Vous êtes sur la page 1sur 32

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA NY. W DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK


DI RUANG SURTIKANTI, UNIT PELAYANAN SOSIAL LANSIA WENING
WARDOYO UNGARAN

I.

BIODATA
1. IDENTITAS KLIEN
Nama Klien

: Ny.W

Alamat

: Yogyakarta

Umur

: 68 Tahun

Agama

: Islam

Status Perkawinan : Menikah


Pendidikan

:SD

Pekerjaan

: Penjual Sembako

2. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Alamat

Hubungan dengan klien


II.

ALASAN BERADA DIPANTI


Ny.W mengatakan bahwa dia merupakan korban bencana merapi tahun 2010,
sehingga di bawa ke panti sosial ini

III.

DIMENSI BIOMEDIK
1. RIWAYAT PENYAKIT ( 6 BULAN TERAKHIR)
Ny.W mengatakan tahun 2014 jatuh dimushola, setelah 1 bulan jatuh tibatiba tidak bisa berjalan hingga sekarang, kaki kiri tidak bisa digerakan
2. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Ny.W mengatakan bahwa keluarganya tidak memilik penyakit apapun
3. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Ny.W mengatakan tidak pernah mengalami sakit apapun
4. RIWAYAT PENCEGAHAN KESEHATAN
a. Monitoring kesehatan
Tanggal

Tekanan Darah

18 November 2016

120/90 mmHg

21 November 2016

110/80 mmHg

b. Riwayat vaksinasi
Ny.W tidak pernah vaksin dibuktikan dengan Ny.W mengatakan tidak
pernah disuntik apapun selama di panti, setelah ditanyakan pihak panti,
ternyata belum ada agenda vaksin untuk penghuni panti.

c. Skrinning kesehatan
Pengkajian dengan pengasuh didapatkan data bahwa selama di unit
pelayanan sosial lanjut usia Wening Wardoyo belum pernah dilakukan
skrining kesehatan.
5. RIWAYAT GIZI
Berat badan Ny.w tidak bias dikaji karena Ny.W tidak dapat berjalan
sendiri atau di berdiri sendiri untuk ditimbang , menggunakan alat bantu
6. MASALAH KESEHATAN TERKAIT DENGAN STATUS GIZI
Ny.W mengatakan tidak pernah ada masalah dengan makan dan minum
sehari-hari. Biasanya makan 3 kali sehari, dan teratur
7. MASALAH KESEHATAN YANG DIALAMI SAAT INI
Ny.W mengatakan bahwa dia hanya tidak bisa berjalan sendiri, biasanya
dengan alat bantu jadi aktifitas terbatas
8. OBAT-OBATAN YANG DIKONSUMSI
Ny.W mengatakan tidak ada mengonsumsi obat apapun
9. TINDAKAN SPESIFIK YANG DILAKUKAN SAAT INI
Ny.W mengatakan kesehariannya hanya menonton tv, tidur, makan, mandi,
melipat pakaian
10. STATUS FUNGSIONAL (indeks KATZ)
Mobilisasi

: menggunakan alat bantu untuk berjalan

Berpakaian

: mandiri diatas tempat tidur

Makan & minum

: mandiri

Toileting

: mandiri, bisa ke wc sendiri menggunakan alat bantu

Personal hygiene

: mandiri

Mandi

: mandiri, bisa ke kamar mandi sendiri menggunakan

alat bantu
Ny. W termasuk dalam katz G karena klien dapat melakukan semua
aktifitas mandiri
11. PEMENUHAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI
Ny.W dapat melakukan secara mandiri dalam melakukan kegiatan seharihari, yaitu berpakaian, makan, minum, toileting, personal hygiene, dan
mandi. Ny.W mengatakan bahwa dirinya sudah tidak bisa melakukan
kegiatan yang lain seperti menyapu, mencuci piring karena keadaannya
sekarang
IV.

DIMENSI PSIKOLOGIS
1. STATUS KOGNITIF
The Short Portable Mental Status Quesionnaire (SPMSQ)

No

Pertanyaan

Jawaban
Betul

Tanggal berapa hari ini?

Hari apakah hari ini?

Apakah nama tempat ini?

Berapa nomor telepon rumah anda?

Salah

Berapa usia anda?

Kapan anda lahir (tgl/bln/thn)?

Siapa nama presiden sekarang?

Siapa nama presiden sebelumnya?

Siapa nama ibu anda?

10

4+7 adalah?

Setelah dilakukan pengkajian dengan The Short Portable Mental Status


Quesionnare (SPMSQ) klien memiliki skor 2 di kolom salah, hal ini
menunjukkan bahwa fungsi intelektual klien tidak mengalami gangguan
2. PERUBAHAN YANG TIMBUL TERKAIT STATUS KOGNITIF
Ny.w masih hafal dan sering menceritakan kejadian kejadian masa lalu,
masih dapat menngingat nama mahasiswa yang merawatnya, namun
dalam berbicara sudah tidak jelas karena pernah jatuh
V.

DIMENSI FISIK
1. LUAS WISMA
Luas wisma : 11 x 14 m3
2. KEADAAN LINGKUNGAN DALAM WISMA
a. Penerangan
Penerangan ruangan yang ada sudah sangat baik, jika pagi hari sinar
matahari mampu menerangi ruangan tanpa memberikan efek panas yang
berlebihan
b. Kebersihan dan kerapihan

Setiap hari ada pengasuh yang membersihkan ruangan dengan menyapu


dan mengepel, mahasiswa juga dilibatkan untuk menunjang aspek ini.
Setiap penghuni ruangan juga sudah dibekali tanggung jawab untuk
menjaga kebersihan dan kerapihan sekitar tempat tidur.
c. Pembagian ruangan
Ruangan surtikati dihuni oleh lansia perempuan dan laki-laki, namun
untuk pembagian kamarnya dipisahkan antara laki-laki dan perempuan
d. Sirkulasi udara
Ruangan Surtikanti memiliki desain ruangan yang bagus, hal ini
ditunjukkan oleh posisi jendela di setiap kamar, ventilasi diatas jendela
dan pintu.
e. Keamanan
Pihak panti sudah memberikan fasilitas yang mendukung aspek
keamanan ini mulai dari keramik yang selalu dibersihkan sehingga tidak
licin, terdapat pegangan L terbuat dari pipa besi disekitar kamar untuk
pegangan, ada kursi roda yang bisa digunakan untuk membantu lansia
yang susah berjalan.
f. Sumber air minum
Sumber air minum berasal dari air mineral yang tertampung di galon,
setiap habis air galon di isi ulang.
g. Ruang pertemuan
Ruang surtikanti memiliki ruang tamu yang bisa digunakan sebagai
ruang pertemuan dan ruang untuk menonton tv

3. KEADAAN LUAR WISMA


a. Pemanfaatan halaman
Halaman ruang surtikanti cukup luas, sering digunakan untuk, menjemur
pakaian.
b. Pembuangan air limbah
Pembuangan air limbah diwisma tertata dengan baik, tetapi saluran air
limbah tidak ditutup sehingga terlihat kotor
c. Pembuangan sampah
Didepan wisma tersedia tempat sampah
d. Sanitasi
Terdapat sanitasi di setiap wisma dengan adanya selokan/parit yang
mengitari setiap wisma
e. Sumber pencemaran
Pencemaran polusi udara tidak begitu berpengaruh karena letak panti
yang sedikit menjorok ke dalam dan jauh dari lingkungan pabrik

.
VI.

DIMENSI SOSIAL
1. Hubungan antar lansia didalam panti

Berdasarkan hasil observasi hubungan antar lansia selama diwisma terjalin


dengan baik satu sama lain
2. Hubungan lansia dengan luar wisma
Ny.W mengatakan bahwa tidak pernah keluar wisma dan melakukan
komunikasi dengan lansia diluar wisma
3. Hubungan lansia dengan anggota keluarga
Ny.W mengatakan dirinya sudah tidak memiliki keluarga lagi sekarang
akibat bencana yang menimpanya
4. Hubungan lansia dengan pengasuh wisma
Ny.W mengatakan hubungannya dengan pengasuh wisma baik, Ny.W
sering membantu mengawasi lansia yang lain yang perlu diawasi
5. Kegiatan organisasi sosial
Setiap hari senin, rabu, dan jumat biasanya ada kegiatan keagamaan, hari
selasa biasanya hiburan seperti menyanyi dan menari, untuk hari kamis
biasanya pemeriksaan kesehatan. Ny.W mengatakan biasanya hanya
mengikuti kegiatan keagamaan
VII.

DIMENSI TINGKAH LAKU


1. Pola makan
Ny.W mengatakan biasanya makan 3 kali sehari. pagi, siang, dan malam
2. Pola tidur
Ny.W mengatakan bahwa biasanya tidur malam jam 21.00, dan bangunnya
tidak menentu, untuk tidur siang tidak menentu jamnya

3. Pola eliminasi
Ny.W mengatakan biasanya BAB 1 kali sehari, BAK 3 Kali sehari
4. Kebiasaan lansia
Ny.W mengatakan kebiasaan sehari-hari yaitu menonton tv sdan melipat
pakaian saja.
5. Pengobatan
Berdasarkan wawancara dengan pengasuh didapatkan hasil bahwa,
pelaksanaan pengobatan dilakukan setiap hari kamis. Jika ada lansia yang
membutuhkan obat, lansia bisa mendapatkannya dari perawat yang ada di
unit pelayanan sosial lanjut usiawening wardoyo. Bagi lansia yang
membutuhkan perawatan lebih biasanya di rujuk ke rumah sakit.
6. Kegiatan olahraga
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengasuh wisma biasanya dilakukan
senam pagi setiap harinya
7. Rekreasi
Tidak pernah diadakan rekreasi selama di unit pelayanan sosial lanjut
usiawening wardoyo
8. Pengambilan keputusan
Berdasarkan wawancara dengan pengasuh wisma di dapatkan bahwa
biasanya keputusan diambil oleh pengurus dengan memperhatikan konndisi
penghuni wisma.
VIII.

DIMENSI PELAYANAN KESEHATAN

1. Fasilitas kesehatan yang tersedia


Di unit pelayanan sosial lansia wening wardoyo terdapat poliklinik yang
dibuka setiap hari kamis
2. Jumlah tenaga kesehatan
Jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di unit pelayanan sosial lansia
wening wardoyo ada 1 orang perawat
3. Tindakan pencegahan terhadap penyakit
Pengasuh wisma menjaga kesehatan para lansia dengan selalu menjaga
kebersihan wisma agar tidak terdapat kuman diwisma
4. Jenis pelayanan kesehatan yang tersedia
Jenis pelayanan kesehatan yang tersedia adalah pemeriksaan kesehatan
dipoliklinik yang diadakan setiap hari kamis
IX.

PEMERIKSAAN FISIK
No

Hari/Tgl

Bagian

Hasil Pemeriksaan

Masalah
Keperawatan
yang Muncul

1 Kamis, 17

Kepala

Mesocephal, rambut

November

terlihat cukup bersih,

2016

beruban, tidak ada lesi

2 10.00 WIB

Wajah/Muka Bentuk muka oval, keriput

Tidak ada

Tidak ada

dan tidak ada lesi


3

Mata

Bersih tidak terdapat


serumen, air mata masih

Tidak ada

dapat keluar, tidak gatal,


konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik,.
4

Telinga

bersih, tidak ada

Tidak ada

lesi, pendengaran Ny.W


masih baik.
5

Mulut dan Gigi Gigi masih ada, mukosa

Tidak ada

bibir lembab, mukosa


mulut tidak ada lesi
6

Leher

Simetris, tidak ada

Tidak ada

pembesaran kelenjar tiroid,


tidak ada lesi
7

Dada

I : tidak ada retraksi

Tidak ada

dinding, letak simetris


kanan dan kiri.
Pe: terdengar bunyi sonor
di seluruh lapang
paru, resonan seluruh
lapang paru.
Pa : taktil fremitus terasa.
Au: bunyi napas dasar
vesikuler, tidak ada bunyi
napas tambahan ronchi
(-),wheezing(-).
8

Jantung

I : IC tidak tampak
Pa:
teraba pulsasi diepigastrik.
Pe: Tidak terkaji

Tidak ada

Au: BJ I-II tidak ada bunyi


tambahan, HR 82 x/menit
9

Abdomen

I: simetris, tidak ada lesi,

Tidak ada

tidak ada kemerahan


Au: Bising usus (+) 7 kali/
menit
Pe: timpani
Pa: tidak ada nyeri tekan
10

Ekstrimitas atas Tidak ada oedem, capillary

Tidak ada

refill <2 detik,


kuku bersih, turgor kulit
elastis, tidak terdapat lesi.
11

Ekstrimitas baw
ah

Kaki kiri bengkok,

menggunakan alat bantu mobilitas fisik


jalan, kekuatan otot kaki
kiri 0 dan kaki kanan 5

X.

TERAPI MEDIS
Tidak ada

XI.

ANALISA DATA
Nama : Ny.W
Umur : 58 Tahun

- Hambatan

No

Hari/Tanggal

Data Fokus

Problem

Etiologi

Hambatan

gangguan

Mobilitas

muskuloskel

Fisik

etal

Resiko

Degeneratif

Cidera

fungsi:mobili

/jam
1

Kamis,

17 Ds:

November
2016, pukul
10.30 wib

Ny.W mengatakan kaki


kirinya

tidak

bisa

digerakan dan bengkok


Ny.W mengatakan tahun
2014

pernah

jatuh

dimushola
Do:
Ny.W

tampak

menggunakan alat bantu


jalan
Kaki kiri Ny.w tampak
bengkok dan tidak bisa
digerakan

Kamis,

17 Ds :

November
2016

pukul

10.30 wib

Ny.W mengatakan kaki


kirinya

tidak

digerakan

dan

bengkok
Do:

bisa
terlihat

tas

Ttd

Ny.W

tampak

menggunakan alat bantu


jalan
Kaki kiri Ny.w tampak
bengkok dan tidak bisa
digerakan

XII.

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Hambatan mobilitas fisik b.d gangguan muskuloskeletal
2. Resiko cidera b.d degenerative fungsi:mobilitas

XIII.

RENCANA KEPERAWATAN
Nama ; Ny. W
Umur : 58 Tahun
No

Tujuan dan Kriteria

Dx

Hasil

Setelah

Intervensi

Rasional

dilakukan NIC

asuhan keperawatan
selama 7x8 jam klien
menunjukkan:
1. Mampu mandiri
total
2. Membutuhkan

1. Agar

Management

2. Untuk
kondisi

lingkungan yang aman


bagi Ny. W

klien

nyaman

Environmental

1. Sediakan

Ttd

mengetahui
kemampuan
klien
bergerak

dalam

alat bantu
3. Membutuhkan
bantuan

dalam mobilisasi

agar

tidak kaku otot

orang

lain
4. Membutuhkan
bantuan

2. Kaji kemampuan klien 3. Melatih

orang

lain dan alat


5. Tergantung total
Kriteria Hasil :

Exercise

Therapy: 4. Mengetahui

balance

keadaan klien

3. Berikan latihan ROM

5. Agar

dilakukan

setiap hari

4. Monitor TTV
5. Motivasi Ny.W untuk

Penampilan posisi

tubuh yang benar


Pergerakan sendi

dan otot
Melakukan

latihan gerak mandiri.

perpindahan/
ambulasi : miring
kanan-kiri,
berjalan,

kursi

roda
2

Setelah

dilakukan NIC

tindakan keperawatan
selama 7x8 jam klien
tidak

mengalami

trauma .
Kriteria hasil :
Klien terbebas dari
trauma fisik

1. Mengurangi
resiko cidera

Environment
Management

2. Agar

(Manajemen lingkungan)
1. Sediakan
yang

klien

nyaman

lingkungan 3. Mengurangi

aman

untuk

pasien
2. Identifikasi kebutuhan

resiko cidera
4. Mengurangi
resiko cidera

keamanan

pasien, 5. Mengurangi

sesuai dengan kondisi


fisik

dan

fungsi

kognitif

pasien dan

riwayat

penyakit

resiko cidera
6. Mengurangi
resiko cidera

terdahulu pasien
3. Hindarkan lingkungan
yang

berbahaya

(misalnya lantai yang


licin)
4. Sediakan tempat tidur
yang

nyaman

dan

bersih.
5. Berikan

penerangan

yang cukup
6. Pindahkan
barang

yang

barangdapat

membahayakan

XIV.

TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama : Ny.W
Umur : 58 tahun
Hari/tgl/jam

No
Dx

Implementasi

Respon

Ttd

Jumat,

18

1,2

November

Mengkaji

kemampuan S:

klien dalam mobilisasi

2016, pukul

Ny.W mengatakan dirinya


sudah tidak bisa melakukan

10.00 Wib

kegiatan yang lain seperti


menyapu, mencuci piring
karena

keadaannya

sekarang
O:
Ny.W tampak menggunakan
alat bantu jalan
Tampak kegiatan sehari-hari
Ny.W adalah menonton tv,
makan, tidur, mandi, melipat
pakaian
Pukul 10.10

Memonitor Ttv

S:

Wib

Ny.W mengatakan mau


untuk di monitor Tandatanda vitalnya

O:
TD: 120/90 mmHg
10.20 Wib

1,2

Menyediakan

S:

lingkungan yang aman


bagi

klien

(Membersihkan

lantai

Ny.W
terimakasih

mengatakan
sudah

membersihkan lantai yang

wisma yang licin)

licin agar saya tidak jatuh


O:

Ny.W

bisa

berjalan

dengan nyaman

Sabtu,

19

1,2

Menyediakan

Wisma bersih dan aman

S:

November

lingkungan yang aman

2016 pukul

bagi

08.00 wib

(membersihkan wisma)

klien

Ny.W terimakasih sudah


membersihkan lantai yang
licin. Mengecek tempat
tidur saya agar saya tidak
jatuh

O:

Ny.W

terlihat

lebih

nyaman

09.00 wib

Memberikan
ROM

Wisma bersih dan aman

latihan S:

Ny.W mengatakan mau


untuk diberikan latihan
ROM

O:

Ny.W tampak mengikuti


latihan dengan baik

Ny.W

tampak

bisa

melakukan latihan yang


telah diberikan
09.10 Wib

Memotivasi klien untuk S:


melakukan latihan ROM
secara mandiri satu hari

Ny.W mengatakan akan


melakukan latihan Rom

dua kali (pagi dan sore)

juga jika tidak perawat\\


O:

Saat sore hari terlihat


Ny.W

sedang

berlatih

Rom
Senin,

21

1,2

Menyediakan

S:

November

lingkungan yang aman

2016

bagi

klien

mengatakan

terimakasih

(membersihkan wisma)

Pukul 08.00

Ny.W

sudah

membersihkan lantai yang

wib

licin agar saya tidak jatuh


O:

Ny.W

terlihat

lebih

nyaman

Wisma terlihat bersih dan


aman

Pukul 09.00
Wib

Memonitor Ttv

S:

Ny.W mengatakan mau

untuk di monitor Tandatanda vitalnya


O:

10.00 Wib

Memberikan

TD : 110/80 mmHg

latihan S:

ROM

Ny.W mau untuk latihan


ROM lagi

O:

Ny.W

bisa

melakukan

latihan ROM dengan baik


dan benar
Selasa,

22

1,2

Menyediakan

S:

November

lingkungan yang aman

2016

bagi

klien

wib

mengatakan

terimakasih

(membersihkan wisma)

Pukul 08.00

Ny.W

sudah

membersihkan wisma
O:

Ny.W

tampak

lebih

nyaman

Wisma terlihat bersih, dan


aman

Pukul 09.00
wib

Memberikan
ROM

latihan S:

Ny.W mau untuk latihan

ROM lagi
O:

Ny.W

bisa

melakukan

latihan ROM dengan baik


dan benar
Pukul 09.10

Wib

Memotivasi klien untuk S:


melakukan latihan ROM
secara mandiri satu hari

Ny.W mengatakan bahwa


kalau mbak tidak ada saya

dua kali (pagi dan sore)

sudah latihan sendiri juga


mbak, seperti yang mbak
bilang pagi dan sore
O:

Saat

sore

hari

Ny.W

terlihat sedang berlatih


Rabu,

23

1,2

Menyediakan

S:

November

lingkungan yang aman

2016 pukul

bagi

08.00 wib

(membersihkan wisma)

klien

Ny.W

mengatakan

terimakasih

sudah

membersihkan wisma
O:

Ny.W

tampak

lebih

nyaman

Wisma terlihat bersih, dan


aman

Pukul 09.00

Wib

Memberikan

latihan S:

ROM

Ny.W mau untuk latihan


ROM lagi

O:

Ny.W

bisa

melakukan

latihan ROM dengan baik


Kamis,

24

1,2

Menyediakan

S:

November

lingkungan yang aman

2016 pukul

bagi

08.00 wib

(membersihkan wisma)

klien

Ny.W

mengatakan

terimakasih

sudah

membersihkan wisma
O:

Ny.W

tampak

lebih

nyaman

Wisma terlihat bersih, dan


aman

Pukul 09.00
wib

Memberikan
ROM

latihan S:

Ny.W mau untuk latihan


ROM lagi

O:

Ny.W

bisa

melakukan

latihan ROM dengan baik

XV.

CATATAN KEPERAWATAN
Nama : Ny.W
Umur : 58 tahun
No

Hari/tgl/jam

Evaluasi

Dx
1,2

Jumat,
November

18 S:
2016

pukul 11.00 wib

Ny.W mengatakan senang karena mbak mau


membantu saya dalam keadaan saya sekarang

Ny.W mengatakan dirinya sudah tidak bisa


melakukan kegiatan yang lain seperti menyapu,
mencuci piring karena keadaannya sekarang
O:

Ny.W terlihat lebih tenang dan nyaman

Ny.W tampak menggunakan alat bantu saat


berjalan

TD 120/90 mmHg

A:

Hambatan Mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

Ttd

Sediakan lingkungan yang aman bagi klien

Latihan ROM

Motivasi klien untuk melakukan latihan secara


mandiri

1,2

Sabtu,
November

19 S:
2016

pukul 11.00 wib

Ny.W mengatakan senang karena mbak mau


membantu saya dalam keadaan saya sekarang

Ny.W mengatakan mau untuk latihan ROM

O:

Lingkungan aman

Ny.W bisa melakukan latihan ROM

A:

Hambatan mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

1,2

Senin,
November

Sediakan lingkungan yang aman bagi klien

Latihan ROM

Monitor Ttv

21 S:
2016

pukul 15.10 wib

Ny.W mengatakan senang karena mbak mau


membantu saya dalam keadaan saya sekarang

Ny.W mengatakan mau untuk latihan ROM

O:

Lingkungan aman

Ny.W bisa melakukan latihan ROM secara


mandiri sebisanya

TD 110/80 mmHg

A:

Hambatan mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

Sediakan lingkungan yang aman bagi klien

Latihan ROM

Motivasi klien untuk melakukan kegiatan


secara mandiri

1,2

Selasa,
November

22 S:
2016

pukul 15.10 wib

Ny.W mengatakan senang karena mbak mau


membantu saya dalam keadaan saya sekarang

Ny.W mau untuk latihan ROM

O:

Lingkungan aman

Ny.W bisa melakukan latihan ROM secara


mandiri sebisanya

A:

Hambatan mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

1,2

Rabu,
November

Sediakan lingkungan yang aman bagi klien

Latihan ROM

23 S:
2016

pukul 15.10 wib

Ny.W mengatakan senang karena mbak mau


membantu saya dalam keadaan saya sekarang

Ny.W mau untuk latihan ROM

O:

Lingkungan aman

Ny.W bisa melakukan latihan ROM secara


mandiri sebisanya

A:

Hambatan mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

1,2

Kamis,
November

Sediakan lingkungan yang aman bagi klien

Latihan ROM mandiri

24 S:
2016

pukul 15.10 wib

Ny.W mengatakan senang karena mbak mau


membantu saya dalam keadaan saya sekarang

Ny.W mau untuk latihan ROM

O:

Lingkungan aman

Ny.W bisa melakukan latihan ROM secara


mandiri sebisanya

A:

Hambatan mobilitas fisik belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

Sediakan lingkungan yang aman bagi klien

Latihan ROM mandiri

PEMBAHASAN

A. Pengkajian
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada Ny. W didapatkan data
bahwa masalah utama Ny.W adalah mobilitas fisik, hal ini dibuktikan
dengan

data

yang

diperoleh

saat

pengkajian.

Ny.W

dalam

kesehariannya aktivitasnya terbatas hanya memonton tv, makan,


mandi, lipat pakaian secara mandiri, sedangkan menyapu, mencuci
piring sudah tidak bisa dilakukan lagi, saat berjalan menggunakan alat
bantu. Berdasarkan pengakuan klien, awalnya klien terjatuh dimushola
pada tahun 2014, lalu satu bulan setelah jatuh tiba-tiba sudah tidak
bisa berjalan lagi. Dari penjelasan tersebut dapat di simpulkan bahwa
Ny. W mengalami masalah mobilitas fisik.
Mobilitas fisik yang dialami Ny. W meyebabkan aktivitas
keseharian Ny.W terbatas, namun walaupun demikian mulai dari
makan, minum toileting, dll dapat dilakukan secara mandiri tanpa
dibantu oleh perawat maupun pengasuh wisma.

B. Diagnosa
Diagnosa keperawatan yang menjadi high priority dalam kasus
ini

hambatan

mobilitas

fisik

berhubungan

dengan

gangguan

muskuloskeletal. Adapun fokus intervensi yang dilakukan adalah


dengan melatih pergerakan sendi untuk meningkatkan kekuatan otot
dengan latihan Range of Motions (ROM). ROM merupakan salah satu
bentuk upaya mempertahankan dan meningkatkan fungsi gerak yang
masih bisa dilakukan secara mandiri. Rom yang dipilih adalah ROM
aktif dan pasif, karena untuk melatih semua bagian tubuh agar tidak
terjadi kaku sendi. Prioritas utama dalam intervensi keperawatan pada
lansia adalah memandirikan klien. Latihan ini dilakukan setiap hari.
Diharapkan ROM ini memberikan efek mempertahankan kekuatan
otot dan fleksibilitas persendian.
Diagnosa yang kedua adalah resiko cidera berhubungan dengan
degenerative fungsi:mobilitas. Implementasi yang dilakukan adalah
menyediakan lingkungan yang aman bagi klien, tujuannya adalah
untuk menghindari terjadinya jatuh/cidera pada klien.
C. Intervensi
Intervensi yang dilakukan pada diagnosa pertama yang paling
penting adalah berikan latihan ROM, latihan ini diberikan dengan
tujuan meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan
otot, mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan, serta mencegah
kekakuan pada sendi.
Intervensi yang diberikan pada diagnosa kedua yang paling
penting adalah memberikan lingkungan yang aman bagi klien.

Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya jatuh/cidera pada


klien.
Intervensi yang akan diberikan didukung dari beberapa jurnal
penelitian yang sudah ada.
D. Implementasi
Berdasarkan intervensi yang sudah ditetapkan, pada diagnosa
pertama dilakukan latihan rom secara rutin setiap harinya selama 6
hari, yaitu 1 hari dua kali. Latihan rentang gerak mengembangkan
kemampuan koordinasi dan aktiftas motoric secara fungsional dan
memberikan umpan balik pada saraf sensorik dari kontraksi. Sehingga
dengan latihan rentang gerak yang rutin dapat melatih respon reseptor
sensorik di seluruh permukaan otot, kulit, kapsul sendi, dan ligament
dalam merangsang terbentuknya proprioception. Melalui peningkatan
latihan pada otot, sendi, dan ligament maka akan meningkatkan
sensorimotor yang akan meningkatkan proprioception, dengan
meningkatnya

proprioception

maka

akan

berpengaruh

pada

peningkatan keseimbangan tubuh.


Pada diagnosa kedua, implementasi yang dilakukan juga selama 6
hari yaitu menyediakan lingkungan yang aman bagi klien. Penuaan
adalah proses alami ketika mahluk hidup, termasuk manusia,
kehilangan kemampun untuk memperbaiki atau mengganti kerusakan
yang terjadi pada jaringan tubuh serta mempertahankan fungsi
normalnya sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kemampuan
bertahan terhadap penyakit dan melakukan regenerasi terhadap
jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Sehingga modifikasi
lingkungan juga diperlukan untuk lansia.

E. Evaluasi
Dari implementasi yang telah dilakukan untuk dua diagnosa yang
telah ditetapkan, dapat disimpulkan bahwa implementasi tersebut
diberikan untuk meningkatan kualitas hidup klien kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Fitriansyah. 2014. Pengaruh latihan rentang gerak ekstremitas bawah


terhadap keseimbangan tubuh lansia di posyandu alamanda 99
kelurahan jember lor kabupaten jember, jurnal Volume 2, Nomor 3.
PSIK Universitas Jember; Jember
Nugroho, Wahjudi. 2008. Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Edisi 3.
Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Perry & Potter. 2006. Buku ajar fundal mental keperawatan konsep, proses
dan praktik. Edisi 4. EGC: Jakarta
Sabatini, Stefani. 2015. Faktor Eksternal Risiko Jatuh. Jurnal. ITB: Bandung
Stanley M, Patricia GB.2006. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Edisi 2.
EGC: Jakarta

Susiani, Ani. 2014. Pencegahan Jatuh pada lansia di panti dengan


pendekatan proses keperawatan:literature review. Jurnal Volume 1.
Akper Saifudin Zuhri: Indramayu
Wuri, Utami. 2009. Pengaruh latihan ROM aktif terhadap kemampuan
mobilisasi pada lansia dengan gangguan musculoskeletal di panti
social tresna werdha budi mulia o3ciracas Jakarta timur. Jurnal
Volume 5 No 3. UMJ