Vous êtes sur la page 1sur 6

i 15.

559 ibu bersalin, dan pada tahun 2011 angka kejadian rupture perineum

meningkat menjadi 1.486 kasus dari 17.587 ibu bersalin.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2011, dari 762 ibu

melahirkan terdapat luka perineum sebanyak 253 orang dan pada tahun 2012 dari 712 ibu

melahirkan terdapat luka 198 orang yang mengalami luka perineum dan pada tahun 2013

dari 876 persalinan terdapat 210 ibu post partum dengan luka perineum (Dinas Kesehatan

Kota Kendari, 2013).

Hasil studi pendahuluan di RSUD Abunawas pada tahun 2013 dari 869 persalinan,

yang mengalami luka perineum sebanyak 72 ibu bersalin, sedangkan pada bulan Januari

Juni 2014 jumlah ibu yang mengalami ruptur perineum sebanyak 83 orang dari 327

persalinan. Dari 327 persalinan semuanya melakukan kunjungan pertama masa nifas

terutama tentang perawatan luka perineum. Tetapi hanya 35% yang melakukan perawatan

luka perineum sesuai dengan anjuran bidan. Masih banyak ibu postpartum yang tidak

melakukan perawatan laserasi perineum dengan baik (RSUD Abunawas, 2014). Kemudian

hasil wawancara dengan 6 ibu nifas diperoleh informasi bahwa ada 66,7% ibu nifas yang

tidak mengetahui jenis perawatan masa nifas, tidak mengetahui dampak rupture perineum

dan tidak berkunjung ke Puskesmas Pasca melahirkan.

Berdasarkan fenomena di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

tentang studi penatalaksanaan Asuhan Kebidanan masalah ruptur perineum di Ruang Teratai

RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014.

A. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat disusun

rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana penatalaksanaan Asuhan Kebidanan dengan

masalah ruptur perineum di Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014?.

B. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan Asuhan Kebidanan dengan masalah

ruptur perineum di Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014.

2. Tujuan Khusus

2.1 Melakukan pengkajian data dasar secara lengkap pada ibu bersalin dengan rupture

perineum di Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014

2.2 Menginterprestasi data serta menemukan diagnosa kebidanan, masalah dan kebutuhan

pada ibu bersalin dengan rupture perineum di Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota

Kendari tahun 2014.

2.3 Mengidentifikasi diagnosa potensial pada ibu bersalin dengan rupture perineum di Ruang

Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014.

2.4 Melakukan antisipasi pada ibu bersalin dengan rupture perineum di Ruang Teratai RSUD

Abunawas Kota Kendari tahun 2014.

2.5 Mampu merencana tindakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan rupture

perineum di Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014.

2.6 Melaksanakan rencana tindakan pada ibu bersalin dengan rupture perineum di Ruang

Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014.


2.7 Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan rupture perineum di

Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2014.

C. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran dan sebagai

tambahan referensi untuk penelitian selanjutnya

2. Bagi Pembuat Kebijakan

2.1 Bagi Pendidikan Kesehatan

2.1.1 Digunakan sebagai tambahan referensi bagi penelitian kebidanan.

2.1.2 Dapat digunakan sebagai tambahan ilmu dan dasar untuk melakukan penelitian lebih

lanjut.

2.2 Bagi Pelayanan Kesehatan

Dapat dijadikan sebagai acuan asuhan masa nifas dalam perawatan luka laserasi.

3. Bagi masyarakat

Sebagai tambahan informasi tentang perawatan ruptur perineum


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Masa Nifas

1. Pengertian

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai

sampai alat alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas ini yaitu 6 8

minggu (Mochtar, 2010). Masa nifas atau masa puerperium adalah masa dimulai setelah

partus selesai, dan berakhir setelah kirakira 6 minggu (Wiknjosastro, 2010).

Masa nifas (puerperium) adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan

berakhir ketika alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil selama 6

minggu (Saifudin, A.B, 2010).

2. Periode nifas

Menurut Rustam Mochtar nifas dibagi menjadi 3 periode :

2.1 Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan

jalan,

2.2 Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat alat genetalia yang lama 6 8

minggu,
2.3 Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna

terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk

sehat sempurna bisa berminggu minggu, bulanan atau tahunan.

3. Perubahan perubahan

3.1 Perubahan fisik

Terjadi pada uterus yaitu uterus-uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil

(involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil. Tinggi fundus uterus dan

berat uterus menurut masa involusi. Bekas Implantasi uri yaitu placenta mengecil karena

kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter 7,5 cm. Sesudah 2 minggu

menjadi 3,5 cm, pada minggu ke enam 2,4 cm dan akhirnya pulih. Luka luka yaitu Luka

pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6 7 hari. Rasa sakit ini

disebut after pains, disebabkan kontraksi rahim. Biasanya rasa sakit ini berlangsung 2 4

hari pasca persalinan.

Lochia adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa

nifas. Ada beberapa tahap atau proses lochia yaitu :

3.1.1 Lochia Rubra yaitu berisi darah segar dan sisa sisa selaput ketuban. Sel-sel

desidua, verniks kaseosa, lanugo dan mekonium, selama 2 hari pasca persalinan.

3.1.2 Lochia sanguinolenta yaitu berwarna merah kuning berisi darah dan lendir. Lochia

ini terjadi keluar pada hari ke 3 7 pasca persalinan.

3.1.3 Lochia Serosa yaitu berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi. Terjadi pada hari ke

7 14 pasca persalinan.

3.1.4 Lochia alba yaitu cairan putih, terjadi setelah 2 minggu pasca persalinan.

3.1.5 Lochia purulenta yaitu terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
3.1.6 Servik terjadi perubahan setelah persalinan bentuk servik agak menganga seperti

corong berwarna merah kehitaman, konsistensinya lunak. Kadangkadang terdapat

perlukaan, perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bisa masuk rongga

rahim, setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2 3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui

1 jari.

3.1.7 Ligamen, fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah

bayi lahir secara berangsur angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak

jarang uterus ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamentum rotundum

menjadi kendor.

3.2 Perubahan Psikologi