Vous êtes sur la page 1sur 125

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
I.
II.
III.
IV.
V.
VI.
VII.

ANALISISI INSTRUKSIONAL
PETA KONSEP
SILABUS
KONTRAK KULIAH
RANCANGAN PROGRAM PEBELAJARAN (RPP)
CONTOH SOAL
BAHAN AJAR

I.

ANALISIS INSTRUKSIONAL

ANALISIS INSTRUKSIONAL

Mata Kuliah
Beban SKS
Semester
Kode MK
Program studi
Dosen

: Imu Gizi Olahraga


: 4 SKS
: III (Satu)
: POR 234
: Pendidikan Kepelatihan Olahraga
: Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd

Standar kompetensi

Setelah menyelesaikan perkuliahan, mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga semester III (tiga) memiliki kompetensi dan wawasan di bidang ilmu
gizi serta mampu menyusun menu standar perhari bagi olahragawan sesauai dengan Kompetensi dasar pada masing-masing cabang olahraga:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Mampu menjelaskan pengertian zat gizi , fungsi dan bahan makanan penghasil zat gizi.
Mampu menjelaskan proses pencernaan makanan dan penyerapan zat gizi didalam tubuh
Mampu menghitung kebutuhan energi perhari
Mampu menjelaskan dan menilai status gizi dan menyusun standar makanan sehari-hari dan makanan khusus olahragawan
Mampu melaksanakan dan menganalisa zat gizi dalam melakukan aktivitas fisik dan olahraga prestasi secara makro dan mikro nutrisi
Mampu menjelaskan mamfaat karbohidrat dalam tubuh
Mampu menjelaskan pentingnya makan makanan yang bergizi
Mampu menjelaskan setiap meklakukan aktivitas olahraga tubuh butuh banyak kalori
Mampu menjelaskan sistem pencernaan
Mampu menjelaskan apa yang akan dialami tubuh apabila kekurangan gizi
Mampu menjelaskan peran penting makanan yang bergizi bagi olahragawan
Mampu menjelaskan dan menghitung kalori yang dibakar oleh tubuh sewaktu sebelum dan setelah melakukan aktivitas olahraga

ANALISIS INSTRUKSIONAL
MATA KULIAH ILMU GIZI OLAHRAGA.

Mampu
menysun
makanan untuk atlet

Mampu menjelaskan
penyerapan zat gizi di dalam
tubuh

Mampu menjelaskan unsurunsur zat gizi

Mampu menjelaskan dan


menganalisa fungsi zat gizi

Mampu menjelaskan dan


menggitung kebutuhan
energi perhari

Mampu menjelaskan
fungsi gizi untuk tubuh

Mampu menilai status


gizi yang di butuhkan
tubuh

Mampu menjelaskan fungsi makanan


penghasil zat gizi.

Mampu menjelaskan pengertian dan


ruang lingkup ilmu gizi

Mampu menjelaskan
fator kekurangan gizi

Mampu menjelaskan
dan menyusun
makanan sehari-hari

Mampu menjelaskan proses


pencernaan makanan

II. PETA KONSEP

PETA KONSEP PENGANTAR BISNIS

Pengertian zat gizi


Mampu menjelaskan pengertian dan
ruang lingkup Ilmu Gizi

Kandungan zat gizi


Bahan
Fungsi
Prosesmakanan
zat
pencernaan
gizi yangmakanan
kimiawi
mekanik
bergizi

Iimu Gizi Olahraga

Mampu menjelaskan pencernaan


makanan dan penyerapan zat gizi

Proses penyerapan zat gizi

Mampu menjelaskan dan menghitung


kebutuhan energi dalam tubuh

Metabolisme energi
Klasifikasi kebutuhan energi
Perhitungan kebutuhan kalori

Makanan yang banyak unsur


gizi

Mampu menjelaskan Kandungan


yang ada unsur zat gizi

Dalam Makanan sehari-hari


Pangan yang dikosumsi

Peran karbohidrat

Unsur-unsur Zat Gizi

Mampu mejelaskan Zatzat gizi esensial yang


dibutuhkan tubuh

Peran protein
Peran Lemak
Peran Mineral
Memberi energi
Memelihara jaringan tubuh

Mampu menjelaskan
Gizi yang berkaitan
dengan proses tubuh

Mengatur proses tubuh


Mengatur pertumbuhan

Pengantar

Badan cepat lemas


Mampu menjelaskan akibat
kekurangan gizi

kurang ketahanan tubuh


Stuktur dan fungsi otak
menurun

Kekurangan Gizi

Mampu menjelaskan Faktorfaktor kurangnya gizi

Kekurangan makanan Faktor primer


Faktor Sekunder
Faktor Salah pilih makanan

Deplesi perubahan biokimia


Mampu
menjelaskan
Deplesi jaringan

Perubahan fungsional
Perubahan anatomis
Perubahan penyeluruhan

Produksi pangan
Mampu menjelaskan
Penyediaan pangan

Perlakuan pangan
Perdagangan pangan
Pendapatan pangan

Transportasi pangan
Sistem Pangan dan
gizi

Distribusi pangan

Penyimpanan pangan
Pengolahan pangan
Pengemasan Pangan

Konsumsi Pangan

Pangan yang dibeli


Pemasakan sendiri

III. SILABUS

SILABUS MATA KULIAH

MATA KULIAH

: Ilmu Gizi Olahraga

BEBAN SKS

: 4 SKS

SEMESTER

III (Satu)

KODE MK
PROGRAM

: POR 234
STUDI

DOSEN

: Pendidikan Kepelatihan Olahraga


:

1. Profil Lulusan
2. Capaian Pembelajaran
3. Tujuan Pembelajaran:

Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd

: Mempu menjadi pelatih dan guru yang bisa mengatur Makanan yang bergizi kepada siswa dan Atlet-atlet
: - Mampu menguasai dan menerapkan konsep konsep dalam Ilmu Gizi
- Mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi Peranan Gizi dalam kebutuhan
Mahasiswa mampu mengaplikasikan tentang ilmu gizi kecabang olahraga masing-masing

4. Deskripsi Mata Kuliah

: Mata kuliah ini tentang fungsi zat gizi bagi tubuh dalam melakukan aktivitas fisik dan penunjang prestasi atlet
perhitungan kebutuhan kalori perhari, penilaian status gizi serta pengaturan menu standarperhari bagi olah
ragawan sesuai dengan klasifikasi pada cabang olahraga masing-masing menjelang, dan setelah
pertandingan.

5. Prasyarat

PERTE
MUAN

KOMPETENS
I DASAR

Menjelaskan
unsur-unsur
zat gizi, fungsi
dan bahan
makanan
penghasil zat
Gizi

tidak ada prasayarat

INDIKATOR
KEBERHASILAN

a.Menjelaskan
pengertian zat gizi
b.menguraikan
kandungan zat gizi
c.Menjelaskan fungsi
utama zat gizi
d.menguraikan bahan

MATERI POKOK

RINCIAN MATERI

1.Kebutuhan zat gizi

a.Menjelaskan dan
Menguraikan tentang Zat Gizi
b. Bahan makanan yang
bergizi
c.
Sumber gizi yang diperlukan

1.1. Penertian zat


gizi
1.2 .Kandungan Zat
gizi
1.3.
Fungsi zat gizi

INTEGR
ASI
TEMATI
K

ALOKASI
WAKTU

4 SKS X
45 Menit

SUMBER
BELAJAR

1.Kartasapoetra,G,
Marsetyo,
2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

makan penghasil zat


gizi
2

Menjelaskan
a. Menguraikan
pencernaan
proses pencernaan
makanan dan
makanan hingga
penyerapan zat
anus secara
gizi di dalam
mekanik
b.
Menguraikan
tunbuh
proses pencernaan
makanan hingga
anus secara
kimiawi
c. Menjelaskan
penyerapan gizi

2.Pencernaan
makanan dan
penyerapan zat gizi
2.1. Proses
pencernaan makanan
secara mekanik dan
kimiawi 2.2.Proses
penyerapan zat gizi

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pencernaan
Makanan
Zat gizi
Fungsi kimiawi
Fungsi mekanik
Tantangan penyerapan

4 SKS X
45 Menit

1. Kartasapoetra,G
,Marsetyo,
2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan
dan kerja,
Jakarta, Rineka
cipta

Mampu
menjelaskan
menghitung
kebutuhan
energi perhari

3.Klasifikasi
Olahraga dan proses
Pemecahan dan
Kebutuhan Energi
Dalam tubuh
3.1.Metabolisme
pada kerja otot
3.2.Klasifikasi
kebutuhan energi
dalam olahraga
3.3.Dasar
perhitungan
kebutuhan kalori

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kebutuhan energi
Hubungan dengan Gizi
Sumber energi
Metabolisme
Kinerja otot
Menghitung kalori
Hubungan gizi dalam
olahraga

4 SKS X
45 Menit

1. Sunita
Almatsier,
Prinsip Dasar
Ilmu Gizi,
Jakarta, 2009

a. Menjelaskan
proses
metabolisme energi
adalam tubuh
b. Menjelaskan
klasifikasi sumber
energi dalam
cabang olahraga
c. Menghitung
kebutuhan kalori
dengan rumus
secara benar

2. Kartasapoetra,G
,Marsetyo,
2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan
dan kerja,
Jakarta, Rineka
cipta

Mampu
menjelaskan
dan Mampu
menilai status
gizi dan
menyusu
standar
makanan
sehari-hari dan
makanan
kusus
olahragawan.

1.Menilai status gizi


dengan tiga teknik
penilaian dengan benar
2.Menyusun makanan
olahragawan sesuai
dengan kebutuhan
kalori 3.Menjelaskan
mamfaat konsultasi
gizi bagi olahragawan.

4. Pengaturan gizi
selama proses
pembinaan Prestasi
4.1. Penilaian Status
Gizi 4.2.Standar
makanan sehari-hari
4.3.Pengaturan
makanan
olahragawan

Mampu
menganalisa
fungsi zat gizi
dalam
melakukan
aktivitas
dalam
olahraga
prestasi secara
makro dan
mikro nutrisi.

a. Menilai status gizi


dengan tiga teknik
penilaian dengan
benar
b. Menyusun
makanan
olahragawan sesuai
dengan kebutuhan
kalori perhari
secara benar
c. Menyusun menu
olahragawan pada
masa persiapan,
pertandingan dan
pemulihan sesuai
dengan cabang
olahraga.

5. Gizi untuk
aktivitas fisik
dan olahraga
prestasi
5.1 Makro nitrisi
5.2 Mikro nut risi
5.3 Air
5.4 Argogenic aid
5.5 Menghilangkan
kelelahan
5.6 Mengatasi
dehidrasi

a. Penalaian Gizi
b. Penyusunan makanan
c. Kebutuhan kalori
d. Konsultasi

3 Sks X 45
Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

a. Menganalisa zat gizi


b. Kebutuhan kalori
c. Menyusun menu gizi
olahragawan
d. Teknik penilaian
e. Kebutuhan zat gizi dalam
aktifitas

4 SKS X
45 Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

Mampu
menjelaskan
pencernaaan
makanan yang
terjadi di
dalam saluran
cerna

Peroses penguyahan
memperluan
pemukaan makanan
sehingga enzim
pencernaan dapat
berkerja lebih baik

6. Peroses
pencernaan
6.1.
Peristaltic
6.2.
Peroses
didalam
lambung
6.3.
Sekmen tasi

Mampu
menjalaskan
Sekraesis
getah
pencernaan

Untuk menghancurkan
7.
makanan menjadi unit7.1.
unit kecil.
7.2.
7.3.
7.4.

Cairan didalam
tubuh
Cairan ludah
Cairan lambung
Cairan
pangkreas
Enzim

a.
b.
c.
d.
e.

Mulut
Esofagus kelambung
Usus halus
Usaus besar
rektum

a.
b.
c.
d.

Kenjer ludah
Usus halus
lambung
empedu

4SKS X 45
Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

4 SKS X
45 Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

UJIAN TENGAH SEMESTER


8

Mampu
menjelaskan
absorpri zatzat gizi
terutama
terjadi pada

Mahasiswa Mampu
menjelaskan tentang
percenaan makanan
dalam tubuh

8. sistem
absorpsi
secara terus
menerus
dalam
keadaan

a.
b.
c.
d.
e.

kapiler-kapiler
pembuluh getah bening
dinding husus halus
cairan husus
otot melingkar

4 SKS X
45
Menit

. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi

permukaan
husus halus

10

11

bergerak

Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

Mampu
menjelaskan
pengaturan
pencernaan

Mahasiswa mampu
9. hormonmenjelaskan sistem
hormon
yang mengatur peroses
saluran
9.1.
pengaturan
PH
pencernaan dan
lambung
penyerapan
9.2. pengaturan
pembukan
sfingter
pilorus
9.3. pengaturan
pengeluaran
karbohidrat

Mampu
menjelaskan
peranan
penting
karbohidrat

Mahasiswa dapat
10. kasifikasi
menjelaskan Fungsi,
karbohidrat
karbohidrat pentingnya 10.1. monosak
arida
dalam tubuh manusia
10.2. disakarid
a
10.3. oligosa
karida

a.
b.
c.
d.
e.
f.

belukosa
fruktosa
galaktosa
manosa
pentosa
diskarida

Mahasiswa
11. karbohidrat
Memahami
kompleks
11.1.
pati
memahamin sismpaan
kabohidrat dalam

a.
b.
c.
d.

padi-padian
biji-bijian.
Umbi-umbian
beras

Mampu
menjelaskan
karbohidrat
konpleks yang

a. sistem pencernaan
b. sistem penyerapan
c. sistem pengaturan pengeluaran

4 SKS
X 45
Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

4 SKS X
45
Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009

4 SKS X
45
Menit

2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta
1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009

12

13

mengandung 3
ribu unit gula

tumbuh-tumbuhn dan 11.2.


11.3.
merupakan
11.4.
karbohidrat pertama
yang dimakan menusia

Mampu
menjelaskan
fimgsi utama
karbohidrat

Mahasiswa dapat
menjelaskan
karbohidrat
menyediakan energi
bagi tubuh sebagai
sumber utama energi

Mampu
menjelaskan
komposisi
perotein dalam
tubuh

Mahasiswa dapat
13.
menjelaskan
kelasifikasi sintensis 13.1.
perotein

dekterin
e. jagung
nikogen
polisakari
da
nonpati

12. sirpulasi
darah
sebagai
gelukosa
untuk
keperluan
energi
12.1. disimpan
sebagai
gikogen
12.2. hati
12.3. jaringan
otot

13.2.

sumberper
otein
sumber
perotein
hewani
sumberpoe
rotein
nabati

a.
b.
c.
d.

lemak .
karbohidrat
belukosa
untuk keperluan energi

2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

4 SKS X
45
Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

a.
b.
c.
d.

mutu perotein .
sintesis perotein
penilaian mutu perotein
fingsi perotein

4 SKS X
45
Menit

1. Sunita Almatsier,
Prinsip Dasar Ilmu
Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,
Marsetyo, 2002Ilmu
Gizi,Korelasi
Gizi,Kesehatan dan
kerja, Jakarta,
Rineka cipta

UJIAN AKHIR SEMESTER


TATA KELOLA PERKULIAHAN:
A. Perkuliahan ini menggunakan pendekatan penguasaan atas tujuan yang ditentukan, yang dinyatakan dalam bentuk:
1. Mengikuti tatap muka perkuliahan dengan jumlah minimum sesuai dengan yang ditetapkan Universitas, aturan yang ditetapkan adalah kehadiran
minimum 75% dari 14 pertemuan yaitu 10 kali kehadiran. Apabila mahasiswa tidak dapat hadir maka harus melampirkan bukti tertulis berupa
surat keterangan.
2. Menyelesaikan dengan baik semua tes dan tugas lain yang diberikan secara berkala. Di samping tes pertengahan dan akhir semester akan
diberikan tes (kuis) .
3. Kerja sama dalam kelompok untuk mempresentasikan dan membahas topik yang telah ditentukan, dalam forum diskusi kelas.
4. Menganalisis atau mengulas secara tuntas topik dalam lingkup bisnsi dan materi kuliah dari jurnal, secara kelompok atau individu.
5. Ketidak lengkapan salah satu komponen penilaian baik itu tugas kelompok, nilai UTS ataupun nilai UAS menyebabkan mahasiswa akan
mendapatkan nilai TL (Tidak Lengkap).
B. Mahasiswa dibagi dalam kelompok dengan anggota 2 4 orang (atau disesuaikan dengan jumlah mahasiswa). Masing-masing kelompok memilih topik
yang akan dibahas dan disajikannya di dalam kelas, dalam bentuk diskusi panel, seminar atau forum diskusi lain yang memungkinkan semua
kelompokatau anggotanya berperan aktif. Dosen aktif mengikuti, mengarahkan diskusi, dan memberikan penjelasan atau ulasan tentang topik yang
dibahas.
C. Bilamana hari perkuliahan tepat pada hari libur nasional atau karena sesuatu hal perkuliahan tidak dapat diadakan, maka akan diganti pada hari yang lain
yang disepakati bersama.

PENILAIAN HASIL BELAJAR:


Penilaian atas tingkat penguasaan dilakukan atas kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa dengan pembobotan sebagaimana tercantum di
bawah ini:
1. Penilaian etika
: 10%
2. Penilaian quis
: 10%
3. Tes pertengahan semester
: 30%
4. Tes akhir semester
: 40%
5. Penilaian tugas
: 10%
Total

: 100%

Distribusi Nilai berdasarkan peraturan akademik Universitas Gunung Leuser adalah sebagai berikut:
Nilai Akhir Angka
80 100
65-79
55 64
45 54
44

Nilai Huruf
A
B
C
D
E

IV. KONTRAK KULIAH

KONTRAK KULIAH
Nama Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Semester /
Hari Pertemuan / Jam
Tempat/ Ruang Kulian : R V
Nama Dosen
Alamat
Telp. / HP
E-mail

: Ilmu Gizi Olahraga


: POR 234
: III (Tiga)
: Selasa / 8.30 s/d 12.00
: Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd
: Jl. Perapat Hulu, No. .
: 085260074663
: fahrul.mpo11@gmail.com

1. Tujuan / Manfaat Mata Kuliah

Setelah mempelajari mata kuliah Ilmu Gizi Olahraga ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi dalam menjelaskan secara keseluruhan mengenai
definisi yang berkaitan dengan gizi, mengenali factor eksternal dan internal dalam menjalankan peranan sebagai pelatih atau guru serta dapat berinisiatif
dalam menjalankan tugas dengan strategi yang diterapkan pada setiap kebutuhan ilmu gizi.

2. Deskripsi Perkuliahan

Mata kuliah yang memberikan pengertian dasar dan pengenalan pada pemahaman ilmu gizi olahraga. Pemahaman tersebut bukan hanya bersifat definisi,
melainkan aplikasinya serta faktor-faktor lain yang berhubungan. Pemahaman mengenai ilmu gizi olahraga akan mencakup riset dalam kesehatan, tanggung
jawab sosial, manajemen sumber daya manusia,

3. Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran

Setiap lulusan mata kuliah ini diharapkan dapat menjelaskan teori dan konsep dari ilmu gizi olahraga, dan memiliki kopetensi dalam menggunakan teori dan
konsep dalam pelaksanaan ilmu gizi olahraga.
Lulusan mata kuliah ini juga diharapkan memiliki kemampuan dalam menganalisa kesehatan dengan menggunakan metode perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi, serta dapat menjadi ahli gizi dalam bidang olahraga yang akan dijalankan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Mampu menjelaskan pengertian zat gizi , fungsi dan bahan makanan penghasil zat gizi.
Mampu menjelaskan proses pencernaan makanan dan penyerapan zat gizi didalam tubuh
Mampu menghitung kebutuhan energi perhari
Mampu menjelaskan dan menilai status gizi dan menyusun standar makanan sehari-hari dan makanan khusus olahragawan
Mampu melaksanakan dan menganalisa zat gizi dalam melakukan aktivitas fisik dan olahraga prestasi secara makro dan mikro nutrisi
Mampu menjelaskan mamfaat karbohidrat dalam tubuh
Mampu menjelaskan pentingnya makan makanan yang bergizi
Mampu menjelaskan setiap meklakukan aktivitas olahraga tubuh butuh banyak kalori
Mampu menjelaskan sistem pencernaan
Mampu menjelaskan apa yang akan dialami tubuh apabila kekurangan gizi
Mampu menjelaskan peran penting makanan yang bergizi bagi olahragawan
Mampu menjelaskan dan menghitung kalori yang dibakar oleh tubuh sewaktu sebelum dan setelah melakukan aktivitas olahraga

4. Analisis Instruksional dan Materi Kajian

Setelah mempelajari mata kuliah ilmu gizi ini mahasiswa dapat memahami pentingnya ilmu gizi olahraga, apa saja yang dibutuhkan seseorang dalam
melaksanakan aktivitas olahraga serta bagaimana menjalankan dan mengevaluasi kesehatan.

5. Strategi Makro Perkuliahan


A. Perkuliahan ini menggunakan pendekatan penguasaan atas tujuan yang ditentukan, yang dinyatakan dalam bentuk:
1. Mengikuti tatap muka perkuliahan dengan jumlah minimum sesuai dengan yang ditetapkan Universitas, aturan yang ditetapkan adalah kehadiran
minimum 75% dari 14 pertemuan yaitu 10 kali kehadiran. Apabila mahasiswa tidak dapat hadir maka harus melampirkan bukti tertulis berupa
surat keterangan.
2. Menyelesaikan dengan baik semua tes dan tugas lain yang diberikan secara berkala. Di samping tes pertengahan dan akhir semester akan
diberikan tes (kuis) .
3. Kerja sama dalam kelompok untuk mempresentasikan dan membahas topik yang telah ditentukan, dalam forum diskusi kelas.
4. Menganalisis atau mengulas secara tuntas topik dalam lingkup bisnis dan materi kuliah dari jurnal, secara kelompok atau individu.
5. Ketidak lengkapan salah satu komponen penilaian baik itu tugas kelompok, nilai UTS ataupun nilai UAS menyebabkan mahasiswa akan
mendapatkan nilai TL (Tidak Lengkap).
B. Mahasiswa dibagi dalam kelompok dengan anggota 2 4 orang (atau disesuaikan dengan jumlah mahasiswa). Masing-masing kelompok memilih
topik yang akan dibahas dan disajikannya di dalam kelas, dalam bentuk diskusi panel, seminar atau forum diskusi lain yang memungkinkan semua
kelompok atau anggotanya berperan aktif. Dosen aktif mengikuti, mengarahkan diskusi, dan memberikan penjelasan atau ulasan tentang topik yang
dibahas.

C. Bilamana hari perkuliahan tepat pada hari libur nasional atau karena sesuatu hal perkuliahan tidak dapat diadakan, maka akan diganti pada hari yang
lain yang disepakati bersama.

6. Materi Bahan Bacaan Perkuliahan / Sumber Belajar


1. Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2. Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

7. Tugas tugas / tagihan perkuliahan


Pelaksanaan perkuliahan ilmu gizi olahraga di dukung dengan pelaksanaan tugas tugas sebagai berikut:
a. Tugas 1 sebelum pelaksanaan UTS, tugas kelompok berupa pembahasan ringkasan makalah tentang ilmu gizi olahraga .
b. Tugas 2 sebelum pelaksanaan UAS, tugas kelompok berupa bedah materi pokok yang telah ditentukan setiap kelompok pada setiap pertemuan.

8. Kriteria Penilaian
Penilaian untuk mendapatkan nilai akhir dilakukan berdasarkan aturan yang ditetapkan fakultas dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
NA = 10% etika + 10% Quis + 10% Tugas + 30% UTS + 40% UAS
Dimana :NA
: Nilai Akhir
Etika : Soft Skill
Quis : tugas berkala mandiri dalam bentuk Tanya jawab sebelum dan setelah UTS
UTS : ujian tengah semester
UAS : ujian Akhir Semester.
Selanjutnya nilai akhir angka dikonversi menjadi nilai akhir huruf sesuai dengan peraturan akademik Universitas Gunung Leuser sebagai berikut:

Nilai Akhir Angka


80 100
65-79
55 64
45 54
44

Nilai Huruf
A
B
C
D
E

9. Jadwal Perkuliahan
Hari/tanggal

Topic bahasan

Bacaan / bab

Selasa / 15 September 2015

Pengertian ilmu gizi

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta

Selasa/ 22 September 2015

unsur-unsur zat gizi

Selasa / 29 September 2015

bahan makanan penghasil


zat Gizi

Selasa / 6 Oktober 2015

Pencernaan

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta

Selasa / 13 Oktober 2015

Karbohidrat

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,

Selasa / 20 Oktober 2015

Lipida

Selasa / 27 Oktober 2015

Protein

Selasa / 3 November 2015


Selasa / 10 November 2015

Metabolisme

Selasa / 17 November 2015

Keseimbangan energi

Selasa / 24 November 2015

Selasa / 1 Desember 2015

Selasa / 8 Desember 2015

Selasa / 15 Desember 2015

Selasa / 22 Desember 2015

Jakarta, Rineka cipta


.
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
Ujian Tengah Semester
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
Kebutuhan Energi
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
Akibat gangguan gizi
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
Pengaturan Pencernaan
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
Pencernaan
1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja,
Jakarta, Rineka cipta
UJIAN AKHIR SEMESTER

10.

Dosen:
1.
2.
3.
4.

Kontrak Etika

Hadir tepat waktu dan melaksanakan proses belajar mengajar


Terlibat dalam seluruh aktivitas di kuliah
Memeriksan, menganalisis, dan memberi umpan balik tugas mahasiswa
Memenuhi selurh aturan akademik yang berlaku

Mahasiswa:
1.
2.
3.
4.
5.

Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan tepat waktu


Mahasiswa yang terlambat 15 menit tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan
Mahasiswa wajib menyerahkan tugas tugas yang dibebankan dosen pada waktu yang dibebankan
Mahasiswa harus berpenampilan rapi ketika perkuliahan, tidak diperkenankan memakai sandal, kaos oblong dan sejenisnya.
Mahasiswa tidak menghidupkan HP selama mengikuti perkuliahan

Kutacane,

September 2015

Komisaris Kelas

Dosen Mata Kuliah

Candra Pryadi

Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd

V. Rancangan Program Pembelajaran (RPP)

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)
Identitas
Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 1
Pokok Bahasan : Pengertian Ilmu Gizi
Sub Pokok Bahasan
: Standar Kompetensi
: Mahasiswa memahami pengertian Ilmu Gizi Olahraga
Kompetensi Dasar
: Memahami pentingnya ilmu gizi
Indikator Keberhasilan: Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu gizi kecabang olahraga masing-masing

Uraian Materi

Ilmu Gizi Olahraga merupakan mata kuliah wajib yang mempelajari masalah menu makanan, nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan
aktivitas olahraga

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/
Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a

Media
Pembelajaran

Evaluasi
Belajar

Alokasi Waktu
Teori

Membuka
kegiatan
pembelajara
n

Menjelaskan
kontrak
perkuliahan

Penutup
(Kegiatan
Akhr):
3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Metode
Pembelajara
n

Praktek

Lapanga
n

Sumber
Belajar

mendengar

ceramah

Power point

30

Kontrak
kuliah

Mendengar
bertanya

Ceramah dan
diskusi

Power point

70

Kontrak
kuliah

Power point

Member
kesimpulan

Mendengar
mencatat
menyetujui

ceramah

Bertanggung
jawab
mandiri

Cermat
terampil
mandiri
Cermat
terampil
mandiri

35

Kontrak
kuliah

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 2
Pokok Bahasan : Proses pencernaan makanan dan penyerapan zat gizi
Sub Pokok Bahasan

: Proses penyerapan zat gizi dalam tubuh dan proses pencernaan makanan mulai dari mulut hingga anus

Standar Kompetensi

: Proses pencernaan makanan dan proses penyerapan zat gizi

Kompetensi Dasar

: Menjelaskan proses pencernaan dan penyerapan

Indikator Keberhasilan: Penyerapan secara mekanik dan kimiawi,penyerapan zat gizi

Peta Konsep

Pengertian zat gizi


Kandungan zat gizi
Mampu menjelaskan pengertian dan
ruang lingkup Ilmu Gizi

Fungsi zat gizi


Bahan makanan yang bergizi

Uraian Materi

Bab ini menerangkan pengertian ruanglingkup ilmu gizi, pengertian zat gizi, kandungan zat gizi, fungsi zat gizi, bahan makanan yang bergizi

Strategi Pembelajaran Mikro


Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
Tahapan
Pembelajaran

No

Pendahuluan
(Kegiatan Awal):
1

a.
b.
c.
d.
e.

Motivasi
Appersepsi
Tujuan
Deskripsi
Relevansi

Penyajian
(Kegiatan Inti) :

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan

Penutup
(Kegiatan Akhr):
3

a. Simpulan
b. Umpan Balik
c. Tindak Lanjut

Evaluasi

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelaj
aran

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluas
i
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau
lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Praktek

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku
teks
internet

70

Buku
teks
internet

35

Buku
teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Tes:
1. Jelaskan pengertian ilmu gizi
2. Jelaskan pengertian zat gizi

Kunci jawaban:
1. Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubngannya dengan kesehatan optimal
2. Zat gizi adalh ikatan kimia yang di perlukan tubuh untuk melakukan fingsinya yaitu untuk menghasilkan energi

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: ilmu gizi olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 3
Pokok Bahasan : Klasifikasi olahraga dan proses pemecahan kebutuhan energi dalam tubuh
Sub Pokok Bahasan

: Membahas masalah metabolisme energi pada kerja otot, kelasifikasi kebutuhan energi dalam oalahraga

Standar Kompetensi

: Setelah perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan proses metabolisme energi dalam tubuh saat kontrksi otot

Kompetensi Dasar

: Mampu menghitung kebutuhan kalori perhari

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa dapat menjelaskan kelasifikasi kebutuhan energi dalam olahraga , dasar perhitungan kebutuhan kalori

Peta Konsep

Metabolisme energi
Mampu menjelaskan dan menghitung
kebutuhan energi dalam tubuh

Klasifikasi kebutuhan energi


Perhitungan kebutuhan kalori

Uraian Materi

Bab ini menjelaskan dan menghitung kebutuhan energi pada tubuh, metabolisme energi, klasifikasi kebutuhan energi dan perhitungan kebutuhan kalori

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Ceramah
diskusi

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Apa yang dimaksud dengan bahan bakanan
2. Apa yang dimaksud dengan status gizi

Kunci jawaban:
1. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah
2. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunan zat-zat gizi

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: ilmu gizi olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 4
Pokok Bahasan : Status gizi
Sub Pokok Bahasan

: Menyususn standar makanan sehari-hari dan makanan kusuh olahragawan

Standar Kompetensi

: Menyususn makanan olahragawan sesuai dengan kebutuhan kalori perhari secara benar

Kompetensi Dasar

: Menilai status gizi dngan tiga teknik penilaian dengan benar

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa mampu mengidentifikasi menyususn makanan olahragawan sesuai dengan kebutuhan kalori perhari
secara benar

Peta Konsep

Proses pencernaan makanan


Mampu menjelaskan pencernaan
makanan dan penyerapan zat gizi

Proses pencernaan mekanik


Proses pencernaan kimiawi
Proses penyerapan zat gizi

Uraian Materi

Bab ini menerangkan masalah pencernaan makanan dan penyerapan zat gizi, Proses pencernaan makanan, Proses pencernaan mekanik, Proses

pencernaan kimiawi, dan Proses penyerapan zat gizi

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Sebutkan proses pencernaan makanan:
2. Sebutkan Anatomi Saluran Cerna:
Kunci jawaban:
1. Proses pencernaan makanan dimulai dari mulut, di mana terjadi proses mengunyah,penambahan cairan ludah, dan kegiatan lidah yang dapat
menghancurkan makanan menjadi bubur yang kasar, makanan kemudian ditelan.
2. Anatomi saluran cerna adalah: Mulut, Esofagus kelambung, Usus halus, Usus besar.

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 5
Pokok Bahasan : Menganalisa fungsi zat gizi
Sub Pokok Bahasan

: Menjelaskan fungsi makro nutrisi dalam melakukan aktivitas fisik secara benar

Standar Kompetensi : setelah perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan Pengertian fungsi makro nutrisi dalam melakukan aktivitas
benar
Kompetensi Dasar

: Mampu menjelaskan fungsi zat gizi

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi zat gizi secara Makro dan Mikro nutrisi dalam melakukan aktivitas fisik

fisik secara

Peta Konsep

Mampu menjelaskan Kandungan


yang ada unsur zat gizi

Dalam Makanan sehari-hari


Pangan yang dikosumsi

Uraian Materi

Bab ini Menjelaskan Kandungan makanan yang ada unsur zat gizi, Dalam Makanan sehari-hari, dan Pangan yang dikosumsi.

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Apa yang di maaksud dengan penyediaan pangan
2. Apa yang dimaksud dangan disteribusi pangan
Kunci jawaban:
1. Penyaan pangan adalah upaya mencapai status gizi masyarakat yang baik atau optimal dimulai dngan penyediaan pangan yang cukup
2. Distribusi pangan adalah agar sampai kepada masyarakat lias dalam keadaan baik

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 6
Pokok Bahasan
: Saluran pencernaan
Sub Pokok Bahasan
: Peroses pencernaan, Peristaltic, Peroses didalam lambung Sekmen tas
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

: Peroses penguyahan memperluan pemukaan makanan sehingga enzim pencernaan dapat berkerja lebih baik
: Mampu menjelaskan pencernaaan makanan yang terjadi di dalam saluran cerna

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa dapat menjelaskan Fungsi pencernaaan makanan yang terjadi di dalam saluran cerna

Peta Konsep

Peran karbohidrat
Mampu mejelaskan Zatzat gizi esensial yang
dibutuhkan tubuh

Peran protein
Peran Lemak
Peran Mineral

Uraian Materi

Bab ini mencoba menerangkan Zat-zat gizi esensial yang dibutuhkan dalam tubuh manusia dan metabolisme peran karbohidrat, protein, lemak, dan

mineral

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1

a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan

Penutup
(Kegiatan
Akhr):
3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Evaluasi

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a

Metode
Pembelajara
n

Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Ceramah
diskusi

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Tes:
1. Sebutkan peran karbohidrat dalam tubuh
2. Sebutkan makanan-makanan yang mengandung karbohidrat
Kunci jawaban:
1. Peran utama karbohidrat dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber energi
2. Makanan-makanan yang mengandung karbohidrat:
1.Gula pasir
2.Gula kelapa
3. Jagung
4.Beras
5.Roti putih
6.Ubi
7.Kentang

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 7
Pokok Bahasan
: Sekraesis getah pencernaan
Sub Pokok Bahasan
: Mampu menjalaskan Sekraesis getah pencernaan
Standar Kompetensi

: setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa Mampu menjalaskan Sekraesis getah pencernaan

Kompetensi Dasar

: Cairan didalam tubuh sebagai getah pencernaan

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa Dapat menjelaskansistem pencernaan penghancur makanan menjadi unit-unit kecil.

Peta Konsep

Memberi energi
Memelihara jaringan tubuh
Mampu menjelaskan
Gizi yang berkaitan
dengan proses tubuh

Mengatur proses tubuh


Mengatur pertumbuhan

Uraian Materi

Bab ini menguraikan tentang Gizi yang berkaitan dengan proses tubuh, Memberi energi , Memelihara jaringan tubuh, Mengatur proses tubuh, dan

Mengatur pertumbuhan

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Ceramah
diskusi

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Sebutkan sistem proses pencernaan yang terjadi dalam tubuh manusia ?
2. Jelaskan fungsi sekresi getah pencernaan ?
Kunci jawaban:
1. Pencernaan dilakukan melalui perubahan mekanis dan kimiawi
2. Fungsi sekresi getah pencernana adalah untuk menghancyrkan makanan menjadi unit-unit kecil berupa zat-zat gizi yang dapat diaksorsi tubuh,
diperlukan getah-getah pencernanan

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 8
Pokok Bahasan : Absorpri zat-zat gizi terutama terjadi pada permukaan usus halus
Sub Pokok Bahasan
: Pentingnya absorpri zat-zat gizi terutama terjadi pada permukaan usus halus
14. Standar Kompetensi : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan sistem absorpsi secara terus menerus dalam
keadaan bergerak
.
Kompetensi Dasar

: Mampu menjelaskan proses zat gizi pada permukaan usus halus

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa Mampu Mengidentifikasi zat -zat gizi

Peta Konsep

Badan cepat lemas


Mampu menjelaskan akibat
kekurangan gizi

kurang ketahanan tubuh


Stuktur dan fungsi otak
menurun

Uraian Materi

Bab ini Mampu menjelaskan akibat kekurangan gizi, Badan cepat lemas, berkurang ketahanan tubuh, dan Menurun Stuktur fungsi otak

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Sebutkan apa yang akan terjadi pada tubuh manusia bila kekurangan zat gizi:
2. Apa saja penyebab kurangnya zat gizi dalam tubuh:

Kunci jawaban:
1. a.Tubuh akan cepat lelah
b.Daya berfikir menurun
c.Daya tahan tubuh berkurang
2. a.Kurang menkomsumsi makanan yang mengandung karbohidrat
b.Lemak
c.Protein
d.air
e. Mineral

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 9
Pokok Bahasan
: Pengaturan pencernaan
Sub Pokok Bahasan
: Masalah sistem pengaturan pencernaan dalam tubuh manusia
Standar Kompetensi

: Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu untuk menjelaskan tentang konsep pencernaan

Kompetensi Dasar
: Mampu menjelaskan masalah pencernaan
Indikator Keberhasilan : Mahasiswa mampu menjelaskan Konsep peranan pencernaan pada tubuh manusia

Peta Konsep

Kekurangan makanan Faktor primer


Mampu menjelaskan Faktorfaktor kurangnya gizi

Faktor Sekunder
Faktor Salah pilih makanan

Uraian Materi

Bab ini menguraikan mengenai penjelasan Faktor-faktor kurangnya gizi, Kekurangan makanan Faktor primer, Faktor Sekunder dan Faktor Salah

pilih makanan yang menyebabkan tidak adanya kandungan gizi.

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

a. Simpulan
b. Umpan
Balik

c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:

1. Jelaskan apa yang akan tejadi Kekurangan makanan primer


2. Sebutkan 2 fator kurangnya gizi pada tubuh manusia
Kunci jawaban:
1. Tubuh akan kekurangan suber energi, karena tidak adanya karbohidrat yang dapat dibakar dalam tubuh
2. Kurangnya gizi pada tubuh manusia disebabkan karena:
- Pertama karena faktor pemilihan makanan yang dikosumsi tidak tepat
- Faktor metabolisme pencernaan pada tubuh

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 10
Pokok Bahasan : Peranan penting karbohidrat
Sub Pokok Bahasan
: Peranan Karbohidrat sebagai sumber energi pada manusia

Standar Kompetensi

: Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan pentingnya makakn-makanan yang mengandung karbohidrat

Kompetensi Dasar

: Mampu menjelaskan kebutuhan karbohidrat pada manusia

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa dapat menjelaskan Fungsi karbohidrat

Peta Konsep

Deplesi perubahan biokimia


Mampu
menjelaskan
fungsi karbohidrat

Perubahan fungsional
Perubahan anatomis
Perubahan penyeluruhan

Uraian Materi

Bab ini menerangkan pentingnya karbohidrat dalam tubuh manusia dan menjelaskan fungsinya karbohidrat dalam tubuh manusia.

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Jelaskan pentingnya makakn-makanan yang mengandung karbohidrat ?
2. Fungsi karbohidrat dalam tubuh manusia ?

Kunci jawaban:
1. Untuk meningkatkan daya dahan tubuh dan meningkat kan kelincahan berkerjanya otot-otot pada tubuh manusia.
2. Untuk neningkatkan kekuatan organ tubuh manusia dan menjaga kualitas ketahanan tubuh

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas
Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 11
Pokok Bahasan : Karbohidrat konpleks yang mengandung 3 ribu unit gula
Sub Pokok Bahasan
: Fungsi utama karbohidrat konpleks yang mengandung 3 ribu unit gula
Standar Kompetensi

: Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan karbohidrat konpleks yang mengandung 3 ribu unit gula dalam
tubh manusia

Kompetensi Dasar

: Mampu menjelaskan karbohidrat konpleks yang mengandung 3 ribu unit gula

Indikator Keberhasilan : memahamin simpanan kabohidrat dalam tumbuh-tumbuhn dan merupakan karbohidrat pertama yang dimakan
menusia.

Peta Konsep

Produksi pangan
Mampu menjelaskan karbohidrat
konpleks yang mengandung 3
ribu unit gula

Perlakuan pangan
Perdagangan pangan
Pendapatan pangan

Uraian Materi

Bab ini akan menerangkan secara umum mengenai karbohidrat konpleks yang mengandung 3 ribu unit gula, Produksi pangan, Perlakuan pangan,

Perdagangan pangan dan Pendapatan pangan

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan

Penutup
(Kegiatan
Akhr):
3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Evaluasi

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a

Metode
Pembelajara
n

Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Ceramah
diskusi

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Tes:

1. Sebutkan karbohidrat kelasifikasi karbohidrat sederhana ?


2. Sebutkan 2 macam kompeleks karbohidrat ?

Kunci jawaban:
1. a. Monosakarida
b. Disakarida
c. Gula alkohol
d. Oli gosakarida
2. a. Polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monosakarida
b. serat yang di namakna juga polisakarida non pati

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 12
Pokok Bahasan : Karbohidrat cadangan makanan bagi tubuh sebagai sumber energi
Sub Pokok Bahasan

: Penyediaan makanan yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi

Standar Kompetensi

: setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan bahwa karbohidrat adalah sumber makanan utama yang
menghasilkan energi

Kompetensi Dasar

: Mampu menjelaskan fungsi karbohidrat

Indikator Keberhasilan : Mahasiswa dapat menjelaskan Peran karbohidrat untuk tubuh

Peta Konsep

Transportasi pangan
Distribusi pangan

Penyimpanan pangan
Pengolahan pangan
Pengemasan Pangan

Uraian Materi

Bab ini menguraikan tentang distribusi pangan , transportasi pangan, penyimpanan pangan, pengolahan pangan dan pengemasan pangan.

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Ceramah
diskusi

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Jelaskan apa yang harus dilakukan sebelum anda membeli bahan pangan:
2. Jelaskan hal yang penting yang perlu anda perhatikan sebelum memasak bahan pangan anda:
Kunci jawaban:
1. Sebelum membeli bahan pangan, terutama kita harus memperhatikan kemasan, Exspayer, dan kebersihannya
2. Hal yang penting kita perhatikan sebelum memasak bahan pangan kita adalah, pertama kita harus memilih yang segar, kemudian di cuci terlebih
dahulu sebelum dimasak.

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran

1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009


2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas

Mata Kuliah
: Ilmu Gizi Olahraga
Semester
: Ganjil
Beban Studi
: 4 SKS
Pertemuan
: 13
Pokok Bahasan : Komposisi protein dalam tubuh
Sub Pokok Bahasan
: Sumber perotein, sumber perotein hewani, sumber poerotein nabati
Standar Kompetensi
: Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan beberapa komposisi suber protein
Kompetensi Dasar

: Mahasiswa dapat menjelaskan kelasifikasi sintensis perotein

Indikator Keberhasilan: Mahasiswa dapat menjelaskan Komposisi protein, regulasi sumber perotein hewani, dan sumber protein nabati

Peta Konsep

Konsumsi Pangan

Pangan yang dibeli

Pemasakan sendiri

Uraian Materi

Bab ini menguraikan tentang pengolahan pangan, baik itu secara pribadi, maupun umum, yang bertujuan untuk menjaga kandungan gizi tetap ada di dalam
makanan yang dimasak

Strategi Pembelajaran Mikro

Atribut Soft
Skill/ Karakter

Learning Revolution
N
o

Tahapan
Pembelajaran

Pendahuluan
(Kegiatan
Awal):
1 a. Motivasi
b. Appersepsi
c. Tujuan
d. Deskripsi
e. Relevansi
Penyajian
(Kegiatan Inti) :
2

a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan
Penutup
(Kegiatan
Akhr):

3 a. Simpulan
b. Umpan
Balik
c. Tindak
Lanjut

Interaksi Belajar
Mengajar
Mahasisw
Dosen
a
Memberikan
motivasi
mengingatka
n
menginform
asikan
tujuan
menjelaskan
konsep

Mendengar
bertanya

Menjelaskan
uraian
memberikan
contoh
bertanya

Mendengar
bertanya
menjawab
pertanyaan

Membuat
rangkuman
menerima
umpan balik

Mendengar
mencatat
member
umpan
balik

Metode
Pembelajara
n

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Ceramah
diskusi

Media
Pembelajaran

Power point

Evaluasi
Belajar

Tanya
jawab

Power point

Power point

Tes
tertulis
atau lisan /
kuis

Alokasi Waktu
Teori

30

Prakte
k

Lapangan

Sumber
Belajar

Buku teks
internet

70

Buku teks
internet

35

Buku teks
internet

Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri
Tanggung jawab,
kerjasama
komunikasi
analisis
menghargai
percaya diri

Evaluasi

Tes:
1. Bagaimanakah cara menjaga makanan yang dimasak agar tetap bergizi:
2. Apakah semua makanan yang mengandung gizi harus dimasak:

Kunci jawaban:
1. Cara menjaga makanan yang kita masak agar tetap terjaga kandungan gizinya, maka kita harus memasaknya jangan terlalu lama dipanaskan dan suhu
panas pun harus diseimbangi dengan masakan yang kta masak
2. Apabila makanan itu berupa gizi hewani seperti daging maka kita harus memasaknya terlebih dahulu dengan matang , tetapi apa bila makanan yang
bergizi tersebut berupa nabati seperti sayuran, maka kita cukup memanaskan nya di air yang mendidih dan disesuaikan.

Bahan Ajar dan Media Pembelajaran


1.Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, 2009
2.Kartasapoetra,G,Marsetyo, 2002Ilmu Gizi,Korelasi Gizi,Kesehatan dan kerja, Jakarta, Rineka cipta

VI. CONTOH SOAL

NO
1.

Pembahasan
Pengertian Ilmu Gizi

Soal
1. Jelaskan pengertian ilmu gizi
2. Jelaskan pengertian zat gizi

2.

Proses pencernaan makanan dan


penyerapan zat gizi

1.

Apa yang dimaksud dengan


bahan bakanan
2. Apa yang dimaksud dengan
status gizi

3.

Klasifikasi olahraga dan proses


pemecahan kebutuhan energi dalam tubuh

1. Sebutkan proses pencernaan


makanan:
2. Sebutkan Anatomi Saluran
Cerna:

Status gizi

1. Apa yang di maaksud dengan


penyediaan pangan
2. Apa yang dimaksud dangan
disteribusi pangan

Menganalisa fungsi zat gizi

1. Sebutkan peran karbohidrat


dalam tubuh
2. Sebutkan makanan-makanan
yang mengandung
karbohidrat

Jawaban
1. Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu
tentang makanan dalam hubngannya dengan kesehatan
optimal
2. Zat gizi adalh ikatan kimia yang di perlukan tubuh
untuk melakukan fingsinya yaitu untuk menghasilkan
energi
1. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan
mentah
2. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunan zat-zat gizi
1. Proses pencernaan makanan dimulai dari mulut, di
mana terjadi proses mengunyah,penambahan cairan
ludah, dan kegiatan lidah yang dapat menghancurkan
makanan menjadi bubur yang kasar, makanan
kemudian ditelan.
2. Anatomi saluran cerna adalah: Mulut, Esofagus
kelambung, Usus halus, Usus besar.
1. Penyediaan pangan adalah upaya mencapai status gizi
masyarakat yang baik atau optimal dimulai dngan
penyediaan pangan yang cukup
2. Distribusi pangan adalah agar sampai kepada masyarakat
luas dalam keadaan baik
1. Peran utama karbohidrat dalam tubuh manusia adalah
sebagai sumber energi
2. Makanan-makanan yang mengandung karbohidrat:
1.Gula pasir
2.Gula kelapa
3. Jagung
4.Beras

5.Roti putih
6.Ubi
7.Kentang
6

Saluran pencernaan

1. Sebutkan sistem proses


pencernaan yang terjadi
dalam tubuh manusia ?
2. Jelaskan fungsi sekresi getah
pencernaan ?

Sekraesis getah pencernaan

1. Sebutkan apa yang akan


terjadi pada tubuh manusia
bila kekurangan zat gizi:
2. Apa saja penyebab
kurangnya zat gizi dalam
tubuh:

Absorpri zat-zat gizi terutama terjadi pada


permukaan usus halus

1. Jelaskan apa yang akan


tejadi Kekurangan
makanan primer
2. Sebutkan 2 fator kurangnya
gizi pada tubuh manusia

Pengaturan pencernaan

1. Jelaskan pentingnya
makakn-makanan yang
mengandung karbohidrat ?
2. Fungsi karbohidrat dalam

1. Pencernaan dilakukan melalui perubahan mekanis dan


kimiawi
1. Fungsi sekresi getah pencernana adalah untuk
menghancyrkan makanan menjadi unit-unit kecil
berupa zat-zat gizi yang dapat diaksorsi tubuh,
diperlukan getah-getah pencernanan
1. a.Tubuh akan cepat lelah
b.Daya berfikir menurun
c.Daya tahan tubuh berkurang
2. a.Kurang menkomsumsi makanan yang mengandung
karbohidrat
b.Lemak
c.Protein
d.air
e. Mineral
1. Tubuh akan kekurangan suber energi, karena tidak
adanya karbohidrat yang dapat dibakar dalam tubuh
2. Kurangnya gizi pada tubuh manusia disebabkan karena:
- Pertama karena faktor pemilihan makanan yang
dikosumsi tidak tepat
- Faktor metabolisme pencernaan pada tubuh
1. Untuk meningkatkan daya dahan tubuh dan meningkat
kan kelincahan berkerjanya otot-otot pada tubuh
manusia.
2. Untuk neningkatkan kekuatan organ tubuh manusia
dan menjaga kualitas ketahanan tubuh

tubuh manusia ?
10

Peranan penting karbohidrat

1. Sebutkan karbohidrat
kelasifikasi karbohidrat
sederhana ?
2. Sebutkan 2 macam
kompeleks karbohidrat ?

11

Karbohidrat konpleks yang mengandung


3 ribu unit gula

12

Karbohidrat cadangan makanan bagi


tubuh sebagai sumber utama energi

1. Jelaskan apa yang harus


dilakukan sebelum anda
membeli bahan pangan:
2. Jelaskan hal yang penting
yang perlu anda perhatikan
sebelum memasak bahan
pangan anda:
1. Bagaimanakah cara
menjaga makanan yang
dimasak agar tetap
bergizi:
2. Apakah semua makanan
yang mengandung gizi
harus dimasak:

1. a. Monosakarida
b. Disakarida
c. Gula alkohol
d. Oli gosakarida
2. a. Polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan
monosakarida
b. serat yang di namakna juga polisakarida non pati

1. Sebelum membeli bahan pangan, terutama kita harus


memperhatikan kemasan, Exspayer, dan kebersihannya
2. Hal yang penting kita perhatikan sebelum memasak
bahan pangan kita adalah, pertama kita harus
memilih yang segar, kemudian di cuci terlebih dahulu
sebelum dimasak.

1. Cara menjaga makanan yang kita masak agar tetap


terjaga kandungan gizinya, maka kita harus
memasaknya jangan terlalu lama dipanaskan dan suhu
panas pun harus diseimbangi dengan masakan yang kta
masak
2. Apabila makanan itu berupa gizi hewani seperti daging
maka kita harus memasaknya terlebih dahulu dengan
matang , tetapi apa bila makanan yang bergizi tersebut
berupa nabati seperti sayuran, maka kita cukup

memanaskan nya di air yang mendidih dan


disesuaikan.

VII.BAHAN AJAR

Nama Dosen :Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd


Mata Kuliah : Ilmu Gizi Olah Raga
Prodi
:Pendidikan Kepelatihan Olah Raga

Semester:III
SKS
:4
Tahun
:2015/2016

A. 5 Makanan Peningkat Hemoglobin

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari
paru-paru ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu, hemoglobin juga memainkan peran penting dalam mempertahankan bentuk sel darah merah.
Seperti diketahui, penurunan jumlah sel darah merah adalah masalah serius yang dapat menjadi tanda anemia, infeksi, atau bahkan pendarahan.
Mengingat fungsi dan tugas hemoglobin sangat vital, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hemoglobin tetap sehat.
Caranya cukup mudah dan sederhana, yakni dengan mengonsumsi beberapa makanan berikut ini, seperti yang dipaparkan dalam laman dibawah:
1. Daging merah: Meski belakangan ini daging merah kerap mendapat reputasi buruk. Tetapi makanan kaya zat besi ini dapat membantu
meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah Anda. Daging merah tinggi akan zat besi heme, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Tapi
ingat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu perkembangan penyakit jantung. Diet seimbang adalah kuncinya.
2. Sayuran : Beetroot, bayam, kacang polong, kubis, lobak, kentang dan kembang kol adalah sayuran sekaligus obat alami untuk meningkatkan
jumlah darah, ia memiliki kemampuan untuk regenerasi zat besi dan mengaktifkan sel-sel darah merah, memasok oksigen segar ke darah.
3. Buah-buahan : Buah-buahan seperti kismis, plum, buah ara kering, aprikot, apel, anggur dan semangka tidak hanya membantu sel-sel darah
merah mengalir tetapi juga meningkatkan jumlah darah. Bahkan, aneka produk buah jeruk juga dipercaya mampu untuk memikat zat besi.
4. Kacang: Hampir semua kacang memiliki kandungan zat besi di dalamnya, meski ada beberapa jenis kacang yang tidak memilikinya. Dari
semua jenis kacang yang ada, kacang almond merupakan jenis yang memiliki kandungan zat besi paling tinggi. Satu ons almond setiap hari
menyediakan sedikitnya 6 persen dari kebutuhan zat besi.
5. Roti, Pasta, Sereal: Periksalah label pada kemasan roti gandum, pasta, dan sereal yang Anda beli. Setiap paket harus mengandung 20 persen
atau lebih dari nilai harian asupan zat besi. Gandum menawarkan banyak manfaat kesehatan yang setiap orang harus mencoba memasukkannya
ke dalam diet sehari-hari, karena kandungan zat besi yang tinggi di dalamnya.

B. KEDELAI, MAKANAN MENGANDUNG BANYAK PROTEIN

Makanan merupakan salah satu sumber energi bagi setiap manusia, karena dengan mengkonsumsi makanan maka kita bias melaksanakan
aktifitas sehari-hari. Agar kita memperoleh sajian makanan yang bergizi kita juga membutuhkan kecukupan dalam memasak. Karena dengan hal
itu, kita dapat mengetahui makanan apa saja yang harus disaji dan bagaimana cara menyediakan dan menyajikannya secara seimbang dan benar.
Ini dapat dicapai oleh kita yang cerdas dan tau gizi.
Lalu mengapa kita memerlukan asupan makanan untuk tubuh kita? Karena sebagian kecil makanan mempunyai tugas untuk menguatkan tubuh
dan menyediakan kestabilan dengan perantaraan tulang, persendian dan otot kita. Semua itu kita bergantung pada apa yang kita makan dan itu
akan menentukan kesehatan atau penyakit pada tubuh kita masing-masing .
Salah satu zat makanan yang dibutuhkan untuk membangun tubuh yang kuat dan sehat adalah protein. Protein diperlukan terus-menerus untuk
perbaikan jaringan yang rusak. Protein penting untuk pembentukan tulang dan otot yang kuat pada anak-anak yang sedang tumbuh dan
diperlukan juga seumur hidup.
Kita tidak pernah akan hidup sehat kecuali kita mendapat cukup protein. Semua protein di dalam tubuh terus menerus diubah dan digunakan, hal
ini berarti bahwa protein tersebut harus selalu diganti dengan yang baru. Maka dari itu kita harus mempunyai cukup persediaan protein di dalam
makanan pada setiap waktu.
Sumber Protein Yang Baik
Sumber protein terdapat di segala macam makanan, tetapi ada juga makanan yang lebih banyak mengandung protein dari yang lainnya.
Makanan yang paling banyak mengandung protein diataranya susu, telur, keju, daging, ikan, biji-bijian yang masih berkulit ari, kacang tanah
dan kacang kedelai.

Berbicara mengenai kedelai, pada hakekatnya, kedelai itu mengandung protein dua kali lebih banyak dari daging dan empat kali lebih banyak
dari pada telur. Kedelai juga mengandung minyak tumbuh-tumbuhan yang tinggi mutunya dan tidak mengandung kolesterol. Bagi penderita
diabetes, kedelai aman dikonsumsi karena sedikit mengandung hidrat arang. Selain itu kedelai juga menghasilkan minyak yang mengandung
lecithin. Lecithin ini sangat bermanfaat dalam pengendalian kadar kolesterol di dalam tubuh.
Para ahli ilmu gizi modern dan ahli kimia makanan sibuk menyelidiki cara-cara baru untuk pemakaian makanan protein yang penting ini.
Karena kedelai dapat mengatasi persoalan untuk memberi makanan kepada dunia yang berkelebihan penduduk. Kita patut bersyukur karena
kedelai adalah salah satu makanan terbaik manusia yang banyak di indonesia.

C.Tempe, Makanan Populer dan Bergizi Tinggi


Tempe merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia, sudah banyak yang tahu. Tetapi bahwa makanan itu sudah ada sejak
zaman dulu barangkali baru sedikit orang yang menyadarinya. Di balik kenyataan itu, nyatalah bahwa budaya berolah pangan dari nenek moyang
kita telah relatif tinggi. Tempe adalah salah satu produk fermentasi. Bahan bakunya umumnya kedelai. Namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan
baku lainnya, seperti ampas kacang untuk membuat tempe bungkil, ampas kelapa untuk membuat tempe bongkrek, ampas tahu untuk membuat
tempe gembus, dan biji benguk untuk membuat tempe benguk. Namun di antara semua jenis bahan itu, tempe kedelailah yang paling digemari
konsumen. Dari segi gizi tempe kedelai yang paling Fermentasi, pada tempe dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang disebabkan oleh
aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam proses fermentasi tersebut adalah Rhizopus oligosporus. Beberapa sifat penting
dari Rhizopus oligosporus antara lain meliputi: aktivitas enzimatiknya, kemampuan menghasilkan antibiotika, biosintesa vitamin-vitamin B,
kebutuhannya akan senyawa sumber karbon dan nitrogen, perkecambahan spora, dan penertisi miselia jamur tempe ke dalam jaringan biji kedelai.
Secara kuntitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi kedelai (lihat tabel). Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi
karena tempe mempunyai nilai cerna yang lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air akan meningkat akibat aktivitas enzim
proteolitik.
Studi tentang nilai gizi tempe dengan menggunakan sukarelawan telah banyak dilakukan, misalnya dengan memperkenalkan makanan campuran
tempe, beras dan ketela untuk meningkatkan status gizi anak-anak balita yang menderita malnutrisi. Selain itu makanan campuran yang mengandung

tempe memiliki potensi sebagai terapi medis bagi penderita diare kronis.

Kandungan Zat Gizi Kedelai dan Tempe


Satuan Komposisi zat gizi 100 gram berat yang dimakan (bdd).
Kedelai Tempe
Energi (kal) 381 201
Protein (gram) 40,4 20,8
Lemak (gram) 16,7 8,8
Hidrat arang (gram) 24,9 13,5
Serat (gram) 3,2 1,4
Abu (gram) 5,5 1,6
Kalsium (mg) 222 155
Fosfor (mg) 682 326
Besi (mg) 10 4
Karotin (mkg) 31 34
Vitamin A (SI) 0 0
Vitamin B1 (mg) 0,52 0,19
Vitamin C (mg) 0 0
Air (gram) 12,7 55,3

Bdd (berat yang dapat dimakan) 100 (%)


Melihat manfaat yang cukup besar dalam menunjang kesehatan, nampaknya kita perlu menghadirkan tempe dalam menu kita sehari-hari, selain
kandungan gizinya baik (protein nabatinya tinggi).
Sumber: Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia Depkes RI Dir. Bin.Gizi Masyarakat dan Puslitbang Gizi & Prinsip Dasar Ilmu Gizi: Sunita
Almatsier.

Nama Dosen :Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd


Mata Kuliah : Ilmu Gizi Olah Raga
Prodi
:Pendidikan Kepelatihan Olah Raga

Semester:III
SKS
:4
Tahun
:2015/2016

KEBUTUHAN GIZI ATLET


A. Kebutuhan Protein Optimal bagi Atlet
Gizi yang cukup yang dapat menjamin kesehatan optimal dibutuhkan oleh seorang atlet untuk berprestasi tinggi. Tetapi banyak para atlet yang
berbakat tidak mengerti hubungan yang langsung antara gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurans, fitnes, dan pencegahan terhadap
kecelakaan berlatih. Tulisan di bawah ini akan membahas salah satu zat gizi, yaitu protein dalam hubungannya dengan praktek makan atlet,

pertumbuhan dan kekuatan, serta performa atlet, dengan harapan bahwa atlet, pelatih, manajer, ahli gizi, dan orang-orang yang memberikan
pelayanan kepada atlet, memahami serta dapat mempraktekkannya dalam tugas nyata sehari-hari.
Zat Protein
Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. Protein yang berasal dari hewani seperti daging,
ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan,
tempe, dan tahu disebut protein nabati. Dahulu, protein hewani dianggap berkualitas lebih tinggi daripada protein nabati, karena mengandung
asam-asam amino yang lebih komplit.
Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapat setinggi kulaitas protein hewani, asalkan makanan
sehari-hari beraneka ragam. Dengan susunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, maka kekurangan asam
amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihan asam-asam amino dari bahan makanan lainnya. Jadi dengan hidangan : ada
nasi atau penggantinya, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan, apalagi bila ditambah susu, maka susunan hidangan adalah sehat. Bukan
saja jumlah atau kualitas zat-zat gizi yang kita butuhkan tercukupi, tetapi juga kualitas zat-zat gizi yang kita konsumsi bermutu tinggi.
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukan sel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap
penyakit, enzim dan hormon, dan sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yang kemudian dibentuk
protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak
mencukupi seperti pada waktu berdiit ketat atau pada waktu latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15% dari total kalori yang dikonsumsi
berasal dari protein.
B. Apakah Atlet Harus Makan Banyak Protein?

Secara tradisional, atlet diharuskan makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan bahan makanan sumber protein lainnya, karena menurut
teori, protein akan membentuk otot yang dibutuhkan atlet.
Hasil penelitian mutakhir membuktikan bahwa bukan ekstra protein yang membentuk otot, melainkan latihan. Latihan yang intensif yang
membentuk otot. Untuk membangun dan memperkuat otot, anda harus memasukkan latihan resistan seperti angkat besi di dalam program
latihan.
Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total
energi. Kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya seorang atlet binaragawan dan pelari marathon dapat mengkonsumsi makanan dari hidangan
yang sama. Seorang binaragawan cenderung berotot lebih besar dari pelari, karena itu ia membutuhkan lebih banyak energi.
Besarnya jumlah protein yang dikonsumsi, dapat dilihat dari perhitungan di bawah ini.

Seorang pelari yang beratnya 70 kg membutuhkan 2.600 kcal. Sebanyak 15% dari 2.600 kcal ini berasal dari protein yaitu 390 kcal atau
antara 74 g protein.

Seorang binaragawan yang beratnya 95 kg membutuhkan 3.600 kcal. Sebanyak 15% dari 3.600 kcal yaitu 540 kcal berasal dari protein
atau setara dengan 108 g protein.

Jadi seorang atlet pelari marathon membutuhkan 74 g protein, dan seorang binaragawan membutuhkan 108 g protein dari hidangan makanan
yang sama.
Tidak jarang nasihat makanan yang diberikan membingungkan atlet. Seorang atlet angkat besi diharapkan makan daging, steak, telur, ayam lebih
banyak untuk pembentukan otot, dan dianjurkan minum minuman yang mengandung protein. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Seorang atlet

angkat besi membutuhkan karbohidrat lebih banyak. Karena karbohidrat dibutuhkan untuk cadangan energi di dalam otot. Anda tidak akan dapat
mengangkat beban yang berat kalau jumlah karbohidrat yang tersedia di dalam otot sudah menipis. Makanan yang mengandalkan protein tidak
menyediakan bahan bakar untuk otot, sehingga prestasi yang dicapai akan optimal.
Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihan untuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan
otot yang aus, produksi hormon, dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atlet mengkonsumsi makanan yang
mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkan dobel dari kebutuhannya; kelebihan protein yang dikonsumsi ini disimpan dalam
bentuk lemak badan.
C. Kebutuhan Protein
Kebutuhan akan protein bervariasi antar atlet. Menurut Angka Kecukupan Konsumsi Zat-zat Gizi, seseorang membutuhkan 1 g protein per kg
berat badan, tetapi ada atlet yang membutuhkan lebih banyak, misalnya seorang pelari yang sedang berlatih intensif, atau seseorang yang sedang
berdiit yang mengkonsumsi rendah kalori, atau seorang pemula yang baru mulai berlatih. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein:

Atlet berlatih ringan : 1,0 gram protein/kg berat badan

Atlet yang rutin berlatih : 1,2 gram protein/kg berat badan

Atlet remaja (sedang tumbuh) : 1,5 gram protein/kg berat badan

Atlet yang memerlukan otot : 1,5 gram protein/kg berat badan

Untuk menghitung berapa banyak protein yang dibutuhkan sangat mudah. Mula-mula, anda mengidentifikasi diri termasuk golongan atlet yang
mana, misalnya termasuk atlet yang secara rutin berlatih. Umur anda 25 tahun, dan berat badan 70 kg. Maka anda setiap hari sesungguhnya
membutuhkan sebanyak 70 x 1,2 g protein = 84 g protein.
Kemudian anda membuat lis makanan dan minuman selama 24 jam, misalnya mulai anda bangun pagi hari sampai pagi hari berikutnya dicatat
jenis, komposisi, dan banyaknya makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan mempergunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan
(DKBM) anda akan mengetahui jumlah protein yang dikonsumsi dalam sehari. Kemudian dibandingkan dengan anjuran, apakah kurang atau
lebih banyak dari yang direkomendasikan.
D. Masalah Terlalu Banyak Protein
Setiap orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih sering kencing karena protein di dalam badan dicerna menjadi urea, suatu
senyawa dalam bentuk sisa yang harus dibuang melalui urine. Terlalu sering ke toilet akan kurang menyenangkan karena mengganggu latihan,
apalagi kalau sedang dalam kompetisi. Terlalu banyak atau sering kencing merupakan pula beban berat ginjal dan meningkatkan resiko terhadap
dehidrasi atau kekurangan cairan buat atlet.
Bahan makanan berprotein tinggi, misalnya daging, ayam, ikan, dan lain-lain harganya relatif mahal. Kalau bahan pangan ini dikurangi, dan
anda makan lebih banyak sereal, sayur dan buah, berarti akan ada penghematan, karena harga bahan-bahan pangan yang disebut terakhir ini lebih
murah.
Selain itu, bahan makanan tinggi protein biasanya mengandung pula tinggi lemak. Untuk kesehatan jantung, pencegahan kegemukan, dan
peningkatan performa, anda sebaiknya tidak makan banyak lemak, terutama lemak hewani yang seringkali terdapat banyak dalam bahan
makanan berprotein tinggi.

E. Suplemen Protein
Advertensi sering memberikan harapan yang muluk-muluk, tetapi anda lebih baik tidak mempercayainya atau paling sedikit, lebih bijaksana
menginter-pretasikannya. Menurut advertensi, protein powder atau asam-asam amino powder seperti arginine, ornithine, dan asam-asam amino
bebas adalah essensial untuk pembentukan otot. Anda menurut advertensi tersebut direkomendasikan makan suplemen ini kalau menginginkan
pembentukan otot yang optimal.
Jika anda menginginkan otot yang lebih besar dan lebih kuat, maka anda akan mendapat keuntungan yang lebih banyak daripada mengkonsumsi
suplemen, bila anda memahami keterangan berikut:
1. Latihan, bukan protein yang berperanan membuat otot lebih besar dan kuat.
2. Jika anda mengkonsumsi cukup kalori dari karbohidrat, maka kelebihan protein yang dikonsumsi akan dikonversi atau disimpan dalam
bentuk lemak badan. Badan anda akan bertambah gemuk, dan prestasi optimal tidak akan tercapai.
3. Jumlah uang yang anda belanjakan untuk suplemen jauh lebih banyak, dobel atau tripel dari jumlah uang yang dibelanjakan untuk
makanan untuk mendapatkan jumlah zat-zat gizi yang sama.
Kesimpulan
1. Kualitas protein nabati dapat setinggi kualitas protein hewani, asalkan menu makanan anda beragam.
2. Latihan, bukan ekstra protein yang membentuk dan membuat kuat otot. Oleh sebab itu, hidangan makanan untuk atlet dari berbagai
cabang olah raga tidak perlu dibedakan.

3. Untuk menjamin prestasi optimal, kebutuhan akan protein perlu terpenuhi, tetapi tidak berlebihan. Kalau berlebihan akan beresiko
terhadap dehidrasi, beban ginjal, dan penyakit jantung koroner.
4. Anda lebih baik untuk tidak mempercayai advertensi mengenai suplemen yang berkhasiat muluk-muluk, atau paling sedikit anda harus
menginter-pretasikannya dengan lebih bijaksana. Anda tidak perlu suplemen protein atau asam-asam amino, jika makanan anda cukup
bergizi dan sehat.
Sumber Dari: Dr. M.A. Husaini
Puslitbang Gizi Departemen Kesehatan

Nama Dosen : Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd


Mata Kuliah : Ilmu Gizi Olah Raga
Prodi
: Pendidikan Kepelatihan Olahraga

A. Definisi Ilmu Gizi Olahraga

Semester
SKS
Tahun

: III
:4
: 2015/2016

Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah Karbohidrat, Lemak, dan Protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang
diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan / aktivitas. Ketiga zat gizi termasuk termasuk ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat
dibakar. Ketiga zat gizi terdapat dalam jumlah paling banyak dalam bahan pangan. Dalam fungsi sebagai zat pemberi energi, ketiga zat gizi
tersebut dinamakan zat gizi pembakar. Gizi olahraga merupakan bagian dari latihan (exercise). Gizi merupakan komponen penting dalam
program latihan olahraga karena untuk suber energi/tenaga. Gizi olahraga adalah studi multidisiplin yang menggabungkan fisiologi latihan fisik,
biokimia, fisiologi terapan, dan biologi molekuler. Pengaturan gizi olahraga bertujuan untuk memperoleh penampilan olahraga dan latihan yang
baik. Gizi adalah ilmu tentang makanan dan hubungannya dengan kesehatan dan aktivitas fisik. Olahragawan harus mempunyai gizi yang sesuai
untuk memperoleh kesehatan optimum dan kemampuan fisik sehingga memungkinkan mereka untuk bertahan dalam latihan fisik yang keras dan
mampu mempertahankan penampilan yang baik selama pertandingan. Pengertian dari gizi yang tepat adalah mengkonsumsi makanan dan cairan
dalam jumlah memadai untuk menyediakan :
1. Bahan bakar (karbohidrat dan lemak) yang cukup sebagai sumber tenaga
2. Protein yang cukup untuk membangun, mempertahankan dan memperbaiki semua jaringan tubuh
3. Zat pengatur (vitamin dan mineral) yang cukup yang membantu proses metabolisme
4. Air atau cairan merupakan bagian utama tubuh. Tubuh dapat bertahan selama berminggu-minggu tanpa makanan, tapi tubuh hannya
dapat bertahan beberapa hari tanpa air.
B. Pengaruh Olahraga Pada Kondisi Tubuh
a. Pada sistem peredaran darah
Olahraga akan meningkatkan pemakaian pembuluh darah kapiler. Dampak dari keadaan ini akan menyebabkan bertambahnya darah ke dalam
jaringan yang sedang aktif, dan pada otot akan mempertahankan daya tahannya (endurance). Denyut jantung istirahat akan berkurang pada

olahragawan. Keadaan ini memberi petunjuk adanya peningkatan isi katup jantung dengan konsekuensi logis bertambahnya waktu istirahat bagi
otot jantung. Peningkatan volume darah dan jumlah sel darah merah berbanding lurus dengan pertambahan kapasitas darah dalam membawa
oksigen. Keadaan ini menguntungkan bagi peningkatan kemampuan kerja jaringan. Selain itu, metabolisme asam laktat akan lebih baik sehingga
memperlambat timbulnya rasa lelah.
b. Pada sistem otot
Daya tahan otot pada orang yang melakukan olahraga akan bertambah, karena terjadi perbaikan dalam sistem transportasi dari dan ke otot.
Suplai makanan dan oksigen dengan sendirinya menjadi bertambah baik, pembuangan CO 2 dan asam laktat jaringan yang sedang aktif menjadi
lebih lancar. Tebal serabut otot juga bertambah karena cadangan energi dalam bentuk adenosine triphosphate (ATP), fosfokreatin, dan glikogen
bertambah.
c. Pada sistem pernapasan
Karena latihan-latihan olahraga, ventilasi pulmonal berkurang, sehingga orang tidak mudah terengah-engah dan kerja paru-paru menjadi lebih
efisien.
d. Pada saat beraktifitas
Sumber energi utama selama latihan fisik yang dilakukan dalam jangka waktu yang pendek, berasal dari karbohidrat (glikogen) dengan RQ
hampir satu. Makin lama latihan dilakukan dan secara berangsur-angsur, maka akan semakin banyak lemak terpakai sebagai sumber energi.
Pemakaian karbohidrat dan lemak bersama-sama dalam proporsi tertentu akan menurunkan RQ campuran dengan oksigen yang lebih banyak
. C. Kebutuhan Zat-zat Gizi
Kesehatan tubuh yang optimal adalah hasil interaksi kecukupan berbagai zat gizi dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi
kesehatan seseorang. Di lain pihak, kecukupan zat gizi ini ditentukan oleh banyak hal, dimana kegiatan fisik (temasuk olahraga di dalamnya)
merupakan salah satu diantaranya. Bergantung pada jenis olahraga, kebutuhan energi dapat berkisar antara 2500-4500 kalori dengan proporsi
karbohidrat: 55-67%, lemak: 20-30%, dan protein: 13-15%. Protein tidak dipakai sebagai sumber enregi dalam olahraga. Zat ini lebih berfungsi

sebagai pengatur cairan tubuh dan untuk mempertahankan kondisi jaringan yang dipakai. Kebutuhan tubuh akan protein harus diperhitungkan
dengan kebutuhan energi total. Pertimbangannya bila di dalam diet proporsi protein berlebihan, maka protein akan diubah menjadi lemak atau
dibakar menjadi energi. Diet seperti ini tidak ekonomis, kebutuhan protein dipengaruhi pula oleh mutu hayati menu yang dihidangkan. Pada
umumnya, mutu hayati protein nabati lebih rendah dari pada protein hewani. Mutu protein hewani yang rendah meningkat dalam diet campuran
dengan perbandingan protein nabati/hewani.
Olahraga meningkatkan kegiatan metabolisme zat-zat gizi yang diikuti dengan meningginya kebutuhan zat-zat gizi oleh tubuh termasuk
vitamin. Bila susunan makanan seimbang dalam jenis dan jumlah, kebutuhan ini akan terpenuhi. Penambahan vitamin dosis tinggi, terutama
vitamin yang larut dalam air tidak terbukti lebih baik, dan menjadi tidak ekonomis karena kelebihan akan dibuang bersama urine.
D. Zat Gizi dan Fungsinya
Seorang olahragawan memerlukan makanan sehari-hari yang cukup yang mengandung zat-zat gizi yang memadai. Zat-zat gizi tersebut
adalah: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Di samping kelima jenis zat tersebut, ada dua zat gizi lain yang sering dimasukkan ke
dalam kelompok tersebut karena mutlak diperlukan tubuh yaitu air dan oksigen. Karbohidrat dan lemak di dalam tubuh akan dioksidasikan guna
menghasilkan energi. Protein dapat diubah menjadi energi apabila di dalam tubuh tidak tersedia lagi karbohidrat dan lemak yang dapat
dioksidasi menjadi energi pada keadaan darurat.

Zat-zat gizi tersebut diperlukan dalam proses fungsi normal tubuh yaitu:
a.Energi tubuh b.Pertumbuhan, c.Perbaikan jaringan tubuh yang rusak, d.Reproduksi,
E. Keseimbangan Elektrolit/Cairan

e.Kerja dan f.Specific bahan makanan itu sendiri.

Keringat manusia mengandung elektrolit natrium, klorida, dan kalium dalam jumlah yang relatif besar. Bila seorang olahragawan
melakukan kegiatan olahraga yang berat dalam udara panas, dia akan kehilangan banyak keringat yang berarti akan kehilangan elektrolit. Kalau
dibiarkan agak lama tanpa penggantian cairan dan elektrolit yang hilang, terutama kalium, maka dapat terjadi suatu kecelakaan akibat panas.
Selain itu kekurangan kalsium akan menyebabkan kelemahan otot dan pada tingkat yang lebih jauh menyebabkan penyakit yang disebut.
Pengetahuan mengenai keseimbangan elektrolit dalam olahraga sebaiknya diterapkan dalam praktek menurunkan berat badan olahragawan
dengan cara yang lebih ilmiah, sebagai pengganti cara penurunan berat badan dengan pengeluaran yang berlebihan dan pemakaian diuretika.
Penelaahan keseimbangan elektrolit bagi olahragawan Indonesia yang berolahraga di iklim tropik pada berbagai jenis olahraga perlu dilakukan
untuk mendapatkan susunan makanan dan minuman yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
Kesimpulan, Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal
tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik tubuh akan mengalami zat-zat gizi esensial tertentu. Zat gizi esensial adalah zat gizi
yang harus didatangkan dari makanan.
F. Akibat Gizi Kurang Pada Proses Tubuh
Akibat gizi kurang pada proses tubuh bergantung pada zat-zat gizi yang kurang.Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas
dan kualitas) menyebabkan pada proses-proses:
1.Pertumbuhan
Anak-anak tidak tumbuh menurut potensialnya apabila kekurangan zat gizi. Protein digunakan sebagai zat pembakar, sehingga otot-otot menjadi
lembek dan rambut mudah rontok.
2.Produksi Tenaga
Kekurangan energi berasal dari makanan, menyebabkan seorang kekurangan tenaga untuk bergerak, bekerja, dan melakukan aktivitas. Orang
menjadi malas, merasa lemah, dan produktivitas menuru.

3.Pertahanan Tubuh
Daya tahan terhadap tekanan atau stres menurun. Sistem imunitas dan antibodi berkurang, sehingga orang mudah terserang infeksi seperti pilek,
batuk, dan diare. Pada anak-anak hal ini dapat membawa kematian.
4.Struktur dan Fungsi Otak
Kurang gizi pada usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental, dengan demikian kemampuan berpikir. Otak mencapai bentuk
maksimal pada usia dua tahun. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen.
5.Perilaku
Baik anak-anak maupun orang dewasa yang kurang gizi menunjukkan perilaku tidak tenang. Mereka mudah tersinggung, cengeng dan apatis.
Kesimpulan dari keterangan diatas tampak, bahwa gizi yang baik merupakan modal bagi pengembangan sumberdaya manusia.
Menanggapi masalah gizi dalam aktivitas olahraga baik aktivitas olahraga Erobik maupun aktivitas olahraga Anaerobik makasangat jelas bahwa
status gizi juga sangat penting untuk pencapaian prestasi dalam olahraga maupun kebugaran jasmani. Atlet yang pintar mengatur menu makanan
yang bergizi jauh lebih berprestasi ketimbang dengan atlet yang tidak menjaga nutrisi/keseimbangan gizi dengan aktivitas yang dilakukan seharihari. Maka perlu kita sadari bahwa tubuh manusia sangat membutuhkan asupan-asupan gizi yang seimbang dengan aktivitas yang dilakukannya.
Setiap melakukan aktivitas, tubuh banyak mengeluarkan energi, dan energi itu dicapai dari hasil pembakaran lemak, protein dan karbohidrat /
makanan yang telah kita makan. Maka oleh sebab itu, gizi yang kita asumsi sebagai makanan sangat harus disesuaikan dengan aktivitas yang
kita lakukan sehari-hari. Apa bila kepada seorang atlet asupan gizi juga harus diperhatikan pada musim latihan dan musim pertandingan, karena
menu makanan yang harus dimakan pada atlet yang akan mengikuti pertandingan harus jauh lebih tinggi nutrisi dan gizinya, dibandingkan
sewaktu melakukan aktivitas latihan. Dengan catatan juga harus diseimbangi dengan kebutuhan tubuh atlet.

Zat-zat Gizi Esensial Yang di Butuhkan Oleh Tubuh


Karbohidrat

Mineral

Vitamin

Glukosa
Serat
Lemak/lipida
Asam linoleat (Omega6)
Asam linoleat (Omega3)
Protein
Asam-asam Amino
Leusin
Isoleusin
Triptofan
Metionin
Fenilalanin
Treonin
Valin
Histidin
Nitrogen Nonesensial

Kalsium
Fosfor
Natrium
Kalium
Sulfur
Klor
Magnesium
Zat Besi
Selenium
Seng
Mangan
Tembaga
Kobalt
Iodium
Krom
Flour
Timah
Nikel
Silikon,arsen,boron
Vanadium, molibden
Sumber : (Prinsip Dasar Ilmu Gizi / Sunita Almatsier ; 2009)

A (retinol)
D (Kolekalsiferol)
E (Tokoferol)
K (Menadion)
Tiamin
Riboflafin
Niasin
Biotin
Folasin/folat
Vitamin B6 (piridoksin)
Vitamin B12 (kobalamin)
Asam Pantetonat
Vitamin C (asam askorbat)
Air

Nama Dosen :Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd

Semester

:III

Mata Kuliah : Ilmu Gizi Olahraga

SKS

:4

Prodi

Tahun

:2015/2016

:Pendidikan Kepelatihan Olahraga

ILMU GIZI OLAHRAGI

A. PENGERTIAN GIZI
Zat gizi (Nutrients): ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya(menghasilkan energi, membangun dan memelihara
jaringan, serta mengatur proses- proses kehidupan).
Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan
kesehatan.
Gizi Dalam Olahraga :
Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan makanan dan minuman terhadap kesehatan tubuh manusia agar tidak mengalami
penyakit gangguan gizi, dimana gangguan gizi sendiri adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya zat-zat vitamin, protein, mineral
tertentu sehingga mengakibatkan tubuh kita mengalami gangguan gizi. Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala
sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh. Sayangnya makanan sekarang bisa dibilang hampir sedikit
sekali gizi yang dikandungnya. Contohnya: banyak sekali penggunaan bahan kimia seperti pestisida pada sayur - sayuran biarpun proses
penanamannya organik tapi tidak luput dari yang namanya pestisida, sedangkan untuk buah - buahan sekarang serba import, buah yang diimport
membutuhkan kurang lebih 1 bulan dalam proses distribusinya itu menyebabkan kandungan gizi dalam buah - buahan juga berkurang.
ilmu yang mempelajari hubungan antara pengelolaan makanan dengan kinerja fisik yang bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, pertumbuhan

anak serta pembinaan prestasi olahraga. Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan
dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan
penyakit kurang gizi dan menentukan standar kebutuhan dasar nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal
di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA). Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi
molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu
penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan
oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA),
terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. Level optimal ini dapat dicapai bila
jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. Dalam penanganan penyakit, penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat
membantu efektifitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Karena itu, nutrisi / gizi sangat
erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.
B. TUJUAN
Tujuan mempelajari ilmu gizi olahraga adalah memahami hubungan nutrisi, gaya hidup sehat dan kinerja fisik baik untuk mencapai prestasi
olahraga, maupun kebugaran jasmani.

C. MACAM-MACAM ZAT GIZI


Karbohidrat
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani, skcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa
organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar
(misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa

pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila
dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah
karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak
terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung
nitrogen, fosforus, atau sulfur.
Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa,
dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat
pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida
(rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
Peran dalam biosfer
Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di bumi, baik secara langsung atau tidak langsung. Organisme seperti
tumbuhan hijau, bakteri, dan alga fotosintetik memanfaatkan hasil fotosintesis secara langsung. Sementara itu, hampir semua organisme ,
termasuk manusia, benar-benar bergantung pada organisme untuk mendapatkan makanan. Pada proses fotosintesis, karbon dioksida diubah
menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk mensintesis materi organik lainnya. Karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesis
ialah gula berkarbon tiga yang dinamai gliseraldehida 3-fosfat. Menurut rozison (2009) Senyawa ini merupakan bahan dasar senyawa-senyawa
lain yang digunakan langsung oleh organisme autotrof, misalnya glukosa, selulosa, dan amilum.
Peran sebagai bahan bakar dan nutrisi
Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung banyak karbohidrat,

karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama
sel. Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap
glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi seluler untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain
itu, kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk asam amino
dan asam lemak.
Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori. Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk
Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 7080%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian
atau serealia (gandum dan beras), umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan gula. Namun demikian, daya cerna tubuh manusia terhadap
karbohidrat bermacam-macam bergantung pada sumbernya, yaitu bervariasi antara 90%98%. Serat menurunkan daya cerna karbohidrat
menjadi 85%. Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui saluran pencernaan
dan keluar bersama feses. Serat-serat selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu
makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Contoh
makanan

yang

sangat

kaya

akan

serat

selulosa

ialah

buah-buahan

segar,

sayur-sayuran,

dan

biji-bijian.

Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam
proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
Peran sebagai cadangan energi
Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai makanan simpanan atau cadangan, yang nantinya akan dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi
sel ketika diperlukan. Pati merupakan suatu polisakarida simpanan pada tumbuhan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di
dalam organel plastid, termasuk kloroplas. Dengan mensintesis pati, tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa. Glukosa merupakan bahan
bakar sel yang utama, sehingga pati merupakan energi cadangan.
Sementara itu, hewan menyimpan polisakarida yang disebut glikogen. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama dalam sel

hati dan otot. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. Namun demikian, glikogen tidak
dapat diandalkan sebagai sumber energi untuk jangka waktu lama. Glikogen simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali
kalau dipulihkan kembali dengan mengonsumsi makanan.
Peran sebagai materi pembangun
Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural.. Kitin murni mirip seperti kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi
kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan pada dinding sel berbagai jenis fungi. Sementara itu, dinding sel bakteri terbuat dari struktur gabungan
karbohidrat polisakarida dengan peptida, disebut peptidoglikan. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori membungkus sel yang
memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan sitoplasma di dalam sel. Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan
molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipid. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri
atas karbohidrat dan protein, namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat, sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein.
Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel pada jaringan, tulang rawan, dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot. Sementara
itu, glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan. Karbohidrat pada glikoprotein
umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai penanda sel. Misalnya, empat golongan darah manusia pada sistem ABO (A, B, AB,
dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah.
Fungsi Karbohidrat
Sumber Energi
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Karbohidrat merupakan suber utama energi bagi penduduk diseluruh dunia,
karena banyak didapat di alam dan drat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera, sebagian
disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi

didalam jaringan lemak. Seseorang yang memakan karbohidrat secara berlebihan akan menjadi gemuk. Sistem saraf sentral dan otak sama sekali
tergantung pada glukosa untuk keperluan energinya.

Makanan Yang Mengandung Karbohidrat dan Nilai Karbohidrat (KH)-(gram/100gram)


Bahan Makanan
Gula Pasir

Nilai KH
Bahan Makan
94,0
Kacang Merah

Nilai KH
59,9

Bahan Makanan
Tomat Masak

Nilai KH
4,2

Gula Kelapa

76,0

Kacang Kedelai

34,8

Hati Sapi

6,0

Jelli/Jam

64,5

Kacang Tanah

23,6

Telur Bebek

0,8

Pati(maizena)

87,6

Tempe

12,7

Teler Ayam

0,7

Bihun

82,0

Tahu

1,6

Susu sapi

4,3

Makaroni

78,7

Pisang Ambon

25,8

Susu Kental Manis

55,0

Beras

78,3

Apel

14,9

Ubi Jalar Merah

27,9

Jagung,pipil

73,7

Mangga manis

11,9

Kentang

19,2

Kerupuk udang

68,2

Pepaya

12,2

Kacang Ijo

62,9

Mie Kering

50,0

Daun Singkong

13,0

Bayam

6,5

Roti Putih

50,0

Wortel

9,3

Kangkung

5,4

Ketela

Pohon 34,7

(Singkong)

Nama Dosen : Fakhrur Rizal, S.Pd, M.Pd


Mata Kuliah : Ilmu Gizi Olah Raga
Prodi
: Pendidikan Kepelatihan Olah Raga

Semester
SKS
Tahun

: III
:4
: 2015/2016

Protein dan Lemak


A.Protein
Masa pertumbuhan paling penting adalah masa awal kelahiran bayi. Satu-satunya sumber gizi saat itu adalah air susu ibu (ASI). Protein yang
terkandung dalam ASI sekitar 5%. Jadi kenyataannya kebutuhan protein manusia di saat pertumbuhan yang terpenting dapat dipenuhi oleh
masukan kalori protein sebanyak 5%. Sementara itu banyak perusahaan-perusahaan multinasional yang berlomba-lomba menjual makanan
berprotein tinggi seperti daging, ikan, telur, dan susu. Daging, telur, dan ikan merupakan jenis sumber protein yang ber-Protein Hewani (PH)
asam. Karena darah perlu dipertahankan dalam PH normal, maka masukan makanan bersifat asam akan dinetralkan oleh mineral basa. Mineral

ini adalah kalsium yang akan diambil dari tulang. Jadi konsumsi protein hewani, apalagi dalam jumlah besar akan diikuti dengan pengurasan
kalsium pada tulang yang mengakibatkan pengeroposan tulang.
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung
karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk
hidup

dan

virus.

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya
protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam
bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan
sebagai

sumber

asam

amino

bagi

organisme

yang

tidak

mampu

membentuk

asam

amino

tersebut

(heterotrof).

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk
hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jns Jakob
Berzelius pada tahun 1838.
Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai
cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik.
Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh.
B.Struktur Protein
Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan
menggunakan koordinat dari Bank Data Protein. Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu),
sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat): struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun
protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan
deret asam amino pada protein, dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi fragmen

peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. Urutan asam amino menentukan fungsi protein,
pada tahun 1957, Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi protein, dan lebih lanjut memicu mutasi
genetik. struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh
ikatan hidrogen.
C.Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan
tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada
perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
Kerontokan

rambut

(Rambut

terdiri

dari

97-100%

dari

Protein

-Keratin)

Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein.Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat
dilihat

dari

yang

namanya

busung

lapar,

yang

disebabkan

oleh

filtrasi

air

di

dalam

pembuluh

darah.

Kekurangan protein yang terus menerus menyebabkan badan merasa lemas. Dari makanan kita memperoleh Protein dan pada sistem pencernaan,
protein akan diuraikan menjadi strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia
memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh, sedangkan sebagian asam amino dapat
disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke
darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA. Studi dari
Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging
dan tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein
nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang

memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh
protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.
Kegunaan Protein
1. Sumber energi
2.Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
3.Sebagai sintesis hormon ,enzim dan antibodi
4.Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
D.Lemak
Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen
meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida,
fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak
hewani dan tumbuh-tumbuhan. Lepas dari wujudnya yang padat maupun cair yang terdapat pada jaringan tubuh, sel lemak mengeluarkan
hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina
yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina.
E.Kebutuhan Lemak
Kebutuhan lemak tidak dinyatakan secara mutlak, WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 20-30% kebutuhan energi total
dianggap baik untuk kesehatan. Jumlah ini memenuhi kebutuhan akan asam lemak esensial dan untuk membantu penyerapan Vitamin larut
lemak. Diantara lemak yang dikonsumsi sehari-hari dianjurkan paling banyak 8% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh, dan 37% dan dari lemak tidak jenuh ganda konsumsi kolestrol yang dianjurkan adalah 300mg sehari.

F.Tabel Komposisi Nilai Lemak di Beberapa Bahan Makanan


Bahan Makanan

Nilai
Lemak

Bahan Makan

Nilai

Bahan Makanan

Nilai

Minyak Kacang Tanah 100,0

Kacang Kedelai

Lemak
18,1

Mie Kering

Lemak
11,8

Minyak Kelapa Sawit

100,0

Tempe kedelai

4,0

Jagung Kuning

3,9

Minyak Kelapa

98,0

Tahu

4,6

Roti

1,2

Ayam

25,0

Lemak Sapi

90,0

Beras

1,1

Daging Sapi

14,0

Mantega

81,6

Ketela/Singkong 0,3

Telur Bebek

14,3

Margarin

81,0

Apokat

6,5

Telur Ayam

11,5

Coklat Manis

52,9

Durian

3,0

Sarden Kaleng

27,0

Tepung Susu

30,0

Tawes

13,0

Keju

20,3

Ikan Segar

4,5

SusuKental

10,0

Udang Segar

0,2

Manis

3,5

Kacang Tanah

42,8

Susu Sapi Segar

1,0

Kelapa

Tua

dan 34,7

Tepung

Susu 14,4

Daging

Skim
Biskuit

G.Tabel Makanan yang Banyak Mengandung Protein