Vous êtes sur la page 1sur 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

D DENGAN PERSALINAN
VACUM EXTRASI USIA KEHAMILAN 34+3 MINGGU DI VK
RSU PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA

DISUSUN OLEH :
DADANG RIDIANTI
201010206014

PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH
YOGYAKARTA
2011

PENGKAJIAN INTRANATAL
Nama Mahasiswa: Dadang Ridianti Tanggal pengkajian: Selasa, 12 Juli 2011
NIM:201010206014 Ruang/RS: VK RSU PKU Muhammadiyah
Yogyakarta

A. DATA UMUM

Initial klien : Ny. D (27th) Nama suami : Tn. M (28 th)


Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Swasta
Pendidikan terakhir : Sarjana Pendidikan terakhir : Sarjana
Agama : Islam Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Tegal Sumberejo Tempel Sleman Yogyakarta
B. DATA UMUM KESEHATAN

1. TB/BB : 157 cm/49 kg


2. BB sebelum hamil : 43 kg
3. Masalah kesehatan khusus: tidak ada masalah kesehatan khusus

4. Obat-obatan : mengkonsumsi penambah darah dan vitamin dari dokter


5. Alergi (obat/makanan/bahan tertentu): tidak punya alergi

6. Diet khusus : tidak melakukan diet khusus, makan seperti biasa, banyak
sayur dan buah-buahan.
7. Alat bantu yang digunakan: kaca mata

8. Frekuensi BAK, masalah : lebih sering dari sebelumnya, lebih dari 7x sehari, tidak
ada masalah.
9. Frekuensi BAB, masalah : BAB lancar, 1 kali hari tidak keras

10. Kebiasaan waktu tidur : tidur tidak ada masalah, nyenyak, 8 jam sehari tanpa obat
tidur
C. DATA UMUM KEBIDANAN

1. Kehamilan sekarang direncanakan (ya/tidak): ya

2. Status obstetrik : G1P0A0


3. HPMT : 18/10/2010
4. Taksiran partus : 25/07/2011

2
5. Jumlah anak dirumah : belum punya anak sebelumnya.
6. Mengikuti kelas prenatal (ya/tidak): tidak

7. Jumlah kunjungan ANC pada kehamilan ini: 10 kali di PKU Yogyakarta

8. Masalah kehamilan sekarang: pernah perdarahan di usia kehamilan 3 bulan, tetapi


tidak ada masalah.
9. Rencana KB: belum direncanakan

10. Pelajaran yang diinginkan saat ini:

Relaksasi/ pernafasan/ manfaat ASI/ cara memberi minum botol/ senam


relaksasi/ metode KB/ perawatan perineum/ perawatan payudara.
11. Setelah bayi lahir, siapa yang diharapkan membantu: suami/teman/orang tua

D. RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG

1. Mulai persalinan (kontraksi, pengeluaran pervaginam): klien datang tanggal


11/07/2011, jam 19.00 WIB. klien mengatakan kontraksi sejak kemaren, saat
diperiksa dalam hasilnya pembukaan 2, portio lunak datar, belum ada lendir darah
dan ketuban masih utuh.
2. Keadaan kontraksi: frekuensi 2 kali, durasi 20 detik, kekuatan lemah.

3. Frekuensi, kualitas dan keteraturan denyut jantung janin: 136x/menit, reguler

4. Pemeriksaan fisik

a. Kenaikan BB selama kehamilan: 6 kg

b. Tanda vital: TD:100/60mmHg, Nadi:67x/menit, Suhu: 36 C, Pernafasan: 28


x/menit
c. Kepala dan leher: bentuk normal, tidak ada nyeri tekan, distribusi rambut rata,
rambut pendek tidak rontok, warna hitam.
d. Muka: kelopak mata tidak oedem, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterik, mulut dan lidah bersih tidak ada karies dan tomatitis, hidung tidak ada
sekret bentuk normal.
e. Leher: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada nyeri tekan.

f. Dada: simetris, tidak ada tarikan dinding dada, tidak ada nyeri tekan, suara
nafas vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan
g. Payudara :tampak bersih, membesar simetris, puting menonjol kedua-
duanya, kencang, tidak ada tumor, tidak ada nyeri tekan, kolostrum belum
keluar.

3
h. Abdomen: membesar sesuai usia kehamilan, perut membesar ke depan, tidak
ada benjolan yang mencurigakan, TFU 30 cm, puka, presentasi kepala, DJJ:
136x/menit
i. Ekstrimitas: tidak edema, tidak ada farises
5. Pemeriksaan dalam pertama: diperiksa oleh bidan, hasilnya pembukaan 2, portio
lunak datar, belum ada lendir darah dan ketuban masih utuh.
6. Laboratorium : protein urin negatif, HbSAg negatif.
E. DATA PSIKOSOSIAL

1. Perasaan klien terhadap kehamilan sekarang: senang karena merupakan kehamilan


pertama
2. Perasaan suami terhadap kehamilan istri sekarang: perasaan suami juga bahagia
karena merupakan calon anak pertama dan berharap persalinannya lancar, kedua-
duanya selamat dan sehat.
F. LAPORAN PERSALINAN

1. KALA PERSALINAN

a. KALA I

1) Mulai persalinan: tanggal 11 Juli 2011, jam: 19.20 WIB di bawa ke VK PKU
Muhammadiyah Yogyakarta dengan pembukaan 2.
2) Tanda dan gejala: klien mengaku keluar cairan dari vaginanya dan perut terasa
mules sejak kemarin.
3) Lama kala I: 13 jam 45 menit

4) Keadaan psikososial: klien tampak cemas, minta ditemani keluarga dan tidak
mau ditinggal oleh suami.
5) Observasi kemajuan persalinan:

Tanggal/jam Frekuensi Durasi Kekuatan DJJ

11/7/2011, Jam:
19.20 WIB 2 kali/10 menit 20 detik lemah 136 x/menit
20.30 WIB 2 kali/10 menit 20 detik lemah 148 x/menit
21.30 WIB 2 kali/10 menit 20 detik lemah 138 x/menit
22.30 WIB 2 kali/10 menit 23 detik sedang 130 x/menit
23.30 WIB 2 kali/10 menit 23 detik sedang 130 x/menit

12/7/2011, Jam:
00.30 WIB 3 kali/10 menit 25 detik sedang 140 x/menit
01.30 WIB 3 kali/10 menit 25 detik sedang 142 x/menit

4
02.30 WIB 3 kali/10 menit 25 detik sedang 139 x/menit
03.30 WIB 3 kali/10 menit 25 detik sedang 135 x/menit
04.30 WIB 5 kali/10 menit 30 detik kuat 138 x/menit
05.30 WIB 5 kali/10 menit 30 detik kuat 138 x/menit
06.30 WIB 7 kali/10 menit 35 detik kuat 129 x/menit
07.30 WIB 8 kali/10 menit 40 detik kuat 128 x/menit

b. KALA II

1) Kala II dimulai: Tanggal: 12 juli 2011 Jam: 08.35 WIB


2) Tanda vital: TD: 120/70 mmHg, Nadi: 91x/menit, Pernafasan: 32x/menit

3) Lama kala II: 10 menit

4) Tanda dan gejala : kepala mulai tampak, klien dipimpin mengejan


5) Jelaskan upaya meneran : klien mengikuti pimpinan persalinan yang
diberikan, namun klien tampak bingung dan salah-salah dalam mengikuti
instruksi terutama saat timbul his.
6) Keadaaan psikososial : klien tampak bingung, beberapa kali salah dalam
mengikuti instruksi mengejan.
c. CATATAN KELAHIRAN

1) Bayi lahir jam: 08.45 WIB, dengan VE.

2) Nilai APGAR: Menit I: 8 Menit V: 9


3) Perineum: dilakukan episiotomi pada klien

d. KALA III

1) Plasenta lahir jam : 08. 50 wib

2) Cara lahir plasenta : lahir spontan

3) Karakteristik plasenta: Panjang tali pusat 30 cm

4) Perdarahan: kurang lebih 200 ml

5) Keadaan psikososial: tampak lelah, tampak lega dan bahagia

e. KALA IV

Observasi kala IV: Mulai jam 09.00 WIB


no Jam Tekanan Nadi Suhu ( TFU Kontraksi Kandung perdarahan
(WIB) darah (x/mnt) C) oterus kemih
(mmHg)
1 09.00 105/65 77 36,3 1 jari Keras, baik kosong -

5
dibawah
pusat
1 jari
2 09.15 110/70 80 36,5 dibawah Keras, baik kosong 5 cc
pusat
1 jari
3 09.30 110/73 80 36,5 dibawah Keras, baik kosong 5 cc
pusat
1 jari
4 09.45 120/80 83 36,5 dibawah Keras, baik kosong 10 cc
pusat
1 jari
5 10.15 110/80 79 36,7 dibawah Keras, baik kosong 15 cc
pusat
1 jari
6 10.30 115/80 80 36,7 dibawah Keras, baik kosong 15 cc
pusat

f. BAYI
1) Bayi lahir tanggal/jam : 08.45 WIB

2) Jenis kelamin : Perempuan


3) Nilai APGAR : menit I: 8, menit ke V: 9
4) BB/PB/Lingkar kepala bayi: 2550 gram, 44 cm, 31cm

5) Karakteristik khusus bayi: tidak ada karakteristik khusus pada bayi, bayi
mengalami asfexia ringan.
6) Anus : berlubang
7) Perawatan tali pusat : tidak ada perawatan khusus, hanya diikat dengan
tali steril

PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR

Nama mahasiswa: Dadang Ridianti Rumah sakit: RSU PKU Muhammadiyah


Yogyakarta
Nama ayah/ibu: Tn. M/ Ny. D Tanggal pengkajian: 12 Juli 2011
Alamat: Tegal Sumberejo Tempel SlemanJam pengkajian: 19. 30 WIB
Yogyakarta

6
A. RIWAYAT KELAHIRAN YANG LALU

No Tahun kelahiran Sex BB lahir Komplikasi Jenis persalinan Keterangan

- Hamil ini - - - - -

B. STATUS GRAVIDA

G1 P0 A0
Presentasi: kepala
Pemeriksaan antenatal: teratur, kurang lebih 10 kali
Komplikasi antenatal: tidak ada komplikasi, namun saat usia 3 bulan pernah terjadi
perdarahan namun kondisi dalam keadaan baik, janin juga dalam keadaan baik.

C. RIWAYAT PERSALINAN

BB/TB Ibu: 157 cm/49 kg. Persalinan di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Tanda vital: Tanda vital: TD:100/60mmHg, Nadi:67x/menit, Suhu: 36 C, Pernafasan: 28
x/menit
Jenis persalinan: pervaginam
Proses persalinan: vacum extrasi
Kala I: 13 Jam 45 menit
Kala II: 10 Menit
Komplikasi persalinan: bayi mengalami asfiksia ringan dan dirawat sementara di kamar bayi
Kondisi ketuban: tidak keruh
D. KEADAAN BAYI SAAT LAHIR

Lahir tanggal: 12 Juli 2011 Jam: 08.45 WIB Sex: perempuan


Kelahiran: tunggal
E. NILAI APGAR

Jumlah
Nilai
Tanda I, V

0 1 2

7
Denyut jantung Tidak ada < 100 >100 2 2

Usaha nafas Tidak ada lambat Menangis kuat 1 1

Tonus otot Lumpuh Eks fleksi sedikit Gerakan aktif 2 2

Iritabilitas refleks Tidak bereaksi Gerakan sedikit Reaksi melawan 2 2

warna Biru/pucat Tubuh merah,kemerahan 1 2


tangan kaki biru

Penilaian: dilaksanakan menit I dan V


Hasil: Menit I: 8 (asfixia ringan), Menit V: 9
Tindakan resusitasi: dilakukan suction untuk menghilangkan lendir di mulut dan hidung.
Plasenta: Lahir spontan
Ukuran plasenta: panjang 30 cm, utuh.
Kelainan: tidak ada kelainan

F. PENGKAJIAN FISIK

Berat badan: 2550 gr Mulut:


Panjang badan: 44 cm
Lingkar kepala: 31 cm Simetris
Lingkar dada: 29 cm
Palatum mole
Lingkar lengan atas: 10 cm
Palatum durum
Kepala Gigi
Bentuk: Hidung:
Bulat Lubang hidung

Lain-lain Keluaran

Molding Pernafasan cuping hidung

Kaput Leher:
Pergerakan leher
Cepalhematom
Tubuh
Ubun-ubun: Warna:
Besar Pink

8
Kecil Pucat

Sutura Sianosis

Mata: posisi: normal kuning


Kotoran
Pergerakan:
Perdarahan aktif

Telinga: posisi: normal kurang


Bentuk: normal
Lubang telinga Dada:
simetris
Keluaran
asimetris
Jantung dan paru-paru:
Normal retraksi

Bunyi nafas:
Ngorok

Lain-lain

Pernafasan:40x/menit
Perut:
Lembek

Kembung

Benjolan

Lanugo: cukup banyak di hampir semua bagian


tubuh

Punggung
Keadaan punggung:
Simetris

Asimetris

Pilonidal diample

Fleksibilitas
Tulang punggung:
Kelainan

Genitalia

9
Normal

Laki-laki:
Hipospadius

Epispadius

Testis: normal

Perempuan:
Labia minora
Menonjol

Tertutup labia mayora

Keluaran.

Anus
Normal

kelainan

Ekstrimitas
Jari tangan: lengkap, normal
Kelainan

Jari kaki: lengkap, normal


Kelainan

Pergerakan
Aktif

Tidak aktif

Asimetris

Tremor

Rotasi paha

Posisi: kaki: normal


Tangan: normal

ANALISA DATA

NO DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM

10
1 DS: penggunaan energiPola napas tidak efektif
- pasien mengatakan sedikit tegang berlebihan
DO:
- pasien gelisah saat timbul his

- pasien tampak tidak bisa mengatur


nafasnya

- RR: 30X/menit

2 DS: kontraksi rahim & reganganNyeri akut


- Klien mengatakan mules semakinjaringan
bertambah sering dan lama
DO:
- Klien tampak gelisah, berkeringat

- Skala nyeri 7-8

- Hasil VT: pembukaan 7

3 DS: krisis situasional, ancamancemas


- Klien mengatakan sedikit tegangyang dirasakan atau aktual
dengan persalinan yang akanpada diri dan janin
dijalani karena baru pertama kali

- Klien mengatakan tidak pernah


ke rumah sakit sebelumnya,
hanya selama hamil ini untuk
periksa kandungan

DO:
- Klien tampak berusaha untuk
nyaman

- Klien tidak mau ditinggal suami

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Pola napas tidak efektif b.d penggunaan energi berlebihan
2. Nyeri akut b.d kontraksi rahim & regangan jaringan

11
cemas b.d krisis situasional, ancaman yang dirasakan atau aktual pada diri dan janinNURSING CARE PLAN

NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL

1 Pola napas tidaksetelah mendapatkan perawatan - Observasi TTV selama jalannya - Deteksi dini keadaan klien sehingga
efektif b.dselama 1 x 24 jam, Pola napas persalinan dapat dilakukan tindakan secara
penggunaan energitidak terganggu/kembali efektif tepat & cepat.
berlebihan dengan Kriteria hasil: - Dampingi klien & berikan dorongan
RR dalam batas normal (15 mental selama persalinan - Mengurangi kecemasan sehingga
30 x/mnt) klien dapat mengatur pernapasan
- Ajarkan tehnik pernapasan yg benar scr benar
Klien tampak rileks saat kontraksi
- Meningkatkan cadangan oksigen &
- Ajarkan cara mengedan yg benar tenaga
- Agar klien dpt menghemat energi &
melahirkan bayinya dng cepat

2 Nyeri akut b.dSetelah mendapatkan perawatan- Percepat proses penerimaan dan- Posisi miring kiri memperbaiki
kontraksi rahim &selama 1x24 jam, nyeri klien lakukan tirah baring pada klien dengan aliran darah uterus dan dapat
regangan jaringan bekurang/hilang, dengan kriteria posisi miring kiri menurunkan kepekaan uterus
hasil:
Nafsu makan meningkat - Observasi skala nyeri dng skala 1 - Mengetahui tingkat nyeri &
10, intensitas & lokasi ketergantungan klien serta kualitas
Melaporkan nyeri sudah
nyeri
terkontrol - Observasi tanda-tanda non verbal
Mampu beristirahat adanya ketidaknyamanan - Nyeri dapat dirasakan,
dimanifestasikan dan ditoleransi
- Ajarkan teknik relaksasi untuk secara individual. Penting untuk
mengurangi nyeri. pasien membedakan nyeri dari tipe
nyeri lain. Petunjuk non verbal ini
- Ajarkan cara mengedan yg benar jika
dapat mengindikasikan adanya
pembeukaan sudah lengkap
derajat nyeri yang dialami.
- Monitor TTV (TD, HR, RR). - Teknik relaksasi dapat mengurangi
tingkat nyeri yang dirasakan. Dapat
meningkatkan kenyamanan dan
sebagai metode pengalihan dari rasa
nyeri yang timbul.
- Mengurangi kelelahan &
mempercepat proses persalinan.
- Nyeri bisa berespon terhadap
TTV(TD, HR, RR)

3. cemas b.d krisisSetelah dilakukan tindakan- Orientasikan klien dan pasangan pada- Membantu klien dan orang-orang
situasional, ancamankeperawatan selama 1x24 jam lingkungan persalinan terdekat merasa mudah dan nyaman
yang dirasakan ataucemas berkurang atau hilang, terhadap lingkungan persalinan
aktual pada diri dandengan kriteria hasil: - Anjurkan penggunaan tehnik relaksasi
janin - Mengungkapkan pemahaman - Relaksasi, mencegah kelelahan
- Anjurkan mengungkapkan rasa takut otot, dan memperbaiki aliran darah
kondisi dirinya
dan masalah uterus
- Mampu istirahat/tidur
- Ekspresi wajah menunjukkan - Beri sedatif bila tindakan lain tidak- Membantu menurunkan ansietas
rileks berhasil
- Memberi efek menenangkan

CATATAN PERKEMBANGAN

NO HARI/TANGGAL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI TTD


1 Selasa,12 Juli 2011 Pola napas tidak efektif - mengobservasi TTV selamaSelasa, 12 Juli 2011, Jam 07.40 WIB
Jam 07.20 WIB b.d penggunaan energi jalannya persalinan S:
berlebihan - klien mengatakan akan mencoba nafas
- mendampingi klien &
memberikan dorongan mental dalam saat muncul his lagi
selama persalinan
O:
- mengajarkan tehnik pernapasan yg - klien tampak sedikit rileks
benar saat kontraksi
- klien tampak bisa mengatur nafasnya
- mengajarkan cara mengedan yg
benar - TD:130/70mmHg, Nadi:80x/menit,
Pernafasan: 27x/menit
A: pola nafas tidak efektif teratasi sebagian,
klien tampak rileks

P: lanjutkan intervensi, pantau terus kondisi


klien, temani klien hingga proses persalinan
selesai dan motivasi klien menggunakan
tehnik nafas dalam saat muncul his

Selasa,12 Juli 2011, Jam 09.00 WIB


S:
- klien mengatakan lelah dan mengantuk
O:
- Klien tampak lelah setelah persalinan

- RR: 26x/menit, TD:105/65mmHg, N:


77x/menit, S: 36,3 C.
- Klien tampak tidur saat akan di
lakukan vital sign untuk observasi kala
IV
A: masalah pola nafas tidak efektif teratasi,
RR klien dalam rentang normal, klien
tampak bisa istirahat (tertidur)
P: lanjutkan intervensi, pantau terus kondisi
klien selama kala IV berlangsung (2 jam
post partum)
Selasa,12 Juli 2011 Nyeri akut b.d kontraksi- melakukan tirah baring pada klienSelasa,12 Juli 2011, Jam 07.40 WIB
Jam 07.20 WIB rahim & regangan dengan posisi miring kiri S:
jaringan - klien mengatakan sakitnya semakin
- mengobservasi skala nyeri dengan sering dan lama
skala 1 10, intensitas & lokasi
O:
- mengobservasi tanda-tanda non- skala nyeri 7-8
verbal adanya ketidaknyamanan
- klien tampak gelisah dan tidak nyaman
- mengajarkan teknik relaksasi untuk terutama saat muncul his
mengurangi nyeri
- klien tampak mempraktekkan tehnik
- mengajarkan cara mengedan yg relaksasi yang diajarkan
benar jika pembukaan sudah
lengkap - klien tampak memahami penjelasan
yang diberikan
A:
nyeri akut belum teratasi, klien masih
merasakan nyeri, klien belum mampu
beristirahat
P:
lanjutkan intervensi, pantau kondisi klien,
anjurkan penggunaan tehnik relaksasi,
menemani klien hingga proses persalinan
usai sambil terus motivasi klien

Selasa,12 Juli 2011, Jam 09.00 WIB


S:
- klien mengatakan lega bayinya sudah
lahir
- saat dilakukan palpasi TFU klien
mengatakan nyerinya sudah berkurang
namun masih terasa
O:
- Klien tampak rileks, tidak gelisah
- Klien menghabiskan makannya
- Klien tampak bisa tertidur
- Skala nyeri 3-4
A: nyeri akut teratasi sebagian, klien
melaporkan nyeri berkurang, klien mampu
istirahat, nafsu makan baik.
P: lanjutkan intervensi, pantau kondisi klien
selama Kala IV
Selasa,12 Juli 2011 cemas b.d krisis- mengorientasikan klien danSelasa,12 Juli 2011, Jam 07.40 WIB
Jam 07.20 WIB situasional, ancaman pasangan pada lingkunganS:
yang dirasakan atau persalinan - Klien mengatakan khawatir dengan
aktual pada diri dan janin proses persalinan yang akan di hadapi
- menganjurkan penggunaan tehnik
relaksasi O:
- Klien tampak tenang ditunggui oleh
- menganjurkan mengungkapkan rasa suami, ibunya, perawat, namun saat
takut dan masalah muncul his klien masih nampak cemas
dan memanggil-manggil suami dan
- menemani klien selama proses
memeluk suami
persalinan hingga selesai
A:
- membimbing klien untuk berdoacemas belum teratasi, klien tampak belum
saat his muncul bisa menerima keadaannya sekarang, klien
tampak gelisah terutama saat timbul his
P:
lanjutkan intervensi, motivasi klien untuk
menggunakan tehnik relaksasi, terus temani
klien hingga proses persalinan selesai.

Selasa,12 Juli 2011, Jam 09.00 WIB


S:
- Klien mengatakan lega dan bahagia
bayinya sudah lahir
- Klien menanyakan apakah banyinya
baik-baik saja
O:
- Klien lebih banyak tersenyum saat
berinteraksi berbeda dengan
sebelumnya
- Klien tampak tenang ditunggui
suaminya
A:
cemas teratasi, klien tampak rilek, dapat
beristirahat.
P:
lanjutkan intervensi, pantau kondisi klien
selama kala IV.

KESIMPULAN
1. Pencapaian hasil asuhan keperawatan pada Nn. D
- Masalah pola nafas teratasi, setelah persalinan usai klien tampak rileks, respirasi dalam batas normal yaitu 26x/menit.
- Selama masa persalinan klien tampak cemas dan bingung serta ingin didampingi suami, namun klien cukup dapat mengikuti
bimbingan dari perawat. Setelah persalinan usai klien tampak rileks.
- Nyeri akut berkurang setelah persalinan, klien tampak rileks, mampu beristirahat. Skala 3-4.
- Bayi dalam kondisi baik meskipun lahir dengan mengalami asfixia ringan. Untuk sementara bayi sementara di rawat di kamar
bayi.
2. Faktor penghambat dan pendukung
Faktor penghambat: klien cukup kooperatif, hanya saja terkadang saat timbul his klien tidak mengikuti bimbingan yang diberikan.
Faktor pendukung: klien mendapatkan perawatan yang komprehensif dari bidan yang memimpin persalinan, adanya keluarga juga
membantu klien secara psikologis untuk siap menjalani persalinan.

3. Rencana tindak lanjut


- Pantau terus kondisi klien di ruang perawatan selama masa nifas
- Anjurkan penggunaan tehnik relaksasi nafas dalam untuk menghilangkan nyeri
- Ajarkan cara perawatan bayi dirumah, konseling KB, manfaat ASI, cara memberi minum botol, perawatan perineum,
perawatan payudara.