Vous êtes sur la page 1sur 12

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)

OLEH :

NAMA : IDA BAGUS PUTU JORDY PRADANA DATU


NIM : 1503005049
KELAS :B

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS UDAYANA
2 Makalah AMDAL
SMKN
| 5 kota bekasi

2016

1
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, 20 November 2016

Penyusun

2
Daftar Isi

Kata Pengantar................................................................................................ ii
Daftar Isi.......................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 2
1.3 Tujuan...................................................................................................... 2
1.4 Manfaat.................................................................................................... 2
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian AMDAL................................................................................ 3
2.2 Peranan AMDAL..................................................................................... 4
2.3 Tujuan AMDAL...................................................................................... 5
2.4 Manfaat AMDAL.................................................................................... 5
2.5 Kriteria Wajib AMDAL........................................................................... 6
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 8
3.2 Saran........................................................................................................ 8
Daftar Pustaka................................................................................................. 9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 . Latar Belakang

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai


dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat
perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap
lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah
aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan
masyarakat.Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

1. Dokumen AMDAL terdiri dari :


2. Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-
ANDAL)
3. Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
3
4. Dokumen Rencana Michelangelo Lingkungan Hidup (RKL)
5. Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) AMDAL
digunakan untuk:
a) Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
b) Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari
rencana usaha dan/atau kegiatan
c) Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau
kegiatan
d) Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup
e) Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu
rencana usaha dan atau kegiatan

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah:

1. Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL


2. Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu
rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan
3. masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala
bentuk keputusan dalam proses AMDAL.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia


menggunakan/menerapkan penapisan 1 langkah dengan menggunakan daftar
kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by pre request list). Daftar
kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006
2. Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib
menyusun
UKL-UPL, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 86 Tahun 2002
3. Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai
dengan Permen LH NO. 08/2006
4. Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH no. 05/2008

1.2. Rumusan Masalah

Dari penjelasan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian dari AMDAL?

2. Apa sajakah peran dari AMDAL ?

3. Apa tujuan dari AMDAL ?

4. Apa Kegunaan dari AMDAL ?

2
1.3 . Tujuan

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis dapat menyimpulkan tujuan yaitu:

1. Untuk mengetahui pengertian dari AMDAL.

2. Untuk mengetahui apa peranan dari AMDAL.

3. Untuk mengetahui apa tujuan dari AMDAL.

4. Untuk mengetahui apa kegunaan dari AMDAL.

1.4 . Manfaat

Adapun manfaat daripada penulisan makalah ini, diharapkan dapat:

1. Dijadikan sebagai pedoman penulisan makalah siswa yang lain.

2. Dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang AMDAL (Analisis


Mengenai Dampak Lingkungan).

3
BAB II

PEMBAHASAN

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

2.1 . Pengertian AMDAL

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang sering disingkat AMDAL,


merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang
semakin meningkat. Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan
sikap yang menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi.Dengan ini
timbullah citra bahwa gerakan lingkungan adalah anti pembangunan dan anti
teknologi tinggi serta menempatkan aktivis lingkungan sebagai lawan pelaksana dan
perencana pembangunan.Karena itu banyak pula yang mencurigai AMDAL sebagai
suatu alat untuk menentang dan menghambat pembangunan.

Dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika


Serikat, yaitu National Environmental Policy Act (NEPA) pada tahun 1969.NEPA
mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970.Dalam NEPA pasal 102 (2) (C)
menyatakan, Semua usulan legilasi dan aktivitas pemerintah federal yang besar
yang akan diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan
diharuskan disertai laporan Environmental Impact Assessment ( Analsis Dampak
Lingkungan) tentang usulan tersebut.

AMDAL mulai berlaku di Indonesia tahun 1986 dengan diterbitkannya Peraturan


Pemerintah No. 29 Tahun 1086. Karena pelaksanaan PP No. 29 Tahun 1986
mengalami beberapa hambatan yang bersifat birokratis maupun metodologis, maka
sejak tanggal 23 Oktober 1993 pemerintah mencabut PP No. 29 Tahun 1986 dan
menggantikannya dengan PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL dalam rangka
efektivitas dan efisiensi pelaksanaan AMDAL. Dengan diterbitkannya Undang-
undang No. 23 Tahun 1997, maka PP No. 51 Tahun 1993 perlu disesuaikan.Oleh
karena itu, pada tanggal 7 Mei 1999, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah
No. 27 Tahun 1999.Melalui PP No. 27 Tahun 1999 ini diharapkan pengelolaan
lingkungan hidup dapat lebih optimal.

Pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan dan/atau merusak lingkungan


hidup adalah pembangunan yang memperhatikan dampak yang dapat diakibatkan
oleh beroperasinya pembangunan tersebut. Untuk menjamin bahwa suatu
pembangunan dapat beroperasi atau layak dari segi lingkungan, perlu dilakukan
analisis atau studi kelayakan pembangunan tentang dampak dan akibat yang akan
muncul bila suatu rencana kegiatan/usaha akan dilakukan.

AMDAL adalah singkatan dari analisis mengenai dampak lingkungan. Dalam


peraturan pemerintah no. 27 tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak
lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar
dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Kriteria mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup
antara lain:

4
1. jumlah manusia yang terkena dampak
2. luas wilayah persebaran dampak
3. intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak
5. sifat kumulatif dampak
6. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak

2.2 . Peranan AMDAL

Persoalan kerusakan lingkungan akibat industri dan rumah tangga, khususnya


di Negara berkembang seperti Indonesia sudah sangat kompleks dan sudah
menghawatirkan. Karena itu perlu kesadaran semua pihak untuk turut menangai
pencemaran lingkungan. Pemerintah melalui kebijakan dan aturan harus mampu
mengatur industi dalam pengolahan limbah baik cair, kayu dan udara. Pihak
industripun harus menyadari peranan pencemarannya yang sangat besar sehingga
harus mau membangun pengolahan limbah. Masyarakat pun harus mempunyai
peranan yang sangat besar dalam pengolahan limbah rumah tangga dan lingkungan
sekitar sehingga kelestarian lingkungan baik, udara, tanah maupun air dapat terjaga
dengan baik.

Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunan yang


bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan hidup.
Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari
proses Amdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga Amdal merupakan bagian
dari beberapa hak berikut :

1. Pengelolaan lingkungan
2. Pemantauan proyek
3. Pengelolaan proyek
4. Pengambilan keputusan
5. Dokumen yang penting

AMDAL bukan suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses
AMDAL yang lebih besar dan penting, menyeluruh dan utuh dari perusahaan dan
lingkungannya, sehingga AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau
proyek dan lingkuangannya deengan menggunakan dokumen yang benar.

Selanjutnya, beberapa peran AMDAL dijelaskan sebagai berikut : Peran


AMDAL dalam pengelolaan lingkuangan.Aktivitas pengelola lingkungan baru dapat
dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun berdasarkan
perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari proyek yang akan
dibangun.Dalam kenyataan nanti,apabila dampak lingkungan yang telah
diperkirakan jauh berbeda dengan kenyataan, ini dapat saja terjadi karena kesalahan-
kesalahan dalam menyusun AMDAL atau pemilik proyek tidak menjalankan
proyeknya sesuai AMDAL .Agar dapat dihindari kegagalan ini maka pemantauan
haruslah dilakukan sedini mungkin,sejak awal pembangunan,secara terus menerus
dan teratur.

5
AMDAL sebagai dokumen penting.Laporan AMDAL merupakan dokumen
penting sumber informasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada waktu
penelitian proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek
dibangun.Dokumen ini juga penting untuk evaluasi,untuk membangun proyek yang
lokasinya berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat legalitas.

AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif


terhadap kerusakanlingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas
pembangunan yang sedang direncanakan.

Dampak, adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat suatu aktivitas,
yang dapat bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi.Dalam konteks
AMDAL, penelitian dampak dilakukan karena adanya rencana aktivitas manusia
dalam pembangunan.

2.3 . Tujuan AMDAL

1. Mengidentifikasikan rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilakukan


terutama yang berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap
lingkungan hidup.

2. Mengidentifikasikan komponen-komponen lingkungan hidup yang akan


terkena dampak besar dan penting.

3. Memprakirakan dan mengevaluasi rencana usahan dan atau kegiatan yang


menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.

4. Merumuskan RKL dan RPL.

2.4. Manfaat AMDAL

1. Bagi Pemerintahan.
a) Menghindari perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air,
pencemaran udara, kebisingan, dan lain sebagainya. Sehingga tidak mengganggu
kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat.
b) Menghindari pertentangan yang mungkin timbul, khususnya dengan masyarakat dan
proyek - proyek lain.
c) Mencegah agar potensi dumber daya yang dikelola tidak rusak.
d) Mencegah rusaknya sumber daya alam lain yang berada diluar lokasi proyek, baik
yang diolah proyek lain, masyarakat, ataupun yang belum diolah.
2. Bagi pemilik modal.
a) Menentukan prioritas peminjaman sesuai dengn misinya.
b) Melakukan pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber
modal.
c) Menghindari duplikasi dari proyek lain yang tidak perlu.

6
d) Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar
kembali oleh proyek sesuai pada waktunya, sehingga modal tidak
hilang.

3. Bagi pemilik proyek.


a) Melihat masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi dimasa yang akan datang.
b) Melindungi proyek yang melanggar undang undang atau peraturan yang berlaku.
c) Mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah yang akan dihadapi dimasa yang
akan datang.
d) Melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran atau suatu damoak negatif yang
sebenarnya tidak dilakukan.

4. Bagi masyarakat.
a) Mengetahui rencana pembangunan didaerahnya.
b) Turut serta dalam pembangunan di daerah sejak awal.
c) Mengetahui kewajibannya dalam hubungan dengan proyek tersebut.
d) Memahami hal ihwan mengenai proyek secara jelas akan ikut menghindarkan
timbulnya kesalahpahaman.

5. Bagi peneliti dan ilmuan.


a) Kegunaan didalam penelitian.
b) Kegunaan didalam analisis kemajuan dan ilmu pengetahuan.
c) Kegunaan didalam meningkatkan keterampilan didalam penelitian
dan meningkatkan pengetahuan.

2.5 Kriteria wajib AMDAL

Kriteria ini hanya diperlukan bagi proyek-proyek yang menimbulkan dampak


penting terhadap lingkungan yang pada umumnya terdapat pada rencana-
rencana kegiatan berskala besar, kompleks serta berlokasi di daerah yang
memiliki lingkungan sensitif.

Jenis-jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan


AMDAL dapat dilihat pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor: 17 tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib
Dilengkapi dengan
AMDAL.
Jenis Usaha dan Atau Kegiatan Wajib AMDAL:

Pertahanan dan Keamanan


Pertanian
Perikanan
Kehutanan

7
Kesehatan
Perhubungan
Teknologi Satelit
Perindustrian
Prasarana Wilayah
Energi dan Sumber Daya Mineral
Pariwisata
Pengelolaan limbah B3, dan Rekayasa Genetika

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Amdal, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia


yang semakin meningkat.Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek
pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak
kualitas lingkungan hidup. Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi
merupakan bagian dari proses Amdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga
Amdal merupakan bagian dari beberapa hak berikut :

1. Pengelolaan lingkungan
2. Pemantauan proyek
3. Pengelolaan proyek
4. Pengambilan keputusan
5. Dokumen yang penting

3.2 Saran

Semoga AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) ini dapat dijadikan


secara optimal dalam pengambilan suatu keputusan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Blogger.Pengertian AMDAL (Analisis mengenai Dampak Lingkungan) (online).


(http://soera.wordpress.com/2009/01/31/pengertian-amdal/. diakses 23 Juni 2003).

Blogger.Peran AMDAL (online).


(http://dedekrenz.blogspot.com/2011/01/peran-amdaldalam-pemgelolaan.html.
diakses 23 Juni 2003).

http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/04/polusi_air_tanah_akibat_limb
ah_indus tri.pdf

Http://en.wikipedia.org/wiki/Water_polution

www.menlh.go.id/i/art/pdf_1038886332.pdf

http://www.theceli.com/dokumen/produk/pp/1999/41-1999.htm

mages.soemarno.multiply.com/attachment/0/Ru9eSgoKCtgAAA7XvtI1/STANDAR
ISASI% 20LINGKUNGAN.doc?nmid=58345430

10