Vous êtes sur la page 1sur 8

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWAT DARURATAN DAN KRITIS PADA PASIEN TN.

D DENGAN POST RE LE TACD a/i PERITONITIS DIFUS ec PERFORASI GASTER


DAN DUADENUM DI RUANG GICU RSHS BANDUNG

A. PENGKAJIAN

1. Identitas Klien

Nama : Tn. D

Umur : 15 tahun

Tanggal Lahir :

Agama : Islam

Status Marital : Belum Menikah

Jenis Kelamin : Laki laki

Pendidikan : MTs

Pekerjaan : Pelajar

Tgl. Masuk : 02 Juni 2013

Tgl. Pengkajian : 22 Juni 2013

Alamat : Kp. Sindang lengo Desa Tarajusari Kec. Banjaran Kab. Bandung

Diagnosa Medis : Post Re LE TACD a/i Peritonitis difus ec perforasi gaster dan
duadenum

No.RM : 13023870

2. Keluhan Utama

Nyeri pada daerah luka operasi


3. Riwayat Kesehatan Sekarang

1 hari sebelum masuk rumahsakit saat klien sedang memanjat pohon kelapa tiba tiba
klien terjatuh dengan ketinggian kira kira 8 meter, pingsan (+), muntah (+), kemudian
klien di bawa ke rumahsakit Soreang dan dirawat 1 hari lalu klien di rujuk ke RSHS.
Pada saat dikaji tanggal 22 Juni 2013 klien mengeluh sakit pada daerah luka operasi,
sakit bertambah bila dilakukan perawatan luka dan berkurang bila tidur terlentang. Sakit
dirasakan klien seperti berdenyut denyut dan dirasakan kadang kadang. Klien
mengatakan saka nyeri berada di tingkat 5 (1-10)

4. Riwayat Kesehatan Dahulu

Sebelumnya klien belum pernah dirawat di rumah sakit dan klien belum pernah menderita
penyakit kronis ataupun penyakit menular

5. Riwayat Kesehatan Keluarga

Riwayat penyakit kronis ataupun menular dalam keluarga disangkal

6. Psikososial dan Spiritual

Klien mengatakan takut kalau penyakitnya tidak dapat disembuhkan.

I. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan Umum/ TTV

Keadaan umum : sakit sedang

Kesadaran : composmentis

BB : 40 Kg

TB : 160 cm

TD : 99/58 mmHg

Nadi : 84
RR : 20

Suhu : 36 o C

2. Pemeriksaan per system

Sistem Pernapasan

PCH (-), Sesak (-), Sekret (-), bentuk dada simetris, retraksi dinding dada (-), rochi
(-/-), wheezing (-/-). RR = 20x/menit. O2 terpasang dengan BC 3 liter

Sistem Kardiovaskuler

Konjungtiva tak anemis, sklera tak ikterik, edema periorbital (-), TD: 99/58 mmHg,

Nadi : 84 , JVP 5+2 cmH2O, akral hangat, CRT < 2 detik, bunyi

jantung s1 dan s2 normal, murmur (), gambaran EKG sinus rytem

Sistem Gastrointestinal

Warna bibir merah muda, mukosa bibir kering, lidah, mulut dan gigi bersih, NGT
terpasang untuk test feeding dengan dektrose 10 % dengan menggunakan infuse
pump, mual (-), muntah (-), bising usus (+) normal, saat palpasi tidak ada nyeri tekan,
terdapat luka di bawah umbilical lokasi luka terpasang TACD, ukuran luka 15 x11cm,
warna luka merah, basah, terpasang drain dikanan kiri abdomen klien ,produksi drain
di sebelah kanan berwarna kuning faeses dan produksi drain sebelah kiri berwarna
kehijauan , terpasang kateter dari jejenostomi untuk pemberian diet cair

Sistem Urinarius

DC (+) , Produksi urin (+) warna urin kuning jernih.

Sistem Muskuloskeletal

Tungkai tangan dan kaki edema (-), klien mengeluh lemas

Kekuatan Otot : 5 5

5 5
Sistem Integumen

Turgor kulit kurang baik, kulit kering, kondisi bersih, terdapat lesi didaerah bokong
suhu 36,0 C

Sistem Endokrin

Tidak ada pembesaran tiroid dan paratiroid, pembesaran kelenjar getah bening (-)

Sistem Neurologis

Kesadaran kompos mentis kontak adekuat GCS 15 (E5 M6 V4)

3. Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan Laboratorium

Tanggal Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Ket

22 Juni 2013 Hematologi

Darah Rutin

Hemoglobin 9,7 L : 14 - 17.5 g/dL

Hematokrit 28 L : 40 - 54 %

Leukosit 10.600 4.500 - 11.000/mm3

Trombosit 820,000 150.000 - 450.000/mm3

Kimia Klinik

Ureum 30 15 - 50 mg/dL

Kreatinin 0,19 L: 0.57 - 0.87 mg/dL

Natrium (na) 133 135 - 145 mg/dL

Kalium (K) 4,4 3.6 - 5.5 mg/dL

Kalsium (Ca bebas) 4,94 4,7 - 5.2

Magnesium (Mg) 2,06 1,70 - 2.55


Clorida 100 98 - 100

GDS 98 <140 mg/dl

Protein Total

Albumin

AGD 7,42 7,35 - 7, 45

PH 40 32 42

PCO2 152 80 105

PO2 25 22 -20

HCO3 1 (-2) (+3)

BE 99% 85 96

Sat. O2

4. Terapi Medis
Meropenem 3x1 gr (iv)
Parasetamol 3x500 mg (ps)
Omeprazol 1x40mg (ps)
Vit Bcomplek 2x1tab (ps)
Vit C 3x 100mg (ps)
Zalf mata 1x/hari

Diet cair Peptamen 6x 210 cc


Analisa Data

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 2 3 4
1 Trauma tumpul intra abdomen
Tekanan tinggi intra abdomen
dilakukan laparatomi dan didapatkan
robekan di daerah gaster dan
duodenum
dilakukan jejenuskopi dan di pasang
slang untuk pemberian nutrisi
parenteral
perubahan pola asupan nutrisi
2
Trauma tumpul intra abdomen

Tekanan tinggi intra abdomen

dan pemasangan TACD

Terputusnya kontinuitas jaringan

Merangsang pelepasan subtansi P,


bradikinin, histamin, serotonin,
prostaglandin

Merangsang serabut syaraf bebas


melalui aferent menuju ke
hypothalamus
Thalamus

Cortex Cerebri

Dipersepsikan sebagai nyeri yang


terlokalisir

Nyeri

3
Keadaan fraktur dan dislokasi

Kurang pengetahuan dan


informasi

Stressor

Stress psikologik

Gangguan rasa aman : cemas


sedang