Vous êtes sur la page 1sur 5

LAPORAN KEGIATAN

PEMBERIAN OBAT/VITAMIN di RSU AURA SYIFA DLOPO

Nama Obat : Ceftriaxon, Keterolac dan Cimetidin


Kandungan :
Ceftriaxone
Kelompok obat yang disebut cephalosporin antibiotics.
Keterolac
10mg = tiap ampul (1ml) mengandung tromethamine 10mg
30mg = tiap ampul (1ml) mengandung tromethamine 30mg
Cimetidin
Tiap tablet mengandung cimetidine 200mg
Dosis Pemberian :
Ceftriaxone
a. 1-2gram melalui otot (Intramuscular) atau melalui pembuluh darah (Intravena)
lakukan setiap 24jam atau dibagi menjadi setiap 12jam. Dosis maksimal
4gram/hari.
b. Penggunaan sebelum operasi (pencegahan infeksi pada pembedahan) yaitu
1gram sebagai dosis tunggal 2jam sebelum pembedahan.
Keterolac
Dosis maksimal yang diberikan dalam 1 hari adalah 120mg, Pasca operasi
diberikan dosis 30mg dan 90mg. Durasi pengobatan menggunakan keterolac
adalah selama 5 hari.
Cimetidin
Pengobatan Tukak Usus (Radang usus/Usus Buntu) 800mg/hari, malam hari atau
300mg 4kali sehari atau 400mg 2kali sehari saat pagi dan sebelum tidur selama 4-
6 minggu. Dosis perawatan 400mg sekali sehari sebelum tidur.
Manfaat :
Ceftriaxone
Mengobati dan mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Keterolac
Meredakan pembengkakan dan nyeri pasca operasi.
Cimetidin
Mengobati tukak lambung, tukak usus halus, gangguan pencernaan, refluks asam,
serta iritasi lambung akibatpenggunaan obat antiinflamasi nonsteroid.
Indikasi :
Ceftriaxone
a. Infeksi saluran nafas
b. Infeksi saluran kemih
c. Infeksi tulang dan sendi
d. Infeksi dalam perut
e. Infeksi kulit
f. Gonore
g. Septikemia bacterial (keracunan darah oleh bakteri patogenik)
h. Pencegahan infeksi pra-operasi
i. Komplikasi infeksi berat
Keterolac
Untuk penatalaksanaan nyeri akut berat jangka pendek (< 5 hari)
Cimetidin
Pengobatan jangka pendek, untuk usus 12 jari tukak (peradangan) aktif. Terapi
pemeliharaan tukak usus 12 jari pada pengurangan dosis setelah penyembuhan
tukak aktif. Pencegahan perdarahan saluran pencernaan bagian atas dan penderita
yang kritis.
Kontraindikasi :
Ceftriaxone
Pasien yang hipersensitif (reaksi imun) terhadap ceftriaxone.
Keterolac
Perdarahan saluran cerna, penderita gangguan ginjal berat atau beresiko menderita
gagal ginjal, pasien yang diduga menderita perdarahan serebrovaskular, diathesis
hemoragik (kelainan perdarahan yang disebabkan oleh peningkatan kerapuhan
pembuluh darah).
Cimetidin
Pasien yang hipersensitif (reaksi imun) terhadap cimetidine.
Efek Samping :
Ceftriaxone
Gangguan pencernaan mengalami diare, mual, muntah, stomatitis (radang mulut),
glositis (peradangan pada lidah/ lidah berubah warna dan tampak lebih pucat).
Gangguan sistem sistem saraf pusat mengalami sakit kepala. Efek samping local
mengalami iritasi akibat dari perdangan dan nyeri pada tempat diinjeksi.
Sedangkan reaksi pada kulit mengalami dermatitis (berwarna merah dan terasa
gatal), pruritus (gatal), urtikaria (berwarna kemerahan dengan sedikit menonjol).
Keterolac
Ulkus (tukak lambung/penyakit lambung), perdarahan saluran cerna, hemoragis
(perdarahan) pasca bedah, gagal ginjal akut, reaksi anafilaktoid (reaksi alergi) dan
gagal hati.

Cimetidin
Pada saluran pencernaan akan mengalami diare ringan. Pada saraf pusat akan
mengalami sakit kepala, pusing, mengantuk, mental kebingungan, depresi dan
cemas. Hipersensitif akan mengalami demam dan reaksi alergi termasuk
anafiaksis. Sedangkam ginjal akan mengalami retensi urin (ketidakmampuan
untuk berkemih).
Diberikan Pada :
a. Nama (klien) = Ny. Devi Ari A.
b. Umur = 22 tahun
c. Alamat = Kwedan 32/4 Ngasem Kab.Kediri
d. Diagnosa = Pasca Op. Apendiks dan
Gastritis (Peradangan pada dinding lambung)
e. Diberikan secara = Intraneva (IV) dan oral
f. Petunjuk Pemakaian= Sesuai anjuran dokter dan resep pemberian obat.
g. Pemberian obat dilakukan
Hari = Jumat
Tanggal = 03 Juli 2015
Pukul = 11.20 WIB

Mengetahui,
Instruktus Klinik Mahasiswa

Dedy Oktavianto, Amd.Kep.


NIP. 040704201086
Anna Andita Sari
NIM. 1402460036

LAPORAN KEGIATAN
PEMBERIAN OBAT/VITAMIN di RSU AURA SYIFA DLOPO

Nama Obat : Foricef dan Antrain


Kandungan :
Foricef
Tiap Vial berisi Dinatrium Ceftriaxone 3,5 H2O yang setara dengan Ceftriaxone
Antrain
Tiap tablet mengandung Metamizole Na 500mg
Tiap ml injeksi mengandung Metamizole Na 500mg
Dosis Pemberian :
Foricef
Balita dan anak-anak dibawah usia 12 tahun yaitu dosis harian 20-80 mg per kg
BB, tergantung keparahan infeksinya biasanya diberikan dalam selang waktu 24
jam. Untuk anak-anak dengan bobot 50kg atau lebih sebaiknya diberikan dosis
standar untuk orang dewasa. Pemberian dosis secara IV 50 mg/kg BB atau lebih
sebaiknya diberikan melalui infuse dan minimal selama 30 menit.
Antrain
Tablet = 1 tablet jika sakit timbul, berikutnya 1 tablet tiap 6-8jam, maksimum 4
tablet sehari.
Injeksi = 500mg jika sakit timbul, berikutnya 500mg tiap 6-8jam, maksimum 3
kali sehari.
Manfaat :
Foricef
Mengobati dan mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Antrain
Obat untuk meringankan rasa sakit/kolik dan rasa nyeri setelah operasi yang
diproduksi oleh Interbat.
Indikasi :
Foricef
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri-bakteri pathogen yang peka terhadap
ceftriaxone. Infeksi ginjal dan saluran kemih, sepsis, meningitis, infeksi saluran
nafas, khususnya pneumonia, infeksi telinga, hidung dan tenggorokan, untuk
pencegahan infeksi sebelum operasi, infeksi tulang, sendi, jaringan lunak, kulit
dan luka, infeksi abdominal (infeksi kandung empedu dan saluran pencernaan),
serta infeksi saluran kemih termasuk gonore.
Antrain
Dapat meringankan rasa sakit, terutama nyeri kolik dan sakit setelah operasi.
Kontraindikasi :
Foricef
Hipersensitif terhadap Sefalosporin, neonatus dengan jaundis, profilaksis pada
operasi.
Antrain
a. Penderita hipersensitif terhadap Metamizole Na.
b. Bayi dibawah 3 bulan atau dengan BB kirang dari 5kg
c. Penderita dengan tekanan darah sistolik <100mmHg.
Efek Samping :
Foricef
Diare, mual dan muntah, tidak nyaman pada abdominal, sakit kepala, reaksi
alergi, gangguan enzim hati, hepatitis sementara kolestatik jaundis, colitis yang
berhubungan dengan antibiotic.
Antrain
Reaksi hipersensitif terhadap Metamizole yaitu reaksi pada kulit missal
kemerahan.
Diberikan Pada :
a. Nama (klien) = An. Auva.
b. Umur = 2 tahun
c. Alamat =
d. Diagnosa =
e. Diberikan secara = Intraneva (IV)
f. Petunjuk Pemakaian= Sesuai anjuran dokter dan resep pemberian obat.
g. Pemberian obat dilakukan
Hari = Minggu
Tanggal = 05 Juli 2015
Pikul = 23.40 WIB

Mengetahui,
Instruktus Klinik Mahasiswa

Dedy Oktavianto, Amd.Kep.


NIP. 040704201086
Anna Andita Sari
NIM. 1402460036