Vous êtes sur la page 1sur 2

ABSTRAK

Latar Belakang: Jumlah perokok remaja di Indonesia mengalami peningkatan setiap


tahunnya. Literatur-literatur menunjukkan bahwa remaja yang mengalami gangguan emosi
dan perilaku memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk merokok.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku
merokok dengan gangguan emosi dan perilaku pada siswa SMPN 273 Kampung Bali.
Metode: Penelitian ini menggunakan teknik penelitian analitik yang dilakukan secara
potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini mengikutsertakan 150 siswa dari kelas 7, 8,
dan 9 SMPN 273. Perilaku merokok diukur dengan menggunakan kuesioner Riskesdas
2010 sedangkan gangguan emosi dan perilaku diukur dengan menggunakan kuesioner SDQ
(Strengths and Difficulties Questionnaire).
Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan gangguan emosi
dan perilaku pada siswa SMPN 273 dengan kekuatan hubungan yang lemah (p = 0.000, r
Somersd = 0,391). Prevalensi gangguan emosi dan perilaku pada siswa yang merokok
adalah 35% (7 dari 20 siswa perokok) sedangkan prevalensi gangguan emosi dan perilaku
pada siswa yang tidak merokok (pernah merokok dan tidak pernah merokok) adalah 10%
(13 dari 130 siswa bukan perokok).
Kesimpulan: Gangguan emosi dan perilaku dapat menyebabkan perilaku merokok. Hal ini
menunjukkan pencegahan merokok pada remaja harus disertai dengan pencegahan dan
tatalaksana terhadap gangguan emosi dan perilaku.

Kata kunci: gangguan emosi dan perilaku, perilaku merokok, remaja.


ABSTRACT
Background: The number of adolescent smoking in Indonesia has been increasing over the
past few years. Literatures suggest that adolescent who suffers from emotional and
behavioral disorder are more likely to develop a smoking habit.
Objective: The purpose of this study is to determine the association between smoking habit
and emotional and behavioral disorder in 273 Kampung Bali Junior Highschool students.
Methods: A cross-sectional analytical study is used for this study. The participants were
150 students of 273 Junior Highschool students from 7th, 8th, and 9th grade. The
Riskesdas 2010 questionnaire was used to assess the smoking habit of the students while
SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire) was used to assess the emotional and
behavioral disorder of the students.
Results: This study revealed significant association between smoking habit and emotional
and behavioral disorder in 273 Junior Highschool students with a weak relationship (p =
0.000, r Somersd = 0,391). The prevalence of emotional and behavioral disorder on
students who smokes are 35% (7 out of 20 student smokers) while the prevalence of
emotional and behavioral disorder on students who do not smokes are 10% (13 out of 130
non-smoking students).
Conclusion: Emotional and behavioral disorder could cause smoking habit. These findings
suggest that smoking prevention should be accompanied with emotional and behavioral
disorder prevention and treatment.

Key words: adolescent, emotional and behavioral disorder, smoking habit.