Vous êtes sur la page 1sur 5

ETIKA KARYAWAN RSB AL HASANAH

BERGAUL PADA SESEORANG PERLU BERETIKA

Menciptakan Kesan Pertama Yang Baik


Kesan pertama adalah pikiran atau persepsi pertama dari seseorang terhadap kita
sesudah melihat, mendengar apa yang telah kita katakan. Kesan pertama terjadi pada
setiap situasi baru. Apakah pertemuan itu pertemuan tatap muka atau lewat telefon
sehingga kesan pertama yang baik akan membuat hubungan berkembang baik dan
sebaliknya kesan pertama yang buruk akan menghambat hubungan.
Fokus Pada Orang Lain
Hindari diri sendiri menjadi pusat perhatian. Kesalahan buruk yang bisa terjadi adalah
bicara terus menerus tentang diri kita. Usahakan kita akan mampu membantu orang
lain. Dengan bertanya tentang orang lain dan membiarkan orang lain tersebut menjadi
sorotan. Selain membuat diri kita terkesan lebih sopan, kita juga bisa mempelajari
lebih banyak tentang orang lain tersebut.
Menjadi Pendengar Yang Baik
Saat diskusi dengan seseorang, tunjukkan kepadanya secara halus, bahwa anda
memperhatikan apa yang dikatakannya. Misalnya dengan menganggukkan kepala,
sesekali mengatakan oh, begitu atau ya, saya mengerti atau petunjuk verbal lainnya
yang menunjukkan anda mendengar dengan penuh perhatian. Jika tidak jelas, ajukan
pertanyaan, lebih baik pertanyaan yang tidak mengancam, jangan menginterupsi jika
seseorang sedang berbicara. Memotong pembicaraan dianggap tidak sopan.
Hati Hati Dengan Humor
Sebagian ahli menganjurkan jangan menggunakan humor atau gurauan pada
pertemuan pertama. Tujuannya untuk mencegah gurauan yang bisa membuat orang
lain tersinggung.
Fokus Pada Prestasi
Gunakan pujian secukupnya saja. Fokus pada prestasinya, bukan pada atribut pribadi.
Bicara Secara Jelas
Jangan bicara terlalu cepat atau dengan suara yang terlalu pelan sehingga sulit untuk
didengar. Untuk menciptakan kesan yang baik, ketika berbicara, gunakan tata bahasa
yang baik. Usahakan selalu sopan setiap saat.
Berbusana Yang Baik
Kenakan busana yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Tak perlu mahal atau trendi,
tapi pastikan busana anda bersih dan rapi. Busana yang lusuh dan berantakan bisa
membuat anda atau perusahaan anda terkesan berantakan.
Menerima Telefon
Jawab telefon pada dering ketiga, jika menggunakan mesin penjawab atur agar
dijawab pada dering ketiga.
Ucapkan salam secara sopan, profesional dan ramah, jangan menjawab telefon
sambil makan atau bicara dengan orang lain, jangan mengucapkan uh atau uhm
lebih dari 3 kali dalam 15 detik penyapaan.
Siapkan semuanya sebelum menjawab telefon. Sediakan pensil atau pena dengan
kertas di dekat anda.
Menelefon
Perkenalkan diri anda dan dari perusahaan apa, ingin ketemu siapa
Tanyakan apakah ada waktu untuk membicarakan sesuatu. Kalau ada utarakan
tujuannya
Kalau tidak ada waktu, kapan berkenan menerima telefon
Bila ditunda menerima telefon, kapan bisa menerima telefon, karena waktu tadi
mungkin si penerima telefon ada aktifitas yang tidak dapat ditunda
Segera tepati janji bertelefon, tersebut datas, karena penerima telefon ingin segera
mengetahui berita per telefon
Bicara per telefon secara perlahan terutama ketika harus meninggalkan pesan
Jangan bicara terlalu cepat, agar orang yang menerima telefon bisa menangkap
secara lengkap pesan anda dan mencatatnya
Bila ada telefon untuk anda, kebetulan tidak ketemu, tinggalkan pesan dan segera
anda telefon balik.
Kebiasaan Yang Membuat Gagal
Semua orang ingin sukses dan ingin tahu mengapa seseorang bisa sukses.
Padahal semua cara sudah dilakukan. Antara lain yang dilakukan, melakukan sesuai
buku kiat sukses, dalam kenyataan kita gagal berkali kali. Kegagalan itu ada
sementara ada permanent.
Pada anak belajar berdiri lalu jatuh berdiri lagi bisa jalan, ini gagal sementara.
Gagal itu tidak seluruhnya buruk, kadang kala diperlukan. Tanpa kegagalan, kita tak
akan belajar.
Kebiasaan yang membuat gagal :
Tidak punya tujuan lisan atau tertulis
Tidak punya rencana
Tidak bertindak
Bergaul pada orang orang yang tidak tepat
Terlalu banyak nonton TV hiburan bukan pengetahuan
Tidak pernah mendengarkan dan mempelajari hal yang menarik
Menghindari semua resiko
Terus menerus mengeluh dan menggerutu
Terlalu tergantung pada orang lain
Menyalahkan orang lain, tentang sesuatu yang menimpa kita
Takut berkata tidak
Gagal itu normal, jangan takut gagal.
Terus berusaha dan belajar dari kegagalan.
Bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah.
PERILAKU BAHAYA UNTUK KARIER

Dalam bekerja, kadang kita melakukan hal sepele.


Misal : Melanggar aturan kantor, menggunakan fasilitas kantor, telefon, kertas dan
lain lain.
Akibatnya fatal untuk karier, karena lambat laun pasti akan ketahuan.
Tidak Mengakui Kesalahan
Kadang kita tidak mengakui kesalahan, malah mencari kambing hitam atau
menyangkal. Sehingga penyelesaiannya berlarut larut tetapi kalau mengakui
kesalahan dapat diselesaikan secepatnya dan dicari solusinya.
Menjelekkan Atasan atau Perusahaan
Menjelekkan dengan ngomong di belakang, cepat atau lambat pasti akan
tersampaikan, hanya menunggu waktu saja tersampainya.
Jangan mendiskusikan perusahaan atau atasan anda, berpikiran negatif, kalau
sudah negatif terus, mestinya anda tidak bekerja disana.
Merasa Sudah Ahli
Tidak perlu bimbingan, evaluasi padahal yang baru banyak sekali.
Menentang tradisi tempat bekerja.
Secara formal atau informal setiap tempat kerja mempunyai aturan atau
tradisi, pelajari aturan dan tradisinya, jangan aturan di lain tempat di bawa di
tempat anda bekerja, pepatah mengatakan : di kandang kambing mengembik,
di kandang kerbau mendenguh atau lain koki lain masakan, lain ladang lain
belalang.
Membanggakan Diri
Menggembar gemborkan prestasi, membuat meragukan kemampuan anda.
Pepatah mengatakan : air beriak tanda tak dalam, tong kosong berbunyi nyaring.
Jangan juga mengeluh beban kerja, idealnya tunjukkan anda bekerja dengan baik.
Jika atasan anda meminta tenaga untuk mengerjakan pekerjaan tertentu, ajukan
tenaga yang betul betul berkompeten.
Hanya Memperhatikan Pekerjaan Sendiri
Pegawai sering mempelajari pekerjaan di bidangnya saja, cara ini akan membuat
anda, cepat atau lambat akan tersisih, karena munculnya pegawai baru yang
pengetahuan dan wawasannya lebih luas. Berusaha berinteraksi dengan luar yang
berhubungan dengan perusahaan tempat bekerja. Apakah itu karier atau supliyer
Kurang pergaulan
Kadang kita malas kumpul kumpul, akan membuat tidak mengetahui
perkembangan yang baru.
Belajarlah dari orang orang dilingkungan, profesi yang sama. Misal tentang
kepemimpinan, pasar, industri.
Membangun jejaring atau net working adalah saling bertukar informasi yang
menguntungkan kedua belah pihak.
Cepat berpuas diri
Cepat berpuas diri adalah musuh terbesar untuk maju.
Coba temukan hal hal apa yang bisa anda lakukan untuk perusahaan, cari
masukan dari luar.