pasien dan keluarga mengatakan telah mendapat banyak penjelasan dari
dokter dan perawat tentang kondisinya dan tentang tindakan perawatan
yang akan dijalaninya, pasien dan keluarga mengatakan akan patuh
dengan tindakan perawatan yang akan diberikan dan memasrahkan
semuanya kepada Tuhan
g. Pola persepsi diri/konsep diri
Pasien mengatakan tidak merasa malu dengan keadaannya, pasien
mengatakan menerima dan pasrah kepada Tuhan terhadap apa yang
dialaminya saat ini, pasien mengatakan saat ini hanya ingin cepat pulang.
h. Pola seksual dan reproduksi

Pasien mengatakan tidak pernah mengalami kelainan dalam organ


reproduksinya atau menderita penyakit
i. Pola peran-hubungan
Sejak sakit pasien hanya beristirahat dirumah. Saat pengkajian pasien
ditunggui oleh anaknya. Pasien mengatakan hubungannya dengan anggota
keluarga baik, komunikasi dengan perawat baik. Pasien kooperatif saat
menjawab pertanyaan yang diberikan dan saat diberikan asuhan
keperawatan
j. Pola manajemen koping stress
Pasien mengatakan setiap memiliki masalah selalu menceritakan pada istri
dan anaknya
k. Pola keyakinan-nilai
Pasien beragama Hindu, Sebelum sakit pasien mengatakan biasa
sembahyang setiap hari , saat pengkajian pasien mengatakan hanya bisa
berdoa di tempat tidur saja, dengan harapan agar cepat sembuh dan bisa
cepat pulang.
Pasien dan keluarga menyakini jika sakitnya sekarang disebabkan oleh hal
yang bersifat medis dan bukan disebabkan oleh hal yang bersifat non
medis (penyakit akibat ilmu hitam).
5. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum

: Lemah

Tingkat kesadaran : komposmentis


GCS

: Eyes : 4 Verbal :5, Motoric : 6,

b. Tanda-tanda vital : Nadi :84x/mnt, Temp: 38,8 oC, RR : 18x/mnt,


TD : 100/60mmHg
BB sebelum sakit : 53kg
BB saat sakit

: 46 kg

BB saat pengkajian : TDE


c. Keadaan fisik (IPPA)
1) Kepala dan leher
I : bentuk kepala simetris, kulit kepala bersih, ketombe (-) kelopak
mata simetris, gerakan bola mata normal, konjungtiva pucat,
pupil isokor, reflek cahaya +/+, fungsi penglihatan baik, kelainan
otot mata tidak ada, mukosa bibir kering, pembesaran vena

jugularis tidak ada, lingkaran hitam dibawah mata tidak ada, lidah
kotor, gusi berdarah (-)
P : nyeri tekan (-), benjolan (-), krepitasi (-)
P : tidak dilakukan
A: tidak dilakukan
2) Dada (Paru dan jantung)
I : bentuk simetris, gerakan dada teratur,
P : nyeri tekan (-)
P : dada ka/ki sonor
A : Cor : S1S2 tunggal reguler, mur2(-), Pulmo : suara vesikuler +/+,
whezing -/- ,ronchi -/3) Payudara dan ketiak
I : benjolan (-), lesi (-)
P : Nyeri tekan (-)
P : tidak dilakukan
A: tidak dilakukan
4) Abdomen
I : distensi (-), lesi(-)
A: BU (+) 10x/mnt
P : abdomen thympani(+)
P : nyeri tekan (-), acites (-), pembesaran hati (+) teraba
5) Genetalia
I PPA : tidak dilakukan observasi
6) Integumen
I : lesi (-), kulit tampak pucat
P : turgor elastis, nyeri tekan (-), kulit teraba hangat
7) Ekremitas
Atas
Bentuk simetris, CRT > 2dtk, sianosis (-), terpasang IVFD NS 20
tts/mnt pada tangan kiri, pergerakan tangan kanan kiri normal,
oedema (-), tonus otot tangan kanan dan kiri normal, kekuatan otot
333 333
Bawah
Bentuk simetris, CRT > 2dtk, sianosis (-), pergerakan kaki kanan kiri
normal, oedema (-), tonus otot kaki kanan dan kiri normal, kekuatan
otot 333 333, reflek patella (+)
8) Pemeriksaan neurologis

Status mental dan emosi


Keluarga mengatakan baik sebelum sakit maupun selama sakit
pasien tidak pernah mengalami gangguan emosi. Saat pengkajian
pasien bersikap cukup kooperatif, pasien mau menjawab setiap
diberi pertanyaan. Perhatian klien fokus pada perawat yang
melakukan pengkajian.
Pengkajian saraf kranial
Berdasarkan pemeriksaan neurologis pasien tidak mengalami
gangguan pada nervus cranialis
Pemeriksaan Reflek
Reflek patela -/+
Kaku kuduk (-), kernig sign (-), brudzinski leg (-), brudzinskis neck
sign (-)
6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Data laboratorium yang berhubungan

Tgl

Darah lengkap

6/11/09

10/11/09

13/11/09

Nilai normal

Komp

Hgb
RBC
PLT
HCT
WBC

5,9
1,82
229
17,4
4,10

5,1
1,59
185
15,4
10,93

5,6

13,5-17,5gr/dL
4,3 5,7 M/uL
150-440 K/uL

41-53%
4,1-10,1 K/uL

Tgl 10/11/09
Pemeriksaan Blood Smear
Erythrocyt

Normochron
Normositer

Leucosit

anisositosis
Jumlah normal
Diff Netropenia

Thrombocyt
Hasil urinalisa

lympositosis
Jumlah cukup

11 50 IU/L

b. Pemeriksaan Radiologi
Tanggal 12/11/09 , Kesan : Cor dan pulmo tidak tampak kelainan

7. ANALISA DATA
No
Tgl
1
12/11/09

Data
DS : Ps mengatakan badanya terasa panas dan
meriang

Penyebab/Interpretasi
Peradangan , nekrosis

Masalah
Hipertermi

Ulcus perianal terinfeksi

DO : kulit teraba hangat, Temp: 38,8 oC, nadi


84 x/mnt, WBC 1,1 K/uL, nadi 84x/mnt

Mengaktivasi sistem imun


Pelepasan mediator radang
kerusakan kontrol suhu

22/011/09

DS:
Pasien mengatakan merasa badannya lemas
dan pusing
DO:
ADL masih dibantu keluarga dan perawat,
kekuatan otot ekremitas atas dan bawah 3,

Anemia

Intoleransi aktivitas

Gangguan sirkulasi darah


dan oksigen ke jaringan
Kelemahan pada otot

Hb 5,1 g/dL, pasien tampak lemah


Intoleransi aktivitas
No

Tgl

Data

Penyebab/Interpretasi

Masalah

12/11/09

DS:
Pasien mengeluh lemas dan pusing.

Penurunan
darah

komponen

sel Perubahan perfusi


jaringan perifer

DO:
Hb 5,1 g/dL, pasien tampak pucat, konjungtiva
pucat, CRT > 2 detik, TD 100/60 mmHg,
mukosa bibir kering,

Penurunan
oksigen
nutrisi ke sel menurun

dan

ganguan perfusi perifer


B. DIAGNOSA KEPERAWATAN (berdasarkan prioritas)
DIAGNOSA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PS W.K
DENGAN ANEMIA + HEMOROID EXTERNA
DI RUANG ANGSOKA II RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 12 s/d 14 NOPEMBER 2009
No Dx
1

Tgl Muncul
12/11/09

Dx Keperawatan
Hipertermi berhubungan dengan kerusakan kontrol suhu sekunder

Tgl teratasi

TTd
Mhs

akibat infeksi ditandai dengan ps mengatakan badanya terasa panas


dan meriang, kulit teraba hangat, Temp: 38,8 oC, nadi 84 x/mnt,
WBC 10,93 K/uL, nadi 84x/mnt

10

No Dx
2

Tgl Muncul
12/11/09

Dx Keperawatan

Tgl teratasi

TTd

Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan

Tidak
teratasi

Mhs

Tidak
teratasi

Mhs

komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen dan


nutrisi ke sel ditandai dengan pasien mengeluh lemas dan pusing,
Hb 5,1 g/dL, pasien tampak pucat, konjungtiva pucat, CRT > 2
detik, TD 100/60 mmHg, mukosa bibir kering, PLT 185
12/11/09
3

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan gangguan sistem transpor


oksigen

sekunder

akibat

anemia

ditandai

dengan

pasien

mengatakan merasa badannya lemas dan pusing, ADL masih


dibantu keluarga dan perawat, kekuatan otot ekremitas atas dan
bawah 3, Hb 5,1 g/dL, pasien tampak lemah

11

C. PERENCANAAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PS N.W
DENGAN ANEMIA+ HEMOROID EXTERNA
DI RUANG ANGSOKA II RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 24 s/d 26 SEPTEMBER 2009
Hari/Tgl
12/11/09

No
Dx
1

Rencana Keperawatan
Tujuan dan kriteria hasil
Intervensi
Setelah diberikan asuhan keperawatan 1. Pantau vital sign @ 6 jam

Rasional
1 Memudahkan pemberian

selama 1x 6 jam diharapkan suhu tubuh

intervensi yang tepat

menurun hingga mencapai normal dengan

melalui pola demam. Jika

kriteria hasil :
- S = 36-37,5C
- N= 60-80x/mnt
- Pasien tidak mengeluh meriang

suhu 38,9C-41,1C
menunjukan proses
penyakit infeksius yang
2. Berikan kompres hangat, hindari
penggunaan alcohol

mungkin timbul sebagai


komplikasi
2. Membantu mengurangi
demam.Hipotalamus
sebagai thermostat tubuh

12

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi

Rasional
akan memberikan respon
yang

berlawanan

terhadap keadaan
3. Anjurkan pasien minum yang cukup
(1000-1500cc/24 jam)

tubuh.Diberikan kompres
hangat

dengan harapan

Hipotalamus akan
merespon suhu diluar
tubuh hangat

sehingga

suhu tubuh diturunkan.


4. Kolaborasi dalam pemberian
Antipiretik dan antibiotik sesuai
indikasi.

3. Cairan yang cukup


mencegah dehidrasi yg
timbul akibat penguapan
karena suhu tubuh yang
meningkat

13

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi

Rasional
4. Antipiretik digunakan
untuk membantu
menurunkan demam,
antibiotic digunakan untuk
menekan pertumbuhan
kuman penyebab infeksi

12/11/09

Setelah diberikan askep 4 x 24 jam

1. monitor tanda-tanda vital, pengisian

1. Untuk mengetahui

diharapkan perfusi jaringan perifer pasien

kapiler, wama kulit, membran

perkembangan pasien

adekuat dengan kriteria:

mukosa.

sehingga dapat

- CRT < 2 detik

menentukan intervensi

- Hb > 10 g/dL

yang tepat.

- Konjungtive merah muda


- Pasien tidak pucat
- Mukosa bibir lembab

2. Tinggikan posisi kepala di tempat


tidur

2. Meningkatkan ekspansi
paru dan memaksimalkan

- TD 120/80 mmHg

oksigenasi untuk

- PLT > 200

kebutuhan seluler.
3. Periksa dan dokumentasikan adanya
rasa nyeri.

3. Iskemia seluler
mempengaruhi jaringan

14

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi

Rasional
miokardial,atau potensial
risiko infark.

4. Observasi adanya keterlambatan


respon verbal, kebingungan, atau
gelisah

4. Dapat mengidentifikasi
gangguan fungsi serebral
karena hipoksia atau
defisiensi vitamin B12.

5. Pertahankan suhu lingkungan agar


tetap hangat sesuai kebutuhan tubuh

5. Vasokonstriksi ke organ
vital menurunkan
sirkulasi
perifer.Kenyamanan
pasien/kebutuhan rasa
hangat harus seimbang
dengan kebutuhan untuk
menghindari panas
berlebihan pencetus
vasodilatasi.(penurunan

15

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi
6. Delegatif pemberian

obat

anti

Rasional
perfusi organ

perdarahan dan cek darah lengkap 6. Obat anti perdarahan


secara berkala

dapat mencegah anemi


sehingga perfusi jaringan
dapat dipertahankan
tetap adekuat, darah
lengkap dapat
memberikan gambaran

7. Kolaborasi dalam pemberian tranfusi


darah sesuai indikasi

tentang kadar HB pasien


7. tranfusi darah dapat
memperbaiki kondisi
anemi pasien

12/11/09

3
Setelah diberikan asuhan keperawatan 1. Tingkatkan
selama 3 x 24 jam diharapkan Intoleran

tirah

baring/duduk. 1. Meningkatkan istirahat

Berikan lingkungan tenang; batasi

dan ketenangan.

16

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil


aktivitas dapat diatasi dengan criteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi
pengunjung sesuai keperluan

- Klien menyatakan pemahaman situasi dan

Rasional
Menyediakan energi
yang digunakan untuk

program pengobatan

penyembuhan aktivitas

- Klien menunjukkan prilaku yang mampu

dan posisi duduk tegak

melakukan aktivitas kembali

diyakini menurunkan

- Klien melaporkan kemampuan melakukan

aliran darah kekaki, yang

peningkatan toleransi aktivitas.

mencegah sirkulasi
optiomal
2. Ubah posisi dengan sering. Berikan 2. Meningkatkan fungsi
perawatan kulit yang baik

pernapasan dan
meminimalkan tekanan
pada area tertentu untuk
menurunkan risiko
kerusakan jaringan

3. Lakukan tugas dengan cepat dan 3. Memungkinkan periode


sesuai toleransi

tambahan istirahat tanpa

17

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi

Rasional
gangguan

4. Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi, 4. Tirah baring lama dapat


bantu melakukan latihan rentang

menurunkan kemampuan

gerak sendi pasif/aktif

dapat terjadi karena


keterbatasan aktivitas
yang menganggu periode
istirahat

5. Dorong

penggunaan

teknik 5. Meningkatkan relaksasi

manajemen stres, contoh relaksasi

dan penghematan energi,

progresif, visuaslisasi, bimbingan

memusatkan kembali

imajinasi. Berikan aktivitas hiburan

perhatian, dan dapat

yang tepat contoh menonton TV,

meningkatkan koping.

radio, membaca
6. Gunakan

teknik

penghematan 6. Mendorong pasien

energi, mis : mandi dengan duduk

melakukan banyak dengan


membatasi penyimpangan

18

Hari/Tgl

No
Dx

Tujuan dan kriteria hasil

Rencana Keperawatan
Intervensi

Rasional
energi dan mencegah
kelemahan

D. IMPLEMENTASI
IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA PS W.K
DENGAN ANEMIA + HEMOROID EXTERNA
DI RUANG ANGSOKA II RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 12 s/d 14 NOPEMBER 2009

19

Hari/Tgl
Kamis
12/11/09

Jam

No Dx

Tindakan Keperawata

09.00
wita

- Memberikan kompres hangat dan mengajarkan


keluarga pasien cara melakukan kompres

Respon Klien
- Pasien telah diberikan kompres di

TTD
Mhs

daerah dahi dan ketiak, keluarga


mengatakan telah mengerti cara
memberikan kompres pada pasien

- Memberikan obat paracetamol 1 x 500 mg dan


menganjurkan pasien banyak minum

- Obat telah diminum, muntah (-) dan

Mhs

pasien akan menuruti nasehat pasien


untuk banyak minum

10.00

1,2

Wita

- Memberikan injeksi antibiotik Cefotaxime1


gr/iv, Metronedazole 500 mg
- Memonitor tanda-tanda vital, pengisian kapiler,
wama kulit, membran mukosa

- Obat telah diberikan reaksi alergi tidak

Mhs

ada

- Suhu : 38C, TD 100/60 mmHg, RR 20

Mhs

x/mnt, ND 84x/mnt , kulit pucat, CRT >


2 detik, mukosa bibir kering,

Mhs

konjungtiva pucat
10.30
Wita

1,2,3

- Memeriksa dan mendokumentasikan adanya


rasa nyeri

- Pasien mengatakan tidak merasakan

Mhs

nyeri
Mhs

20

- Mengobservasi adanya keterlambatan respon


verbal, kebingungan, atau gelisah

- Pasien tampak sadar, pasien dapat


menjawab pertanyaan yang diberikan
perawat, pasien tampak gelisah

11.30

Mhs
- Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap

Wita

hangat sesuai kebutuhan tubuh

- Pasien mau melakukan anjuran perawat


- Menganjurkan keluarga untuk tidak
membuka jendela lebar-lebar dan

Mhs

menganjurkan pasien untuk


menggunakan selimut
- Tranfusi PRC 1 kolf
2,3

Infus darah netes lancar

Mhs

Reaksi allergi (-)

12.00

Pasien tidur dalam posisi setengah duduk

Wita

- Pasien hanya ditunggui oleh istrinya


- Meninggikan posisi kepala di tempat tidur

saja
Mhs

- Meningkatkan tirah baring/duduk, memberikan


lingkungan tenang, membatasi pengunjung
sesuai keperluan

- Pasien mampu mengubah posisi secara


mandiri, pasien mampu melatih
menggerakkan tangan dan kakinya

Mhs

21

-Meningkatkan

aktivitas

sesuai

toleransi,

sendiri, pasien tampak lemah

membantu melakukan latihan rentang gerak sendi pasif/aktif


13.00

Mhs

- Mengajak pasien mengobrol tentang


hobinya selama ini

Wita
- Mendorong penggunaan teknik manajemen

Mhs

stres, contoh distraksi, relaksasi progresif,


1,2

visuaslisasi, bimbingan imajinasi.

- Suhu : 37,3C, TD 100/60 mmHg, RR

Mhs

20 x/mnt, ND 80x/mnt, meriang (-)


- Memonitor tanda-tanda vital

- minum air putih 250 cc

- Memberi minum air putih

Mhs

- Memberi posisi setengah duduk


14.00

Wita

- Pasien mau menuruti anjuran perawat


- Menganjurkan makan pada posisi duduk tegak

Mhs

1,2
- Obat telah diberikan reaksi alergi tidak
- Memberikan injeksi antibiotik Cefotaxime1

ada

Mhs

22

gr/iv,

- Obat telah diberikan reaksi alergi (-)

- Memberikan injeksi asam traneksamat 50 mg/iv


2
- Suhu : 37,5C, TD 90/60 mmHg, RR 20
- Memonitor tanda-tanda vital, pengisian kapiler,
wama kulit, membran mukosa

x/mnt, ND 80x/mnt , kulit pucat, CRT >

Mhs

2 detik, mukosa bibir kering,


konjungtiva pucat
- Pasien mengatakan tidak merasakan

16.00
- Memeriksa dan mendokumentasikan adanya

wita

rasa nyeri

Mhs

nyeri di bagian tubuhnya, pasien tampak


lemah
- Pasien tampak sadar, pasien tidak dapat

- Mengobservasi adanya keterlambatan respon

Jumat
13/11/09

08.00

verbal, kebingungan, atau gelisah

1,2,3

menjawab pertanyaan yang diberikan

Mhs

perawat dengan spontan , pasien tampak


gelisah dan bingung

wita

- Suami pasien mengatakan pasien masih


- Membantu ADL
- Membantu meninggikan posisi

Mhs

tampak lemas,
Mhs
Mhs

23

- Menganjurkan makan pada posisi duduk tegak, - Pasien mau melakukan anjuran perawat
membatasi aktivitas
9.00

Mhs

Wita

- Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap - Menganjurkan keluarga untuk tidak


hangat sesuai kebutuhan tubuh

membuka jendela lebar-lebar dan


menganjurkan pasien untuk

10.30
Wita

Mhs

menggunakan selimut
3

- Meninggikan posisi kepala di tempat tidur

- Pasien tidur dalam posisi setengah


duduk

- Meningkatkan tirah baring/duduk, memberikan -

Mhs

lingkungan tenang, membatasi pengunjung - Pasien hanya ditunggui oleh


3

1,2

sesuai keperluan
-Meningkatkan

suaminyanya saja
aktivitas

sesuai

toleransi, - Pasien mampu mengubah posisi dengan

membantu melakukan latihan rentang gerak

dibantu, pasien tampak lemah dan

Mhs

sendi pasif/aktif

gelisah

Mhs

- Mendorong penggunaan teknik manajemen - Pasien gelisah dan tidak mau diajak
stres, contoh distraksi, relaksasi progresif,

bicara, pasien hanya menatap perawat

visuaslisasi, bimbingan imajinasi.

tanpa mau menjawab, pasien tampak

Mhs

24

11.30
Wita

kebingungan
1,2,3

Mhs
- Memonitor tanda-tanda vital

- Suhu : 37,5C, TD 90/60 mmHg, RR 20


x/mnt, ND 76x/mnt

12.00

- Mengawasi hasi DL post tranfusi PRC fls ke I

Mhs

- Hgb 5,6 gr%

Wita
- Mengobservasi ,mendorong teknik managemen
13.00
Wita

Mhs

stress
1,2

Mhs
- Memonitor tanda-tanda vital, pengisian kapiler,
wama kulit, membran mukosa

- Suhu : 37,5C, TD 90/60 mmHg, RR 20


x/mnt, ND 80x/mnt , kulit pucat, CRT >

1,2,3

Mhs

2 detik, mukosa bibir kering,


14.00
Wita

- Memeriksa dan mendokumentasikan adanya


rasa nyeri

konjungtiva pucat
- Pasien mengatakan tidak merasakan
nyeri di bagian tubuhnya, pasien tampak

- Mengobservasi adanya keterlambatan respon

Mhs

lemah dan gelisah

verbal, kebingungan, atau gelisah

25

16.00
wita

Mhs

- Memberikan lingkungan tenang, memberi


minum air putih

Sabtu

- pasien tampak rileks , minum air putih

14/11/09

200cc
08.00
- Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap

wita
2

hangat sesuai kebutuhan tubuh

- Menganjurkan keluarga untuk tidak

Mhs

membuka jendela lebar-lebar dan


menganjurkan pasien untuk

- Meninggikan posisi kepala di tempat tidur

09.00
wita
10.00
Wita

1,2
1,2

- Meningkatkan tirah baring/duduk, memberikan


lingkungan tenang, membatasi pengunjung
sesuai keperluan

- Pasien tidur dalam posisi setengah


duduk

Mhs

- Pasien hanya ditunggui oleh istrinya


saja
Mhs

-Meningkatkan

aktivitas

sesuai

toleransi,

membantu melakukan latihan rentang gerak


13.00

menggunakan selimut

sendi pasif/aktif

- Pasien apatis, pasien tampak lemah dan


gelisah

26

Wita

Mhs

14.
Ita

- Memonitor tanda-tanda vital

- Suhu : 37,5C, TD 90/70 mmHg, RR 18


x/mnt, ND 68x/mnt

Mengawasi hasi DL post tranfusi PRC

Mhs

16.00
Wita

- Obat telah diberikan reaksi alergi tidak


- Memberikan injeksi antibiotik Cefotaxime1
gr/iv,

ada

Mhs

- Obat telah diberikan reaksi alergi (-)

- Memberikan Metronedazole500 mg/infus


Mhs

Mhs

Mhs

27

Mhs

Mhs

Mhs

Mhs
Mhs

28

EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA PS W.K


DENGAN ANEMIA + HEMOROID EXTERNA
DI RUANG ANGSOKA II RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 14 NOPEMBER 2009
E. EVALUASI ( CATATAN PERKEMBANGAN )
No
No
Hari/Tgl
Jam
Evaluasi
Ttd
Dx
1
Kamis
16.00 1
S : Pasien tidak mengeluh meriang
Mhs
12/11/09
Wita
O : S = 36-37,5C, N= 60-80x/mnt
A : Tujuan tercapai, masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien, ajarkan pasien cara menjaga
keseimbangan suhu tubuh dengan menganjurkan banyak minum,

29

No

Hari/Tgl

Jam

No
Dx

Evaluasi

Ttd

dan beristirahat yang cukup


S : Pasien apatis
2

Sabtu
14/11/09

10.00
Wita

O : CRT > 2 detik, Hb :

g/dL, konjungtiva pucat, pasien tampak pucat,

Mhs

mukosa bibir kering, PLT: K/uL, TD 90/70 mmHg


A : Tujuan tidak tercapai, masalah belum teratasi
P : Lanjutkan renpra, awasi tanda-tanda perdarahan spontan dan
kolaborasi tambahan tranfusi PRC

Mhs

Sabtu
14/11/09

10.00
wita

S :O : Pasien tampak gelisah, apatis, tampak bingung, ADL masih dibantu,


pasien tampak lemah

30

No

Hari/Tgl

Jam

No
Dx

Evaluasi

Ttd

A : Tujuan tidak tercapai, masalah belum teratasi


P : Lanjutkan renpra, observasi kesadaran pasien, lakukan rentang gerak
pasif

31