Vous êtes sur la page 1sur 5

Kartografi Digital Tahun 2017 Nilai:

Acara II Waktu Praktikum


Generalisasi Peta Digital Senin, 11:00 WIB
Disusun oleh Asisten Praktikum Tanggal Praktikum
Atsarina Nastiti 1. Anwar Juniansah 13-03-2017
15/379402/GE/08032 2. Tito Kanekaputra
Bahan dan Alat Lampiran
1. Seperangkat komputer atau laptop 1. Tabel Generalisasi Simplify
2. Perangkat lunak Quantum GIS 2.18.0-Essen 2. Tabel Generalisasi Douglas-Peucker
3. Data Layer Sungai 25K 3. Tabel Generalisasi Visvalingam
4. Data Layer Sungai 250K 4. Printscreen Peta Penggunaan Lahan
5. Data Penggunaan Lahan Sebelum dan Sesudah Generalisasi

Langkah Kerja
Tabel Generalisasi
Petunjuk Praktikum Pemetaan Kebencanaan

ya
Printscreen Peta Penggunaan Lahan

Pembahasan
Generalisasi adalah proses mereduksi jumlah detail pada sebuah peta dengan cara yang
masih penuh arti pada proses perubahan skala peta dari peta skala besar ke peta skala kecil
(Kraak dan Omerling, 2006). Terdapat dua jenis generalisasi yaitu generalisasi grafis dan
generalisasi konseptual. Generalisasi grafis adalah generalisasi yang tidak mempengaruhi
simbolisasi peta, sedangkan generalisasi konseptual adlaah generalisasi yang mempengaruhi
simbolisasi peta. Proses generalisasi peta tersebut dapat dilakukan secara digital, dimana contoh
dari generalisasi grafis secara digital adalah dengan menggunakan metode simplify dan metode
simplipy. Contoh generalisasi konseptual secara digital adalah dengan menggunakan perubahan
data atribut.
Contoh generalisasi grafis secara digital dapat dilakukan pada objek sungai pada peta skala
1:25000 dan objek sungai pada peta skala 1:250000. Berdasarkan generalisasi sungai pada kedua
peta dengan skala berbeda tersbut menggunakan metode simplify dapat diketahui bahwa hasil
generalisasi pada metode simplify sangat dipengaruhi oleh besarnya toleransi yang digunakan,
pada generalisasi dengan toleransi kecil yaitu 0,0001 menghasilkan kenampakan objek sungai

Laboratorium Kartografi Digital - 2017 [2]


Petunjuk Praktikum Pemetaan Kebencanaan

dengan lekukan yang lebih banyak dibandingkan generalisasi dengan toleransi yang lebih besar
yaitu 0,001.
Lekukan sungai yang lebih banyak pada generalisasi dengan toleransi yang kecil
menyebabkan sungai hasil generalisasi pada toleransi kecil tersebut memiliki ukuran panjang
sungai yang lebih panjang. Hal tersebut disebabkan karena semakin banyaknya jumlah lekukan
pada sungai akan menambah panjang sungai tersebut, sebaliknya semakin dikit lekukan pada
sungai akan berpengaruh pada berkurangnya panjang sungai. Contohnya adalah pada hasil
genelralisasi objek sungai pada peta skala 1:25000 dengan toleransi 0,0001 menghasilkan panjang
sungai sepanjang 3.124,65 Km, sedangkan panjang objek sungai pada generalisasi dengan
toleransi 0,001 menghasilkan panjang sungai sepanjang 2.864,29 Km. Selain itu, pada adalah pada
hasil generalisasi objek sungai pada peta skala 1:250000 dengan toleransi 0,0001 menghasilkan
panjang sungai sepanjang1.045,006 Km, sedangkan panjang objek sungai pada generalisasi
dengan toleransi 0,001 menghasilkan panjang sungai sepanjang 1.003.95 Km. Dimana
berdasarkan panjang setiap hasil generalisasi terdapat selisih perbedaan panjang sungai sebesar
260,39 Km pada peta skala 1:25000 dan selisih sebesar 41.056 Km pada peta skala 1:250000
yang disebabkan oleh perbedaan toleransi. Selain itu juga dapat diketahui bahwa besarnya skala
peta akan mempengaruhi hasil lekukan dan panjang sungai yang dihasilkan, dimana pada peta
dengan skala yang lebih besar (1:25000) akan memiliki tingkat kedetailan lekukan yang lebih detail
sehingga juga memiliki panjang sungai yang lebih panjang dibandingkan peta skala kecil.
Generalisasi grafis dengan metode simplipy dibagi menjadi dua jenis metode, yaitu Douglas-
Peucker dan Visvalingam. Dimana berdasarkan hasil generalisasi pada kedua peta dengan skala
berbeda menghasilkan beberapa hasil yang sama seperti pada generalisasi grafis dengan metode
simplify yaitu besarnya nilai toleransi akan mempengaruhi banyaknya lekukan yang terdapat pada
objek sungai tersebut, dimana banyaknya lekukan akan mempengaruhi besarnya panjang sungai
hasil generalisasi. Semakin kecil nilai toleransi menghasilkan lekukan yang lebih banyak dan
secara langsung akan mempengaruhi besarnya panjang sungai. Selain itu perbedaan panjang
sungai pada kedua peta juga dipengaruhi oleh besar skala peta. Namun, perbedaan generalisasi
grafis pada metode simplify dan metode simplipy adalah pada bentuk lekukan sungai dan panjang
sungai yang dihasilkan. Dimana berdasarkan hasil generalisasi yang disajikan pada metode
simplify memiliki bentuk lekukan yang lebih rinci dan halus sehingga memiliki panjang sungai yang
lebih panjang dibandingkan dengan hasil generalisasi pada metode simplipy memiliki bentuk
lekukan sungai yang lebih sederhana (cenderung patah-patah, memiliki sudut dan kasar) sehingga
memiliki panjang sungai yang lebih pendek.
Penggunaan motode Doglas-Peucker dan metode Visvalingam pada metode generalisasi

Laboratorium Kartografi Digital - 2017 [3]


Petunjuk Praktikum Pemetaan Kebencanaan

grafis simplipy menghasilkan kenampakan objek sungai yang berbeda. Dimana pada hasil
generalisasi menggunakan metode Visvalingam menghasilkan kenampakan objek sungai yang
lebih kasar dan sederhana dibandingkan metode Doglas-Peucker, dimana semua lekukan sungai
yang terdapat pada sungai cabang maupun sungai utama disederhakan menjadi sebuah garis lurus
sungai pada hasil generalisasi metode visvalingam tersebut. Sedangkan pada hasil generalisasi
metode Doglas-Peucker meskipun tergolong menghasilkan kenampakan sungai yang kasar, namun
masih terdapat beberapa lekukan pada sungai utamanya.
Penggunaan metode generalisasi yang berbeda-beda pada generalisasi objek secara digital
disesuaikan dengan tujuan pembuatan peta. Dimana pada peta dasar, lebih baik menggunakan
metode simplify untuk melakukan generalisasi pada objek sungai dibandingkan dengan
menggunakan metode simplipy, hal tersebut disebabkan karena kenampakan objek sungai pada
hasil generalisasai dengan metode simplify lebih realistis, selain itu objek sungai juga merupakan
objek utama yang harus terdapat pada peta dasar, sehingga simbol yang digunakan juga harus
baik dan merepresentasikan kenampakan aslinya. Sedangkan, karena hasil generalisasi
kenampakan objek sungai pada metode simplipy lebih baik digunakan untuk pembuatan peta
tematik, dimana objek sungai merupakan objek yang digunakan untuk menunjang informasi yang
dapat diekstrak pada peta suatu peta tematik tersebut. Dimana hasil visualisasi yang diinginkan
oleh pembuat peta dengan menggunakan metode simplipy harus sesuai dengan kaidah kartografis,
sehingga besar toleransi yang digunakan perlu diperhatikan oleh pembuat peta. Selain itu,
pemilihan metode Doglas-Peucker atau Visvalingam pada metode simplipy bergantung pada tingkat
kerterpentingan (figure ground consept) objek sungai.
Contoh generalisasi konseptual dilakukan pada objek penggunaan lahan dengan perubahan
data atribut di dalamnya menjadi data atribut yang lebih sederhana. Contohnya adalah perbahan
data atribut kampung dan perumahan ke dalam satu kelas data atribut yang sama berupa
permukiman serta perubahan data atribut persawahan irigasi dan persawahan tadah hujan menjadi
sawah. Hasil dari perubahan data atribut menjadi lebih sederhana tersebut mempengaruhi
perubahan simbolisasi pada peta. Dimana pada simbolisasi awal terdapat beberapa simbol berupa
simbol kampung, simbol permukiman, simbol persawahan tadah hujan dan simbol persawahan
irigasi ke dalam simbol yang berbeda-beda, namun setelah di generalisasi simbol-simbol tersebut
berubah menjadi simbol baru yang lebih sederhana seperti simbol permukiman dan simbol sawah
saja. Fungsi dari generalisasi konseptual tersebut adalah menggabungkan dan menyederhanakan
suatu objek (melalui proses disslove) yang mempunyai satuan sama dengan fungsi yang berbeda
menjadi satu objek.

Laboratorium Kartografi Digital - 2017 [4]


Petunjuk Praktikum Pemetaan Kebencanaan

Kesimpulan
1. Generalisasi pada peta digital secara konseptual dan grafis dapat dilakukan dengan
menggunakan software QGIS. Generalisasi konseptual dilakukan dengan penggabungan
data atribut dan generalisasi grafis dilakukan dengan metode simplify dan simplipy.
2. Terdapat dua metode generalisasi grafis yaitu metode simplify dan metode simplipy yang
dibedakan menjadi Doglas-Peucker dan Visvalingam. Dimana hasil dari masing-masing
metode tersebut adalah berbeda-beda berdasarkan kenampakan alur dan panjang
sungainya. Pada metode simplify hasil kenampakan alur lebih halus dan panjang,
sedangkan pada metode simplipy hasil kenampakan alur lebih kasar dan tidak panjang.
3. Melakukan penggabungan data atribut berdasarkan landasan konseptual
4. Generalisasi konseptual dilakukan dengan menggabungkan dan menyederhanakan
beberapa data atribut yang mempunyai satuan sama dengan fungsi yang berbeda menjadi
satu objek. Seperti contoh pada data atribut penggunaan lahan.

Referensi
Kraak, Menno-Jan dan Ormeling, Ferjan. 2006.Terjemahan Kartografi Visualisasi Data Geospasial
Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres

Laboratorium Kartografi Digital - 2017 [5]