Vous êtes sur la page 1sur 14

CORAK KARYA SENI

Nama : Rossa Abi Heriana


Kelas : IX-3
Nisn :

TAHUN AJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa

atas segala Rahmat, sehingga saya dapat

menyelesaikan pmbuatan tugas ini dalam bentuk

maupun isinya yang mungkin sangat sederhana.

kliping ini berisikan tentang pengertian corak seni

lukis.

Semoga kliping ini dapat dipergunakan sebagai

salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman dan

juga berguna untuk menambah pengetahuan bagi

kita.

Kliping ini saya akui masih banyak kekurangan.

Oleh karena itu saya harapkan kepada pembaca

agar dapat memakluminya .

1. Naturalisme
Naturalisme merupakan corak atau aliran dalam seni rupa yang
berusaha melukiskan sesuatu obyek sesuai dengan alam (nature).
Obyek yang digambarkan diungkapkan seperti mata melihat. Untuk
memberikan kesan mirip diusahakan bentuk yang persis, ini artinya
proporsi, keseimbangan, perspektif, pewarnaan dan lainnya
diusahakan setepat mungkin sesuai mata kita melihat.

Ciri-ciri :
Tokoh-tokoh :
Nusantara : Raden Saleh , Abdullah sudrio Subroto, Basuki
abdullah ,Gambir anom dan trubus
Mancanegara : Rembrant, Williamn Hogart dan Frans Hall

2. Realisme
Realisme adalah corak seni rupa yang menggambarkan kenyataan
yang benar-benar ada, artinya yang ditekankan bukanlah obyek
tetapi suasana dari kenyataan tersebut.
Ciri-ciri:
Tokoh-tokoh realisme ialah :
Gustove Corbert, Fransisco de Goya dan Honore Daumier

3. Romantisme
Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha
menampilkan hal-hal yang fantastic, irrasional, indah dan absurd.
Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedy yang
dahsyat, kejadian dramatis yang biasa ditampilkan dalam cerita
romah. Penggambaran obyeknya lebih sedikit dari kenyataan,
warna yang lebih meriah, gerakan yang lebih lincah, pria yang
lebih gagah, wanita yang lebih.

4. Impressionisme
Impressionisme merupakan corak seni rupa yang lahir pada tahun
1874. Aliran ini mengutamakan kesan selintas dari suatu obyek
yang dilukiskan. Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari
yang merefleksi ke mata mereka. Mereka melukiskan dengan cepat
karena perputaran matahari dari timur ke barat. Karena itulah
dalam lukisan impressionisme obyek yang dihasilkan agak kabur dan
tidak mendetail.
Tokoh aliran ini :
Claude Monet, Aguste Renoir, Casmile Pissaro, SIsley, Edward
Degas dan Mary Cassat. Di Indonesia penganut aliran ini :
Kusnadi, Solichin dan Afandi (sebelum Ekspresionisme).

5. Ekspresionisme
Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin
secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia
batin ! Imajinasi dan perasaan. Obyek-obyek yang dilukiskan
antara lain kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan dan
keinginan lain dibalik tingkah laku manusia.
Tokoh-tokoh:
Vincent Van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Karl Schmidt,
Emile Nolde, JJ. Kandinsky dan Paul Klee. Di Indonesia penganut
ini adalah : Affandi, Zaini dan Popo Iskandar.

6. Kubisme
Kubisme lahir pada saat pameran retpektif Cezanne yakni pada
tahun 1907. Corak ini menggambarkan alam menjadi bentuk-bentuk
geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola,
kerucut, kubus dan kotak-kotak. Disini sei bukanlah peniruan alam
melainkan penempatan bentuk-bentuk geometris dari seniman
kepada alam.

Pelopor Kubisme :
Gezanne, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert Glazes.
Fernand Leger, Robert Delaunay, Francis Picabia dan Juan Gris.

7. Fuvisme Fuvisme merupakan nama yang dijuluki kepada sekelompok


pelukis muda yang muncul pada abad ke 20. Ciri khas seni lukisannya
ialah warna-warna yang liar. Des fauves dalam bahasa Perancis artinya
binatang liar. Karena keliaran dari warna-warna itulah oleh kritikus
Perancis Louis Vauxelles dilontarkan dengan nama Fauvisme. Tokoh-tokoh
aliran ini : Henry Matisse, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink, Rauol
Dufi dan Kess Van Dongen.

8. Dadaisme Dadaisme lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I.


Sifatnya dikatakan anti seni, anti perasaan dan cenderung merefleksi
kekasaran dan kekerasan. Karyanya aneh seperti misalnya mengkopy
lukisan Monalisa lalu diberi kumis, tempat kencing diberi judul dan
dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu dan
rongsokan barang-barang bekas. Tokoh-tokoh aliran ini : Juan Gross,
Max Ernst, Hans Arp, Marcel Duchamp dan Picabia.

9. Futurisme Futurisme ialah sebuah aliran seni lukis yang lahir pada
tahun 1909. Aliran ini mengatakan keindahan gerak dan dipandang
sebagai pendobrak aliran Kubisme yang dianggap statis dalam komposisi,
garis dan pewarnaan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak sehingga
pada lukisan anjing digambarkan berkaki lebih dari empat. Tokoh aliran
ini : Umberto, Boccioni, Carlo Cara, Severini, Gioccomo Ballad an Ruigi
Russalo.

10. Surrealisme Surrealisme pada awalnya merupakan gerakan dalam


sastra yang diketemukan oleh Apollinaire utuk menyebut dramaya. Pada
tahun 1024 dpakai oleh Andre Bizton untuk menyebutkan corak dalam
seni lukis. Dalam kreativitasya corak surrealis berusaha membebaskan
diri dari control kesadaran, menghendaki kebebasan yang selanjutnya ada
kecenderungan menuju kepada realistis namun masih dalam hubungan-
hubungannya yang aneh. Pelopor Surrealisme : Joan Miro, Salvador Dali
darl Andre Masson. Di Indonesia bisa disebut : Sudibio; Sudiardjo dan
Amang Rahman.

11. Abstraksionisme Seni abstrak dalam seni lukis ialah seni yang
berusaha mengambil obyek yang berasal dari dunia batin. Obyek itu bisa
fantasi, imajinasi dan mungkin juga intuisi para seniman. Karena timbul
dari dalam batin. Dalam seni abstrak terbagi dua katagori besar yaitu :
a. Abstrak Ekspresionisme D Amerika abstrak ini terdapat dua
kecenderungan yaitu : - Color Field Painting, yaitu lukisan yang
menampilkan bidang-bidang lebar dan warna yang cerah. Pelopornya :
Mark Rothko, Clyfford Stll, Adolf Got lieb, Robert Montherwell dan
Bornet Newman. - Action Painting, yaitu lukisan yang tidak mementingkan
bentuk yang penting adalah aksi atau cara dalam melukiskannya.
Tokohnya adalah : Jackson Polack, Willem de Koning, Frans Kliner dan;
adik Twarkov. Di Perancis abstrak ekspresionesme diikuti oleh : H.
Hartum Gerard Schneider, G. Mathiew dan Piere Souloges. Kemudian
yang diberi nama Technisme dipelopori : Wols Aechinsky dan Asger Yorn.
b. Abstrak Geometris Abstrak Geometris disebut juga seni non obyektif.
Dipelopori oleh Kandinsky. Setelah itu bermunculan abstrak geometris
yang lain dengan nama berbeda antara lain : Suprematisme, yaitu lukisan
yang menampilkan abstraksi bentuk-bentuk geometris mumi dengan
tokohnya adalah kasimir Malevich. Konsiruktivisme, sebuah corak seni
rupa 3 dimensi yang berusaha menampilkan bentuk-bentuk abstrak dengan
menggunakan bahan-bahan modem seperti kawat, besi, kayu dan plastik.
Tokohnya : Vladimir Tatlin, Antonic Pevner, Naum Gabo dan A.
Rodehenko. Alexander Calder karena patungnya dapat bergerak disebut
Mobilisme di Amerika patung yang dapat bergerak disebut Kinetic
Sculpture. Minimal Art juga termasuk dalam kelompok konstruktivisme.
Seni ini lahir karena situasi tehnologi industri yang tinggi dan karyanya
cenderung kea rah aristektual. Neo Plastisisme (De Stijil), yaitu corak
seni abstrak yang menampilkan keuniversalan ilmu pasti. Aliran ini
berusaha mengembalikan pewarna kepada warna pokok dan bentuk yang
siku-siku Tokohnya ialah Piet Mondarian, Theo Van Daesburg dan Bart
Van Leck. Op Art (Optical Art), disebut juga Retinal Art yaitu corak
seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan
pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Karya ini
menarik perhatian karena warnanya yang cemerlang dan seakan
mengecohkan mata dengan ilusi ruang. Tokoh corak ini : Victor

12. Pop Art (Popular Art) Seni Pop atau Pop Art mula-mula berkemang di
Amerika pada tahun 1956. nama aslinya adalah Popular Images. Seni ini
muncul karena kejenuhan dengan seni tanpa obyek dan mengingatkan kita
akan keadaaan sekeliling yang telah lama kita lupakan. Dalam mengambil
obyek tidak memilih-milih, apa yang mereka jumpai dijadikan obyek.
Bahkan bisa saja mereka mengambil sepasang sandal disandarkan diatas
rongsokan meja kemudian diatur sedemikian rupa dan akhirnya
dipamerkan. Kesan umum dari karya-karya Pop art menampilkan suasana
sindiran, karikaturis, humor dan apa adanya. Tokoh-tokohnya antara lain
: Tom Wasselman, George Segal, Yoseph Benys, Claes Oldenburg dan
Cristo. Di Indonesia yang menganut aliran ini adalah seniman-seniman
yang memproklamirkan diri :Kaum Seni Rupa Baru Indonesia. 13. Seni
Instalasi Berarti sejumlah kanfas atau obyek ide instalasi dimulai dari
barang-barang yang ditemukan di mana-mana dan kemudian di
kembangkan, direkayasa di work shop, di improvisasi dengan ruang, atau
merupakan input respons terhadap ruang ataupun yang mengelilinginya,
susunan dalam sebuah fungsi dirakit dengan obyek-obyek lain jadilah
sebuah sistem itulah instalasi.