Vous êtes sur la page 1sur 1

ABSTRAK

Melimpahnya sumber daya alam mineral di Indonesia belum banyak dimanfaatkan


di industri. Pengolahanya masih terbatas pada pengolahan bahan mentah tanpa upaya lebih
lanjut untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Hal ini
membuat Indonesia harus mengimpor produk turunan mineral yang bahan bakunya
diambil dari pertambangan Indonesia sendiri. Salah satu dari kekayaan mineral itu adalah
Dolomit, dengan rumus kimia (CaMg(CO3)2 yang merupakan salah satu sumber
Magnesium yang banyak yang digunakan untuk mengasilkan Magnesium ataupun
Magnesium Oksida. Pemanfaatan Magnesium Oksida adalah untuk pupuk, refraktori,
peleburan baja, pabrik kaca dan keramik serta industri semen sebagai bata tahan api.
Berdasarkan analisa perhitungan, data kebutuhan impor dari tahun 2009 2014
kebutuhan rata rata Magnesium Oksida 30597.49 ton/tahun. Pada tahun 2020
kebutuhan impor Magnesium Oksida meningkat menjadi 70.360 ton/tahun, untuk
mengurangi kebutuhan impor dan belum adanya pabrik Magnesium Oksida di
Indonesia maka didirikan pabrik Magnesium Oksida dengan ekstraksi Dolomit
berkapasitas 50.000 ton/tahun di Gresik,Jawa Timur. Banyaknya kandungan mineral
dolomit di jawa timur serta industri pengolahan Dolomit memudahkan pabrik dalam
ketersediaan bahan baku dalam jangka waktu lama. Proses yang digunakan dalam
perancangan pabrik Magnesium Oksida adalah proses Digesti dengan pelarutan
padatan mineral dalam HCl di reaktor alir berpengaduk (RATB) kemudian diendapkan
dengan penambahan NaOH yang akan membentuk endapan Mg(OH) 2 dan disaring
menggunakan filter untuk menghilangkan kandungan air dalam endapan serta dalam
tahapan akhir yaitu kalsinasi untuk mendapatkan produk Magnesium Oksida

Kata Kunci : Magnesium Oksida, Dolomit, Proses Digesti

ii