Vous êtes sur la page 1sur 2

SIROSIS HEPATIS

OKTAVIA PUTRI WULANDARI EFFENDY

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

Abstrak

Sirosis merupakan penyakit hati kronis yang dicirikan dengan distorsi


arsitektur hati yang normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodul-nodul
regenerasi sel hati, yang tidak berkaitan dengan vaskulatur normal. Nodul-nodul
regenerasi ini dapat berukuran kecil (mikronodular) atau besar (makronodular).

Dilaporkan Ny. L berusia 47 tahun, alamat di Desa Tumbang Sirat di


Kabupaten Kuala Kapuas, beragama Islam, suku Dayak, pekerjaan ibu rumah
tangga. Masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dorys Sylvanus Palangka
Raya pada tanggal 15 februari 2017 jam 00.18 WIB. Pasien mengeluh perut
bengkak 7 hari sebelum masuk rumah sakit.

Pasien juga mengeluh badan terasa lemas, perut terasa kembung, nafsu
makan dan minum kurang setiap makan terasa sesak, mual (-), muntah (-), pasien
mengatakan buang air kecil berwarna kuning gelap seperti teh, terasa nyeri (-),
panas (-). Buang air besar seperti dempul disangkal.

Riwayat penyakit dahulu : Pernah dirawat di rumah sakit dengan keluhan


yang sama dan punksi asites 5 kali sebelumnya dalam kurun waktu 1 tahun ini.
Riwayat sakit kuning disangkal. Konsumsi alkohol di sangkal, meminum jamu-
jamuan herbal disangkal. Penggunaan obat-obatan suntik (-), tatto (-), DM (-),
penyakit jantung (-). Riwayat penyakit keluarga : keluarga tidak memiliki
keluhan yang sama seperti pasien.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak lemas dan
tampak sakit sedang, kesadaran kompos mentis, vital sign pasien tekanan darah
100/70 mmHg, nadi 78 kali/menit, reguler, isi dan tegangan cukup, respirasi 20
kali/menit, dan suhu 36o C.

Kepala : Normochepali, wajah simetris, konjungtiva anemis, sklera ikterik


(+/+), dan isokor. Leher : JVP (5+2 cmH20), tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,
tidak ada pembesaran KGB dan tidak ada massa lain. Thoraks : Pada pemeriksaan
paru, simetris pada kedua dada, tidak ada ekspansi dan retraksi, fremitus taktil

2
normal, perkusi sonor, auskultasi suara nafas dasar vesikuler di kedua paru, suara
rhonki (-/-), wheezing (-/-). Pada pemeriksaan jantung, ictus cordis tidak terlihat,
ictus cordis teraba di sela iga V linea midclavicularis sinistra, auskultasi S1-S2
tunggal, reguler, tidak ada murmur maupun gallop. Abdomen : cembung tampak
distensi, massa atau caput medusa, spider nevi (-), dan vena kolateral(-),
auskultasi bising usus meningkat, perkusi didapatkan Asites (+), pembesaran
hepar (-), lien dalam batas normal. Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik,
pitting udem (+), palmar eritema (-).

Pemeriksaan Laboratorium didapatkan Hb 8,8 g/dL (N = 11,0-15,0),


leukosit 5.880 u/l (N = 4.00-10.00), neutrofil 48,8% (N = 50.0 70.0), basofil
2.870 (N = 2.00-7.00), trombosit 115.000 (N= 100.000-300.000), GDS 84 mg/dL,
ureum 34, i creatinin 1,03 mg/dL (0,17-1,5), HbsAg (+), albumin 2,51g/dL (N=
3,5-5,5), natrium 141 mmol/L (N= 135-148), Kalium 3,8 mmol/L (N= 3,5-5,3),
calcium 1,14 mmol/L (N= 0,98-1,2)

Kata Kunci : Sirosis Hepatis