Vous êtes sur la page 1sur 1

Pengembangan PLTP Gunung Lawu Untuk Ketahanan Energi dan Bersaing Terhadap

Sektor Perminyakan Serta Pengaruhnya Terhadap Lingkungan di Kabupaten


Karanganyar, Jawa Tengah

Maychel Beta Wibowo


Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral,
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Depok, Sleman, DIY
E-mail: maychelbetaw@gmail.com

Intisari

Panas bumi merupakan salah satu energi ramah lingkungan dan terbarukan karena
sumbernya berasal dari pemanasan air bersama unsur lain yang tersimpan di reservoar.
Indonesia merupakan negara dengan cadangan energi panas bumi sebesar 40% dari seluruh
energi panas bumi dunia. Akan tetapi, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia hanya
sebesar 5% dan masih jauh dibawah dari besarnya persentase pemanfaatan di sektor
perminyakan yang dari segi konsep eksplorasi dan eksploitasi dikatakan serupa. Salah satu
cadangan energi panas bumi yang potensial di Indonesia terdapat di kawasan Gunung Lawu,
Karanganyar, Jawa Tengah yang pada saat tulisan ini disusun, tahap eksplorasi dan
perencanaan eksploitasi dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
(PLTP) sedang berjalan. Namun, berbagai lapisan masyarakat melakukan penolakan
terhadap eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di kawasan tersebut. Masyarakat
beranggapan bahwa kegiatan tersebut akan berdampak negatif terhadap kelestarian sumber
air tanah, kehutanan, pertanian, dan SDAL lainnya. Padahal peningkatan kapasitas energi
panas bumi menjadi energi listrik melalui PLTP dapat dikatakan tidak berpengaruh negatif
terhadap lingkungan apabila dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Hal
tersebut didasarkan terhadap sisa buangan berupa air yang diinjeksikan kembali ke dalam
bumi dengan kedalaman melebihi lapisan air tanah sehingga tidak mencemari sumber mata
air dan mengurangi kuantitas serta kualitas air tanah. Sementara itu, operasi PLTP tersebut
tidak memerlukan bahan bakar fossil secara besar-besaran sehingga kualitas udara tetap
bersih oleh emisi gas. Menurut data tahun 2016, potensi cadangan energi panas bumi di
Gunung Lawu sebesar 195 MW dengan potensi pengembangan sebesar 165 MW. Besar
energi listrik yang dihasilkan PLTP Gunung Lawu lebih besar dibandingkan beberapa PLTP
antara lain, PLTP Sibayak Sumatera Utara sebesar 12 MW, PLTP Lahendong Sulawesi Utara
sebesar 80 MW, dan PLTP Ulubelu Lampung sebesar 110 MW. Produksi energi listrik PLTP
Gunung Lawu diperkirakan dapat menyuplai kebutuhan listrik sebesar 7,26% dari total
konsumsi listrik se-Jawa Tengah. Agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan perlu adanya
sosialisasi melalui metode konsultasi publik dengan masyarakat, observasi, dan edukasi.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat dikerucutkan bahwa kegiatan eksplorasi dan
eksploitasi panas bumi di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah tidak berpengaruh
negatif terhadap kelestarian lingkungan. Sementara itu, energi listrik yang dihasilkan
memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mencukupi kebutuhan listrik sehari-hari dan
untuk memenuhi ketahanan energi nasional di Indonesia khususnya energi baru terbarukan
(EBT).

Kata kunci: panas bumi, lingkungan, Gunung Lawu, listrik, energi