Vous êtes sur la page 1sur 7

Bukti Ilmiah dibalik Tahajud dan

Tidur manusia
Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam
hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para
saintis barat seperti dr Ray Meddis, seorang Profesor di Department of Human Sciences,
England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu
tidur malam selama TIGA JAM.

Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang Sholat Tahajud. Apakah kebaikan dan
kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang
nyenyak tidur!?

Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan.
Sesungguhnya Sholat Tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi
masalah hidup duniawi dan lain-lain.

Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfer bumi sekitar jam
tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan
menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.

Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh
manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi
sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen
tersebut.

Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat. Secara kasar, pertama kita berdiri tegak
(qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada
kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta
menggerakkan otot di kedua belah tangan.

Ketika ruku dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan
punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang
punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.

Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki.
Dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak
otot dan persendian yang kita gerakkan.

Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita
berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan
sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, paha, kaki bagian bawah dan
otot-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk pertama duduk antara dua
sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha,
selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.

Ketika kita memberi salam, kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.
Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-
otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat Tahajud bisa juga
menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun
lewat dari tidur malam.

dan pada sebagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan
bagimu: Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS Al-Isra; 79)

"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang
mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini
di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di
akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (QS Az-Zariat; 15-18)

Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai tambahan ibadah bagimu. Mudah-mudahan
Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji . (QS Al Isra; 79).

Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya dan
orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. (QS Ali Imran; 17).
Mengapa Allah menyuruh kita bangun di tengah malam untuk melaksanakan Shalat Tahajud?
Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajud di
tengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?

Rasulullah SAW bersabda:


Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum
kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari
dalam tubuh. (HR at-Tirmidzi).

Beberapa Data Ilmiah Tahajud:

1. Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan,Shalat malam dapat meningkatkan
daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai penyakit yang menyerang jantung, otak dan
organ-organ tubuh yang lain. Karena orang yang bangun tidur malam hari, berarti
menghentikan kebiasaan tidur dan ketenangan terlalu lama yang merupakan salah satu faktor
pencetus terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Aktifitas Shalat malam, untuk menghadap
Allah Sang Pencipta, akan menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup
yang dialami.

2. Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta terhindar dari
penyakit punggung pada usia tua. Dalam salah satu penelitian medis terbukti bahwa orang-
orang yang terbiasa Shalat malam relatif lebih aman dari serangan penyakit pada tulang
punggung dari pada orang-orang yang tidak shalat malam.

3. Shalat Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan
memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan
adaptif pereda stres. Sebagaimana juga dijelaskan Dr.M.Soleh bahwa stres punya pengaruh
yang besar terhadap ketahanan tubuh seseorang. Dan stres, baik fisik maupun psikis
menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan tubuh (hormon) cukup banyak dan penguapan
dari tubuh yang lebih cepat.

4. Dalam bidang bio-teknologi, Shalat Tahajud dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan respon
ketahanan tubuh dan menghilangkan rasa nyeri pasien yang terkena penyakit kanker. Dalam
bidang ini pula Shalat Tahajud dapat meningkatkan respons emosional positif yang efektif
dalam menegakkan anastesis pra bedah.

5. Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, khusuk, tepat, ikhlas dan
kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif. Dan respons emosi
positif (positive thinking) dapat menghindarkan reaksi stres.

Mengapa harus tengah malam?


Kata Tahajud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata Tahajud dipahami al-Biqai dalam
arti tinggalkan tidur untuk melakukan Shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat lail/Shalat
malam, karena dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Apa rahasia
bangun di tengah malam untuk Shalat Tahajud?

Hal ini telah dijawab Allah pada QS Al-Muzzammil; 6-7, yang artinya kira-kira:
Sesungguhnya bangun diwaktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang.
Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun
malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek dan dampak yang lebih mengesankan.
Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat
pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan
ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya
terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur
ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang
sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis barat yaitu cukup
selama TIGA JAM.

Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak
terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (atlet
lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar
setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara.
Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik

Menurut kajian ahli pengobatan barat, sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan
merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur
waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu.
Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari
serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia
yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya.

Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud :


sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang
mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka
sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu
malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (Surah Az-Zariat
ayat 15-18)

Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap
dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :
1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam
yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
2. Tunaikan Sholat Isya sebelum tidur.
3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan
pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari,
seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga
jam saja.
Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri
dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari
tidurnya maka beresiko terkena penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian
menurut pendapat seorang doktor dari china dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan
Lioning.
Pendapat Ahli Sastra Barat
Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk
mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka
menjawab: the woods are lovely, dark and deep but i have promises to keep and miles to go before
i sleep. maksudnya taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus
dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.
the heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their
companions sleep were toiling upwards in the night. Longfellow maksudnya pencapaian kerja
yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras
sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur. ini jelas
menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup
mereka.
Rahasia Sholat Tahajud
Lelaki sholeh sedang sholat..

Apalagi Shalat Tahajud adalah Shalat sunnah, Insya Allah orang yang melaksanakan shalat
sunnah adalah orang yang memang punya niat yang ikhlas dan motivasi yang kuat. Lain halnya
dengan Shalat wajib, tidak jarang kita melaksanakan Shalat wajib hanya sekedar gugur
kewajiban. Shalat Tahajud dilakukan harus setelah tidur, meskipun sejenak.

Apa manfaatnya?. Rasulullah SAW sangat memperhatikan hak-hak yang harus didapat tubuh
kita. Bahkan ditegaskan bahwa kita wajib memenuhi hak-hak yang harus diperoleh tubuh kita
dan di antaranya adalah hak untuk tidur.

Sabda Rasulullah: Puasa dan berbukalah, Shalat dan tidurlah karena sesungguhnya tubuhmu
punya hak yang harus kau penuhi dan sesungguhnya matamu punya hak yang harus kau
penuhi dan istrimu (pasanganmu) punya hak yang harus kau penuhi. (HR. Al-Bukhari).

Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai makhluk hidup, termasuk manusia. Pada
manusia, tidur adalah penting untuk kesehatan. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran,
denyut jantung dan frekuensi pernafasan mengalami perubahan, yaitu mengalami penurunan
atau perlambatan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik dan saraf sensorik untuk
kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade/dihambat,
sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggap berkurang.

Saat bangun tidur pasti pikiran kita lebih terang. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak
100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus/kapiler dan juga
pembuluh vena. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak
20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel
otak. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan, karena terjadi
proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan
sangat baik. Sangatlah tepat jika Allah berkehendak agar Shalat Tahajud dikerjakan setelah
tidur. Dengan pikiran yang segar akan membantu kita lebih khusyu memaknai ayat-ayat Allah
yang kita baca. Berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 01:00 - 04:00 (sepertiga malam
terakhir), secara umum akan lebih baik.

Ini dapat kita buktikan ketika melakukan komunikasi lewat ponsel di waktu tengah malam atau
berselancar mengarungi dunia maya lewat internet, kekuatan sinyal yang dipancarkan akan
lebih kuat, jelas dan cepat. Komunikasi kita dengan Allah saat Tahajud, kira-kira dapatlah
dianalogikan demikian. Disaat manusia terlelap tidur diselimuti mimpi, kita mampu
berkomunikasi dengan Sang Khalik dalam keadaan pikiran tenang dan fisik yang segar, tentulah
komunikasi akan terjadi dengan sinyal yang kuat dan jernih. Dan komunikasi yang kita
lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi.
Meditasi dan Tahajud
Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul apabila pikiran sadar
kita telah berhenti sepenuhnya. John Kehoe, penulis buku terlaris Mind Power pernah
melakukan tapa brata dengan menyingkirkan diri dari hiruk-pikuk dunia, kemudian menyepi di
dalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini dia lakukan untuk menembus batas kesadaran
tertinggi atau lapisan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.
Tahajud dan Hormon Stres
Prof. Dr. Muhammad Sholeh, dari Surabaya, telah membuktikan satu dari sekian banyak ilmu
yang terkandung di dalam Al-Quran secara ilmiah menurut Ilmu Kedokteran melalui penelitian
disertasi dalam bidang Ilmu Kedokteran pada program pascasarjana Universitas Airlangga
Surabaya, dengan judul Pengaruh Shalat Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon
Ketahanan Tubuh Imunologik : Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi.

Beliau menyimpulkan, jika melakukan Shalat Tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas
dan khusuk niscaya (dengan seijin Allah SWT) akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker.
Penelitian ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren
Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup menjalankan shalat Tahajud
selama 1 bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat Tahajud selama
2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pukul 02.00 - 03.00 sebanyak 11 rakaat, dengan dua rakaat
sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak 3 rakaat. Dan selanjutnya, hormone kortisol
(hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa di 3 laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia
dan Klinika).

Kadar kortisol siswa yang shalat Tahajud dengan rutin berbeda dengan siswa yang tidak
melaksanakan Shalat Tahajud. Mereka yang Shalat Tahajud memiliki kadar hormon kortisol
yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan
kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit
dengan lebih stabil. Hormon kortisol adalah salah satu hormon stres. Kadar hormon ini
semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang tinggi kita lebih
mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kurang baik.

Dengan Shalat Tahajud yang dilakukan secara rutin, ikhlas dan khusuk akan mampu
menciptakan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga akan memiliki persepsi
dan motivasi yang positif serta akan terhindar dari stres. Mungkinkah itu maksud firman Allah
pada QS Al-Isra; 79 di atas tentang diangkatnya para pelaksana Shalat Tahajud ke tempat yang
terpuji? Allahualam (Allah yang paling tahu).
https://salamatusshadr.blogspot.co.id/2012/10/bukti-ilmiah-dibalik-tahajud-dan-
tidur.html