Vous êtes sur la page 1sur 59

PEMERIKSAAN IMUNOLOGI PENYAKIT INFEKSI

PEMERIKSAAN IMUNOLOGI PENYAKIT INFEKSI Elisabeth D. Harahap Departemen Mikrobiologi FK UKRIDA

Elisabeth D. Harahap Departemen Mikrobiologi FK UKRIDA

Pemeriksaan imunologik untuk diagnosis penyakit infeksi dapat dilakukan dengan:

Reaksi Antigen- Antibodi invitro (Rx. SEROLOGI)

Uji serologi dapat digunakan untuk:

1. Deteksi Antigen menggunakan antibodi yang sudah diketahui.

2. Deteksi Antibodi menggunakan antigen yang sudah diketahui.

Deteksi Antigen:

dapat dilakukan untuk spesimen klinik langsung atau untuk identifikasi mikroba.

Deteksi Antibodi:

Untuk mendeteksi respon antibodi tertentu (IgM/IgG). IgM muncul lebih dini pada suatu infeksi daripada IgG.

Diagnosis dapat ditegakkan dengan:

Adanya antibodi IgM terhadap suatu mikroorganisme patogen tertentu menandakan infeksi yang baru atau sedang berlangsung.

Adanya kenaikan titer antibodi sebesar 4 kali atau lebih antara serum masa akut dan serum masa konvalesen menunjukkan adanya infeksi.

RESPON ANTIBODI

RESPON ANTIBODI

UJI WIDAL

Untuk mendeteksi:

UJI WIDAL Untuk mendeteksi: Antibodi O dan antibodi H Salmonella. Prinsip : Reaksi Aglutinasi

Antibodi O dan antibodi H Salmonella.

Prinsip : Reaksi Aglutinasi

Penipisan serum :

0,5 ml

0,5 ml

0,5 ml

0,5 ml

0,5 ml

0,5 ml

Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml

Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6

1

Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6

2

Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6

3

Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6

4

Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6

5

6
6
 
7/K

7/K

Pengenceran

1/10

1/20

1/40

1/80

1/160

1/320

Pengenceran 1/10 1/20 1/40 1/80 1/160 1/320 Buang

Buang

   

serum

                         
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
 
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
 
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
Serum 0,5 ml NaCl 0,5 ml 1 2 3 4 5 6 7/K Pengenceran 1/10 1/20
 

+ Antigen a’ 0,5 ml

 

Pengenceran

1/20

1/40

1/80

1/160

1/320

1/640

 

akhir Hasil / Titer

+

+

+

+
+

-

 

-

1/20

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

+

Aglutinasi

1/40

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

+

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

1/80

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

+

1/160

1/320

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

-

1/640

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

-

K

1/20 + Aglutinasi 1/40 + 1/80 + 1/160 1/320 - 1/640 - K Titer antibodi =

Titer antibodi = ……………… ..

O H Antigen Grup A Antigen Grup B Antigen Grup C Antigen Grup D Kontrol serum
O
H
Antigen Grup A
Antigen Grup B
Antigen Grup C
Antigen Grup D
Kontrol serum +/-
Cara kerja:
1. Sediakan plat Widal dengan lingkaran-lingkaran.
  • 2. Teteskan serum mulai dari 40 ul, 20 ul, 10 ul dan 5 ul

  • 3. Tambahkan ke masing-masing serum 1 tetes antigen Widal.

  • 4. Lakukan terhadap masing-masing antigen Widal (O dan H)

  • 5. Goyang-goyang plat selama 1 menit.

  • 6. Periksa adanya aglutinasi

  • 7. Bandingkan dengan kontrol serum + dan serum -

  • 8. Titer antibodi adalah:

40 ul 20 ul
40 ul
20 ul
10 ul 5 ul
10 ul
5 ul

O

H

1:40 1:80 1:160 1:320 1:40 1:80 1:160 1:320
1:40
1:80
1:160
1:320
1:40
1:80
1:160
1:320

Titer

  • S. paratyphi A (Grup A)

  • S. paratyphi B (Grup B)

  • S. paratyphi C (Grup C)

S. typhi (Grup D)

Kontrol Serum +/-

(-)

(+)

(-)

(+)

WIDAL TEST

S. typhi antigen

O

WIDAL TEST S. typhi antigen H Titer 1:40 1:80 1:160 1:320 1:40 1:80 1:160 1:320 Acute

H

Titer 1:40 1:80 1:160 1:320 1:40 1:80 1:160 1:320 Acute serum Convalescent serum
Titer
1:40
1:80
1:160
1:320
1:40
1:80
1:160
1:320
Acute serum
Convalescent
serum
Control Serum -
Control
Serum -
Control Serum +
Control
Serum +
Control Control Serum - Serum +
Control
Control
Serum -
Serum +
Rapid Test IgG/IgM T1 IgM T2 IgG
Rapid Test IgG/IgM
T1 IgM
T2
IgG

Prinsip Uji :

Rapid Test IgM/IgG

Antigen O dan H Salmonella typhi + rabbit IgG –gold conjugate

Rapid Test IgM/IgG Antigen O dan H Salmonella typhi + rabbit IgG –gold conjugate gold
gold
gold
IgG IgM C T2 T1
IgG
IgM
C
T2
T1

anti-human IgG

+

anti-human IgM

+

Serum pasien

Rapid Test IgM/IgG Antigen O dan H Salmonella typhi + rabbit IgG –gold conjugate gold
Rapid Test IgM/IgG Antigen O dan H Salmonella typhi + rabbit IgG –gold conjugate gold

Goat anti-rabbit IgG

Membran nitroselulosa

gold gold gold IgG IgM C
gold
gold
gold
IgG
IgM
C
gold gold gold IgG IgM C
Rapid Test IgG/IgM IgG IgG IgM IgM IgG Positive Positive Positive Positive Negative Invalid
Rapid Test IgG/IgM
IgG
IgG
IgM
IgM IgG
Positive
Positive
Positive
Positive
Negative
Invalid

TUBEX TF

Immunoassay Magnetic Binding Inhibition (IMBI)

TUBEX TF Immunoassay Magnetic Binding Inhibition (IMBI) Deteksi antibodi IgM terhadap LPS O9 Salmonella typhi. Deteksi

Deteksi antibodi IgM terhadap LPS O9 Salmonella typhi.

Deteksi infeksi akut lebih dini 3-4 hari demam.

Mekanisme reaksi:

Apabila dalam serum terdapat antibodi IgM, maka antibodi ini akan menghambat ikatan antara monoklonal antibodi LPS-O9 (partikel biru) dengan partikel magnetik berlabel Ag LPS-O9 (warna coklat). Antibodi IgM LPS-O9 yang berikatan dengan Ag LPS-O9 (coklat) mengalami ko-sedimentasi akibat tertarik magnit pada boks skala. Banyaknya antibodi IgM S. typhi setara dengan kepekatan warna biru yang terbentuk.

Mekanisme reaksi : Apabila dalam serum terdapat antibodi IgM, maka antibodi ini akan menghambat ikatan antara
K+ K- S1 S2 HASIL:
K+
K-
S1
S2
HASIL:

Serum 1 score 4 = POSITIF Serum 2 score 8 = POSITIF

K+ K- S
K+
K-
S

ELISA

(Enzyme Linked Immunosorbent Assay)

DETEKSI

ANTIGEN ANTIBODI YANG DIKETAHUI

ANTIBODI ANTIGEN YANG DIKETAHUI

ELISA
ELISA

Uji serologi untuk infeksi dengue:

Uji serologi untuk infeksi dengue: 1. Uji untuk mendeteksi komponen virus, mendeteksi antigen NS1 dengan teknik

1. Uji untuk mendeteksi komponen virus, mendeteksi antigen NS1 dengan teknik ELISA.

  • 2. Uji serologi memakai serum tunggal, melihat

ada/tidaknya antibodi kelas tertentu (IgM & IgG) Rapid Immunochromatographic test

  • 3. Uji serologi memakai serum ganda, yaitu serum masa akut dan masa konvalesen. Lihat kenaikan titer (minimal 4 kali).

Teknik Hambatan hemaglutinasi (HI)

SKEMA VIRUS DENGUE

E C
E
C

HA

RNA

SKEMA GENOM VIRUS DENGUE 5’ S NS 3’ C M E NS1 NS2A NS2B NS3 NS4A
SKEMA GENOM VIRUS DENGUE
5’
S
NS
3’
C
M
E
NS1 NS2A NS2B
NS3
NS4A
NS4B
NS5
SKEMA GENOM VIRUS DENGUE 5’ S NS 3’ C M E NS1 NS2A NS2B NS3 NS4A

Serum pasien 1:10

Serum pasien 1:10 Antibodi NS1 pada plate Antigen NS1 Inkubasi 1 jam, 37°C
Serum pasien 1:10 Antibodi NS1 pada plate Antigen NS1 Inkubasi 1 jam, 37°C
Serum pasien 1:10 Antibodi NS1 pada plate Antigen NS1 Inkubasi 1 jam, 37°C

Antibodi NS1 pada plate

Serum pasien 1:10 Antibodi NS1 pada plate Antigen NS1 Inkubasi 1 jam, 37°C

Antigen NS1

Cuci plate 6 kali Tambahkan monoklonal antibodi anti-NS1 yang di label dengan ensim HRP (HRP =

Cuci plate 6 kali

Cuci plate 6 kali Tambahkan monoklonal antibodi anti-NS1 yang di label dengan ensim HRP (HRP =

Tambahkan monoklonal antibodi anti-NS1 yang di label dengan ensim HRP

(HRP = Horseradish peroxidase)

Cuci plate 6 kali Tambahkan monoklonal antibodi anti-NS1 yang di label dengan ensim HRP (HRP =

Antibodi anti-NS1 (HRP)

Tutup plate, inkubasi 37°C, 1 jam

Cuci plate 6 kali Tambahkan substrat 100 ul tiap well TMB (Tetramethylbenzydine) + H2O2 Inkubasi RT

Cuci plate 6 kali

Cuci plate 6 kali Tambahkan substrat 100 ul tiap well TMB (Tetramethylbenzydine) + H2O2 Inkubasi RT

Tambahkan substrat 100 ul tiap well TMB (Tetramethylbenzydine) + H2O2 Inkubasi RT (20 - 25°C), 10 menit.

Cuci plate 6 kali Tambahkan substrat 100 ul tiap well TMB (Tetramethylbenzydine) + H2O2 Inkubasi RT

Stop reaksi, dengan menambahkan larutan stop

Cuci plate 6 kali Tambahkan substrat 100 ul tiap well TMB (Tetramethylbenzydine) + H2O2 Inkubasi RT

Baca dengan spektrofotometer

Kit yang digunakan:

DENGUE EARLY ELISA (Panbio)

Terdiri dari:

1. Anti-NS1 Antibody Coated Microwells (12 x 8 wells)

  • 2. HRP Conjugated Anti-NS1 MAb

  • 3. Wash Buffer (20 x) Dilute one part Wash Buffer with

19 parts of distilled water.

  • 4. Sample Diluent

  • 5. TMB Chromogen

  • 6. Positive Control

  • 7. Calibrator

  • 8. Negative Control

Control and Sample Predilution :

Dilute the Positive Control, Negative Control, Calibrator and Patient Samples.

Add 135 uL Sample Diluent to 15 uL of Samples. Mix well. The final dilution of the sample is 1 in 10.

Elisa plate

Dasar sumur rata
Dasar sumur rata

ELISA

PROCEDURE

  • (i) Pipette 100 uL diluted test samples and Controls into their respective microwells.

11 10 4 5 6 7 8 9 N P CAL CAL CAL 1 2 3
11
10
4
5
6
7
8
9
N
P
CAL
CAL
CAL
1
2
3

(ii)

Cover plate and incubate 1 hour at 37˚C

(iii)

Wash six (6) times with diluted Wash Buffer

(iv)

Pipette 100 uL HRP Conjugated Anti-NS1 MAb into each well.

  • (v) Cover plate and incubate 1 hour at 37˚C

(vi) Wash six (6) times with diluted Wash Buffer

(vii) Pipette 100 Ul of TMB into each well.

(viii) Incubate for 10 minutes at room temprature (20-25˚C)

(ix) Pipette 100uL of Stop Solution to all wells.

  • (x) Read the absorbance with spectrophotometer (450 nm)

Nilai OD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 A A.
Nilai OD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
A
A.
Neg Control
0.104
B
B. Pos Control
1.234
C
C. Calibrator 0.802
D
D. Calibrator
E. Calibrator
0.800
E
0.804
F. Sample A
0.949
F
G.
Sample B
0.070
G
H
H. Sample C
0.098

Perhitungan:

Rata-rata Calibrator = 0.802 Calibration factor = 0.62 Cutt-off value = 0.802 x 0.62 = 0.497 Panbio units = Index value x 10

Index value = Sample absorbance Cut-off value

Sample A = 0.949/0.497 x 10 = 19.1 Sample B = 0.070/0.497 x 10 = 1.4 Sample C = 0.098/0.497 X 10 = 1.97

Interpretasi hasil:

INDEX

PANBIO UNITS

RESULTS

<0.9

<9

Negative

0.9 – 1.1

9 - 11

Equivocal

>1.1

>11

Positive

Sample A = 0.949/0.497 x 10 =

Sample B = 0.070/0.497 x 10 =

Interpretasi hasil: INDEX PANBIO UNITS RESULTS <0.9 <9 Negative 0.9 – 1.1 9 - 11 Equivocal

1.4

19.1(Positive)

(Negative)

Rapid Immunochromatographic Test for

Dengue Fever IgM and IgG

gold
gold
gold Gold-labelled anti-dengue monoklonal antibody (mab) + anti-human IgM + IgM anti-human IgG + antigen gold

Gold-labelled anti-dengue monoklonal antibody (mab)

+

anti-human IgM

+ IgM
+
IgM

anti-human IgG

+

gold Gold-labelled anti-dengue monoklonal antibody (mab) + anti-human IgM + IgM anti-human IgG + antigen gold

antigen

IgG

gold
gold
gold gold
gold
gold

Warna merah muda

CARA KERJA:

Teteskan serum pasien 10 ul

C M G
C
M
G

Teteskan reagen 2 tetes

Tunggu 15 menit

C M ---- G ----
C
M
----
G
----
  • Anti human-IgM

  • Anti human-IgG

C M G
C
M
G
C M G

INTERPRETASI HASIL:

C M G Negatif
C
M
G
Negatif
C M G Infeksi
C
M
G
Infeksi

primer

C M G Infeksi
C
M
G
Infeksi

sekunder

Keterangan:

C = Control

M = IgM

G = IgG

C M G Mungkin
C
M
G
Mungkin

Infeksi

sekunder

C M G Invalid
C
M
G
Invalid

Reaksi Hemaglutinasi

&

(HA)

Hambatan Hemaglutinasi

(HI)

VIRUS

VIRUS MEMPUNYAI HEMAGLUTININ, DAPAT MENGGUMPALKAN SEL DARAH MERAH. SDM SDM SDM SDM SDM VIRUS HEMAGLUTININ ANTIBODI

MEMPUNYAI HEMAGLUTININ, DAPAT MENGGUMPALKAN SEL DARAH MERAH.

SDM SDM SDM SDM
SDM
SDM
SDM
SDM
  • SDM

VIRUS

VIRUS MEMPUNYAI HEMAGLUTININ, DAPAT MENGGUMPALKAN SEL DARAH MERAH. SDM SDM SDM SDM SDM VIRUS HEMAGLUTININ ANTIBODI
VIRUS MEMPUNYAI HEMAGLUTININ, DAPAT MENGGUMPALKAN SEL DARAH MERAH. SDM SDM SDM SDM SDM VIRUS HEMAGLUTININ ANTIBODI

HEMAGLUTININ

ANTIBODI

REAKSI INI DAPAT DIHAMBAT OLEH ANTIBODI YANG HOMOLOG

VIRUS MEMPUNYAI HEMAGLUTININ, DAPAT MENGGUMPALKAN SEL DARAH MERAH. SDM SDM SDM SDM SDM VIRUS HEMAGLUTININ ANTIBODI

REAKSI HAMBATAN HEMAGLUTINASI

VIRUS MEMPUNYAI HEMAGLUTININ, DAPAT MENGGUMPALKAN SEL DARAH MERAH. SDM SDM SDM SDM SDM VIRUS HEMAGLUTININ ANTIBODI

VIRUS + ANTIBODI

+

SDM SDM
SDM
SDM
SDM SDM
SDM
SDM
  • HAMBATAN HEMAGLUTINASI

SEL DARAH MERAH

HEMAGLUTINASI

TIDAK HEMAGLUTINASI

HEMAGLUTINASI TIDAK HEMAGLUTINASI Sel darah merah menggumpal Sel darah merah mngendap

Sel darah merah menggumpal

HEMAGLUTINASI TIDAK HEMAGLUTINASI Sel darah merah menggumpal Sel darah merah mngendap

Sel darah merah mngendap

HEMAGLUTINASI TIDAK HEMAGLUTINASI Sel darah merah menggumpal Sel darah merah mngendap
HEMAGLUTINASI TIDAK HEMAGLUTINASI Sel darah merah menggumpal Sel darah merah mngendap

Microplate ”U”

Microplate ”U”

REAKSI HEMAGLUTINASI

Penipisan Antigen

Antigen : Titer…

..

?

Ag K 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 A B
Ag
K
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
A
B
C
D
E
F
G
H
  • - Masing – masing sumur diisi dengan 50 ul BS-BPA

  • - Sumur pertama diisi dengan antigen/virus 50 ul

  • - Lakukan penipisan antigen

  • - Tambahkan ke masing-masing sumur sel darah merah 0,4% 50 ul

  • - Inkubasi 37º C, 1 jam

Ag K 1/20 Ag 1/40 K 1/80 1/320 1/160 1/640 1/1280 1/2560
Ag
K
1/20
Ag
1/40
K
1/80
1/320
1/160
1/640
1/1280
1/2560

Titer virus : 640

(1 unit)

Untuk reaksi hambatan-hemaglutinasi virus yang digunakan 4 – 8 unit 8 x 1/640 = 8/640 = 1/80

REAKSI HAMBATAN HEMAGLUTINASI

REAKSI HAMBATAN HEMAGLUTINASI Penipisan Serum Serum K K Serum I II sdm Ag Pasien 1 2
Penipisan Serum Serum K K Serum I II sdm Ag Pasien 1 2 3 4 5
Penipisan
Serum
Serum
K
K
Serum
I
II
sdm
Ag
Pasien
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
A B C D E F G H
A
B
C
D
E
F
G
H
  • - Masing – masing sumur diisi dengan 50 ul BS-BPA

  • - Sumur deretan pertama diisi dengan serum pasien (duplo) masing@ 50 ul

  • - Lakukan penipisan serum

  • - Tambahkan ke masing-masing sumur antigen virus 8 Unit masing2 50 ul

  • - Sediakan sumur tanpa serum (sebagai kontrol)

  • - Inkubasi 4º C, I malam

Serum Serum K K I II sdm Ag 1 2 3 4 5 6 7 8
Serum
Serum
K
K
I
II
sdm
Ag
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1/20 A 1/40 B 1/80 C D 1/160 1/320 E 1/640 F 1/1280 G H 1/2560
1/20
A
1/40
B
1/80
C
D
1/160
1/320
E
1/640
F
1/1280
G
H
1/2560
  • - Keluarkan plate dari 4°C. Biarkan suhu ruang 30 ‘

  • - Buat sel darah merah 0,4%. Isi setiap sumur dengan sel darah merah

  • - Inkubasi 37°C, 1 jam

  • - Baca hasil (lihat tabel)

BACA HASIL

Serum Serum K K I II sdm Ag 1 2 3 4 5 6 7 8
Serum
Serum
K
K
I
II
sdm
Ag
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1/20 A 1/40 B 1/80 C 1/160 D 1/320 E 1/640 F 1/1280 G 1/2560 H
1/20
A
1/40
B
1/80
C
1/160
D
1/320
E
1/640
F
1/1280
G
1/2560
H

Titer serum I = …………………. Titer serum II = ………………….

Adakah infeksi ? Lihat tabel!

Table . Interpretation of dengue HI antibody response

Antibody

S1 – S2

Convalescent

Interpretation

response

interval

titre

≥ 4- fold rise

≥ 7 days

≤ 1 : 1280

Acute flavivirus infection, primary

≥ 4- fold rise

Any specimen

≥ 1 : 2560

Acute flavivirus infection, secondary

≥ 4- fold rise

< 7 days

≤ 1 : 1280

Acute flavivirus infection, either

primary or secondary

No change

Any specimen

> 1 : 2560

Recent flavivirus infection, secondary

No change

≥ 7 days

≤ 1 : 1280

Not dengue

No change

< 7 days

≤ 1 : 1280

Uninterpretable

Unknown

single specimen

≤ 1 : 1280

Uninterpretable

UJI HEMAGLUTINASI AG K/SDM 1/20 1/40 1/80 1/160 1/320 1/640 1/1280 1/2560
UJI HEMAGLUTINASI
AG
K/SDM
1/20
1/40
1/80
1/160
1/320
1/640
1/1280
1/2560

UJI HAMBATAN HEMAGLUTINASI

SERUM I SERUM II K/AG K/SDM 1/20 1/40 1/80 1/160 1/320 1/640 1/1280 1/2560
SERUM I
SERUM II
K/AG
K/SDM
1/20
1/40
1/80
1/160
1/320
1/640
1/1280
1/2560

Terima kasih