Vous êtes sur la page 1sur 4

LIPOMA

Gol Penyakit SKDI : 4A

Definisi
Lipoma adalah suatu tumor (benjolan) jinak yang berada di bawah kulit yang
terdiri dari lemak. Karena lipoma merupakan lemak, maka dapat muncul di manapun
pada tubuh ini. Jenis yang paling sering adalah yang berada lebih ke permukaan kulit
(superficial). Biasanya lipoma berlokasi di kepala, leher, bahu, badan, punggung atau
lengan. Jenis yang lain adalah yang letaknya lebih dalam dari kulit seperti dalam otot,
saraf, sendi, ataupun tendon (Abner, 2001).

Etiologi

1. tidak diketahui dengan pasti

2. bahan kimia

3. lingkungan

4. genetik

5. imunologi, virus.

(Abner, 2001)

Insidensi
Lipoma merupakan tumor jaringan lunak yang paling umum dijumpai. Lipoma
terjadi pada 1% populasi. Biasanya lipoma dijumpai pada usia lanjut (40-60 tahun),
namun juga dapat dijumpai pada anak-anak (Abner, 2001).

Patofisiologi
Sel tumor adalah sel tubuh yang mengalami transformasi dan tumbuh secara
otonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal sehingga sel ini berbeda dari sel
normal dalam bentuk dan strukturnya. Pada umumnya tumor mulai tumbuh dari satu
sel di suatu tempat (unisentrik) atau dari beberapa sentral (multilokuler) pada waktu
yang sama. Selama pertumbuhan tumor masih terbatas pada organ dasarnya maka
tumor disebut masih dalam fase lokal. Tetapi kalau sudah terjadi infiltrasi ke organ
sekitarnya, maka tumor telah mencapai fase lokal infasiv atau lokal infiltratif.
Penyebaran lokal ini disebut penyebaran perkontinuitatum karena masih berhubungan
dengan sel induknya (Fletcher, 2002).

Sel tumor ini bertambah terus tanpa batas sehingga tumor makin lama makin
besar dan mendesak jaringan sekitarnya sehingga dapat menyumbat saluran tubuh dan
menimbulkan obstruksi. Bila tumor ini ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lain
dan umumnya fatal bila dibiarkan karena merusak organ yang bersangkutan dan
menyebabkan kematian (Fletcher, 2002).

Gambaran Klinis

Lipoma bersifat lunak pada perabaan, dapat digerakkan dan tidak nyeri.
Pertumbuhannya sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma kebanyakan
berukuran kecil, namun dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari diameter 6 cm
(Fletcher, 2002).
Secara klinis, lipoma paling sering tanpa disertai gejala (asymptomatic). Jika
muncul dari jaringan lemak, maka ciri khasnya: (Abner, 2001)
1. Terasa bergelombang lunak (soft fluctuant feel)
2. Berlobus
3. Bergerak bebas di kulit
Suatu karakteristik slippage sign dapat ditimbulkan oleh gerakan jari yang
lembut pada tepi/pinggir tumor. Gejala di tempat lain tergantung lokasi: (Abner, 2001)
1. Lipoma esophagus dapat disertai dengan obstruksi, sulit menelan, reflux
esophageal, muntah dan dapat disertai aspirasi dan infeksi saluran pernafasan.
2. Lipoma saluran nafas atas dapat menyebabkan distres pernafasan yang
berhubungan dengan obstruksi bronkial, biasanya disertai dengan lesi
endobronkial atau parenkimal.
3. Lipoma yang muncul dari lemak di septum intramuscular menyebabkan
pembengkakan yang jelas menyebar (diffuse palpable swelling), yang lebih
menonjol saat dikontraksikan.
4. Lipoma di usus, misalnya duodenum, jejunum, colon, dapat menyebabkan nyeri
perut dari obstruksi atau intususepsi atau dapat saja tampak jelas jika ada
perdarahan.

Pemeriksaan Penunjang

Rontgen:

1. Pielogram intravena

2. Pielogram retrogret

3. Aurtrografi

4. Histologik

5. Histopatologik

(Tucker, 2001)

Diagnosis
Sama halnya dengan penyakit lain, diagnosis yang dilakukan terhadap
penyakit ini juga bertujuan untuk melihat gejala yang dialami penderita yang
memiliki kesesuaian dengan pertanda khusus penyakit ini. Adapun hal itu ditemukan
melalui pemeriksaan yang dilakukan pada bagian tubuh yang terkena. Selain itu
diagnosis juga bertujuan untuk menemukan penyebab dan tingkatan penyakit yang
juga penting sebagai bahan acuan untuk mengambil langkah pengobatan yang tepat
untuk penyakit ini (Fletcher,2002).

Diagnosis Banding
Diagnosis banding utama di lokasi subkutan adalah: (Ilhan, 2002)
1. Kista sebaseus (sebaceous cyst)
2. abses
Penanganan
Pada dasarnya lipoma tidak perlu dilakukan tindakan apapun, kecuali
berkembang menjadi nyeri dan mengganggu pergerakan. Biasanya seseorang
menjalani operasi bedah untuk alasan kosmetik. Operasi yang dijalani merupakan
operasi kecil, yaitu dengan cara menyayat kulit diatasnya dan mengeluarkan lipoma
yang ada. Namun hasil luka operasi yang ada akan sesuai dengan panjangnya sayatan.
Untuk mendapatkan hasil operasi yang lebih minimal, dapat dilakukan liposuction.
Sekarang ini dikembangkan teknik dengan menggunakan gelombang ultrasound
untuk menghancurkan lemak yang ada. Yang perlu diingat adalah jika lipoma yang
ada tidak terangkat seluruhnya, maka masih ada kemungkinan untuk berkembang lagi
di kemudian hari (Fletcher, 2002).

Komplikasi
Komplikasi yang mungkin dari lipoma (Abner, 2001):
1. Luminal obstruction
2. Perdarahan
3. Kanker

Prognosis
Prognosis baik untuk lipoma jinak (benign lipoma), jarang terjadi
kekambuhan, namun dapat terjadi jika eksisi tidak sempurna (Abner, 2001).

DAFTAR PUSTAKA

Abner, M.L. 2001. Lipoma. Plast Reconstruction Surgery. 107(1): 293

Fletcher C.D.M., Unni K.K., Martens F. 2002. World Health Organization


Classification of Tumours: Pathology and Genetics of Tumours of Soft Tissue
and Bone. IARC Press. Lyon France.

Ilhan, H. 2002. Liposuction of a Pediatric Giant Superficial Lipoma. J Pediatric


Surgery. 37(5): 796-798.
Tucker, S. M. and Mary, M. C. 2001. Patient Care Standards. Ed. 5. Mosby Year
Book Inc. Missouri.