Vous êtes sur la page 1sur 7

ACARA IV

PENENTUAN MASSA ATOM RELATIF Mg

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum : Untuk menentukan massa atom relatif (Ar) dari logam magnesium
(Mg).
Waktu Praktikum : Jumat, 31 Oktober 2014
Tempat Praktikum : Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

B. LANDASAN TEORI
Atom adalah komponen netral yang paling kecil dari suatu unsure yang mempunyai sifat-
sifat kimia dari unsure yang bersangkutan. Massa unsur suatu atom merupakan berat atom
rata-rata semua isotop suatu unsur. Isotop-isotop adalah atom-atom unsure yang sama, yang
masanya berbeda, tapi nomor atomnya sama. Massa atom merupakan bilangan yang lebih
besar dari dua dan bilangan yang diberikan pada setiap unsur(Bresnick,2002:21)
Massa suatu atom terkait erat dengan jumlah proton, electron, dan neutron yang dimiliki
atom tersebut. Atom adalah partikel yang sangat kecil, bahan butiran debu kecil yang dapat
menimbang suatu atom. Akan tetapi, lewat percobaan kita dapat menentukan massa atom
relatif terhadap ataom lainnya yang digunakan sebagai standarisasi(Chang,2005:58).
Dalam teori Dalton pernyataan tiap unsure mempunyai atom dengan massa atom yang
khusus. Hal ini telah menjelaskan hukum-hukum kimia sehingga ahli-ahli kimia segera
mencari cara untuk mengukur massa atom. Oleh karena itu, dengan menentukan perbandingan
massa dari unsure-unsurnya dalam sampel yang besar, kita dapat menentukan massa dari
atom-atomnya. Syaratnya adalah harus diketahui rumus dari senyawanya. Kemudian
ditentukan cara untuk mendapatkan rumus tersebut, sehingga beberapa massa relative yang
menyatakan beberapa kali suatu atom lebih berat dari atom lainnya(Brady,2002:71).
Magnesium ( Mg ) adalah logam putih yang dapat ditempa dan dilihat. Logam ini mudah
terbakar dalam udara dengan mengeluarkan cahaya putih yang cemerlang, membentuk
oksidan MgO serta beberapa nutrida Mg3N2. Magnesium perlahan-lahan terurai oleh air pada
suhu biasa, tetapi pada titik didih air reaksi berlangasung cepat(Vogel,1985:304).
Sampai saat ini belum ada alat yang menakar massa isotop atom yang sebenarnya
sebab atom berukuran sangat kecil. Namun demikian, hal itu tidak menjadikan rintangan bagi
para pakar sains untuk mencari cara yang dapat menentukan massa suatu isotop atom.
Penentuan massa isotop atom yang akan dilakukan terhadap massa isotop atom unsur tertentu
yang massanya telah ditetapkan. Dengan cara ini, massa isotop dan setiap unsure dapat
ditentukan(Sunarya,2010:68).
Spectrum massa karbon menunjukkan bahwa 98,892 % atom karbon adalah karbon-12
dengan massa tepat 12 u dan 1,108 % adalah karbon-13 dengan massa 13,00335 u. untuk
menentukan massa atom suatu unsur dengan tiga isotop alami, seperti kalium, kita harus
mrnghubungkan ketiga kontribusi terhadap rerata-terbobot dan seterusnya. Kadang-kadang
kualitatif atas hubungan antara massa isotop, persen kelimpahan alami , dan massa atom rerata-
terbobot adalah yang kita perlukan, dan tidak lagi deperlukan perhitungan(Petrucci,2008:47).

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat-Alat Praktikum

a. Gelas arloji

b. Krus

c. Penjepit krus

d. Pipet tetes

e. Lap

f. Sarung tangan oven

g. Tanur

h. Timbangan analitik

2. Bahan-Bahan Praktikum

a. Aquades (H2O(l))

b. Kertas lakmus merah


c. Logam Magnesium (Mg(s))

d. Tissue

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Ditimbang krus kosong.
2. Dikalibrasikan timbangan hingga menunjukkan angka nol lalu dimasukkan logam Mg
sebanyak 0,1 gram kedalam krus kosong.
3. Dipanaskan krus yang berisi 0,1 gram logam Mg didalam tanur setelah suhu tanur mencapai
800oC lalu diamkan didalam tanur selama 5 menit.
4. Setelah 5 menit keluarkan krus yang berisi Mg dengan penjepit setelah itu ditetesi dengan 3
tetes aquades.
5. Diuji dengan lakmus merah uap yang ditimbulkan dari penentuan aquades, lalu diamati
perubahan warna kertas lakmus.
6. Dipijarkan krus dengan tanur dalam keadaan off, didinginkan, lalu ditimbang kembali massa
krus.
7. Dihitung massa atom relative Mg.

E. HASIL PENGAMATAN
No. Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan

1 Krus kosong ditimbang sampai ketelitian


1miligram.
2 Ditimbang logam Magnesium sebanyak m Krus = 22,72 gram
0,1gr dan logam Mg dimasukkan ke krus.
Krus yang berisi 0,1 gram logam
3 magnesium dipanaskan dalam tanur
sampai logam Mg menjadi putih.
Setelah logam Mg menjadi putih krus
didinginkan dan diberi beberapa tetesan
4 air kemudian uap yang keluar diperiksa
dengan menggunakan kertas lakmus dan Lakmus merah berubah menjadi biru
di amati perubahan warna kertas lakmus.
Krus dipijarkan, didinginkan dan
ditimbang. m Krus + logam Mg (setelah
5 dipanaskankan) = 22,84 gram

F. ANALISIS DATA
1. Reaksi-Reaksi

1
a. Mg (s) + 2 O2 (g) MgO (s)

b. 3Mg (s) + N2 (g) Mg3N2(s)

c. Mg3N2(s) + 6H2O (l) 3Mg(OH)2 (s) + 2NH3 (g)

d. Mg(OH)2 (s) MgO (aq) + H2O (g)

2. Penentuan Ar logam Magnesium

a. Berat krus kosong = 13,5 gram

b. Berat awal logam Mg (a) = 0,1 gram

c. Berat krus + berat logam Mg= 13,6 gram

d. Berat MgO (b) = 13,77-13,6

= 0,17 gram
8
Ar Mg = 2 x ba xa
8
= 2 x 0,170,1 x 0,1
1,6
= 0,07

= 22,85 gram/mol
G. PEMBAHASAN
Magnesium merupakan unsure kimia yang memiliki nomor atom 12 serta massa atom
24,305. Magnesium adalah elemen dengan kelimpahan 2 % dialam. Percobaan kali ini
bertujuan untuk menentukan massa atom relative Mg (magnesium) dengan cara memasukkan
logam Mg kedalam tanur setelah tanur mencapai suhu 800oC. Logam Mg diapanaska dan di
diamkan didalam tanur selama kurang lebih 5 menit hinggan logam Mg melebur seluruhnya
dengan sempurna dan mengalami perubahan warna.

Pada saat dipanaskan, logam Mg yang semula berwarna hitam akan berubah menjadi
putih. Hal ini disebabkan karena logam Mg bereaksi dengan oksigen dengan persamaan
reaksi:

Mg(s) + O2(g) MgO2(s)

Reaksi ini akan menghasilkan oksidan MgO2(s) yang berwarna putih mengkilap.

Setelah Mg berwarna putih, logam Mg yang berada didalam tanur lalu dikeluarkan
dengan penjepit. Keadaan logam Mg yang langsung berinteraksi dengan udura bebas
membuatnya berikatan dengan gas natrium membnetuk nutrida dengan persamaan :

3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s)

Logam yang sudah menjadi nutrida panas Mg 3N2(s) lalu ditetesi dengan aquades sehingga
timbul uap. Selanjutnya uap tersebut diuji dengan kertas lakmu merah yang bertutjuan untuk
konsentrasi (pH) dari uap yang dihasilkan. Dari percobaan yang dilakukan didapatkan bahwa uap
yang dihasilkan bersifat basa. Uap yang dihasilkan adalah gas NH3(s) dengan persamaan reaksi :

Mg3N2(s) + 6 H2O(l) 3Mg(OH)2(s) + 2 NH3(g)

Setelah itu, krus yang berisi Mg tersebut kembali dimasukkan kedalam tanur dalam
keadaan off. Ini bertujuan untuk mengembalikan bentuk Mg(OH)2 menjadi MgO dengan
menghilangkan kadar air didalamnya. Persamaan reaksi yang ditunjukkan sebagai berikut :

Mg(OH)2(s) MgO(s) + H2O(g)

Dari hasil perhitungan yang dilakukan, diperoleh Ar Mg yaitu 80 gram/mol. Hasil ini
sangat berbeda jauh dengan teori yang seharusnya. Pada table periodic, Massa atom relatif Mg
adalah 24,305 gram/mol. Kesalahan ini mungkin diakibatkan karenan pembakaran Mg yang
kurang sempurna sehingga menghasilkan masa yang lebih kecil. Karena berbanding terbalik
dengan massa krus + Mg yang sudah dipanaskan- massa krus kosong, maka semakin besar
masssa yang dihasilkan maka semakin kecil yang dihasilkan dan semakin mendekati Ar yang
sebenarnya yaitu 24,305 gram/mol.

H. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa, untuk
menentukan massa atom relatif (Ar) logam Magnesium (Mg) dapat digunakan rumus 2

8
a
ba , dengan a = massa logam Mg yang digunakan, b = massa MgO (s) massa

(kruss+Mg) yang sudah dipanaskan dikurangi dengan massa krus kosong, dan 2, 8 adalah
konstanta. Dari hasil perhitungan didapatkan Ar Mg = 80 gram/mol.
DAFTAR PUSTAKA

Brady, james. 2002. Kimia Univeritas. Jakarta: Erlangga.

Bresnick, Stephen . 2002 . Intisari Kimia Umum. Jakarta: Erlangga.

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga.

Petrucci. 2008. Kimia Dasar . Jakarta: Erlangga.

Sunarya, Yayan. 2010. Kimia Dasar 1. Bandung: Yrama Widyana.

Vogel. 1985. Kimia Dasar 1. Bandung: Remaja Karya CV.