Vous êtes sur la page 1sur 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang memiliki peran penting
dalam mendorong pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Hal ini sejalan
dengan apa yang dinyatakan oleh Ahmad Syakir Kurnia (2004) lembaga
keuangan khususnya perbankan di Indonesia telah menjadi tulang punggung
perekonomian Negara dimana sebagai salah satu pelaku utama. Dengan demikian
perbankan memiliki pangsa pasar 80 persen dari keseluruhan system keuangan
yang ada. (Sumber: http://Frepository.usu.ac.id/Chapter2520I.pdf/)
Fungsi bank dikategorikan dalam 2 (dua) fungsi yaitu sebagai perantara
(intermediation role) dan fungsi sebagai transmission role. Fungsi perantara
(intermedition role) adalah penyediaan kemudahan untuk aliran dana atas
kelebihan dana selaku penabung (saver) atau pemberi pinjaman (lender) kepada
mereka yang memerlukan atau kekurangan dana untuk memenuhi kegiatan
kepentingannya selaku peminjam (borrower). Fungsi sebagai transmission role
sebagai penyalur kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk
lainnya.
Setiap usaha yang dijalankan selalu menghadapi risiko termasuk juga usaha
bank. Risiko usaha bank (banking business risk) merupakan tingkat
ketidakpastian mengenai keuntungan yang diharapkan akan diterima oleh bank.
Terdapat 10 (sepuluh) macam risiko usaha yang dihadapi oleh bank diantaranya
yaitu: risiko kredit (credit risk), risiko investasi (investment risk), risiko likuiditas
(liquidty risk), risiko operasional (operating risk), risiko penyelewengan (fraud
risk), risiko fidusia (fiduciary risk), risiko tingkat bunga (interest rate risk), risiko
solvensi (solvency risk), risiko valuta asing (foreign currency risk), dan risiko
persaingan (competitive risk).
Perbangkan memiliki satu aktivitas yaitu menghimpun dana dari masyarakat
luas berupa simpanan tabungan, dan persyaratan masing-masing bank berbeda,
tujuan nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda. Dengan
1

demikian sasaran bank dalam memasarkan produknya juga berbeda sesuai


dengan sasarannya. Nasabah perbankan saat ini memiliki kedudukan sebagai
salah satu kekuatan kompetitif melalui daya tawarnya.
Daya tawar nasabah menjadi sangat penting, karena merekalah yang memiliki
kebutuhan dan keinginan. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan itu, mereka
jugalah yang yang mempunyai sarana pembelian (waktu dan uang), dalam
menentukan pilihan dan mengambil keputusan. Tuntutan masyarakat terhadap
dunia perbankan semakin meningkat, dimana masyarakat tidak hanya
memandang sebuah bank sebagai sarana untuk menyimpan uang yang lebih
aman, namun lebih dari itu, mereka mengharapkan hasil investasi yang lebih
tinggi, sehingga menciptakan suasana persaingan antar bank dalam penggalangan
dana nasabah yang semakin ketat dan di sisi lain pemerintah membatasi bank
dalam memberikan suku bunga produk simpanan tidak melebihi bunga perjanjian
Bank Indonesia.
1.2 Permasalahan dan Batasan Masalah
Laporan kerja praktek ini membahas gambaran umum mengenai custumer
service yang ada di PT. Bank Aceh meliputi sistem informasi, dan sistem
komunikasi yang ada di departemen pada PT. Bank Aceh untuk merencanakan
dan menjalankan kegiatan operasional sehari-hari secara lebih efektif dan efisien
serta membantu menjalankan kegiatan operasional.
1.3 Tujuan
Tujuan umum dari penulisan ini ditujukan untuk pengembangan wawasan yang
sesuai dengan topic yang dibahas berikut ini :
1. Mengetahui profil dan sejarah singkat PT. Bank Aceh
2. Mengetahui struktur organisasi dan infrastruktur di PT. Bank Aceh
3. Mengetahui sistem aplikasi yang digunakan
4. Mengetahui system custumer service yang ada di PT. Bank Aceh
5. Mengimplementasikan sistem informasi custumer service pada PT. Bank
Aceh Kcp. Krueng Geukueh.
1.4 Metode Penulisan
Metodologi penulisan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Metode Studi Literatur

Yaitu dengan cara membaca teori-teori yang berasal dari buku dan artikel
yang berasal dari internet yang berhubungan dengan topic pembahasan yaitu
sistem informasi custumer service .
1.5 Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penulisan
dan sistematika penulisan dari laporan Praktek Kerja Lapangan ini.
BAB II : TINJAUAN UMUM
Membahas secara singkat tentang sejarah perusahaan, Visi dan Misi
perusahaan, Struktur Organisasi, Target dan Sasaran serta Wewenang
yang terdapat di Bank Aceh.
BAB III : LANDASAN TEORI
Pada bab ini menjelaskan teori-teori yang berkaitan dan mendukung
untuk pembuatan tugas laporan ini.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan tentang implementasi sistem informasi penunjang
di PT. Bank Aceh yaitu Sistem Informasi Pelayanan Custumer Service.
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran

BAB II
TINJAUAN TENTANG PERUSAHAAN
2.1 URAIAN UMUM
2.1.1 Sejarah Singkat PT. Bank Aceh
Gagasan untuk mendirikan Bank milik Pemerintah Daerah di Aceh
tercetus atas prakarsa Dewan Pemerintah Daerah Peralihan Provinsi Atjeh
(sekarang disebut Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam).
3

Setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah


peralihan Provinsi Aceh di Kutaraja (sekarang Banda Aceh) dengan Surat
Keputusan Nomor 7/DPRD/5 tanggal 7 September 1957, beberapa orang
mewakili Pemerintah Daerah menghadap Mula Pangihutan Tamboenan,
wakil Notaris di Kutaraja, untuk mendirikan suatu Bank dalam bentuk
Perseroan Terbatas yang bernama PT Bank Kesejahteraan Atjeh, NV
dengan modal dasar ditetapkan Rp 25.000.000.( www.bankaceh.co.id).
Setelah beberapa kali perubahan Akte, barulah pada tanggal 2
Februari 1960 diperoleh izin dari Menteri Keuangan dengan Surat
Keputusan No. 12096/BUM/II dan Pengesahan Bentuk Hukum dari
Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.5/22/9 tanggal 18
Maret 1960, Pada saat itu PT Bank Kesejahteraan Aceh NV dipimpin
oleh Teuku Djafar sebagai Direktur dan Komisaris terdiri atas Teuku
Soelaiman Polem, Abdullah Bin Mohammad Hoesin, dan Moehammad
Sanusi. Dengan ditetapkannya Undang-undang No. 13 Tahun 1962
tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, semua
Bank milik Pemerintah Daerah yang sudah berdiri sebelumnya, harus
menyesuaikan diri dengan Undang-undang tersebut.
Untuk memenuhi ketentuan ini maka pada tahun 1963 Pemerintah
Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh membuat Peraturan Daerah No.
12 Tahun 1963 sebagai landasan hukum berdirinya Bank Pembangunan
Daerah Istimewa Aceh. Dalam Perda tersebut ditegaskan bahwa maksud
pendirian Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh adalah untuk
menyediakan pembiayaan bagi pelaksanaan usaha-usaha pembangunan
daerah dalam rangka pembangunan nasional semesta berencana.
Sepuluh tahun kemudian, atau tepatnya pada tanggal tanggal 7 April
1973, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh mengeluarkan Surat
Keputusan No. 54/1973 tentang Penetapan Pelaksanaan Pengalihan PT
Bank Kesejahteraan Aceh, NV menjadi Bank Pembangunan Daerah
Istimewa Aceh. Peralihan status, baik bentuk hukum, hak dan kewajiban
dan lainnya secara resmi terlaksana pada tanggal 6 Agustus 1973, yang

dianggap sebagai hari lahirnya Bank Pembangunan Daerah Istimewa


Aceh.
Untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada Bank
Pembangunan Daerah Istimewa Aceh, Pemerintah Daerah telah beberapa
kali mengadakan perubahan Peraturan Daerah (Perda), yaitu mulai Perda
No.10 tahun 1974, Perda No. 6 tahun 1978, Perda No. 5 tahun 1982,
Perda No. 8 tahun 1988, Perda No. 3 tahun 1993 dan terakhir Peraturan
Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh Nomor : 2 Tahun 1999 tanggal 2
Maret

1999

tentang

Perubahan

Bentuk

Badan

Hukum

Bank

Pembangunan Daerah Istimewa Aceh menjadi PT Bank Pembangunan


Daerah Istimewa Aceh, yang telah disahkan oleh Menteri Dalam Negeri
dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 584.21.343 tanggal 31
Desember 1999.
Perubahan bentuk badan hukum dari Perusahaan Daerah menjadi
Perseroan Terbatas dilatarbelakangi keikutsertaan Bank Pembangunan
Daerah Istimewa Aceh dalam program rekapitalisasi, berupa peningkatan
permodalan bank yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri
Keuangan Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia Nomor
53/KMK.017/1999 dan Nomor 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999
tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Bank Umum, yang
ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Rekapitalisasi antara
Pemerintah Republik Indonesia, Bank Indonesia, dan PT. Bank BPD
Aceh di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1999.
Perubahan bentuk badan hukum menjadi Perseroan Terbatas
ditetapkan dengan Akte Notaris Husni Usman, SH No. 55 tanggal 21
April 1999, bernama PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh
disingkat PT Bank BPD Aceh. Perubahan tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman RI dengan Surat Keputusan Nomor C-8260
HT.01.01.TH.99 tanggal 6 Mei 1999. Dalam Akte Pendirian Perseroan
ditetapkan modal dasar PT Bank BPD Aceh sebesar Rp 150 milyar.
Sesuai dengan Akte Notaris Husni Usman, SH No.42 tanggal 30 Agustus
2003, modal dasar ditempatkan PT Bank BPD Aceh ditambah menjadi Rp
500 milyar.
5

Berdasarkan Akta Notaris Husni Usman tentang Pernyataan


Keputusan Rapat No. 10 Tanggal 15 Desember 2008, notaris di Medan
tentang peningkatan modal dasar Perseroan, modal dasar kembali
ditingkatkan

menjadi

Rp1.500.000.000.000

dan

perubahan

nama

Perseroan menjadi PT. Bank Aceh. Perubahan tersebut telah disahkan


oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.
AHU-44411.AH.01.02 Tahun 2009 pada tanggal 9 September 2009.
Perubahan nama menjadi PT. Bank Aceh telah disahkan oleh Keputusan
Gubernur Bank Indonesia No.12/61/KEP.GBI/2010 tanggal 29 September
2010.
Bank juga memulai aktivitas perbankan syariah dengan diterimanya
surat Bank Indonesia No.6/4/Dpb/BNA tanggal 19 Oktober 2004
mengenai Izin Pembukaan Kantor Cabang Syariah Bank dalam aktivitas
komersial Bank. Bank mulai melakukan kegiatan operasional berdasarkan
prinsip syariah tersebut pada 5 November 2004.
Kantor Pusat Bank berlokasi di Jalan Tgk. H.M. Daud Beureu-eh No.24
Banda Aceh. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Bank memiliki 1
Kantor Pusat Operasional, (termasuk kantor pusat), 24 Kantor Cabang,
serta 77 Kantor Cabang Pembantu.
2.1.2 Riwayat dan Perubahan Nama Serta Badan Hukum
19 Nopember 1958 : NV. Bank Kesejahteraan Atjeh (BKA)
6 Agustus 1973 : Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh (BPD

IA)
5 Februari 1993 : PD. Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh

(PD. BPD IA)


7 Mei 1999 : PT. Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh,

disingkat menjadi: PT. Bank BPD Aceh


29 September 2010 : PT. Bank Aceh

2.2 VISI DAN MISI DI PT. BANK ACEH


2.2.1 Visi Bank Aceh

Mewujudkan Bank Aceh menjadi bank yang terus sehat, tangguh, handal
dan terpercaya serta dapat memberikan nilai tambah yang tinggi kepada
mitra dan masyarakat.
2.2.2 Misi Bank Aceh
Membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui
pengembangan dunia usaha dan pemberdayaan dunia usaha dan
pemberdayaan ekonomi rakyat, serta memberi nilai tambah kepada
pemilik dan kesejahteraan kepada Karyawan.
2.2.3 Motto Bank Aceh
Kepercayaan dan Kemitraan.
Kepercayaan adalah suatu manifestasi dan wujud Bank sebagai
pemegang amanah dari Nasabah, Pemilik dan Masyarakat secara
luas untuk menjaga kerahasiaan dan mengamankan kepercayaan

tersebut.
Kemitraan adalah suatu jalinan kerjasama usaha yang erat dan
setara antara Bank dan Nasabah yang merupakan strategi bisnis
bersama dengan prinsip saling membutuhkan, saling memperbesar
dan saling menguntungkan diikuti dengan pembinaan dan
pengembangan secara berkelanjutan.
Dalam rangka mencapai visi, misi dan motto tersebut, usaha
PT. Bank Aceh diarahkan pada pengelolaan bank yang sehat dan
pada jalur yang benar, perbaikan perekonomian rakyat dan
pembangunan daerah dengan melakukan usaha-usaha bank umum
yang mengutamakan optimalisasi penyediaan kredit, pembiayaan
serta pelayanan perbankan bagi kelancaran dan kemajuan
pembangunan di daerah.
Dalam rangka mengemban visi dan misi bank tersebut, setiap
karyawan dan manajemen harus dapat menganut, meyakini,
mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai filisofis yang luhur
yang terkandung dalam pilar dan perilaku budaya kerja, yaitu :
7

1. Bekerja adalah ibadah kepada Allah SWT dengan penuh


2.
3.
4.
5.

keimanan dan ketaqwaan;


Profesionalisme dan integritas karyawan/manajemen;
Pengelolaan Bank secara Sehat dan Berdaya Saing Tinggi;
Kepuasan Nasabah yang tinggi;
Prestasi Kerja dan Kesejahteraan adalah Karunia Allah SWT.
Secara keseluruhan kegiatan usaha PT. Bank Aceh mencakup :
1. Kegiatan Penghimpunan Dana
2. Kegiatan Penyaluran Dana
3. Kegiatan Pelayanan Jasa Bank

2.3 TARGET DAN SASARAN


Dengan mempertimbangkan perekonomian dan perbankan regional dan
nasional yang semakin membaik, Bank Aceh dalam menetapkan target pasar
berpegang pada prinsip kehati-hatian dengan tetap mempertahankan sebagai
retail banking, melalui berbagai aktifitas sebagai berikut:
Penghimpun Dana
Bank Aceh melakukan penghimpunan dana bukan hanya diarahkan
kepada dana-dana yang bersumber dari masyarakat tapi juga
diarahkan kepada nasabah corporate maupun instansi dan departemen
terkait. Untuk menciptakan kemadirian bank dalam penghimpunan
dana, usaha-usaha penghimpunan dana pihak ketiga diarahkan pada
dana-dana yang bersumber dari masyarakat (non-pemerintah) baik

dari tabungan, giro maupun deposito.


Penyaluran Dana
Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan
ekonomi kerakyatan, maka penyaluran dana lebih diarahkan kepada
peningkatan kredit retail/KUK yang memberikan dampak multiplier
kepada seluruh sektor usaha UMKM dan penyaluran kredit program
kepada debitur-debitur binaan yang prospektif seperti kredit pertanian,
kredit pola syariah dan lain-lain dengan tetap mengatur kesesuaian
penyaluran kredit konsumtif dan produktif secara bertahap.

2.4 JARINGAN BANK ACEH


Peta jaringan kantor PT. Bank Aceh beserta dengan alamatnya sampai dengan
saat ini adalah sebagai berikut :
1. KANTOR PUSAT
8

Jl. Tgk. H. Mohd. Daud Beureu-eh No 24 Telp. (0651) 22966 (hunting), Fax
(0651) 32598, Banda Aceh.
2. KANTOR PUSAT OPERASIONAL MAIN BRANCH
Jl. Tgk. H. Mohd. Daud Beureu-eh No 24 Telp. (0651) 22966 (hunting), Fax
(0651) 33784, Banda Aceh.
3. Kantor Capem Perdagangan
Jl. T. Imum Lueng Bata No. 4-5, Kelurahan Lampeusung, Kec. Lueng Bata,
Telp. (0651) 22869, Banda Aceh
4. KANTOR CABANG SINABANG
Jl. Nasional No. 54, Telp (0650) 21021, Fax (0650) 21011, Sinabang
5. KANTOR CABANG LHOKSEUMAWE
Jl. Merdeka No. 8, Telp (0645) 40058 42636, Fax. (0645) 41318,
Lhokseumawe
6. KANTOR CABANG LANGSA
Jl. Ahmad Yani No. 16, Telp (0641) 21588 22032, Fax (0641) 22277,
Langsa
7. KANTOR CABANG TAKENGON
Jl. Lut Tawar No. 1, Telp. (0643) 21002 21376, Fax. (0643) 21388,
Takengon
8. KANTOR CABANG MEULABOH
Jl. Nasional No. 123, Telp. (0655) 7551001 7551002, Fax. (0655) 7551003,
Meulaboh
9. KANTOR CABANG KUTACANE
Jl. Ahmad Yani No. 1, Telp (0629) 522923 21284, Fax. (0629) 21132,
Kutacane.
10. KANTOR CABANG SIGLI
Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 3, Telp. (0653) 21218 23234, Fax. (0653) 21875,
Sigli
11. KANTOR CABANG BLANG PIDIE
Jl. Sentral No. 2, Telp. (0659) 91290, Fax. (0659) 91291, Blang Pidie
12. KANTOR CABANG BIREUEN
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 5 6, Telp. (0644) 324610 324610, Fax.
(0644) 22555, Bireuen
13. KANTOR CABANG SABANG
Jl. Perdagangan No. 23, Telp. (0652) 22591 21198, Fax. (0652) 22266,
Sabang
14. KANTOR CABANG TAPAKTUAN
Jl. T. Ben Mahmud Sp. Terapung, Kelurahan Hilir, Telp. (0656) 21095
323065, Fax. (0656) 21495, Tapaktuan
15. KANTOR CABANG MEDAN
9

Jl. Sisingamangaraja No. 19 D E, Telp. (061) 7323021 7323196, Fax.


(061) 7322803, Medan
2.5 JARINGAN KERJA DAN MITRA USAHA BANK ACEH
Jaringan kerja dan mitra usaha bank aceh antara lain :
1. Pemprov Aceh, Pemkab/kota, dan dinas/instansi pemerintah
daerah
2. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
3. Departemen Keuangan
4. Departemen Agama RI (BPIH)
5. Dinas Kelautan dan Perikanan
6. Kanwil Koperasi dan PKM
7. Bank Indonesia
8. Asbanda (BPD-SI)
9. PT. Pos Indonesia
10. PT. Telkom
11. PT. Indosat
12. PT. PLN
13. PDAM
14. PT. Askrindo
15. PT. Jasa Raharja Putera
16. PT. Jasindo
17. PT. Asuransi AJB Bumi Putera
18. PT. Jamsostek
19. PT. Takaful
20. PT. Taspen
21. Perum Sarana Pengembangan Usaha
22. Direktorat Perpajakan
23. PT. Collega Inti Pratama dan
24. PT. PSN
25. PT. Lintasarta
26. PT. Artha Jasa
27. MercyCorps
28. Saving Bank Foundation for International Cooperation (SBFIC)
29. Yayasan Dana Kesejahteraan Abadi
30. Asian Development Bank
31. Bank Mandiri/Western Union
2.6 JARINGAN OPERASIONAL BANK ACEH
PT. Bank Aceh berupaya meningkatkan pelayanan kepada nasabah,
pengembangan

bisnis

serta

sebagai

upaya

untuk

ikut

mendorong

perekonomian daerah, dari tahun ke tahun telah mengupayakan perluasan


jaringan operasional dengan menambah jumlah kantor beserta kelengkapan
fasilitasnya di sejumlah wilayah yang potensial.
10

Sampai tahun 2016, jumlah seluruh kantor PT. Bank Aceh adalah
sebagai berikut :

Gambar 2.1 Jumlah Keseluruhan Kantor PT. Bank Aceh


(Sumber : www.bankaceh.co.id )
Jaringan kantor tersebut di atas termasuk satu unit Kantor Cabang yang
beroperasional di kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
2.7 M-ATM BERSAMA
M-ATM Bersama adalah layanan berbasis Menu yang dikembangkan dan
dirancang sedemikian rupa hingga dapat memberikan kemudahan bagi anda
dalam melakukan transaksi. Diantaranya pelanggan Telkomsel bertransaksi di
jaringan ATM BERSAMA.
Fitur-Fitur
Fitur-fitur yang disediakan diantaranya;
1. Cek informasi saldo
2. Transaksi penarikan dana tunai di toko/gerai/merchant yang telah
ditunjuk atau terdapat logo ATM Bersama
3. Transfer dana antar anggota ATM Bersama
4. Pembelian pulsa isi ulang
5. Pembelian di toko/gerai/merchant yang ditunjuk atau terdapat logo ATM
Bersama
6. Pembayaran tagihan atas produk/layanan dari institusi yang telah
ditunjuk atau terdapat logo ATM Bersama

Cara Memperoleh Layanan


Untuk memperoleh layanan ini, maka:
11

1. Nasabah harus melakukan pendaftaran melalui customer service di


kantor Bank Aceh
2. Melengkapi syarat-syarat yang ditentukan, diantaranya telah memiliki
kartu ATM Bank Aceh
3. Setelah registrasi selesai dilakukan, nasabah diharuskan menyimpan
data berupa Nomor Kartu ATM. Nasabah dapat menyimpan data kartu
maksimal untuk 3 buah kartu ATM.

2.8 PENGHARGAAN BANK ACEH


1. InfoBank Award ( InfoBank Award Tahun 2002, InfoBank Award Tahun
2003, InfoBank Award Tahun 2004,InfoBank Award Tahun 2005, InfoBank
Award Tahun 2006, InfoBank Award Tahun 2007 )
2. Bisnis Indonesia Award 2006
3. BUMD Award 2006
4. CEO BUMD Award 2006 untuk Dirut (CEO BUMD Award 2006 on Crisis
Management).
5. The
Best
Performance

Banking

Award,

Asian

Finance

Informative(excellence designation for financial achievement 2007)


6. Golden Trophy Infobank Award (excellence designation for financial
achievement 2003-2007)
7. Banking Efficiency Award, Harian Bisnis Indonesia (The Most Efficient
Regional Development Bank for operational performance 2007)
8. InfoBank Award tahun 2009
9. Golden Trophy Infobank Award (excellence designation for financial
achievement 2005-2009)
10. The Most Expansive Funding (Karim Business Consulting Award 2009)
11. The Most Expansive Financing (Karim Business Consulting Award 2009).
2.9 PERMODALAN
PT. Bank Aceh senantiasa berupaya untuk meningkatkan pembentukan modal
bank guna pengembangan bisnis dan memperoleh tingkat kepercayaan yang
lebih besar dari seluruh stakeholder (pemegang saham).
Sampai dengan akhir tahun 2010, komposisi permodalan Bank Aceh dapat
disajikan sebagaimana tabel berikut :
12

Gambar 2.2 Komposisi Permodalan Bank Aceh


(Sumber : www.bankaceh.co.id )

Gambar 2.3 Komposisi Pemegang Saham Bank Aceh


(Sumber : www.bankaceh.co.id )

13

Gambar 2.4 Rincian Kepemilikan Saham PT. Bank Aceh


(Sumber : www.bankaceh.co.id )
2.10

Produk dan Jasa Bank yang Ditawarkan


Dalam kaitan ini seorang customer service harus mengetahui jenis,

manfaat dan ciri masing-masing produk dan jasa karena ini akan sering
ditanyakan oleh nasabah yang datang kepadanya karena hal ini akan sangat
mendukung pelayanan prima dan profesi yang disandangnya sehingga
menjadikan seorang customer service tersebut profesional dalam bidangnya.
Untuk dapat mengetahui jenis, manfaat dan ciri masing-masing
produk seorang customer service harus memahami terlebih dahulu akan
produk dan jasa tersebut yaitu :

14

2.10.1 Rekening Koran


Rekening Koran atau Giro (checking account atau demand
deposit) adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap
saat dengan mempergunakan Cek, Bilyet Giro, sarana perintah
pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan (berdasarkan UU
No. 10 Tahun 1998 pasal 1 angka 6).
2.10.2 Tabungan
Pada

Bank

Aceh

terdapat

beberapa

tabungan

yaitu

Tabunganku, Tabungan Simpeda, Tabungan Seulanga dan Tabungan


TAG.

Tabunganku
TabunganKu adalah tabungan untuk perorangan dengan
persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama
oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya
menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fitur Produk TabunganKu


1. Fitur Standard (Mandatory) adalah fitur produk TabunganKu
yang harus diterapkan secara seragam oleh seluruh bank yang
meluncurkan produk TabunganKu.
2. Fitur Customized (Optional) adalah fitur produk TabunganKu
yang dapat dipilih untuk diterapkan oleh bank yang
meluncurkan produk TabunganKu.
15

Syarat dan Ketentuan


1. Yang berhak menjadi penabung TabunganKu adalah semua
lapisan masyarakat (WNI) secara perorangan.
2. Satu orang hanya memiliki 1 rekening untuk produk yang
sama, kecuali bagi orangtua yang membuka rekening untuk
anak yang masih di bawah umur dibawah perwalian sesuai
Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan.
3. Tidak diperkenankan untuk rekening bersama dengan status
dan/atau.
4. Sebagai bukti tabungan Bank akan memberikan buku
TabunganKu atas nama penabung.
5. Layanan jasa perbankan lainnya dan biaya mengikuti
ketentuan yang berlaku.
6. Mengisi formulir pembukaan rekening
7. Menyerahkan fotocopy identitas diri yang masih berlaku
8. Tanpa biaya administrasi bulanan
9. Setoran awal pembukaan rekening minimum Rp. 20.000,Informasi
Suku Bunga
Minimal Saldo
Adm. Pemeliharaan Rekening
Adm. Tutup Buku

Nilai
0.25 %
Rp. 20.000,Rp. 0,Rp. 20.000,-

Tabel 1.1 Informasi TabunganKu


16

(Sumber : www.bankaceh.co.id )

Tabungan Simpeda
Kemudahan dan Keunggulan
1. Tabungan SIMPEDA dapat dimiliki oleh siapa saja.
2. Dengan setoran awal hanya sebesar Rp 100.000,- Anda telah
menjadi nasabah Bank Aceh.
3. Dapat disetor dan ditarik setiap hari kerja di seluruh kantor
Bank Aceh.
4. Jika Anda memakai ATM Bank Aceh, sudah tersedia geraigerai ATM Bank Aceh diseluruh Aceh, Medan dan didukung
oleh jaringan ATM BERSAMA (Indonesia) dan MEPS
(Malaysia), sehingga Anda bebas menarik uang tunai 24 jam
sehari kapanpun Anda membutuhkannya
5. Dengan sistem bunga rata-rata harian yang kompetitif, Anda
memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bunga
yang lebih besar.
6. Dapat

digunakan

sebagai

jaminan

untuk

mengajukan

permohonan kredit.
7. Bank memberikan bunga yang menarik.
8. Penabung SIMPEDA berhak mendapatkan point undian
Regional dan Nasional.
Informasi
Suku Bunga

Nilai
17

- nominal s/d 50 juta

1,75% pa

- nominal 50 s/d 100 juta


- nominal 100 s/d 500 juta

2,25 % pa
2,75 % pa

- nominal 500 s/d 1 M


- nominal > 1 M

3,25 % pa
3,75 % pa

Minimal Saldo
Adm. Pemeliharaan Rekening

Rp. 100.000,Rp. 4.000,-

Adm. Tutup Buku

Rp. 25.000,-

Tabel 1.2 Informasi Tabungan Simpeda


(Sumber : www.bankaceh.co.id )

Tabungan Seulanga
Keunggulan Produk
1. Tabungan Seulanga adalah produk tabungan terbaru Bank
Aceh.
2. Dengan tagline Seutuhnya Melayani Nanggroe, Tabungan
Seulangan
Progressive.

memiliki

keunggulan

Dengan demikian,

dengan

suku

bunga

semakin

tinggi

saldo

tabungan, semakin tinggi suku bunga yang diberikan.


3. Mendapat fasilitas ATM Seulanga (Fitur ATM Seulanga sama
dengan ATM platinum)
4. Mendapat Fasilitas Mobile Banking
5. Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit
6. Sebagai sarana pembayaran listrik,telepon,air dan telepon
seluler
18

7. Pertanggungan asuransi jiwa sebesar Rp. 10.000.000,-. Biaya


premi pertangggungan asuransi jiwa nasabah tabungan
Seulanga ditanggung oleh Bank. Pengajuan Klaim dapat
dilakukan

paling

lambat

(Sembilan)

bulan

sejak

Tertanggung meninggal dunia diajukan ke kantor Bank Aceh.


8. Penabung berhak diikutsertakan dalam perebutan Hadiah
Langsung Seulanga berdasarkan poin penabung dengan
syarat penabung mempunyai saldo minimum Rp.500.000,(lima ratus ribu rupiah) per bulan selama rekening aktif.
Seputar Tabungan Seulanga
1. Pada saat mengajukan aplikasi pembukaan rekening tabungan
Seulanga, penabung sekaligus mengajukan aplikasi fasilitas kartu
ATM Seulanga.
2. Bunga hanya diberikan pada rekening tabungan dengan saldo
diatas Rp.150.000,- ke atas
3. Bunga tabungan dibayar setiap bulan dan dicatat pada rekening
tabungan yang bersangkutan pada tiap-tiap akhir bulan
4. Besar tingkat bunga tabungan bersifat progressive dihitung
berdasarkan saldo harian (makin tinggi saldo tabungan, makin
tinggi pula suku bunga yang diberikan

Informasi
Suku Bunga
-Saldo Rp. 1 Rp. 100 juta
-Saldo Rp. 100 Rp. 500 juta
-Saldo Rp. 500 juta 1 M
-Saldo > 2 M
Setoran Pertama

Nilai
2,25 % pa
3,25 % pa
3,75 % pa
4,25 % pa
Rp. 1.000.000,19

Setoran Selanjutnya
Minimal Saldo
Adm. Pemeliharaan Rek.
Adm. Pemeliharaan Kartu
Adm. Tutup Baku

Rp. 100.000,Rp. 500.000,Rp. 3.000,Rp. 7.000,Rp. 50.000,-

Tabel 1.3 Informasi Tabungan Seulanga


(Sumber : www.bankaceh.co.id )

Poin Hadiah Langsung


1. Penabung yang berhak diikutsertakan adalah penabung yang
mempunyai saldo minimum Rp.500.000,-(lima ratus ribu rupiah)
per bulan selama rekening aktif.
2. Setiap kelipatan saldo Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) per
bulan penabung berhak mendapat 1 (satu) poin.
3. Penabung dapat mengetahui posisi terakhir jumlah poin yang
telah dikumpulkan melalui Customer Service atau Teller
4. Hadiah-hadiah yang disediakan oleh Bank adalah dalam bentuk
barang/paket dan dapat ditukarkan sesuai dengan keinginan
penabung sejauh poin yang telah dikumpulkan mencukupi untuk
mendapatkan hadiah dimaksud. Hadiah-hadiah tersebut adalah:

20

Gambar 3.1 Informasi Hadiah Poin


(Sumber : www.bankaceh.co.id )

Tabungan Aneka Guna (TAG)


Kemudahan dan Keunggulan
1. Tabungan Aneka Guna (TAG) dapat dimiliki oleh siapa saja,
dengan setoran awal hanya sebesar Rp 50.000,- Anda telah
menjadi nasabah Bank Aceh.
2. Dapat disetor dan ditarik setiap hari kerja di seluruh kantor
Bank Aceh.
3. Fasilitas ATM BERSAMA yang dimiliki oleh Bank Aceh
memungkinkan Anda dapat melakukan transaksi melalui ATM
di mana saja di dalam jaringan ATM BERSAMA, yang dapt
21

ditandai dengan adanya logo ATM BERSAMA di ATM


tersebut.
4. Dengan sistem bunga rata-rata harian yang kompetitif, Anda
memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bunga
yang lebih besar.
5. Dapat

digunakan

sebagai

jaminan

untuk

mengajukan

permohonan kredit.
6. Bank memberikan bunga yang menarik.
2.10.3 Deposito
Deposito adalah simpanan pihak ketiga yang penarikannya
hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan
perjanjian antara Bank dengan yang bersangkutan dan atas simpanan
itu bank memberi bunga, dengan suku bunga yang ditetapkan pada
waktu perjanjian/persetujuan dibuat atau disesuaikan dengan Surat
Keputusan Bank.

22

BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Sistem
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
3.1.1

Karakteristik Sistem
Memiliki komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
bekerja sama membentuk satu kesatuan. Setiap sistem tidak perduli
betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau
subsistem-subsistem. Suatu sistem yang lebih besar disebut supra sistem,
misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan
industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan
supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka

perusahaan dapat disebut sebagai subsistem.


Batas sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu system
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu

sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.


Lingkungan luar sistem (environment)
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi

sistem.
Penghubung sistem (interface)
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem

yang lainnya.
Masukan sistem (input)

23

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat


berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal
(signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya
sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang
diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam system
komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah

menjadi informasi.
Keluaran sistem (Output)
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
Pengolah sistem (Process)
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran
yang diinginkan.

3.1.2

Klasifikasi Sistem
Sistem abstrak
sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik

(sistem teologia)
Sistem fisik
merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, system

akuntansi, sistem produksi dll.)


Sistem alamiah
sistem yang terjadi melalui proses alam. (system matahari, sistem luar

angkasa, sistem reproduksi dll.


Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem
buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut

humanmachine system (contoh ; sistem informasi)


Sistem Tertentu (deterministic system)
beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi
bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari

sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)


Sistem tak tentu (probabilistic system)
sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena
mengandung unsur probabilitas.
Sistem tertutup (close system)

24

sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem


luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi
kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada
hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar

3.1.3

benar tertutup).
Sistem terbuka (open system)
sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Sistem Berdasarkan Prinsip Dasar Secara:


Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam beberapa bagian
yaitu :
Sistem terspesialisasi
adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda
(misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)

Sistem besar
adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan
perawatan

harian

(misalnya

dinosaurus

sebagai

sistem

biologi

menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).


Sistem sebagai bagian dari sistem lain
sistem selalu merupakan bagian dari system yang lebih besar, dan dapat

terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.


Sistem berkembang
walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem
selalu berkembang.

3.2 Informasi
Data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima
dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses
transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses output. Data
merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data
sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan.
Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi
manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
25

3.2.1

Kualitas Informasi
Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias
atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan

masudnya.
Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak

boleh terlambat.
Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya.
Relevansi, informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

3.3 Sistem Informasi


Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan
informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Sistem
ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur
manual, model manajemen dan basis data.

3.3.1

Komponen Fisik Sistem Informasi


Perangkat keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output,

Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data


Perangkat lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan
utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman),

3.3.2

perangkat lunak aplikasi (aplikasi akuntansi dll).


Basis data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
Prosedur: langkah-langkah penggunaan system

Perancangan Sistem Informasi


Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru
dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem
lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.
Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah
sbb :
1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan
kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.

26

2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file,


program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang
diperlukan untuk mendukung sistem informasi
3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak
yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing
secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat
keras dan mengoperasikan perangkat lunak
4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru,
melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan
melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun
dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
3.4 Database
Database merupakan kumpulan file-file yang berisi data yang slaing
berhubungan dan terorganisir, terpadu, diatur dan disimpan menurut suatu cara
tertentu yang memudahkan proses pengambilan kembali. Sedangkan Database
Management System adalah sebuah perangkat lunak yang memungkinkan
pengguna mendefinisi, membentuk dan mengatur basis data dan yang
mengendalikan akses ke basis data. DBMS berinteraksi dengan pengguna
aplikasi program dan basis data.
3.4.1

Sifat Sifat Database


Internal ialah Kesatuan (integritas) dari file-file yang saling terlibat.
Terbagi(share) :ialah Elemen-elemen database yang dapat dibagikan pada
para user baik secara sendiri-sendiri ataupun secara serentak dan juga
pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

3.4.2

Elemen-Elemen Database
3.4.2.1 Tipe
Enterprise ialah Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel,

Universitas dan lain-lain.


Entity > File ialah Obyek pada enterprise yang berdasarkan data

yang disimpan
Atribute > Field > Data item ialah Beberapa hal yang ingin
diketahui dari suatu file
27

Record > Satu set field yang ialah ciri khas dari suatu file
3.4.2.2 Isi Atau Nilai
Data File ialah Seluruh isi data pada file
Data Record ialah Satu set isi data pada suatu susunan field dari file
Data Value ialah Isi data masing-masing data elemen.
3.4.3

Komponen Data Processing yang menggunakan DataBase


1. Perangkat Keras (Hardware) ialah Penyimpanan Sekunder
2. Perangkat Lunak (Software) ialah Program Aplikasi, DBMS
3. Data ialah Database yang mempunyai sifat internal (integritas dari filefile yang terlibat) dan juga terbagi (share)
4. User ialah User pembuat program aplikasi,yang end user (user pemakai
data langsung), DBA (Penanggung jawab).

3.5 Custumer Service


Customer Service merupakan suatu bagian dari unit organisasi yang berada di
front office yang berfungsi sebagai sumber informasi dan perantara bagi bank
dan nasabah yang ingin mendapatkan jasa-jasa pelayanan maupun produk produk
bank. Dalam kedudukannya sebagai centre dan contact point antara bank dengan
nasabah, Customer Service haruslah mengetahui secara umum dan luas bentukbentuk pelayanan jasa dan produk bank dengan baik. Kesempatan berhubungan
dengan nasabah yang cukup besar dapat dipergunakan secara efektif untuk
menawarkan produk-produk bank lainnya dalam rangka Cross Selling.
3.5.1

Fungsi Custumer Service


Berdasarkan fungsi tersebut diatas fungsi seorang customer service
dapat dijabarkan lebih lanjut dalam kesehariaannya sebagai karyawan Bank,
yang mana fungsi - fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
Front Line Officer
Keberadaan bagian customer service berada di bagian depan suatu
bank, maka customer service menjadi cerminan penilaian pelayanan suatu
bank.
Liasson Officer
Customer Service adalah satu aparat yang menjadi perantara antara
bank dengan nasabah. Orang pertama yang dihubungi oleh nasabah sewaktu
datang ke bank adalah aparat customer service, baik untuk meminta informasi
maupun untuk melaksanakan transaksi.
28

Information Centre
Customer Service adalah satu-satunya personil yang dengan mudah
dihubungi oleh nasabah pada kesempatan pertama maka aparat customer
service menjadi pusat dan nara sumber informasi-informasi mengenai produk
dan jasa bank. Oleh karenanya dituntut personil yang mempunyai
pengetahuan dan wawasan yang cukup baik mengenai industri perbankan.
Salesman (penjual)
Berfungsi sebagai penjual produk, dengan menjual berbagai produk
yang ada pada bank, seperti berbagai jenis tabungan, deposito, kredit serta
mengetahui keluhan dan keberatan nasabah.
Servicing (pelayanan)
Sesuai dengan fungsinya customer service, atas nama bank penerima
dan menyambut baik kedatangan nasabah selanjutnya akan mengerjakan
kebutuhan nasabah sampai seluruh transaksinya dapat dirampungkan.
Advisor/Konsultan
Dalam melayani nasabah tidak jarang pula aparat customer service
dengan bekal pengetahuan dan wawasan yang bijak sehubungan dengan
perencanaan pengelolaan keuangan nasabah.
Maintenance Customer (Pembinaan Nasabah)
Permasalahan pembinaan nasabah baru (solisitasi). Aparat customer
service adalah account assistant atau pembina bagi setiap account atau
rekening nasabah non kredit. Hal ini merupakan perpanjangan dan
pengembangan fungsi kedua yaitu Liasson Officer.
Handling Complaint
Unit customer service apabila dalam operasionalnya, nasabah tidak
puas, karena terdapat ketidakcocokkan atau kesepakatan, komplain dan lainlain sebagainya, maka adalah tepat apabila orang pertama yang dihubungi
adalah aparat customer service. Dalam hal ini dituntut tidak saja dapat

29

menangani keluhan akan tetapi juga diharapkan dapat memecahkan masalah


dengan baik sebagai trouble suiter.
3.5.2

Tugas Custumer Service


Selain memiliki fungsi, seorang customer service yang berada digaris
depan bank (front office) juga memiliki tugas. Tugas ini pada hakekatnya
adalah penerapan dari fungsi-fungsi yang telah disebutkan diatas dan tugas
ini nantinya yang dapat dilihat oleh nasabah dalam kegiatan sehari-hari
nantinya. Memberikan pelayanan kepada nasabah yang berkaitan dengan
pembukaan rekening tabungan, giro, pembukaan deposito, permohonan
nasabah yang lainnya. Di samping itu memberikan informasi sejelas mungkin
mengenai berbagai produk dan jasa yang ingin diketahui dan diminati kepada
nasabah

atau

permasalahan

calon
yang

nasabah.
disampaikan

Menerima,
oleh

melayani

nasabah

dan

mengatasi

sehubungan

dengan

ketidakpuasan nasabah atas pelayanan yang diberikan oleh pihak nasabah.


Mengadministrasikan daftar hitam Bank Indonesia dan daftar rehabilitasi
nasabah serta file nasabah.
Mengadministrasikan resi permintaan dan pengembalian buku cek dan
bilyet giro serta surat kuasa. Memberikan informasi tentang saldo dan mutasi
nasabah. Mengadministrasikan buku cek, bilyet giro, dan buku tabungan.
Memperkenalkan dan menawarkan produk dan jasa yang ada dan yang baru
sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah.
3.5.3

Wewenang Custumer Service


Sehubungan dengan tugas dan fungsi dari customer service, maka
seorang customer servicepun memiliki wewenang. Wewenang inilah yang
merupakan wujud konkrit tugas secara lebih khusus terhadap pekerjaan yang
diembannya yaitu menyelesaikan setiap pekerjaan dan tugas sampai tuntas
dengan baik (tidak ada yang tergantung atau pending, tidak ada masalah yang
timbul

dari pekerjaannya,

kecuali memang hal itu

terjadi diluar

jangkauannya).
Adapun wewenang tersebut antara lain :
Menyaksikan nasabah mengisi dan menandatangani formulir, aplikasi,
perjanjian-perjanjian.
30

Melakukan penolakan permintaan pembukaan rekening bilamana tidak

memenuhi persyaratan atau prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank.


Melakukan verifikasi tanda tangan customer.
Melakukan penolakan permintaan buku bilyet giro dan cek apabila tidak

memenuhi persyaratan.
Melakukan penutupan rekening baik atas permintaan nasabah maupun
karena sebab lainnya berdasarkan prosedur intern bank.
Sehubungan dengan wewenang Customer Service yaitu perihal penolakan

permintaan pembukaan rekening bilamana tidak memenuhi persyaratan atau


prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank, maka dalam hal ini telah
dikeluarkan peraturan dari Bank Indonesia, yaitu Peraturan Bank Indonesia
No. 3/10/PBI/2001 tanggal 18 Juni 2001 tentang penerapan prinsip mengenal
nasabah (Know Your Customer Principles). Dimana peraturan yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia dimaksudkan untuk memperkecil risiko
yang dihadapi Bank terutama dari sisi keuangan bank yaitu sisi aktiva
maupun passiva.

BAB IV
ANALISA SISTEM DAN PEMBAHASAN
31

4.1 APLIKASI SISTEM DI KANTOR CAPEM BANK ACEH


Pada kantor cabang pembantu Bank Aceh kota juang, layanan custumer
service menggunakan aplikasi collega. Dimana aplikasi ini, pihak CS (custumer
service) dapat lebih mudah bekerja. Pada aplikasi ini CS dapat menginput data
untuk nasabah yang membuka buku tabungan, pengkinian data, cetak tunda
nomor rekening, serah terima ATM, informasi nasabah dan hal lainnya yang
bersangkutan dengan pelayanan nasabah.
4.1.1

Tampilan Menu Utama


Pada saat menjalankan aplikasi, menu utama yang akan tampil adalah
sebagai berikut :

Gambar 4.1 Tampilan Menu Utama


(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )
Pada menu tersebut, pada pilihan Ganti menu terdapat 2 menu yaitu
custumer service dan custumer ATM. Pada customers service terdapat banyak
menu seperti pembukaan rekening baru, deposito dan lainnya. Sedangkan
pada custumer ATM hanya terdapat menu mengenai ATM seperti pendaftaran
ATM , serah terima ATM, riset pin ATM dan lainnya.
4.1.2

Form Pembukaan Rekening Baru


Untuk pembukaan rekening baru akan tampil form berikut :

32

Gambar 4.2 Form Pengecekan Nasabah Ganda


(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )

Pada saat pengisian form diatas secara lengkap sesuai identitas


maka sistem dengan sendirinya akan menyimpan data yang diinputkan,
dan akan menampilkan form berikutnya. Form ini diisi oleh petugas sesuia
dengan identitas nasabah. Jika data yang kita isi sudah ada sebelumnya
atau memiliki data ganda, maka sistem juga akan menampilkan pesan
tersebut. Jika data sudah ada maka dengan sendirinya pada form
selanjutnya akan muncul data sesuai dengan data lama yang telah diinput.
Dengan demikian yang perlu dilakukan adalah pengkinian data sesuai
dengan identitas yang baru.

Gambar 4.3 Form Pembukaan Nasabah baru


33

(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )


Setelah pengisian form biodata, maka data akan diotorisasi dan
disimpan. Setelah disimpan untuk mengetahui nomor rekening yang akan
digunakan, petugas akan mengisi form pembukaan rekening tabungan. Pada
form pembukaan rekening tabungan ini petugas akan memilih tabungan jenis
apa yang akan dibuka oleh nasabah. Ada 4 jenis tabungan, yaitu Tabunganku,
Tabungan Simpeda, Tabungan TAG, dan Tabungan Seulanga. Nomor
rekening yang akan muncul berurutan, sesuai dengan jenis tabungan masingmasing. Jika nasabah sudah memiliki buku tabungan sebelumnya maka
petugas dapat mengambil nomor rekening lama nasabah atau mengambil
rekening baru.

Gambar 4.4 Form Rekening Tabungan


(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )
4.1.3

Cetak Rekening Koran


Pada menu cetak rekening Koran nasabah dapat melihat info saldo
yang ada pada rekeningnya. Baik saldo debit nya atau saldo kredit. Pada
menu ini tidak hanya rekening tabungan yang dapat dicetak, rekening giro
juga dapat dicek pada menu ini

34

Gambar 4.5 Form Cetak Rekening Koran


(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )
4.1.4

Cetak Tunda Rekening Tabungan


Menu ini berfungsi untuk mencetak saldo yang ada pada buku
tabungan nasabah. Baik saldo debit atau saldo kredit.

Gambar 4.6 Form Cetak Tunda Rekening


(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )
Pada kode cabang diisi sesuai dengan nomor kode cabang yang ada
pada buku tabungan. Agar system dapat mengambil data secara otomatis pada
cabang tempat informasi nasabah disimpan.
4.1.5

Penyerahan Kartu ATM


35

Pada saat nasabah membuat kartu ATM, maka petugas akan mengisi
biodata pada form yang sama dengan penyerahan kartu ATM. Setelah selesai
pengisian biodata, maka data tersebut akan diotorisasi oleh supervisor yaitu
kepala cabang. Setelah diotorisasi maka petugas CS dapat melakukan
penyerahan kartu ATM dan mengisi kembali formnya. Namun untuk
penyerahan petugas hanya perlu mengisi nomor kartu ATM, maka data lain
akan muncul dan petugas akan mencetaknya sebagai arsip.

Gambar 4.7 Form Penyerahan ATM


(Sumber : PT. Bank Aceh. Aplikasi CS )

BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil Praktek Kerja Lapangan dan penjelasan pada bab sebelumnya,
pelayanan custumer service pada Bank Aceh sudah sangat memuaskan. Dimana
36

para nasabah dapat melakukan transaski ataupun menyampaikan keluhan secara


langsung. Aplikasi yang digunakan pun sudah cukup lengkap, dengan menu
yang lengkap dan terstruktur yaitu menu custumer serice dan menu custumer
ATM, yang dapat memudahkan petugas dalam menjalankan wewenangnya. Dan
form pengisian data untuk nasabah sudah terstruktur dengan rapi dan jelas.

5.2 SARAN
Setelah menjalankan masa Praktek Kerja Lapangan maka penulis dapat
menyampaikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat :
1. Perawatan komputer dan printer haruslah dicek setiap bulannya. Baik pita
printer maupun kabel-kabel yang bersangkutan .

DAFTAR PUSTAKA
Ismail,MY. (2012). Latar Belakang Bank. http://Frepository.usu.ac.id/Chapter2520I
.pdf/.Diakses 11 Agustus 2016.
https://arifashkaf.wordpress.com/2015/10/14/pengertian-sistem-dan-contohnyasoftskill/. Diakses 11 Agustus 2016.
37

http://adull.blog.com/pengertian-database-menurut-para-ahli/.Diakses
2016.

13

Agustus

https://pelatihanbank.wordpress.com/2012/12/22/apa-fungsi-tugas-wewenangcustomer-service-bank/. Diakses 14 Agustus 2016.


www.bankaceh.co.id. Diakses 14 Agustus 2016

Kegiatan dan Tugas-tugas harian


Dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan terdapat beberapa tugas harian diantaranya
adalah :
1. Bulan Pertama :
a. Memeriksa Laporan Transaksi Harian
Memeriksa tiket setiap ada transaksi pembayaran, setoran,
maupun penarikan. Pemeriksaan dilakukan agar tidak terlewatnya
38

tanda tangan dari nasabah penyetor maupun teller yang bertugas. Hal
tersebut dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam transaksi
pembayaran, setoran maupun penarikan.

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Mengarsipkan data dan berkas rekening Giro .


Mengarsipkan data dan berkas rekening Tabungan .
Mencetak dan mengarsipkan amandemen data nasabah kredit.
Membantu CS mencetak transaksi tunda .
Mengagendakan surat masuk dan surat keluar.
Mengisntal dan memperbaiki printer.
Membantu petugas kredit dalam menangih kredit macet.

2. Bulan Kedua :
a. Memeriksa Laporan Transaksi Harian
Memeriksa tiket setiap ada transaksi pembayaran, setoran,
maupun penarikan. Pemeriksaan dilakukan agar tidak terlewatnya
tanda tangan dari nasabah penyetor maupun teller yang bertugas. Hal
tersebut dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam transaksi
pembayaran, setoran maupun penarikan.

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Mengarsipkan data dan berkas rekening Giro .


Mengarsipkan data dan berkas rekening Tabungan .
Mencetak dan mengarsipkan amandemen data nasabah kredit.
Membantu CS mencetak transaksi tunda .
Mengagendakan surat masuk dan surat keluar.
Meriset dan membatasi pengguna Wi-Fi.
Membantu petugas CS dalam mencetak buku.
Diikut sertakan dalam pelaksanaan upacara Kemerdekaan Indonesia.

39