Vous êtes sur la page 1sur 7

ASUHAN KEPERAWATAN

POST OPERASI SKIN-GRAFT


RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING

Disusun Oleh

Nama : Latantsa Fikri


NIPP : 20164030104

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADDIYAH YOGYAKARTA
2016

A. Analisa Data dan Diagnosa


1
No Data Fokus ( DO/DS ) Etiologi Problem
1 DS: -Agen cedera Nyeri Akut
O : Nyeri karena luka operasi fisik (Operasi)
P : Nyeri saat ditekan.
Q : Nyerinya senut-senut.
R : Nyeri di Paha kiri dan
betis kiri.
S : Nyeri skala 4-5 jika
ditekan.
T : Dengan memiringkan
badan saat tidur.
U : Tidak terlalu nyeri tapi
terasa tidak nyaman.
V : Ingin nyerinya cepat
hilang agar bisa beraktivitas
dengan nyaman.

DO:
- KU: Baik TD : 130/72mmHg
RR: 20x/m N: 74x/mn
T: 37.40 C
-Klien berbaring di tempat tidur
posisi miring ke kanan..
2 DS: Agen obat Hambatan mobilitas Fisik
-Klien mengatakan belum bisa
(Post-Anasthesi)
menggerakan kakinya setelah
operasi.
-Klien mengatakan agak pusing.
DO:
-Bibir klien terlihat kering.
-Klien terlihat lemas.
TTV:
- KU: Baik TD : 130/72mmHg
RR: 20x/m N: 74x/mn
0
T: 37.4 C
-Kekuatan otot kaki : 1|1
-Klien post-Anasthesi spinal.

3 DS: Faktor Mekanik Kerusakan integritas


-Klien mengatakan nyeri pada paha
jaringan
2
B. Rumusan Diagnosa
1. Nyeri Akut b/d agen cedera fisik (post-op) d/d klien mengeluh nyeri skala 4-5
di betis dan kaki kirinya.
2. Hambatan mobilitas fisik b/d agen obat (Post-Anasthesi) d/d klien mengatakan
belum bias menggerakan kedua kakinya setelah operasi.
3. Kerusakan integritas jaringan b/d prosedur operasi d/d luka pada betis dan
paha
4. Defisit perawatan diri b/d gangguan mobilitas fisik d.d .

C. Prioritas Diagnosa
1. Nyeri akut
2. Hambatan mobilitas fisik
3. Kerusakan integritas jaringan
4. Defisit perawatan diri

D. Rencana keperawatan

NO Diagnosa NOC NIC


1 Nyeri Akut Pain control: Pain Mangement:
Setelah dilakukan tindakan O:
keperawatan selama 3x 24 jam, 1. Lakukan pengkajian
diharapkan nyeri klien dapat nyeri secara
berkurang dengan: komprehensif termasuk

lokasi, karakteristik,
Kriteria Hasil :
durasi, frekuensi,
1. Mampu mengontrol nyeri kualitas dan faktor
(tahu penyebab nyeri, presipitasi
mampu menggunakan 2. Observasi reaksi
tehnik nonfarmakologi nonverbal dari
untuk mengurangi nyeri, ketidaknyamanan
mencari bantuan)
2. Melaporkan bahwa nyeri N:
berkurang dengan 1. Kontrol lingkungan yang
dapat mempengaruhi
menggunakan manajemen
nyeri seperti suhu
nyeri dari skala 4 ke 2/3. ruangan, pencahayaan

3
dan kebisingan
3. Menyatakan rasa nyaman 2. Berikan kompres hangat
setelah nyeri berkurang pada daerah sekitar lukas
4. Tanda vital dalam rentang E:
1. Ajarkan teknik
normal
penanganan nyeri non-
farakologi (Teknik
distraksi, relaksasi,
kompres hangat/dingin,
Bio-Feedback)
C:
1. Kolaborasi pemberian
analgesic jika nyeri
bertambah.
2 Hambatan Post-procedure Recovery: Exercise therapy:
mobilitas fisik Setelah dilakukan asuhan Ambulation
keperawatan 1x24 jam O:
diharapkan hambatan 1. Monitor TTV sebelum
mobilitas fisik klien dapat dan setelah mobilisasi.
kembali dengan criteria hasil: 2. Kaji kemampuan klein
1. TTV dalam batas normal untuk ambulasi.
(TD: 110-130/70-90 3. Kaji tanda-tanda
mmhg; N:60-100x/mnt; intoleransi (Pusing,
RR:16-24x/mnts). mual, nyeri)
2. Dapat mobilisasi di tempat N:
tidur secara mandiri 6-10 1. Bantu klien untuk
jam post operasi. mobilisasi di tempat
3. Dapat duduk secara tidur dalam 24 jam post-
mandiri 24 jam post- pembedahan.
operasi. E:
4. Klien tidak melaporkan -Ajarkan keluarga untuk
pusing atau mual setelah membantu klien mobilisasi.
mobilisasi. -Ajarkan klien mobilisasi
secara mandiri.

C:
-Kolaborasi pemberian anti
nyeri bila nyeri skala >5.
-Kolaborasi pemberian
antiemetic bila pasien mual.

E. Implementasi dan Evaluasi


Tanggal 23/03/2017

4
No Diagnosa Tgl/Ja Iimplementasi Evaluasi TTD
m
1 Nyeri akut 23/03/20 1. Melakukan pengkajian S:
17 nyeri. O : Nyeri karena
07.30 2. Mengkaji respon TTV
terjhadap nyeri. luka operasi
3. Mengobservasi reaksi P :Nyeri saat
nonverbal dari
ditekan.
ketidaknyamanan
4. Mengontrol kondisi Q :Nyerinya senut-
lingkungan yang dapat senut.
mempengaruhi nyeri.
5. Mengajarkan teknik R : Nyeri di Paha
penanganan nyeri non- kiri dan betis kiri.
farmakologi (Teknik S :Nyeri skala 3
relaksasi benson
6. Mendoakan klien. setelah
melakukan
teknik relaksasi
benson.
T :Dengan
memiringkan
badan saat tidur,
Dengan tarik
nafas dalam.
-Klien mengatakan
lebih tenang dan
senang setelah berdoa
bersama.
O:
-TD: 125/70mmhg
N: 78, RR: 18x/mnt.
A:
-Nyeri akut teratasi
sebagian.
P:
-Ajarkan teknik
relaksasi nyeri pada
saat medikasi luka
operasi.

5
2 Hambatan 23/03/20 1. Memonitor TTV sebelum -Klien tidak
mobilitas 17 dan setelah mobilisasi. merasakan mual
fisik 07.30 2. Mengkaji kemampuan
klien untuk ambulasi. ataupun pusing saat
3. Kaji tanda-tanda melakukan mobilisasi
intoleransi (Pusing, mual,
(miring kanan-kiri) di
nyeri)
4. Membantu klien untuk tempat tidur.
mobilisasi di tempat -Klien sudah bias
tidur.
5. Mengajarkan keluarga menggerakan kedua
untuk membantu klien kakinya.
mobilisasi. -Klien mengatakan
6. Mengajarkan klien
mobilisasi secara lebih tenang dan
mandiri. senang setelah berdoa
7. Mendoakan kesembuhan
bersama.
pasien.
O:
Sebelum mobilisasi
-TD: 125/70mmhg
N: 78, RR: 18x/mnt.
-Setelah Mobilisasi:
-TD: 130/75mmhg
N: 82, RR: 20x/mnt
A:
-Ganguan mobilitas
fisik teratasi sebagian.
P:
-Evaluasi mobilisasi
klien 24 jam post
pembedahan.