Vous êtes sur la page 1sur 16

13

BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian
3.1.1 Biodata
a. Nama : An. U
b. Umur : 6 tahun (11-11-2010)
c. Jenis Kelamin : perempuan
d. Agama : islam
e. Suku/ Bangsa : jawa/ indonesia
f. Alamat : krajan 4/4 setail genteng
g. Pekerjaan : - (siswi TK)
h. Nomor Register : 349616
i. Tanggal MRS : 6/2/17 jam 09.00 WIB, R.A4
j. Tanggal Pengkajian : 6/2/17 jam 09.30 WIB
k. Diagnosa Medis : GEA
Biodata Penanggungjawab
a. Nama : Ny. R
b. Umur : 31 tahun
c. Jenis Kelamin : perempuan
d. Agama : islam
e. Pekerjaan : wiraswata
f. Pendidikan : SMA
g. Status Perkawinan : Sudah Menikah
h. Suku Bangsa : jawa/ indonesia
i. Alamat : krajan 4/4 stail genteng
3.2 Keluhan Utama/ Alasan Masuk Rumah Sakit
3.2.1 Keluhan saat MRS
Ibu pasien mengatakan pasien mual ,muantah
3.2.2 Keluhan saat Pengkajian
Ibu pasien mengatakan pasien masih mual dan muntah cair, ibu pasien
mengatakan anaknya BAB cair lebih dari 3 kali
3.3 Riwayat Penyakit Sekarang (PQRST)
Pada tanggal 6 februari 2017 jam 9.00 pasien dibawa ke poliklinik RS Al
Huda Genteng dengan keluhan mual, muntah dan dari kemarin tidak mau
makan, ibu pasien mengatakan ingin rawat jalan, namun dokter menyarankan
untuk rawat inap, kemudian pasien di bawa ke ruang anak dan dilakukan
14

tindakan pemasangan infus KA EN 3A 12 tpm dan diberikan terapi injeksi


ranitidine 0,6 ml dan cefotaxime 500 mg di ruang anak pada jam 9.30 WIB.
Pada saat pengkajian, ibu pasien mengatakan anaknya masih mual,
muntah cair, dan BAB cair lebih dari dari 3 kali
3.4 Riwayat Penyakit Masa Lalu
ibu pasien mengatakan sebelumnya anaknya tidak pernah MRS seperti
saat ini
3.5 Riwayat Kesehatan keluarga
Ibu pasien mengatakan nenek anaknya memiliki riwayat hipertensi dan
selalu control setiap 1 bulan sekali
3.6 Riwayat Perkembangan
3.6.1 Motorik Halus
Ibu pasien mengatakan anaknya bisa menggambar, menulis dengan
baik,
3.6.2 Motorik Kasar
Ibu pasien mengatakan anaknya bisa bermain lompat tali, dan
dirumah sering bermain lompat tali
3.6.3 Bahasa / Komunikasi
Pada saat pengkajian pasien tidak mau berbicara dan selalu
dijawab oleh ibunya, namun ibu pasien mengatakan bahwa anaknya
jika dirumah selalu berbicara dengan baik, dan pasien tidak mau
berbicara karna dalam keadaan lemas
3.6.4 Adaptasi Sosial
Ibu pasien mengatakan Pasien mampu beradaptasi dengan
lingkungan dirumah dan lingkungan sekitar dengan baik, dan saat di
TK anaknya dapat beradaptasi dengan baik dengan teman temannya,
dan saat pengkajian pasien mampu beradaptasi dengan tim medis saat
di lakukan tindakan keperawatan.
3.7 Riwayat Psikososial dan Status Spiritual
3.7.1 Riwayat Psikologis
Ibu pasien mengatakan anaknya takut dengan keadaannya yang
muntah terus menerus
3.7.2 Aspek Sosial
Ibu pasien mengatakan hubungan anaknya dengan keluarga sangat
baik dan keluarga sangat menyayangi pasien, dan hubungan pasien dan
keluarga kepada tenaga kesehatan baik, terbukti dari respon keluarga
15

pasien saat anaknya di periksa dan dilakukan tindakan pemasangan


infus.
3.7.3 Aspek Spiritual/ Sistem Nilai Kepercayaan
Ibu pasien mengatakan menganut agama islam, dan anaknya mampu
ibadah mandiri, dan ibu pasien mengatakan anaknya rajin sholat dan
mengaji
3.8 Pola Kebiasaan Sehari hari
3.8.1 Pola Nutrisi
1). Sebelum Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya makan 3 kali sehari dan ditambah
dengan lauk pauk berupa sayuran dan terkadang daging, Ibu pasien
mengatakan anaknya minum lumayan banyak dirumah, kurang
lebih 2 botol tanggug, sekitar 1200 cc/ hari
2). Saat Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya belum makan karena anaknya
tidak mau makan dan anaknya minum hanya sedikit,
Ibu pasien mengatakan anaknya muntah cair, kurang lebih 4 kali
dengan jumlah kira kira dalam sekali muntah yaitu 150 cc
3.8.2 Pola Eliminasi
1). Buang Air Besar
a). Sebelum Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya BAB 1-2 kali dalam sehari
dengan konsistensi lembek, dan berbau khas peses
b). Saat Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya BAB lebih dari 3 kali dengan
konsistensi cair dan berwarna kuning
2). Buang Air Kecil
a). Sebelum Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya sering BAK namun ibu pasien
tidak tahu pasti jumlahnya
b). Saat Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya belum BAK sampai saat
pengkajian, terakhir BAK kemarin malam jam 22.00 wib
dengan warna urine kuning pekat
3.8.3 Pola Kebersihan diri
1). Sebelum Sakit
16

Ibu pasien mengatakan anaknya selalu mandi sendiri 2 kali dalam


sehari memakai sabun dan selalu mengganti pakaiannya

2). Saat Sakit


Ibu pasien mengatakan anaknya belum mandi dan pakaian belum
diganti dari kemarin malam sampai saat pengkajian
3.8.4 Pola Aktivitas, Latihan dan Bermain
1). Sebelum Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya setiap pagi sekolah di taman kanak
kanak ( TK) dan bermain bersama teman temannya
2). Saat Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya hanya berbaring lemas dan
anaknya tidak bisa bermain bersama temannya namun anaknya
bermain menggunakan handpone
3.8.5 Pola Istirahat dan Tidur
1). Sebelum Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya tidur lama pada malam hari
kurang lebih 6-7 jam sehari dan terkadang tidur siang kurang lebih
1 jam
2). Saat Sakit
Ibu pasien mengatakan anaknya tadi malam tidur dan terbangun
karena mual dan muntahnya, kurang lebih pasien tidur 4-5 jam tadi
malam
3.9 Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
3.9.1 Keadaan Sakit
Keadaan umum pasien lemah, terpasang infus KA EN 3A 12 tpm di
tangan kanan pasien, kesadaran pasien kompos mentis, GCS 4,5,6
3.9.2 Tanda tanda Vital
Tensi :- Nadi : 108 x/menit
RR : 24 x/ menit Suhu : 37,8C
BB Sbl sakit : 18 kg BB Saat sakit : 16 kg
3.9.3 Pemeriksaan Cepalo Caudal
1). Kepala dan Rambut
a) rambut pasien hitam kemerahan
b) rambut pasien panjang
c) tidak ada luka pada kepala pasien
17

d) pasien pucat
e) tidak adanya benjolan pada kepala
f) pasien berkeringat
2). Hidung
a) Tidak adanya pernafasan cuping hidung
b) Tidak ada benjolan
c) Septumnasi utuh
d) Tidak adanya nyeri tekan
e) Lubang hidung kanan dan kiri simetris
3). Telinga
a) Telinga kanan dan kiri simetris
b) Tidak adanya nyeri tekan
c) Tidak adanya lesi
d) Telinga pasien bersih
4). Mata
a) Tidak ada kerontokan bulu mata
b) Mata pasien berair
c) Adanya mata cowong
d) Konjungtiva anemis
5). Mulut, Gigi, Lidah, Tonsil dan Pharing
a) Gigi pasien bersih
b) Tidak ada karies
c) Tidak ada luka/ sariawan
d) Mukosa bibir kering
6). Leher dan Tenggorokan
a) Tidak ada benjolan
b) Tidak adanya luka
c) Penyebaran warna kulit merata
d) Tidak adanya nyeri tekan
7). Dada/ Thorak
a). Pemeriksaan Paru
(1). Inspeksi
Tidak adanya retraksi dinding dada
Bentuk dada normal chest
Kulit bersih, warna merata dengan sekitar
Tidak ada luka
(2). Palpasi
18

Gerakan paru kanan dan kiri seimbang

(3). Perkusi
Saat di perkusi terdengar suara sonor pada bagian paru
pasien
(4). Auskultasi
Tidak adanya ronchi
Tidak adanya whezzing
b). Pemeriksaan Jantung
(1). Inspeksi
Ictus cordis tidak terlihat
(2). Palpasi
Ictus cordis teraba pada ICS 5 sebelah kiri sternum
(3). Perkusi
Bunyi jantung pekak saat di perkusi
Batas jantung kanan atas pada ICS 3 sebelah kanan
sternum
Batas jantung kanan bawah pada ICS 5 sebelah kiri sternum
Batas jantung kiri atas pada ICS 2 sebelah kiri sternum
Batas jantung kiri bawah pada ICS 5 mid klavikularis
sinistra
(4). Auskultasi
Bunyi jantung normal
Suara jantung 1 tunggal (LUP)
Suara jantung 2 tunggal (DUP)
Tidak ada suara tambahan seperti murmur
8). Payudara
(a). Inspeksi
Tidak adanya lesi
Kulit bersih
Warna kulit merata dengan sekitar
(b). Palpasi
Tidak adanya edema
Tidak adanya nyeri tekan
Tidak adanya benjolan
9). Pemeriksaan Abdomen
19

(a). Inspeksi
Tidak adanya lesi
Penyebaran warna kulit merata
(b). Auskultasi
Terjadi peningkatan bising usus yaitu 36 x/ menit
8 pada kuadran kanan atas
12 pada kuadran kiri atas
6 pada kuadran kanan bawah
10 pada kuadran kiri bawah
(c). Palpasi
Tidak ada benjolan atau massa
Sakit pada daerah kuadran kiri atas
(d). Perkusi
Kuadran kanan atas (pekak)
Kuadran kiri atas (timpani)
Kuadran kanan bawah (pekak)
Kuadran kiri bawah (pekak)
10). Ekstrimitas, Kuku dan Kekuatan Otot
a) Ektremitas dalam keadaan normal 5,5,5,5
b) Kuku bersih
c) Turgor kulit lebih dari 2 detik
d) CRT kurang dari 2 detik
e) Tidak adanya edema
f) Tidak adanya luka
11). Genetalia dan Anus
a) Tidak ada keluhan
b) Genetalia dalam keadaan normal
c) Tidak ada mons pubis
d) Genetalia bersih
e) Anus bersih, tidak adanya bekas feses
12). Pemeriksaan Neurologi
a) Kesadaran kompos mentis
b) GCS 15 (4,5,6)
c) Pupil isokor
20

3.10Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan labolatorium
Hematologi
DL AUTOMETIC
Hemoglobin 11.9 L ; 13.5-18.0 / W ; 12.0-16.0 Gr/dl
Eritrosit 5.29 L ; 4.5-6.2 / W ; 4.2-5.4 Juta/mm3
Lekosit 7.0 4.5-11.0 Ribu/mm3
LED L ; 0-20 / W ; 0-30 mm/jam
DIFF %
Lym27 L ; 17.5-47.9 / W ; 15-45.8 %
Mixd 8 L ; 1.9-24.6 / W ; 1.3-25.9 %
(baso+Eos+Monosit)
Neut 65 L ; 38.3-69.0 / W ; 43.7-77.1 %
Hematocrit 34.4 L ; 40-54 / W ; 38-47 % (Volume)
Trombosit 487 150-450 Ribu/mm3
3.11Penatalaksanaan
1) Pemasangan infus : Cairan KA EN 3A 12 tpm
2) Terapi obat injeksi : Ranitidine 2 x 0,6 ml
Cefotaxime 3 x 500 mg
P.O : pamol 4 x tablet
3.12Harapan Klien/ Keluarga sehubungan dengan Penyakitnya
Ibu pasien mengatakan semoga anaknya bisa cepat sembuh dan bisa
melakukan aktivitas kembali seperti biasa
3.13Genogram
keterangan
: laki laki
: perempuan
: pasien laki laki
: pasien perempuan
: laki laki meninggal
: p. meninggal
: keturunan
21

ANALISA DATA

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616

NO KELOMPOK DATA MASALAH ETILOGI


1 Ds. Ibu pasien mengatakan anaknya Kekurangan Bakteri
BAB lebih dari 3 kali dengan Volume Cairan
konsistensi cair dan berwarna Inflamasi lambung
kuning
Do.-Keadaan umum lemah, Diare
-pasien pucat,
-pasien berkeringat, Frekuensi BAB
-adanya mata cowong meningkat
-mukosa bibir kering
-bising usus 36 x / menit Peningkatan
-pasien minum sedikit kehilangan cairan
-turgor kulit lebih dari 2 detik
-terpasang infus KA EN 3A 12 tpm Kekuranga volume
-konjungtiva anemis cairan
-TTV : Suhu 37,8C

2 Ds. Ibu pasien mengatakan pasien Nutrisi Kurang Peningkatan mobilitas


masih mual dan muntah dan dari Kebutuhan usus
muntahnya cair Tubuh
Ibu pasien mengatakan anaknya Peningkatan pristaltik
belum makan karena anaknya tidak usu
mau makan
Do.-keadaan umum lemah Peningkatan asam
-pasien pucat lambung
-mukosa bibir kering
-pasien belum makan Mual, muntah
-pasien tidak mau makan
-sakit perut pada kuadran kanan Nafsu makan menurun
atas
-BB sebelum sakit : 18kg Nutrisi Kurang dari
-BB saat sakit : 16 kg Kebutuhan Tubuh
22

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616

TANGGAL TANGGAL TANDA


DIAGNOSA KEPERAWATAN
MUNCUL TERATASI TANGAN
06 feb 2017 1. Kekurangan Volume Cairan berhubungan 07 feb 2017
dengan output yang berlebihan ditandai
dengan:
Ds. Ibu pasien mengatakan anaknya BAB
lebih dari 3 kali dengan konsistensi
cair dan berwarna kuning
Do.-Keadaan umum lemah,
-pasien pucat,
-pasien berkeringat,
-adanya mata cowong
-mukosa bibir kering
-bising usus 36 x / menit
-pasien minum sedikit
-turgor kulit lebih dari 2 detik
-terpasang infus KA EN 3A 12 tpm
-konjungtiva anemis
-TTV : Suhu 37,8C

06 feb 2017 2. Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh 08 feb 2017


berhubungan dengan mual, muntah
ditandai dengan:
Ds. Ibu pasien mengatakan pasien masih
mual dan muntah dan muntahnya cair
Ibu pasien mengatakan anaknya
belum makan karena anaknya tidak
mau makan
Do.-keadaan umum lemah
-pasien pucat
-mukosa bibir kering
-pasien belum makan
-pasien tidak mau makan
-sakit perut pada kuadran kanan atas
-BB sebelum sakit : 18kg
-BB saat sakit : 16 kg
23

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616
TG NO TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL TT
L
6/2 1 Setelah dilakukan 1. Keadaan umum baik 1. BHSP 1. Mempermudah dalam melakukan tindakan
tindakan keperawatan 2. BAB dalam keadaan keperawatan
selama 2x24 jam Normal 2. Observasi tanda dehidrasi 2. Populasi feses yang cepat melalui usus
diharapkan volume - Kuning lembek mengurangu observasi air volume sirkulasi
cairan dalam tubuh 3. Intake dan output yang rendah
seimbang seimbang 3. Observasi intake dan output klien 3. Menyeimbangkan antara cairan yang
masuk dengan keluar dari dalam tubuh
4. Mukosa bibir lembab 4. Jelaskan manfaat kebutuhan 4. Meningkatkan pengetahuan dalam
5. Tidak pucat cairan informasi pentingnya kebutuhan cairan
6. TTV dalam keadaan dan bahaya dehidrasi
Normal 5. Menggantikan nutrisi dan kalium yang
S. 36,5-37,5C 5. Anjurkan untuk minum sedikit hilang pada diare
N. 60-100 x/menit tapi sering 6. Mengetahui keadaan dan perkembangan
RR.15-30x/menit 6. Observasi TTV klien
7. Memaksimalkan tindakan keperawatan
7. Melakukan kolaborasi dengan tim dan memberikan terapi sesuai dosis dan
medis lainnya: memenuhi kebutuha cairan dalam tubuh
a. pemberian terapi obat klien
- Ranitidine 2 x 0,6 ml
- Cefottaxime 3 x 500 mg
b. terapi cairan
- KA EN 3A 12 tpm
24

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616
TG NO TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL TT
L
6/2 2 Setelah dilakukan 1. Keadaan umum baik 1. BHSP 1. Mempermudah dalam melakukan tindakan
tindakan keperawatan 2. Klien tidak mual muntah keperawatan
selama 2x24 jam 3. Intake dan output seimbang
diharapkan kebutuhan 4. Mukosa bibir lembab 2. Observasi intake dan output 2. Menyeimbangkan anatara nutrisi yang
nutrisi terpenuhi klien masuk dengan yang keluar dari dalam
tubuh

3. Jelaskan manfaat kebutuhan 3. Meningkatkan pengetahuan dalam


Nutrisi informasi pentingnya kebutuhan Nutrisi

4. Anjurkan untuk makan sedikit 4. Menambah dan memenuhi kebutuhan


tapi sering dalam kondisi hangat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh

5. Observasi berat badan klien 5. Mengetahui perkembangan klien

6. Melakukan kolaborasi dengan 6. Memaksimalkan tindakan keperawatan


tim medis lainnya: dan memberikan terapi sesuai dosis dan
a. pemberian terapi obat memenuhi kebutuha nutrisi dalam tubuh
- Ranitidine 2 x 0,6 ml klien
- Cefottaxime 3 x 500 mg
b. kolaborasi dengan tim gizi
- BKDL
25

CATATAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616
NO T
TANGGAL JAM TINDAKAN KEPERAWATAN
DX T
06 februari 09.30 1,2 BHSP
2017 R/ melakukan pengkajian dan meningkatkan
komunikasi dengan pasien dan keluarga

1,2 Observasi TTV


S; 37,8 derajat celcius
N: 108 X/menit
RR: 24 X/menit

09.40 1,2 Melakukan pemasangan infus


Persiapan alat:
1. Cairan infus 7. Jarum us cateter
2. Infus set 8. Kapas alkohol
3. Handscoon 9. Standar infus
4. Bengkok 10. Torniquet
5. Plaster 11. Perlak
6. Gunting plester

Pelaksanaan
1. Atur posisi klien dengan senyaman mungkin
2. Tutup tirai dan atur pencahayaan
3. Siapkan cairan infus dan infus set
4. Pertahankan teknik aseptik ketika membuka
cairan dan pock infus
5. Klem selang infus dan masukkan jarum besar
kebotol infus
6. Tekan pasangan drip dan masukkan cairan
sampai setengah ruangan
7. Isi selang infus dengan cairan dan cegah jangan
sampai ada udara yang tinggal didalam selang
8. Dekatkan alat kepasien
9. Cuci tangan dengan 6 langkah
10. Gunakan handscoon
11. Kaji tempat penusukan infus
12. Pasang tourniquet
13. Bersihkan daerah penusukan dengan kapas
alkohol arah melingkar dari tengah ke tepi
14. Tusuk jarum dengan posisi 30-40, tusuk pebuluh
darah vena
15. Jika darah telah memasuki lemen jarum dorong
perlahan sampai tepat, lepas tourniquet
16. Masukkan selang infus keujung jarum dan
pasang hevavik, isikan nama,tanggal,jam, dan
no register
17. Rapikan pasien dan rapikan alat
18. Lepas handscoon dan cuci tangan 6 langkah
R/ pasien kooperatif

11.00 1,2 Menganjurkan pasien agar banyak makan dan minum


R/ memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan pasien
26

11.30 1,2 Menjelaskan pentingnya kebutuhan makan dan minum


R/ keluarga pasien mengerti dan memberikan dan
memberikan minum pasien kurang lebih 100 cc

07 februari 08.00 1,2 Memberikan terapi obat


2017 1. Cefotaxim 500 mg
2. Ranitidin 0,6 l
3. P.O pamol tablet (jika saat punas)

08.30 1,2 Memenuhi kebutuhan cairan


Infus KA-EN 3A 12 tpm

12.30 1,2 Observasi TTV


S: 36,8 derajat celcius
N: 88 X/menit
RR: 22 X/menit

12.35 1,2 Observasi intake dan output nutrisi dan cairan pasien
1. BAB= belum BAB
2. Tidak keringatan
3. Mau minum
4. Makan mau sedikit
5. Tidak muntah

08 februari 14.30 1,2 Memberikan terapi obat


2017 Cefotaxim 500 mg

14.40 2 Mengobservasi intake dan output nutrisi


1. Pasien mau makan
2. Pasien tidak muntah-muntah
3. Tidak mual
4. Makan menghabiskn 1 porsi makan yang
disediakan oleh RS

14.50 2 Melepaskan infus pasien (aff infus)


27

CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616

NO 6 Februari 2017 7 Februari 2017


TANGGAL
DX 9.30 WIB 11.00 WIB
1 S. Ibu pasien mengatakan S. pasien mengatakan belum
anaknya BAB lebih dari 3 BAB dari tadi pagi
kali dengan konsistensi
cair dan berwarna kuning O.-Keadaan umum cukup,
-pasien tidak pucat,
O.-Keadaan umum lemah, -wajah pasien segar,
-pasien pucat, -mukosa bibir lembab
-pasien berkeringat, -pasien minum banyak
-wajah pasien merah, -turgor kulit kurang dari 2
-mukosa bibir kering detik
-bising usus 36 x / menit -terpasang infus KA EN 3A
-pasien minum sedikit 12 tpm
-turgor kulit lebih dari 2 -konjungtiva normal
detik -TTV : Suhu 36,8C
-terpasang infus KA EN 3A
12 tpm A. kekurangan volume cairan
-konjungtiva anemis teratasi
-TTV : Suhu 37,8C
P. hentikan intervensi
A. kekurangan volume cairan 2,3,4,5,6
belum teratasi
I.-ajarkan pasien dan keluarga
P. lanjutkan intervensi untuk mencuci tangan
2,3,4,5,6,7 sebelum makan,

E. kebutuhan cairan pasien


teratasi, pasien sudah tidak
pucat, turgor kulit kurang
dari 2 detik

R. lanjutkan intervensi no 7
28

CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien : An. U


No. Register : 349616

NO 6 Februari 2017 7 Februari 2017 8 Februari 2017


DX 9.30 WIB 11.00 WIB 14.30
2 S. Ibu pasien mengatakan S. pasien mengatakan tidak . pasien mengatakan tidak
pasien masih mual dan mual dan tidak muntah mual dan tidak muntah
muntah dan muntahnya cair -Ibu pasien mengatakan -pasien mengatakan
anaknya mau makan tapi makanan yang disiapkan
O.-keadaan umum lemah sedikit RS dihabiskan
-pasien mual
-pasien pucat O.-keadaan umum cukup O.-keadaan umum baik
-mukosa bibir kering -pasien tidak mual -pasien tidak mual
-bising usus 36 x / menit -pasien tidak pucat -pasien tidak pucat
-pasien belum makan -mukosa bibir lembab -mukosa bibir lembab
-pasien tidak mau makan -bising usus 24 x/menit -bising usus 18 x/menit
-sakit perut pada kuadran -pasien makan porsi -pasien menghabiskan
kanan atas yang disiapkan RS makanan yang disiapkan
-BB sebelum sakit : 18 kg -BB sebelum sakit : 18 kg RS
-BB saat sakit : 16 kg -BB saat sakit : 16 kg -BB sebelum sakit : 18 kg
-BB saat sakit : 16 kg
A. kebutuhan nutrisi belum A. kebutuhan nutrisi teratasi
teratasi sebagian A. kebutuhan nutrisi teratasi

P. lanjutkan intervensi P. lanjutkan intervensi P. hentikan intervensi


2,3,4,5,6 2,3,4,5,6 2,3,4,5,6

I.-anjurkan pasien untuk


makan banyak selagi dan
teratur

E. keadaan pasien sehat dan


mampu makan banyak,
makanan yang disediakan
RS dihabiskan

R. Pasien Pulang